Cara Menaikkan Domain Authority Blog Untuk Pemula

8 komentar
cara menaikkan DA blog
Menurut Moz.com, Domain Authority (DA) adalah ukuran kepercayaan sebuah blog atau web berupa skor/nilai dari 1-100. Nilai itu berasal dari rangking pencarian yang melibatkan beragam faktor yang ditentukan oleh MOZ sebagai pengukur kriteria. Semakin tinggi nilai Domain Authority, maka performa dan tingkat kepercayaan sebuah blog semakin baik. Ada banyak cara menaikkan Domain Authority yang sebagian akan saya bahas di artikel ini. 

Selama bulan Mei kemarin saya ikutan kelas 30 Hari Menaikkan Domain Authority dengan coach mas Irwin dari Tangerang Digital, dan mas Pewe. Duet maut coach ini beneran deh, mantul. Teman-teman, kalau kedua master ini buka kelas 30 Hari Menaikkan Domain Authority lagi mening segera ikut, seriusan. Ilmu yang dibagi, meski dikate baru kulitnya, tapi ampun nggak kaleng-kaleng. Bersyukur banget bisa jadi salah satu dari 30 murid di kelas ini, meski termasuk murid di barisan belakang wkwkwk. 

Siapa coba yang nggak ingin menaikkan DA blog yang mentok di angka 10 terus bertaun-taun. Harapannya sih, selama 30 hari ini bisa berhasil menaikkan DA blog mencapai 15. 

Lalu apa saya berhasil? Nanti kita cerita tentang ini belakangan.

Saya mau berbagi wawasan dulu dari apa yang saya dapat di kelas ini, yaitu cara menaikkan Domain Authority blog dengan menerapkan SEO on page dan off page. Sebelumnya, mari kita mulai dari pertanyaan seberapa penting SEO dalam blog kita? jawabannya, PENTING banget! 

Kenapa? karena tanpa SEO blog kita akan mengambang begitu saja, jalan sendiri tak tentu arah. Tak terdaftar, tak tersampaikan ke publik yang lebih luas. Sekadar punya-punyaan aja. Ini mungkin cocok buat blog yang isinya curhat hardcore, tapi bagi yang ingin blognya bisa memberi manfaat dan dibaca lebih banyak orang, better belajar SEO dikit-dikit, lama-lama jadi bukit. 

Pertama, kita cek dulu kesehatan blog kita di SEO Optimer. 


Ini nilai kesehatan blog saya di awal kelas, sungguh kuterpuruk.


Tolong lihat nilai SEOnya, memprihatinkan :(

Ternyata, menulis blog tak sekadar menulis saja. Ada yang perlu diurus selain konten, dan ini yang selama ini saya abaikan karena mumet. 

Berangkat dari situ, saya membuat beberapa catatan singkat:


Langkah-langkah cara menaikkan Domain Authority blog 


1. Kenali platform blog yang digunakan 

Selama ini saya cuman tau dua platform blogging yang sering dipakai, wordpress dan blogspot. Beberapa merekomendasikan pakai wordpress karena banyak plug in yang mendukung dan memudahkan SEO, tapi ini terserah sih. Saya pribadi memutuskan tetap pakai blogspot dulu aja, sampe ngerti beginian dan masih sayang blog yang sudah berumur ini, hihi.  


2. Rajin periksa performa blog 

Salah satu tools yang bisa digunakan adalah MOZ, yang juga sering dipakai jadi acuan sebagian besar agency untuk menilai suatu performa blog. Dengan menganalisa blog kita di Moz, kita jadi tahu permasalahan apa yang menyebabkan DA sulit naik atau masalah-masalah lain yang terjadi di dalam blog kita. Jangan kaget kalo jeroan blog kita diedel-edel sama MOZ, ketauan banyak brobroknya, eh ini sih blog saya aja yang amburadul.


3. Koneksikan Google Analytics dan Google Search Console 

Ini sulit dijelaskan, haha. Dicari ajalah ya, masih bawaannya Google. Intinya selain via dashboard blog, di sini kita bisa lihat traffic dan demografi visitor, page view postingan dan seberapa luas cakupan blog kita. 

4. Terapkan SEO on page dan off page. 


a. SEO On Page 
Yaitu optimasi halaman atau konten blog agar masuk ke mesin penelusuran (search engine), dan mendapat tempat di halaman 1 atau 2 hasil penelusuran. 

Ada 18 parameter yang harus diperhatikan dalam penerapan SEO on page ini, antara lain:
1. Riset dan distribusi keyword dalam tulisan 
2. Jumlah kata dalam tulisan minimal 600 (ini berkaitan dengan persaingan dengan mayoritas blog kompetitor) 
3. Link internal dan eksternal di dalam tulisan
4. Share di sosmed untuk menambah social signal 
5. Gunakan Google Search Console untuk memastikan artikel sudah masuk di indeks penelusuran Google 

b. SEO Off Page 
Berupa penyebaran atau penanaman link blog kita di situs-situs yang berperforma baik dan memiliki DA tinggi, istilahnya blog kita ikut terkatrol berkat menaruh link di dalamnya. Bagaimana kita bisa tahu website mana saja yang DA nya tinggi? Ada toolsnya untuk mengecek secara otomatis menampilkan skor website tersebut. 

5. Rutin menulis 

Ini yhaaa... konsisten is the key. Mengisi blog setidaknya sepekan sekali atau lebih bisa jadi salah satu cara menaikkan Domain Authority. Kemungkinan blog kita terbaca oleh mesin penelusuran lebih besar karena kita punya banyak aneka keyword di dalam blog.  

