Pengalaman Sunat Anak Laki-Laki dengan Metode Sealer

pengalaman sunat anak

Akhir tahun 2021, bocah bungsu saya akhirnya disunat di usianya 7th 3 bulan. Pas dengan target kami, umur 7 tahun atau masuk SD harus sudah selesai sunat. 

Lega banget. Alhamdulillah.

Sebenarnya sounding-nya sih sudah dimulai dari sejak kakak-kakaknya disunat 5 tahun lalu, kami ajak ikut ke klinik, kami terangkan prosesnya dan bantu dampingi kakaknya recovery. Baru secara intens memulai pembicaraan sunat setahun menjelang masuk SD. 

Alhamdulillah pas hari H, bersyukur banget prosesnya dilancarkan dan dimudahkan. Postingan pengalaman sunat anak saya ini semoga bisa membantu parents yang juga lagi mempersiapkan sunat anaknya yaa. 

Supaya Anak Mau Sunat

Sebaiknya, orang tua sudah riset dan punya pilihan mengenai klinik dan metode sunat yang mau diambil. Jadi saat sounding sama anak kita bisa menyampaikan hal-hal yang kemungkinan akan dialami saat proses sunat nanti.

Selain itu juga kasih semangat dan siapkan mentalnya. 

Nggak ada motivasi atau trik khusus biar si adik mau sunat sih, cuma kami emang sering membicarakan tentang sunat. Menjelaskan pada anak mulai dari kebersihan diri, kewajiban seorang laki-laki muslim, dan manfaat sunat terhadap kesehatan dan mencegah infeksi. Kalau dibilang ini syariat blablabla kan abstrak ya buat anak kecil, jadi kita buka diskusinya dengan pertanyaan “ayo, mau kapan disunatnya?”

Biasanya sih, ajakan itu akan diikuti sama pertanyaan-pertanyaan dari dia sendiri. Kurang lebih begini deh pertanyaan yang diajukan anak saya tentang sunat:

Disunat itu diapain?
“Disunat itu dibersihkan penisnya supaya tidak ada kuman dan kotoran yang menumpuk di ujungnya.”

Kalau ada kumannya emang kenapa?
“Nanti bisa demam dan pipisnya jadi sakit karena kumannya menyumbat keluar pipisnya” (menjelaskan fimosis dengan paling sederhana).

Disunat itu sakit enggak?
Bagian ini mending nggak usah bohong deh. Segimanapun metodenya bilang nggak sakit, ya memang nggak sakit saat prosesnya tapi kan nanti juga biusnya lama-lama hilang dan pasti ada yang kerasa sakit.

“Nanti dikasih obat supaya nggak sakit… Habis sunat juga bisa langsung jalan-jalan, kok. Kakak juga dulu gitu, nggak nangis” (tuh kan, kalau udah ada contohnya lebih gampang)

Sunat itu dipotong yah?
“Yang dipotong cuma kulit yang ada kotorannya, bukan penisnya jadi pendek yah…”

Kalau habis sunat, aku dapat hadiah apa?
Nah, kalau ini tergantung emak bapaknya deh mau ngasih apa asal komit ya, mak… jangan sampai anak bilang janji tinggalah janji :))

Kebetulan anak saya kemarin minta Robux gitu, terus kami iyakan. Lagian kami sudah tau kalau paket sunatnya itu nanti juga dapat bingkisan hadiah, jadi lumayan ngurang-ngurangin pikiran orang tua lah ya. 

Jadi kalau keluarga kami mengawali proses sunat ini dari sounding pada anak >> mencari klinik/dokter sunat yang tepat >> memilih metode dan konsultasi >> pengetahuan pasca sunat pada anak.

Pilih Dokter dan Klinik Sunat yang Cocok

Rumah Sunat Dokter Jaka
Rumah Sunat Dokter Jaka
Nggak ada effort yang terlalu sulit sih waktu nyari dokter sunat. Di Malang cukup banyak rekomendasi dokter yang bisa menangani sunat, baik di klinik maupun rumah sakit. Saya juga udah pernah mengontak satu-satu dan mengumpulkan informasi mengenai metode dan harganya.

