Mulai Merawat Tanaman Hias di Rumah Yuk!

29 komentar
Tiga tahun lalu, saya memulai kegiatan tanam-tanam di halaman rumah yang masih kosong, diawali dengan menanam sayur secara hidroponik, lalu coba-coba secara organik dari biji untuk tanaman pangan dan bumbu dapur. Welll, ngga ada yang menyangkal kalo nanam dari biji itu memang menguji kesabaran bangeeeett...jauuhh super duper lebih mudah beli sekresek di mang sayur :))

Tapi, ngga ada yang bisa menggantikan perasaan bahagia pas panenan itu, satisfying banget deh. Mau bikin indomie tinggal metik sawi dan cengeknya di kebun. Mau nyambel tinggal ambil tomat dan cabe rawitnya. Numis kangkung juga tinggal cabut, meskipun harus melibas sekian polibag yang sudah rimbun.



Nah, untuk tanaman hias, saya baru nyemplung setahunan ini aja. Dulu nggak tertarik karena nggak bisa dimakan, hahahaha. Lately saya bisa paham, kepuasan melihat tanaman hias itu ada pada keindahan warna dan bentuknya, ngademin mata, nggak cuman untuk kebutuhan perut.

Merawat tanaman hiasa juga cenderung mudah, nggak banyak dipengaruhi sama cuaca, terlebih lagi nggak mesti nunggu berbulan-bulan untuk nungguin buah atau panen. Kita langsung bisa menikmati keindahannya begitu saja.

Tanaman hias juga mudah beranak pinak, terutama jenis yang merambat seperti sirih-sirihan, punya satu pot indukan aja udah bisa jadi beberapa pot tambahan dalam waktu singkat. Baca juga : Eco Camp alias Kemping Minim Sampah, Mungkinkah?

merawat tanaman hias
calathea medallion. Sumber: Goodhousekeeping.com

Berhubung pandemi ini (sepertinya) masih lama untuk kita banyak-banyak berdiam di rumah, yuk lah ikutan nanam-nanam aja. Salah satu kegiatan pengisi waktu tapi justru bisa dioptimalkan jadi ladang bisnis yang menjanjikan saat ini.

Kalau masih ada kebingungan, barangkali pertanyaan-pertanyaan di bawah bisa menjawabnya.

Bagaimana memulai merawat tanaman hias di rumah?

mulai menanam
kerjaan sore hari di kala senggang

1. Merawat apa, menanam apa, beli di mana? 

Perihal apa yang mau ditanam atau dirawat sebenarnya gimana selera preferensi aja, mau konsen pada kebun sayur (tanaman pangan), mau koleksi tanaman bumbu dan rempah, atau mau ikutan yang lagi ngehits, ya tanaman hias (planthouse) ini.

Saat ini udah buanyaaakk banget toko-toko tanaman baik online maupun offline. Foto-fotonya cakep, tanamannya bagus, mereka juga memberikan servis pengemasan dan pengiriman yang aman.

Tukang-tukang kembang pinggir jalan pun panen orderan, ruaaameee disatronin pelanggan yang borong bunga sampe pot-potnya.

Lets named it: sansevieria, calathea, monstera, janda bolong (yang monstera juga...), keladi, syngonium, begonia, philodendron, sri rejeki, kuping gajah, alocasia, sirih hias, dan lain-lain... pilih aja yang disukai, mamang kebon biasanya punya stok banyak tanaman-tanaman heits begini.

Tapi kalau boleh kasih saran, jika kita pemula dalam merawat tanaman hias, mulai aja dari yang paling mudah diperoleh dan mudah merawatnya. Kaktus, sukulen, lidah mertua, peace lili, atau sirih hias boleh jadi pilihan tanaman yang relatif tahan banting dan tidak manja.

2. Butuh peralatan apa saja?

Pada dasarnya simpel aja sih. Barang-barang yang perlu disiapkan untuk merawat tanaman hias adalah; media tanam (tanah dan campurannya), tempat tanam (pot/polybag), alat tanam (sekop/pake centong nasi yang udah kepake juga bisaaa), dan tentu tanamannya itu sendiri.

Tambahan lain kaya pupuk NPK, semprotan air, turus, tatakan pot, boleh lah untuk aksesoris.

3. Kapan aja waktunya menyiram?

Waktu yang paling baik untuk menyiram adalah pagi atau malam hari, saat cahaya matahari tidak terlalu terik sehingga airnya cepat menguap.

Cukup dengan ‘secukupnya’. Semua tanaman memang membutuhkan air, cahaya, dan pupuk, tapi semua berada dalam kadar yang secukupnya.

Cara menyiram yang baik adalah membasahi media tanamnya pelan-pelan sampai terlihat air mulai bocor di lubang bawah pot. Setelah itu, stop.

4. Kapan waktunya menjemur?

Sinar matahari pagi adalah yang paling baik. Usahakan menjemur tanaman-tanaman yang berada di dalam rumah setiap pagi untuk bermandikan cahaya matahari.