Nah, sekian tips cara menaikkan Domain Authority, gimana? Cukup ngelu

Anyway, alhamdulillah, setelah 30 hari blog saya masih ISTIQOMAH di 10 juga ini...wkwkwk, sebulan belajar SEO dari nol banget memang effortnya harus lebih...merangkak sangat lambat. 

Ada permasalahan, ada keribetan, ada keputusasaan, ada semangat, ada tekad. Apalagi waktu menganalisis MOZ, omg ... tenggak Panadol 3x sehari. Yang tadinya ikut kelas untuk mengisi waktu selagi puasa, sepertinya kelas ini nggak cocok buat sampingan. Nyesel banget terlalu banyak distraksi sampe sulit fokus.

Usaha memang nggak akan mengkhianati hasil, teman-teman sekelas yang berhasil fokus dan tekun praktik ilmunya pasti menuai kenaikan DA yang signifikan. 

Yup, dapat kesempatan belajar SEO gratis dari masternya nggak boleh disia-siakan, harus terus maju walaupun perlahan. Untung coachnya sabar banget, kalo di kelas lain entahlah mungkin saya udah di-DO hiks. 

Semoga tulisan ini sedikitnya bermanfaat buat teman-teman yang mencari cara menaikkan Domain Authority blog. 

Mengatasi Kacamata Berembun saat Memakai Masker

5 komentar

Adakah yang kacamatanya sering berembun saat memakai masker? Sama doong. Nggak enak banget, burem dan menghalangi penglihatan. Lalu bagaimana mengatasi embun pada kacamata saat memakai masker? 



Pertama, ketahui dulu penyebabnya kenapa kacamata kita bisa berembun saat memakai masker. Menurut ClevelandClinic, ini penjelasan ilmiahnya bagaimana itu bisa terjadi  ; 

When warm air hits a cool surface, condensation can form. Just think about how your glasses fog up when you walk into a warm building after being out in the cold. The same thing happens with a mask. When your warm breath escapes through the top of the mask, it hits the lenses of your glasses and causes them to fog up.

Nah, dari hasil browsing sana sini, saya menyimpulkan beberapa cara mengatasi kacamata berembun saat memakai masker; 

1. Pakai masker yang ukurannya pas, supaya udara dari embusan nafas tidak menguap ke kaca mata dari lubang antara hidung dan mata. 

2. Cuci lensa kaca mata dengan air sabun dan bersihkan dengan lap kering. Konsepnya persis kaya wiper di kaca mobil ya? 

3. Tarik masker sampai menutupi hidung, haha. Ini bagus untuk masker bentuk olson, lebih rapat ketimbang model pleated (kecuali model masker medis yang ada kawat hidungnya)

4. Pake selotip antara masker dan kacamata supaya posisinya diam tidak bergeser-geser. 

5. Buka marketplace, cari lap dan spray pengusir embun di kacamata. Ada kok. Contohnya seperti di bawah ini.  

Alhamdulillah, kacamata saya sekarang sudah nggak berembun lagi karena ketemu masker yang pas di muka. Namun ketika pake masker yang kebesaran lagi atau nggak pas, ya berembun lagi, apalagi kalo hujan tambah bureeemmm 😞

Ada lagi yang punya tips menghilangkan kabut di kacamata? yuk berbagi.

Selamat mencoba :) 

[Review Drakor] Itaewon Class

Tidak ada komentar

Itaewon Class layak jadi salah satu drama terbaik tahun ini. Pemain, karakter, isi cerita, sampe soundtracknya semua baguuss. JTBC emang sesuatu banget deh taun ini drama yang dikeluarin pada bagus-bagus. 


Jadi, waktu awal lockdown dua pekan kemarin sebelum puasa tuh sekalian aja nuntasin drama Itaewon Class ini. Sengaja baru sempet nulis sekarang di blog supaya nulisnya bisa objektif, nggak kebawa euforia 😁 .

Park Seo Joon selalu sukses ambil peran, dan dia bisa move on dari peran sebelumnya. Si mister "auraahh!!" ini juga lawan mainnya bagus-bagus. Kali ini sama Kim Da Mi, dedek gemes yg aktingnya cucok meong sama karakter tokoh di drama ini; badass sociopath! 

Netizen sempet pada gak bisa nerima karakter cewek macam ini karena terbiasa disajikan lead female yg cantik feminin rambut panjang lemah lembut dan nrimo. Tapi coba aja terusin nontonnya dengan hati yang lapang, you'll be in love with Jo Yi Seo 🥰 .

Itaewon Class emang bukan tipikal drama cinta-cintaan emosional. 90% gak ada kisseu, aman yah...hanya di episode terakhir ajalah biasa pamungkas. 

Keseluruhan ceritanya keren banget, banyak hal yang bisa diambil tentang kerja keras, harga diri dan kesabaran. Bahwa apapun latar belakang kita, jangan menyerah...kita punya kesempatan lebih baik di masa depan. Park Sae Ro Yi cuma tamatan SMP dan mantan napi, tapi dia fokus pada kehidupannya yg lebih baik ke depannya, tidak terkungkung dengan masa lalu, dan memilih pergaulan yang baik dikelilingi oleh orang-orang yang kompeten.

Karakter tokohnya unik-unik, temanya juga kekinian banget. Melibatkan profesi-profesi yang jarang disorot seperti vlogger, fund manager, supply chain, dan gambaran besar persaingan bisnis makanan yang ternyata juga penuh intrik.

Meski ada hal-hal standar drama korea seperti motif balas dendam, plus ada selipan topik liberalisme hehe, tapi dikemas apik dan semua dibuat dlm kronologis waktu yang masuk akal. Nggak ujug-ujug dari miskin jadi kaya, dari kaya raya jatuh ngegembel atau menang terus dari lawan...ada kalanya momen si lakon gagal, terjebak, jatuh... yang bikin ceritanya berasa natural nggak dibuat-buat.