Kebetulan waktu suami masih di klub panahan dulu kami punya kenalan dokter, beliau mendalami spesialisasi khitan dan pengobatan herbal.

Saat itu sih belum ada rencana nyunatin anak-anak. Baru kemudian saat beliau wira-wiri di talkshow-talkshow mengenai metode khitan dan pengetahuannya, kami ikutin dan akhirnya janjian konsultasi di Rumah Sunat Dokter Jaka, yang saat itu kliniknya masih melayani konsultasi umum selain khitan.

Karena lokasinya juga dekat dengan rumah, ya sudah cuss aja mempercayakan dua anak sunat di Rumah Sunat Dokter Jaka, lanjut kami masih mempercayakan anak ketiga untuk sunat di sini juga. 

Timing dan Usia Sunat Anak

Untuk usia kapan anak sebaiknya disunat, ini balik lagi ke pilihan orang tua masing-masing. Kami pribadi pilih mengkhitan anak-anak di usia 5-7 tahun, dengan alasan masih usia segini relatif lebih mudah merawatnya juga sudah bisa diajak komunikasi. 

Utamanya juga ini masih usia mumayyiz (usia anak-anak sebelum baligh). Masih panjang waktu tersedia untuk ngajarin mereka bab bersuci dan rutinitas ibadah sebelum mereka masuk usia baligh dan dikenakan beban syara.

Di beberapa daerah ada juga yang baru menyunat anaknya di usia lebih besar seperti 10 tahun ke atas. Ya, silakan aja ditimbang plus minusnya sendiri.

Sementara timing-nya kami biasa ngambil pas liburan akhir tahun. Ini sih karena rezekinya aja baru ada di akhir tahun, bukan karena alasan khusus, hehe. 

Metode Sunat untuk Anak

Waktu tahun 2017, kami nggak bingung sama metode sirkumsisi karena selain laser dan bedah, kami juga tahu ada metode sunat kekinian yang namanya smart klamp, di mana prosesnya menggunakan alat seperti tabung melingkar yang dinamakan klamp.

sunat smartklamp
alat sunat smart klamp

Sunat klamp adalah metode sunat (sirkumsisi) yang menggunakan clamp alias klamp, yaitu tabung plastik khusus yang memiliki ukuran bervariasi sesuai dengan ukuran penis.

Prinsip sunat dengan klamp adalah dengan menjepit kulit di ujung penis (kulup) menggunakan alat sekali pakai. Nantinya, kulup tersebut dipotong dengan pisau bedah tanpa dijahit. Mungkin nanti mau nulis soal ini secara khusus deh ya... 

Lalu di tahun 2021, begitu dikirim pilihan metode sama price list-nya oleh admin klinik (sekarang kliniknya sudah lebih besar dan punya admin sendiri), takjub banget udah ada banyak metode tersedia. Ada Alisklamp (metode klamp Turki), Go-Lem, ZSR Stapler, dan Triple Sealer. 

Setelah merenung, konsultasi, cari info, dan tentunya ngecek dompet, kami pilih metode sunat triple sealer untuk si bungsu. Alasannya, suami sudah pernah merawat anak-anak pasca smartklamp dengan tabung klamp yang menempel selama beberapa hari. Sekarang, kami punya pilihan metode yang lebih praktis lagi tanpa alat yang menempel. 

Kelebihannya metode triple sealer :
  • Waktu pengerjaan cepat, kurang dari 30 menit
  • Hasil rapi dan estetis langsung bisa dilihat
  • Tanpa jahitan, tanpa perban dan risiko perdarahan minimal
  • Bisa langsung mandi dan aktivitas seperti biasa
  • Tidak ada alat yang menempel
  • Tidak perlu kontrol untuk lepas alat atau ganti perban
  • Perawatan luka sangat mudah
Metode ini cocok buat anak usia pra sekolah dan usia SD yang sudah bisa diajak komunikasi dan koperatif, atau memiliki rentang ukuran diameter penis antara 14-21 mm.

Dalam memilih metode sunat atau metode khitan, baiknya sambil dikonsultasikan dengan pihak medis yang akan kita percayakan. Metode terbaik itu tidak selalu yang termahal, tapi yang paling sesuai dengan kondisi anatomis, mental, psikologi, dan finansial keluarga.