Rata-rata tumbuhan memerlukan cahaya selama 4-6 jam, baik secara langsung maupun di tempat teduh yang masih terkena imbas cahaya. Jadi yang indoor-indoor itu juga perlu sesekali berjemur yaaa.

5. Mengatasi hama

Bagian ini memang paling bikin bete, terkadang juga bikin putus asa. Coba tanam pohon kenikir atau kemangi untuk mengusir belalang atau menumbuhkan bunga pengundang lebah yang dapat mengenyahkan hama kutu.

Tips lain juga bisa disemprot dengan larutan sunlight+air, cukup sehari sekali aja. Untuk mengatasi siput yang suka makan daun-daunan, bisa memakai mulsa cangkang telur atau sekam kering.

Perhatikan juga area sekitar tanaman dari polusi atau sampah. Pangkas bagian-bagian yang sudah kering atau berpenyakit sehingga tidak menular ke bagian lainnya.

6. Ditaruh di mana?

Agar tanaman hias tetap hidup, kita perlu meniru alam habitatnya dengan menempatkannya di tempat yang kelembapan, cahaya, dan air sesuai yang dibutuhkan. Rata-rata, tanaman hias cocok dengan iklim tropis, tetapi perhatikan juga intensitasnya.

Contoh tanaman hias yang bisa tahan di segala kondisi cuaca antara lain kamboja, bougenville, tapak dara, aneka jenis sansevieria, kembang sepatu, dan aneka kaktus.

Beberapa tanaman hias tidak kuat udara dingin, daunnya akan menggulung dan kering. Suhu udara yang bisa ditoleransi tanaman hias kebanyakan tidak lebih rendah daripada 15 derajat celcius.

Sekarang ini juga banyak sekali akun-akun sosmed atau website yang membahas tanaman hias dan perawatannya. Ambil tips dan trik mereka, sekalian kita juga bisa kenal lebih banyak variasi tanaman hias.

Kuncinya tetap semangat aja deh, selalu ada kemungkinan tanaman rusak, jelek, atau mati begitu sampai di rumah. Padahal waktu beli di kang kembang daunnya rimbun dan glowing ......

-____-

Jangan bersedih, kalau sudah bisa merawat dari kecil hingga tumbuh subur dan beranak-pinak, pasti ketagihan nambah anak daun terus-terusan!


29 komentar

  1. wah aku belum kesampaian bikin hidroponik di rumah, pengennya bisa masak dari hasil bercocok tanam hehhee

    BalasHapus
  2. Sesungguhnya aku suka kalau di rumaha da tanaman dan taman. Karena dulu di Jakarta juga rumah ada tamannya walau mini. Ada tanaman apa aja. Apa daya saat ini kondisinya belum memungkinkan. Jadi, tahan duluuuu.. Semoga bisa segera punya taman mini bisa tanam2. Hehe

    BalasHapus
  3. Bertanam emang seru banget, aku pengen banget nanem bunga" gtu tp ga ada tempat hhu waktu itu jg pernah malah abis sama ayam haha

    BalasHapus
  4. Wuaaah tanaman bias emang menggoda tapi aku lebih tertarik tanaman pangan hehe kemarin Coba regrow gagal trus sempat terpoteq haha

    BalasHapus
  5. Duuh nyenengin banget emang liat tanaman tumbuh subur.. aku suka liatin ibuku aja soalnya aku mah ga telaten ngurus tanaman haha.. bener bgt kak, asli seneng bgt bisa lgsg metik kalo mau masak sesuatu hehe

    BalasHapus
  6. Eh, larutan sunlight bisa ya buat mengusir hama? Akunya enggak pernah kepikiran hehe. Aman ya berarti kalaupun kena daun dan batang tanaman kita? Btw hasil panennya waah menggiurkan sekali, Mbak.

    BalasHapus
  7. Aku nih ama suami baru aja mau mulai nanem-nanem, Tapi masih seputar yang bisa dimakan hehe. Yang tanaman hias belum. Btw yang campuran sunglight air itu bisa juga untuk tanaman sayur?

    BalasHapus
  8. Saya juga baru punya monstera janda bolong itu enam Bulan lalu. Kalau Sayur Mayur jarang berhasil. Buah sering mangga tumbuh, Salah, jeruk

    BalasHapus
  9. Seneng lihat yang seger-seger di rumah ya Rel. Tapi emang perlu kerajinan extra kalau kepengen punya tanaman cantik-cantik yang instagramable

    BalasHapus
  10. Baca ini pas baru mulai jadi plant mommy (eaaa istilahnya 🤣🤣)

    BalasHapus
  11. di saat pandemi ini cara seperti ini wajib kita aplikasikan, karena kita memang nyaris seharian di rumah. Peralatannya pun tidak sulit di peroleh

    BalasHapus
  12. Wih senangnyaa liat hasil kebunnya mba Rella😍..memang seru ya kalo masak trus sayurannya hasil comot dari kebun kita sendiri. Tempo hari aku baru ngalamin pertama kali panen selada dari hasil hidroponik.