16 epiaode lewat, happy ending buat semua pihak 😍👏 . Soundtracknya kereenn, yang dari Gaho ini. V-BTS juga  nyumbang lagunya untuk episode 12.


Baeksang awards, here we come! 

Ps : banyak kejutan di eps terakhir! Pokoknya jangan dilewatiiinn... 

Amalan dan Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan

Tidak ada komentar

10 hari terakhir Ramadhan yang istimewa hendaknya diisi dengan doa dan amalan yang baik. Sungguh rugi yang menghabiskannya hanya dengan berbelanja di mal dan memenuhi kebutuhan perutnya di pasar. 

Lalu setiap kali Ramadhan mau berakhir, saya sering berasa kehilangan yang begitu cepat, dan memang Ramadhan ini lebih cepat atau saya yang melaluinya begitu saja? Selalu saja merasakan penyesalan amat dalam karena tidak kian membaik dari tahun ke tahun. 

Barakallah, kini semakin dimudahkan dengan teknologi untuk mengikuti kajian-kajian online. Di rumah saja tetap bisa mendengarkan tausiyah dan semoga jadi catatan amalan dari niat baik kita memperbaiki diri. 

Ini dari salah satu channel favorit saya, yuk dengarkan kajian Ust.Nuzul Dzikri tentang "Amalan Nabi di 10 Malam Terakhir"


Masyaallah, bagi perempuan yang sedang haid dan tidak bisa tunaikan ibadah mengaji mushaf langsung dan sholat malam, kemuliaan tetap bisa diraih dengan jalan lain. Alhamdulillah, Islam sangat memudahkan umatnya... 



Jikapun kita merasa sangat lalai di dua puluh hari sebelumnya, Allah perintahkan jangan berputus asa. Kerjakan apa yang mampu kita lakukan,  semoga amalan dan niat baik tetap jadi pemberat timbangan di padang mahsyar. Insyaallah... 

5 Tips Lebaran Hemat kala Pandemi

Tidak ada komentar

Ada pandemi atau tidak, hendaknya setiap lebaran kita tidak terlalu bermewah-mewahan. Lebaran hemat bisa dilakukan tanpa mengurangi istimewanya lebaran itu sendiri. Atur pengeluaran sesuai skala prioritas dan kesampingkan pengeluaran tersier. Jauh lebih baik lagi apabila kita bisa melek investasi, yang lagi hits kaya sekarang ini investasi emas atau logam mulia. 

investasi emas


Berikut 5 tips lebaran hemat selama pandemi ala saya dan keluarga : 


1. Nggak mudik 


JELAS ini yah... Dengan tidak mudik berarti bisa memangkas sekian juta yang biasa dipake buat ongkos perjalanan dan sangu di jalan. Kenapa kita nggak perlu mudik saat pendemi seperti ini sudah saya tulis di postingan sebelumnya. 

2. Masak secukupnya 

Karena lebaran hanya dijalani dengan keluarga inti saja, maka seharusnya volume masakan pun menyesuaikan secukupnya saja. Maksimal makan makanan yang sama selama 2 hari. Habis itu pasti bosan kan? Jadi nggak usah masak banyak-banyak banget.

3. Nggak beli baju lebaran 

Iniii niih, biasanya yang jadi godaan pas lebaran reguler. Sale dimana-mana. Sekarang ngaruh nggak sale-sale-an itu? Bila enggak, cukup diam di rumah saja. Menikmati sale di marketplace? Silakan aja... Kalo saya sih udah nggak selera ya beli-beli baju, mau kemana pula lebarannya juga di rumah aja. Jika kita nggak beli baju lebaran, bisa hemat banyak nih.

4. Nggak kunjung-kunjungan, no angpao

Bagi keluarga saya yang nggak punya tradisi angpao sih emang nggak ngaruh. Tapi setidaknya kita nggak perlu keluarin ongkos rekreasi bersama keluarga atau makan-makan, atau oleh-oleh dan yang lainnya.

Bukan nggak mau silaturahim, tapi kita saling menjaga diri saja. Kalau memang perlu membiayai keluarga di luar keluarga inti, kirim bukti kasih kita lewat transferan aja, atau bisa kirim bingkisan pada relasi dan kawan-kawan tercinta.  

5. Investasi! 

THR utuh dong? Silakan pakai untuk kebutuhan prioritas yang biasanya mesti dikesampingkan kalau kita mudik. Benerin genteng bocor, beli kulkas baru (kalo perlu), ngecat rumah, pasang pagar, atau kalau masih banyak juga, investasi!

Saya rekomendasikan investasi pada logam mulia atau emas perhiasan. 

Baca Juga : Beli Emas UBS 

Hari ini terbukti harga emas harganya melonjak jauuhh hampir 100% dari tahun kemarin. Why not? Emas meski tidak berasa punya-punyaan, tapi investasi yang likuid dan tak terjebak inflasi. Sekarang udah ada emas edisi kecil yang sebesar sim card, tapi kalo mau beli yang batangan sekalian kenapa enggak, alhamdulillah bisa ditabung, gaaassss...

Lebaran hemat, THR masih banyak sisa, investasi jalan. Alhamdulillah, pandemi ada hikmahnya. 

Lebaran 1441H di Rantau (2)

Tidak ada komentar

Tahun ini kedua kalinya lebaran di rantau. Yah meskipun sudah jadi domisili dan warga tetap di sini, tetap saja terasa sepi. Karena tinggal sendirian di kota ini, dan di masa pandemik seperti ini pula. Jadi lebaran paling senyap seumur hidup. 

5 tahun lalu waktu hamil tua udah pernah juga sih lebaran di Malang. Tapi waktu itu kan suasananya juga ramai ya, masih bisa keliling silaturahim dengan tetangga, masih bisa jalan-jalan rekreasi naik kendaraan umum. 