Sunat Metode Triple Sealer

sunat metode triple sealer

Metode sunat triple sealer menggunakan mahdian klamp sebagai alat cetak, pen sealer sebagai alat potong, liquid sealer untuk aproksimasi dan skin barrier sebagai lapisan pelindung paling luar. Anaknya diberi bius lokal selama 6 jam untuk mengurangi rasa sakit. 

Metodenya, penis tetap dijepit dulu pakai klamp untuk membentuk, baru kulit preputium dipotong oleh pen sealer dengan menggunakan High Frekuensi Radio Cautery (HRF) yang membuat terjadinya hemostatik jaringan lunak sehingga tidak menimbulkan pendarahan. Liquid sealer digunakan untuk pengganti jahitan untuk menguatkan penyatuan kulit preputium dan mukosa, dan membuat luka sirkumsisi terlindungi dari air (skin barrier). 

sunat mahdian klamp
mahdian klamp (https://harsunas.com/mahdian-klem/)


metode sunat triple sealer
pen sealer

Begitu masuk ruang sunat nggak ada ketegangan sama sekali. Anaknya hepi-hepi aja nggak pakai takut atau mengkerut. Mungkin ini juga keuntungan sunat di klinik yang relatif lebih homy dan suasananya bersahabat.

Saya tentu saja nggak ikut ke dalam ruang sunat seperti sebelumnya. Di ruangan hanya ada dokter, asisten, suami, dan bocah sunat. Saya nunggu di luar ruangan bareng kakak-kakak yang ikut nganter karena penasaran juga dengan fase yang pernah mereka alami.

Sementara yang di dalam sedang berproses, di luar saya diedukasi admin mengenai perawatan pasca sunat, mulai dari gimana cara membersihkan dan pengamatan selama beberapa hari pembentukan dan recovery.

Masuk ruangan sekitar jam setengah empat, setengah jam kemudian si bocil senyum-senyum keluar ruangan sambil bilang “Buu, aku udaahh!”. Duh, ya Allah... terima kasih untuk less drama apa pun di hidup kami :') 

Perawatan Pasca Sunat

Klaim metode sunat modern yang tidak sakit dan bisa langsung beraktivitas itu memang benar, sih. Dulu banget jaman bapaknya anak-anak kan bocah sunat tuh kaya nggak bisa ngapa-ngapain gitu cuman duduk sambil sarungan berhari-hari.

Sekarang sih anak kelar ruangan sunat udah langsung pakai celana dan sepedahan, pakai haha hihi pula karena pulang-pulang bawa hadiah.

Di dalam goodiebag paket sunat yang kita terima, selain ada hadiah drone, ada juga fasilitas perawatan seperti spray antiseptik, celana sunat 3 biji, dua macam obat sirup pereda nyeri, dan tisu basah. Semuanya sudah include pada biaya sunat yang kita bayar seharga 3 juta rupiah.

Obat pasca sunat

Obat pereda nyeri (parasetamol/asam mefenamat) diberikan 3 jam setelah sunat, sebelum efek biusnya hilang. Selanjutnya diberikan setiap 6 jam sekali, sampai anaknya nggak ngeluh sakit lagi.

Nggak perlu obat-obatan khusus seperti antibiotik atau lainnya sih, sepanjang terjaga dari infeksi dan lain-lain. 

Perawatan harian pasca sunat

Untuk treatment setelah sunat juga dokternya nggak menyarankan terlalu banyak intervensi. Mandi seperti biasa aja, dengan suhu air yang juga biasa. Perawatan harian hanya setiap habis pipis, dibasuh, lalu dikeringkan, disemprot antiseptik, kemudian dikeringkan lagi.

Pemakaian celana sunat yang depannya batok itu cuman sekitar 2-3 harian, selagi fase ‘pembentukan’ supaya nggak kesenggol-senggol. Kalau nanya gimana rasanya sunat sih kata anak-anak, nggak sakit tapi geli gitulah kalau kena.

Secara pribadi, saya juga nggak gitu banyak intervensi dalam perawatan sunat anak-anak, lebih banyak di-handle sama suami karena pasti lebih paham lah gimana rasanya. Ngikut saja sama yang lebih tahu. Paling menyediakan makanan yang tinggi protein saja untuk mempercepat penyembuhan luka. 