    Nice tips kak Rella..ditunggu tips2 lainnya seputar pertanaman ya😘

    BalasHapus
  13. katanya untuk memusnahkan hama tanaman bisa pakai air rendaman tembakau ya mba? sampe kepikiran mau ambil tembakau dari sebatang rokok tapi klo di sini ga ada yg jual rokok batangan adanya sebungkus jadi sayang kan.. hehe

    BalasHapus
  14. Tanaman hias memang lagi booming ya sekarang mbak. Terima kasih atas tips-tipsnya ya

    BalasHapus
  15. Daku juga pengen nanem tanaman di rumah, cuma lagi konyol aja pengen nanem bunga telang belum berhasil sampe sekarang haha. Kudu #SemangatCiee selalu dah

    BalasHapus
  16. Pohon jeruk cangkokan awalnya daunnya tumbuh subur, tapi lama-lama kok berkurang daunnya, eh pas dicek ternyata ada 2 ulat ijo lagi asyik ngemilin daunnya. Dasar ulat gak ada akhlaq... Akhirnya ulatnya saya kirim ke surga, biar dapat banyak makanan di sana, hehehe.,.

    Hama emang bikin kesel yee. Sekarang jadi lebih teliti lagi dalam merawat dan menjaga tanaman jeruk di pekarangan rumah.

    BalasHapus
  17. Suami yg suka tanam-tanam di rumah. Dari tanaman herbal, bunga-bunga, sampai pohon pepaya. Monstera yg heboh, malah disetek, tanam di pot-pot kecil. Tetangga minta, dikasih aja...Haha...

    BalasHapus
  18. Memiliki tanaman hias punya kepuasan tersendiri ya mba apalagi kalau merawatnya sejak masih kecil, layaknya bayi seperti bertumbuh ya hihihi

    BalasHapus
  19. Pengin banget sih tanam menanam aneka tanaman hias gini. Tapi gimana yaaa.. saya enggak telaten. So, saya bagian menikmati saja deh :D

    BalasHapus
  20. Saya paling deg degan kalau diminta merawat tanaman, apalagi menanam. Entahlah. Nanam cabe aja nggak tumbuh saking nggak telatennya. Tapi saya suka banget memotret tanaman.

    BalasHapus
  21. Selama ini aku cuma bantuin bibiku yang penggila segala macam tanaman hias. Bibiku sih modalnya cuma minta sama tetangga. Dia ngambil anakannya gitu. Hehehe

    Dan emang kepuasan tanaman hias sih pada estetikanya ya. Nengok halaman dengan warna-warni tu keren.

    BalasHapus
  22. wahh aku msh berkutat di tanaman pangan, blm merambah ke yang hias hias, hehe

    BalasHapus
  23. aku kemarin sempat stress saat hama ulat melanda tanaman stroberi, sawi dan mint ku
    langsung saja chat teman ku dan meraka blg : pake rendaman air bawang merah aja put
    alhamdulillah wuuuus ilang

    BalasHapus
  24. hobi baru suami selama pandemi nih, sekarang dirumah jadi ada lebih dari 50 tanaman hias. BEragam warna, macam dan harganyaaaa.. Tapi alhamdulillah halaman makin ijo sih.. hihi

    BalasHapus
  25. Merawat tanaman hias d rumah ini menyenangkan sekali, ibu sy senang melakukannya tiap sore dan malah jd djual2in hasilnya, jd ladang tambahan penghasilan deh hihi

    BalasHapus
  26. Aku seneng liat orang yang rajin berkebun, rumahnya asri, ada taman dan kebunnya. Pengen bisa kayak gitu, tapi aku tuh maunya aja prakteknya nggak, hehe. Aku jg lebih tertarik sama tanaman yang ujung2nya bisa dimakan sih, hehe. Tapi liat tanaman hias juga seneng sih, mempercantik rumah.

    BalasHapus
  27. Aq nggak bisa konsisten kalo merawat tanaman, biasanya itu kerjaan pak suami dan aq tinggal ngolah jadi masakan aja

    BalasHapus
  28. berkebun sama merawat tanaman hias skrg jadi trend bgt ya mbak, bukan cuman buat anak muda, tapi ibu rumah tangga juga

    bagus sih, seneng lihatnya, positif bgt trendnya, pengen ikutan juga beli tanaman2 hias gtu, ga bperlu yg mahal2 yang penting manfaatnya mah

    BalasHapus
  29. Dulu waktu SMP-SMA rumahku dipenuhin tanaman hias, dan aku sendiri yang nanam+merawatnya. Jenis bunganya pun ada banyak, sekarang di kosan mah cuma ngerawat kangkung sama cabe doang 😁

    BalasHapus

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^