Sekarang, sudah mah di lingkungan rumah sepi, jalanan sepi, toko dan tempat makan sepi, nggak bisa kemana-mana pula. Sepiiiii....sunyiiii....masak sendiri, dimakan sendiri. 

Yaaa, meskipun begitu tetap disyukuri, karena kita bisa lebaran di rumah sendiri bersama keluarga, bukan di rumah sakit atau tempat isolasi. Kita juga masih bisa bersilaturahmi online, bahkan yang asalnya nggak kepikiran, sekarang malah diagendakan silaturahim di setiap grup yang diikuti.

Demi mengadakan suasana lebaran, tetep dong di rumah juga masak-masak hidangan lebaran. Biasalah ya, dua hari sebelumnya mamak mulai rempong di dapur sapoe jeput. Bebikinan opor, tempe bacem, tempe kering, sambel goreng ati, sama anak-anak juga ikutan bikin ketupat malemnya. 


Tadaaaa, ini sajian lebaran di meja makan kita. Sederhana banget, yang pernting berasa beda aja lebarannya ^^ 


Alhamdulillah, masih punya makanan buat dimasak, punya uang buat belanja, punya tempat buat berkumpul. Di manapun lebarannya, hakikatnya merayakan kemenangan setelah sebulan penuh puasa.

Eh, iyakah puasa sebulan penuh? Tahun ini saya bolong 3 hari saja. 
Tapi lets appreciate anak-anak, si sulung (9th) dan si tengah (7th) puasa full 30 hari!!! Yang bungsu separo hari juga bisa full. Alhamdulillah... anugerah dari Allah semuanya dilancarkan dan dimudahkan. Bangun sahur mudah, makan sahur nggak ribet, berbuka secukupnya dan dicukupkan memenuhi kebutuhan nutrisi dan semuanya. 


Kami juga masih bisa sholat Ied di jalan, dengan menjaga jarak 1m setiap sajadah dengan protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Alhamdulillahnya warga komplek bisa bekerjasama satu sama lain. Tetap khusyuk dan tertib. 

This is year of sorrow, but joy of Eid still in our heart. Eid Mubarak, everyone <3 font="" nbsp="">

5 Alasan Tidak Perlu Mudik Saat Pandemi

Tidak ada komentar

Tim tidak pulang kampung saat pandemi, mana suaraanyaaa???? 
Sini nangis bareng.. Tapi nggak boleh berpelukan yaa, menjaga jarak lebih baik. 


tidak perlu mudik saat pandemi
Tambahkan teks

Saya kangen, kamu kangen, kita semua kangen keluarga dan sama-sama punya alasan kuat kenapa pengen pulang, kenapa harus mudik. Tapi, mari kita  tidak egois memikirkan keinginan diri saja. Pikirkan orang tua di kampung, pikirkan keluarga yang sudah sepuh-sepuh itu... apakah mereka harus menanggung risiko yang kita bawa di perjalanan?
 

Setidaknya, ada 5 alasan kenapa kita tidak perlu mudik dulu tahun ini, tahun prihatin karena pandemik Covid-19 : 

1. Mengacaukan Gerakan Physical Distancing 

Pemerintah, nakes, dan para stakeholder mati-matian menggaungkan physical distancing, jaga jarak fisik dan sosial. Kenapa? Demi memutus mata rantai penularan covid-19 tentunya. Jika kita terus berdesakan berinteraksi tanpa jarak (yang justru terjadi tinggi-tingginya saat musim mudik), penularannya nggak akan selesai-selesai. Kurva terus meningkat. Tau kan akibatnya? 

2. Terbatasnya Sarana Kesehatan 

Nah, ini akibat dari ngeyel tetap pergi mudik. Jika ternyata kita adalah carrier alias pembawa virus, lalu menularkan ke orang tua di kampung atau warga lainnya, penanganannya jelas sulit. Wong yang di kota aja udah turah-turah overload, yang di daerah mau kemana? Sarpras kesehatan di daerah kan terbatas, jika ditambah penyakit bawaan, jelas nggak bisa ditangani seperti flu biasa. 

3. Isolasi Mandiri di Kota Tujuan

Tahu kan kalo ada aturan disuruh karantina/isolasi mandiri selama 14 hari di kota tujuan dan kota asal? Udah berapa hari yang dihabiskan dengan nggak bisa kemana-mana? Mending kalo di rumah, kalo di barak? 

Total waktu karantina sana sini aja ngabisin 28 hari, cuti sampeyan memangnya berapa lama? Habis waktu sama gini-ginian, masbro. Percuma. 

4. Terbatasnya Transportasi Umum 

PT KAI aja udah membatalkan sebagian perjalanan jarak jauh dan mengembalikan tiketnya. PO Bus sempat dilarang beroperasi. Pelabuhan Merak sepi. Maskapai dilarang terbang. Sudah gitu, di pintu-pintu tol juga banyak penjagaan. 

Mau terbang pake sayap? Apa mau berenang pake sirip duyung? 

Ribet yes. Ribeeettt. Anda yang pake mobil pribadipun ribet karena bakalan ditanya macam-macam, plus plat dan KTP harus sesuai. 

5. Ada teknologi yang namanya Video Call 

Plis lah, zaman 4.0 dipake itu smartphonenya dengan pemahaman teknologi yang baik. Jangan cuman dipake stalking julid akun orang, sulpa selpi, dan Tiktokan mulu. Kasih tau keluarga di luar kota untuk sama-sama latihan video call, sehingga saat lebaran tiba udah lancar bersilaturahmi online. 