Untuk sunat metode klamp, total waktu yang dibutuhkan dari proses sunat sampai pemulihan kira-kira 2 mingguan untuk amannya. Hari sunat >> 5 hari kemudian lepas klamp >> recovery di sisa harinya (pemakaian celana sunat selama beberapa hari).

Untuk sunat metode triple sealer, total waktu yang dibutuhkan dari proses sunat sampai pemulihan amannya seminggu. Hari sunat >> recovery pakai celana sunat sampai rasa sakitnya hilang.

Indikator sunatnya udah benar-benar sembuh total yaitu nggak merasakan sakit lagi dan sudah ada 'bentuk yang baru' :))  

Gitu aja siihh pengalaman nyunatin tiga anak laki-laki kami. Minim images yaa, soalnya ini sensitif jadi nggak bisa foto-foto secara lebih detail untuk menjaga privasi anak-anak.

Semoga postingan ini bermanfaat buat orang-orang tua yang mau mengkhitan anak lelakinya. 
Good luck buat para orang tua yaaa :*
Next Post Previous Post
23 Comments
  • Sabrina
    Sabrina 24 Januari 2022 pukul 22.49

    tempatnya nyaman banget buat anak-anak pastinya anak-anak ga merasa ketakutan juga ya mba, saya baru tahu metode sunat ini

  • Karimah Iffia Rahman
    Karimah Iffia Rahman 25 Januari 2022 pukul 16.47

    metode sunat semakin kesini semakin meringankan trauma bagi si kecil, alhamdulillah kafa jg udah sunat usia 1.5 tahun.

  • Pipit ZL ceritaoryza.com
    Pipit ZL ceritaoryza.com 27 Januari 2022 pukul 20.43

    Aduh... Baca ini jujur serem. Klinik sunat dekat rumah n dokter bedah pakek metode biasa. Jadi pas anak setahun katanya belum bisa 😰

    Deg-degan.

  • Eni Rahayu
    Eni Rahayu 30 Januari 2022 pukul 22.48

    sekarang ini banyak sekali perkembangan teknologi khususnya di bidang kesehatan contohnya ya ini. sunat menggunakan metode sealer. bagus banget karna bahan yang digunakan juga pastinya steril soalnya kan sekali pakai terus treatment pasca sunat juga mudah nggak ribet

  • Dee_Arif
    Dee_Arif 30 Januari 2022 pukul 23.05

    Sekarang ini emang makin banyak ya mbak cara atau metode sunat untuk anak lelaki
    Bisa milih mana yang pas

  • Ajenghimme
    Ajenghimme 31 Januari 2022 pukul 16.00

    Awalnya aku bingung metode sealer ini kayak apa, ternyata sama aja kayak metode clamp ya. Dua anakku laki-laki udah disunat semua dan keduanya pakai metode clamp juga. Memang jadi minim drama, minim darah, dan hasilnya lebih rapi

    • Rella Sha
      Rella Sha 31 Januari 2022 pukul 22.49

      Beda dengan clamp mbak. Memang dicetak oleh clamp tapi langsung dipotong sama pen sealer saat itu juga jadi ngga ada clamp yg menempel lagi

    • Anonim
      Anonim 24 Desember 2023 pukul 21.14

      Tp di rumah sunat daerahku namanya klamp sealer y bun.. Anaku seminggu yg lalu habis disunat dsitu.. Dan skrg lg ngrasa gatel2 apa proses mau sembuh y bun?

    • Rella Sha
      Rella Sha 26 Desember 2023 pukul 19.59

      Iya biasanya gitu.. tahan aja jgn diapa-apain. Mungkin bisa dibasuh air hangat aja biar nyaman.

  • lendyagassi
    lendyagassi 1 Februari 2022 pukul 11.36

    Gak punya anak laki, Rel..
    Tapi aku salut banget...sounding sunat pasti gak mudah. Dan komunikasi dengan anak laki pasti beda sama anak perempuan.

    Semoga ananda lekas sehat.
    **eh, malah uda jalan-jalan sampai Bandung aja yaak...hehhee... Hebaat~

    Btw, Robux itu bukan Roblox, Rel?