Simbok di kampung ndak punya hape? Ya wis, rapopo. Kirim duwit e ae. Kiriman nggak berhenti kok. Nanti kalo pandemik sudah mereda monggo, pulang kampung sungkeman sama simbok. 

Rindu itu beraaattt, ya memang beraaatt. Makanya pake sabaarr, biar ikhlaass, biar legooo....sama-sama legowo demi kesehatan kita bersama. 

Gurihnya Ketan Ulen Buatan Nenek

Tidak ada komentar

Salah satu hal yang dirindu saat lebaran, adalah ketan ulen goreng buatan nenek di Tanjungsari. Dimakan sama peuyeum ketan putih yang dibungkus daun jambu, hmmm... aromanya, legitnya, dan renyahnya dimakan hangat-hangat bareng teh melati. Bikin kangen kampung halaman.  

ketan ulen goreng

Ketan ulen selalu jadi sajian rutin saat keluarga besar berkumpul di rumah nenek. Dibuat dua hari sebelumnya, didiamkan sebentar, lalu dipotong-potong saat mau digoreng. Disajikan pagi-pagi beserta teh hangat sembari ngobrol bareng di halaman.... duuhh, gustiii, kangeeenn...  

Sejujurnya, saya belum pernah menduplikasi resep ketan ulennya nenek di sini, rasanya nggak sanggup aja gitu, nggak bakal bisa menyamai. Tapi kalau keadaannya begini, setahun diarep-arep ternyata nggak bisa pulang, mungkin kelak saya harus nyoba juga. 

Sebelumnya, tanya resep ke nenek dulu... 
Lalu jawabnya begini : 

"beras direndem 2 jam, diisikan, cuci bersih. Tuang santen sama parutan kelapa. Dikukus dina aseupan atau dandang, nepi ka asak. Jangan lupa kasih garem. Panas-panas, ditutug ku halu sampe lembut trus dicetak tunggu dingin. Balurkeun tipung, potong-potong, goreng."

Taahh, gitu ceuunaahh kata nenek akooohh, wkwkwk. Nanti saya coba ya, nek. 

Bentuk ulen favorit lainnya adalah ulen bakar sambel oncom, huhuuyy nikmaatt pisan makan ini panas-panas di cuaca yang dingin. Sambelnya, pedesnya, gurihnya, huaaaa...kangeeeen, meweeekkk T____T 

ulen bakar sambal oncom
ulen bakar 

Hidangan Lebaran khas Malang

Tidak ada komentar

Di Malang, bakso sudah lumrah jadi sajian istimewa saat lebaran Idul Fitri di rumah-rumah. Orang Malang terbiasa bikin bakso sendiri, jadi rasanya mantap, nggak kalah sama yang di kedai-kedai. 

Mau bisa bikin bakso malang di rumah juga? Saya tuliskan di bawah ini salah satu resep hasil browsing. Bagi saya yang sudah coba bakso Malang di kotanya sendiri (yang nggak disebut bakso malang) dan yang dijajakan di kota lain, tentu mengalami sedikit perbedaan pada tastenya. Kalo di sini, kuahnya gurih-manis gitu, dan rawan tercampur minyak lebih banyak akibat gorengan yang ikut dicemplungin ke dalam kuah. Maka biasanya saya makan gorengan dipisah mangkok dengan kuahnya, atau makan gorengannya terlebih dulu dihabiskan.

Yang mau coba, bisa cuss...meluncur ke resep bakso malang Hesti Kitchen ini, udah pernah coba dan mantuull banget mirip sama yang di sini. Lengkap bersama tips-tipsnya dan cara membuat siomay isi. 

Jangan lupa ya, bakso malang itu ciri khasnya ada gorengan (tahu, bakso, siomay) dan kerupuk pangsit. Kadang kala disebut bakwan, tapi bakwan juga ada pengertian lain yaitu bala-bala. Apapun sebutannya, bakso Malang layak jadi sajian lebaran karena lebih ringan dan segar karena tidak pakai santan. 

bakso malang
Lokasi : bakso Nawak, Malang 

Resep Bakso Malang 

Bahan utama
  • 350 gram daging sapi segar
  • 1 butir telur ayam
  • 50 gram tepung sagu
  • 4 siung bawang putih
  • 1/2 sendok teh merica
  • 100 cc air es
  • 3 sendok teh garam
Bahan kuah
  • 600 gram lutut atau tulang sapi
  • 2 liter air matang
  • 1/2 sendok teh merica
  • 6 siung bawang putih
  • 2 batang daun bawang
  • 3 sendok teh garam
Bahan pelengkap
  • 150 gram mie kuning basah
  • 10 lembar kulit pangsit yang digoreng
  • 10 tahu goreng
  • Bawang goreng secukupnya
  • Sambal rebus bila suka 
Cara membuat
  1. Pertama-tama buat bakso dengan cara haluskan bawang putih, merica, dan garam
  2. Setelah itu giling daging hingga halus
  3. Campur gilingan daging dengan tepung sagu, telur, bumbu halus, dan air es
  4. Aduk sampai tercampur rata sambil dibanting banting
  5. Ambil 1/3 adonan untuk membuat isian tahu
  6. Selanjutnya didihkan air, lalu matikan apinya
  7. Buat bulatan bakso dua macam, yang satu besar, dan satunya lagi kecil
  8. Celupkan bulatan bakso dalam rebusan air
  9. Lakukan sampai semua adonan bakso habis
  10. Setelah itu masak kembali hingga bakso mengapung
  11. Apabila sudah mengapung, angkat lalu tiriskan
  12. Sementara itu, 1/3 adonan bakso yang telah disisihkan tadi dimasukkan dalam tahu
  13. Kukus tahu sebentar sampai matang
  14. Setelah itu buat kuah bakso dengan cara menghaluskan bawang putih, merica, dan garam
  15. Setelah itu didihkan air, bumbu, dan tulang, lalu masak sampai mendidih
  16. Saring kuah, dan taburi dengan daun bawang
  17. Siapkan mangkuk, tata mie, bakso, dan tahu
  18. Tuang kuah ke dalam mangkuk yang berisi bakso tadi
  19. Taburi daun bawang dan bawang goreng
  20. Sajikan bakso dengan pangsit, sambal, saus, dan kecap bila suka

Membuat Baju Lama jadi Baru

Tidak ada komentar

Sejak baca buku Konmari-nya Marie Kondo dan mengamati kisah-kisah decluttering, saya jadi lumayan selektif dengan isi lemari baju. 

Tahu kan ya, Konmari Method

The KonMari Method is Marie Kondo's minimalism-inspired approach to tackling your stuff category-by-category rather than room-by-room. There are six basic rules to get started:
  1. Commit yourself to tidying up.
  2. Imagine your ideal lifestyle.
  3. Finish discarding first. Before getting rid of items, sincerely thank each item for serving its purpose.
  4. Tidy by category, not location.
  5. Follow the right order.
  6. Ask yourself it it sparks joy.
Sebelumnya juga sebenarnya nggak terlalu sering beli baju, bisa dihitung lah dalam setahun kapan aja beli baju. Kalo nggak pas lebaran, ya pas bonusan akhir tahun...jadi cuman 2x aja itu lemari diisi ulang sama baju baru. Semakin meyakini bahwa less is better, saya tambah mengurangi selera beli baju-baju. 

Kenapa saya nggak suka beli baju? Bagi saya alasannya pertama, sulit cari baju yang pas ukuran anomali tubuh saya. Ya kebesaran lah, kepanjangan lah, jadinya nggak selalu dapat yang cocok akhirnya males beli. Kedua, saya jarang keluar, jadi untuk frekuensi keluar rumah yang seminggu sekali aja saya masih bisa ngatasi dari stok baju yang ada di rumah, itupun nggak semua keputer. Ketiga, kalo keluar rumah nggak ketemu audiens, haha...alias ya gue bukan dosen, bukan dokter, bukan guru yang selalu menemui lawan interaksi jadi nggak ada kebutuhan buat ganti-ganti baju. Destinasi saya pergi nggak jauh-jauh dari sekola anak, pasar, toko bahan kue, mal sesekali. Yhaaa pake baju yang sama juga orang nggak bakalan ngeh, palingan kalo di instagram keliatan, baju lo dari dua bulan lalu masih tetep sama yak? hahahaah. Bomat. 

Tapi meskipun begitu, kenapa lemarinya terasa penuh aja ya? Kemungkinan, baju-baju lama yang udah gak spark joy masih dikekepin dengan alasan "kali aja kepake". Ya sih, ada kaos-kaos daleman yang sebenernya udah kekecilan masih aja disimpen dengan dalih "kali aja kurusan, kali aja bisa dipake buat bobo". Nyatanya?? dilirik aja enggak tuh bajuuu....  

Nah selain terus menguatkan diri buat buang-buang baju, eh memilah-milah baju, ada cara lain juga biar perputaran baju di lemari refresh terus tanpa melakukan penambahan item, yaitu dengan membuat baju lama menjadi baru seperti di Bemorewithless gini :) 


recyle baju lama

Dengan cara begini, baju-baju lama bisa berasa baru lagi. Seneng sih liatnya karena old cloths jadi punya value lebih karena dipadupadankan dengan setelan lainnya. Apalagi kalo ditambah aksesoris kaya kalung atau brooch gitu bisa nambah refresh penampilan jadi berbeda dan membuat baju lama jadi baru lagi. 

So, lebaran 1441H ini harusnya bisa nggak perlu beli baju baru sih karena baju-baju lama pun ada yang jarang dipake, bahkan ada yang masih plastikan beli dua bulan lalu di salenya Heaven Lights. 

Biasanya anak-anak yang saya beliin tiap lebaran, itu juga lebih karena baju yang ada udah pada kecil. Ya setaun sekali gitu lho, tapi khusus edisi pandemik kali ini juga kayanya beli online aja abis lebaran (nggak ada yang dikejar harus pake baju baru kan?)

Harapan di Bulan Puasa Tahun Depan

1 komentar

Seorang muslim, jika ditanya apa harapan di bulan puasa? Tentu akan menjawab, ingin lebih baik dari ramadan ke ramadan berikutnya. 

Terdengar idealis nggak? Tapi nyatanya itu memang sebaik-baiknya harapan, karena jika setiap kempompong puasa kita nggak metamorfosis jadi kupu-kupu, lantas apa bekasnya berpuasa selama sebulan selain hanya merasakan lapar dan haus aja? Nggak ada sisanya kah, nggak jadi lembut hatinya kah, nggak ada peningkatan atau perbaikan apa-apa kah? 

Sungguh merugi, jika waktu sebulan penuh yang diobral pahalanya kita lewatkan dengan sia-sia gitu aja sama seperti hari-hari sebelumnya. Saya pribadi nggak pernah menyayangkan soal "pertobatan musiman", atau yang namanya "mendadak soleh" pas bulan puasa. Biarin aja, nggak usah diciye-ciyein atau ditumben-tumbenin. Ya kenapa enggak sih kita ngejar pahala di bulan puasa ini? Mumpung semua amalan dilipatgandakan, sah-sah aja jika kita ingin ngejar ketertinggalan, nebus poin atau apalah caranya supaya tabungan pahalanya nambah banyak. Apalagi kalo bisa dapet lailatul qodar, masyaallah... pahalanya sama seperti seribu bulan, berapa tahun itu seribu bulan? 100 tahun lebih yaahh.... bahkan seumur idup kita aja belum tentu selama ituuu.  

harapan di bulan puasa

Itulah kenapa, kalo ramadan berlalu suka ada perasaan nyeseel kemarin lalai-lalai aja, nyesel kenapa nggak bisa barang sebulan aja melepaskan diri dari dunia, kenapa gak bisa begini, kenapa gak bisa begitu. Trus muncul tekad harapan di bulan puasa tahun depan harus lebih baik dan lebih gencar. Meski rasa sesal itu biasanya sesaat, bulan Syawal tiba udah lupa aja tuh rasa kehilangan ramadan. Tapi di hati setiap muslim pasti ada rasa bergetar yang tak terungkapkan, entah umur kita masih nyampe ke bulan puasa taun depan atau enggak. 