    • Rella Sha
      Rella Sha 3 Februari 2023 pukul 14.16

      Robux itu alat transaksi di Roblox, hehe

  • Tatiek Purwanti
    Tatiek Purwanti 2 Februari 2022 pukul 07.14

    Info menarik buat saya yang punya anak bungsu cowok, nih. Belum pernah ngerasain mendampingi anak sunat karena anak sulung kami perempuan.
    Si bungsu masih lima tahun dan belum pernah ngobrolin soal sunat, sih. Insyaallah segera dimulai soundingnya. Mungkin waktu paling tepat emang pas libur sekolah dan pas anaknya sudah siap.
    Btw, dirame2in kayak walimah gitu gak, Mbak?
    Kalo di lingkungan saya mah jadi tradisi. Kami sih rencananya ga pake begituan.

  • Hamimeha
    Hamimeha 2 Februari 2022 pukul 08.07

    Masya Allah sangat bermanfaat. Aku meski belum punya anak cowok kadi teredukasi.

    Dan aku salut dg cara soundingnya . Poin paling ngena jujur. Betul ini, aku seringkali mendapati orang2 tua memilih jalan berbohong hanya demi anak mengikuti kemauan mereka. Sedih.

    Btw alokasi sepekan dari sunat dam recovery ya lumayan ya..

  • Hindun Uswatun Nisa
    Hindun Uswatun Nisa 2 Februari 2022 pukul 08.59

    Makin beragam metode sunat ya... Dengan segala kelebihan metode nya lebih memudahkan baik untuk anak dan juga ortu yang merawatnya. Metode Sealer ini saya baru dengar, selama ini lebih akrab dengan istilah clamp

  • Hindun Uswatun Nisa
    Hindun Uswatun Nisa 2 Februari 2022 pukul 09.48

    Baru tahu kalau ada metode sealer untuk sunat. Yang lebih dikenal biasanya memang metode clamp ya. Mantap sih bisa lebih memudahkan orang tua untuk merawat pasca sunat plus juga memudahkan anak untuk leluasa beraktifitas

  • Nunu Amir
    Nunu Amir 2 Februari 2022 pukul 10.26

    Wah, bagus ya mba t4 sunatnya. ada perawatan pasca sunat pula. Recomended bgt t4nya

  • Antung apriana
    Antung apriana 2 Februari 2022 pukul 11.36

    wow ada lagi ya metode baru dalam hal sunat. kemarin tahunya cuma pakai klamp sekarang ada lagi yang sealer yang mungkin lebih cepat masa penyembuhannya. bisa jadi pilihan nih buat sunat anakku nanti

  • Rindang Yuliani
    Rindang Yuliani 4 Februari 2022 pukul 09.25

    Sounding sama nak sejak lama penting banget dilakukan ya biar anaknya udah siap duluan. Beruntunglah Mbak, jadi minim drama ya kalau mental anak siap dan metodenya juga lebih modern.

  • Anonim
    Anonim 19 Mei 2022 pukul 03.41

    Anak saya baru disunat sekitar 4 hari yg lalu dengan metode Sealer ini, cuma luka di daerah kepala penisnya jd menghitam karena sebelumnya memang pernah berdarah gara2 dia lupa tidur tengkurap.
    Share pengalamannya dong Bun pas penyembuhan itu apa emang berubah warna seperti koreng dulu atau ngga ?
    Dokternya sih bilang wajar soalnya pernah berdarah sebelumnya ☹️

  • Anonim
    Anonim 31 Januari 2023 pukul 09.28

    mbaa klo dgn metode bipolar pan vessel sealer sama gak ya ??

    • Rella Sha
      Rella Sha 3 Februari 2023 pukul 14.16

      aduh saya juga kurang paham ya sama atau tidak...

  • chandasayang
    chandasayang 25 Juni 2024 pukul 07.04

    Terima kasih udah sharing, Bund. Sangat informatif buat saya yang sedang mempersiapkan anak bujang untuk sunat.

  • Awalia Widya
    Awalia Widya 25 Juni 2024 pukul 07.06

    Terima kasih udah sharing, Bund. Sangat informatif buat saya yg sedang menyiapkan anak bujang untuk sunat.

Add Comment
comment url