Kalo udah begini, rasanya pingin sujud tersungkur berlama-lama, minta ampun atas kelalaian yang tentunya disengaja (kalo gak disengaja namanya lupa). Tarawih masih bolong-bolong, tilawah sesempatnya, amalan juga ala kadarnya. Gini-gini aja terus setiap tahun meski kepengen tobat setinggi langit. Padahal, umur siapa yang tau kan. Kali aja belum sempet tobat, besok nyawa udah dicabut, udah percuma nyesel juga. 

Terkait bulan puasa penuh keprihatinan seperti saat ini, harapan di bulan puasa tahun depan juga semoga situasi bisa kembali normal seperti sedia kala. Meski saya nggak yakin, yang mana yang sebetulnya normal? Karena kondisi sekarang semacam "memaksa" kita untuk memikirkan kembali ramadan sesuai esensinya : khusyuk dan sederhana. Ketika kemegahan simbol-simbol dan perayaan nggak lagi ada, makanan berlimpah entah untuk siapa, saatnya kembali ke fitrahnya, bahwa manusia sejatinya tidak punya apa-apa. Puasa ya puasa aja, nggak perlu banyak syarat dan tetek bengek harus ada makanan ini itu, harus siap gini gitu. Ya beginilah tujuan berpuasa, merasakan ketidakpunyaan dan mensyukuri sedikit yang dimiliki. 

Yah, setidaknya, kenormalan baru di tahun depan mengingatkan kita bahwa bisa kok kita merayakan puasa dan idul fitri secara sederhana. Bisa kok kita makan secukupnya, bisa kok menahan keinginan beli baju baru. Yang pada akhirnya, semua hal ini juga menimbulkan harapan di bulan puasa mendatang yang baru, semoga bisa istiqomah dengan kesederhanaan. 


Mensyukuri Nikmat saat Pandemi

Tidak ada komentar

Rasanya memang tidak mudah menjalani ujian saat pandemi ini. Tapi kita harus tetap bersykur atas keadaan yang diberikan. Setidaknya, pandemi ini memberi kita tempat dan waktu untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta. 

Karena biasanya kita sibuk dengan hiruk pikuk duniawi, macam buka bersama, sahur melimpah, belanja baju lebaran, kunjungan sana, kunjungan sini, tahun ini kita diminta diam di rumah saja sejenak, menikmati Ramadan yang sunyi. 

Seharunya, inilah momen di mana kita bisa memaknai Ramadan dengan lebih khusyuk. Karena kita tidak kemana-mana, kita bisa mengkhatamkan bacaan Quran yang sudah bertahun-tahun gagal tamat dibaca, kita bisa mengerem hasrat belanja karena pusat perbelanjaanpun pada tutup, kita bisa tarawih bareng keluarga setiap hari, bisa beberes rumah bareng, dan kita bisa memasak lebih sering di rumah ketimbang beli atau makan di luaran.  

Pokoknya, banyak hal yang bisa disyukuri saat menjalani puasa di saat pandemi. Badan yang sehat untuk melakukan aktivitas di rumahpun, adalah nikmat yang perlu disyukuri. Bagaimana tidak, sementara mereka yang tergolek lemah di rumah sakit, yang terisolasi nggak bisa kemana-mana, yang juga kena ujian PHK atau kehilangan penghasilan, kita masih bisa belanja dan beraktivitas jelas suatu karunia yang besaaaarr sekali yang seringkali luput disyukuri selama ini. 

Ah, malu kalo ketahuan mengeluh untuk lelah dan bosannya di rumah. Padahal selama ini kita kepingin banyak liburnya, kepingin tanggal merah setiap hari. Sekarang semua udah terjadi, masih sanggup gitu mengeluh bosan?  

Lumpia Rebung Ayam, Cemilan Kenyang Buka Puasa

Tidak ada komentar

Lumpia Rebung Ayam ini kulitnya lembut tapi renyah, isiannya gurih. Dimakan bareng daun bawang dan cabe rawit bikin sensasi pedasnya terasa, atau cukup dicocol saus tauco saja, sedaaapp dimakan pas buka puasa ^^



lumpia rebung ayam

Kepo pingin buat lumpia rebung juga nggak? 
Mudah kok, nggak sesulit kelihatannya. Yuk cuss dibuat habis ashar, jadi pas buka puasa  masih renyah dan hangat. Yumm! 
Bahan
  • Kulit lumpia 10 lembar (beli atau bikin)
Bahan isian 
  • Rebung 200 gram (iris korek api atau cincang halus) 
  • 200 gram daging ayam (suwir-suwir atau cincang halus) 
  • 2 butir telur (tumis orak-arik) 
  • Kaldu ayam bubuk (secukupnya) 
  • 1 batang daun bawang (cincang halus)
  • Garam (secukupnya) 
  • Gula (secukupnya) 
  • Air (secukupnya) 
  • Putih telur (secukupnya) 
  • Minyak goreng (secukupnya, untuk menumis)

Bumbu isi

  • 5 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih 
  • Merica (secukupnya)

Cara Membuat Isi

  1. Rebus rebung hingga matang. Tiriskan lalu peras hingga airnya berkurang. Memeras rebung dilakukan agar bau rebung tidak terlalu menyengat. Sisihkan.
  2. Panaskan wajan, tumis bawang merah, bawang putih dan merica. Tumis hingga harum. 
  3. Selanjutnya, masukkan daging ayam dan daging udang lalu tumis hingga kedua daging matang. 
  4. Tambahkan rebung, garam, gula, kaldu ayam bubuk, telur urak-arik dan sedikit air. 
  5. Masak sambil aduk rata semua bahan. 
  6. Masak hingga matang dan siap untuk dijadikan isian lumpia.


Cara Membuat Lumpia

  1. Ambil selembar kulit lumpia lalu masukkan isi lumpia ke dalamnya.
  2. Lipat dan gulung kulit lumpia dengan rapi. 
  3. Agar kulit lumpia tidak pecah dan lebih rekat saat digoreng, olesi sisi-sisinya dengan putih telur.
  4. Setelah semua lumpia telah terbuat, panaskan wajan lalu goreng lumpia. 
  5. Goreng hingga warnanya kuning kecokelatan. 
  6. Angkat lalu sajikan
Oh iya, ada juga nih tips rebung nggak bau pesing, Dilansir dari Femina, begini 5 cara supaya rebung nggak bau :
  
1/ Gunakan Garam

Setelah dipotong-potong, rendam rebung dalam larutan air garam selama ± 10 – 20 menit. Setelah itu buang airnya dan rebung siap diolah. Hal ini mampu menghilangkan bau pesing dan rasa pahitnya.

Selain itu, bisa juga dengan cara meremas-remas potongan rebung dengan garam selama ± 10 – 20 menit. Bilas rebung sebelum diolah.
2/ Rebus dengan Rempah
Rebus rebung bersama daun jeruk dan daun salam hingga empuk. Buang air rebusan, rebung siap diolah.
3/ Air Kapur Sirih
Rendam rebung yang sudah dipotong-potong dalam air kapur sirih. Selain menghilangkan aroma dan rasa pahitnya, cara ini juga dapat mempertahankan tekstur rebung.
4/ Cuci Rebung
Rebung yang telah dipotong-potong sebaiknya dicuci sebanyak tiga kali jika ingin menghilangkan aroma pesing. Remas-remas rebung sambil dicuci.
5/ Air Kelapa
Aroma rebung bisa dihilangkan dengan cara merebusnya dalam air biasa hingga empuk. Selain itu, ada pula yang merebus rebung dengan menggunakan air kelapa. Cukup rebus rebung dalam air kelapa hingga empuk. Cara ini juga dapat memberikan cita rasa tambahan untuk rebung.

Hore, bekel resep lumpia rebung ayam udah ada, tips supaya rebung nggak bau juga udah ada. Cuss eksekusi cemilan praktis untuk berbuka puasa :) 

5 Ide Kegiatan Selama Puasa

Tidak ada komentar

Ada banyak ide kegiatan selama puasa dari berbagai sumber. Hanya saja, kadang kita terlalu malas beraktivitas dengan alasan puasa. Kali ini mau nggak mau harus punya aktivitas selama puasa di rumah aja. 

Mengutip dari situs HaloDoc, ada beberapa kegiatan seru yang bisa dilakukan selama puasa di rumah bersama keluarga, yang saya rangkum antara lain ; 

1. Memasak
Bisa mencoba resep takjil sederhana yang menarik dan menggugah selera. Atau kamu juga bisa membuat kue kering untuk latihan menjelang lebaran. Kalau ternyata rasanya lezat, tidak ada salahnya untuk dijadikan ide bisnis dadakan jelang hari raya. 
2. Berkebun
Kegiatan satu ini juga memiliki segudang manfaat kesehatan fisik maupun psikis. Karena, saat kita berkebun, anggota tubuh otomatis bergerak dua kali lebih aktif. Aktivitas berkebun seperti mengolah tanah, memindahkan tanaman, membersihkan tanaman, dan menyiram bisa meningkatkan kekuatan otot. Kegiatan ini ternyata juga dapat meningkatkan hormon melatonin dan serotonin, sehingga bisa menurunkan tingkat stres selama puasa.
3. Bermain Board Game
Bermain board game dengan anggota keluarga lain bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan selama puasa di akhir pekan. Bermain game seperti ini juga membawa semangat kompetitif satu sama lain. Anggota keluarga dapat memilih dari berbagai pilihan game yang bisa mengasah strategi hingga menguji pengetahuan umum. 
4. Olahraga
Takut olahraga membuat lelah dan haus? Hal ini tidak akan terjadi jika tahu kapan waktu terbaik untuk melakukannya. Waktu terbaik untuk berolahraga adalah selepas sahur atau sejenak sembari menunggu waktu berbuka.
Lakukan olahraga ringan saja, seperti bersepeda atau berjalan kaki. Meski terasa sederhana, olahraga selama Ramadan juga penting karena baik untuk kesehatan tubuh. 
5. Mengaji 
Yang kelima ini tambahan dari saya sendiri, yaitu mengaji atau murojaah membaca Al Quran. Karena tentu saja amalan ramadhan pahalanya berkali lipat. Manfaatkan waktu di rumah saja untuk menambah hafalan surat dan mengkaji tafsir Quran sebanyak-banyaknya. 
Bisa juga dibuat game atau tantangan untuk anak-anak, yang paling banyak hafalannya akan dapat tambahan hadiah Hari Raya atau bebas memilih menu berbuka sesuai keinginannya. Seru juga tuh!