5 Drama Korea Romantis Terbaik

16 komentar

Daftar drama Korea romantis terbaik ini versi saya, tentunya. Karena versi orang lain bisa jadi berbeda. Maklum, kadar romantis orang kan beda-beda yaa, ada yang terlalu manis sampe giung, ada romantis garis keras, ada juga yang cukup manis-manis sudah dibilang romantis. Satu hal yang pasti sih, nonton drama korea romantis gini bikin hati jadi hangat dan senyum-senyum sendiri :)   

Saya sendiri golongan yang menganggap cerita romantis itu yang manis-manisnya cukupan, cinta dua arah (jangan ada yang mati hihi), dan ketulusan masing-masing pasangan untuk mempertahankan hubungannya. Jadi nggak perlu banyak skinship atau nempel terus kemana-mana sih, nantinya malah jadi diabetes. 

Jadi, list drama korea romantis terbaik menurut DailyRella, adalah: 

1. The Moon Embracing the Sun (2012)

"My heart already belongs to you. Have you got to fear?" - Yeon Woo.

drama korea romantis

Drama berdasarkan novel "Haereul Poomeun Dal" yang ditulis oleh Jung Eun-Gwol ini mengisahkan cinta antara putra mahkota Lee Hwon dengan peramal Wol (sebelumnya bernama Yeon Woo, seorang anak pejabat). 

Dalam menjalani percintaannya, mereka menghadapi berbagai rintangan sampai kematian. Mulai rencana ibu suri yang punya misi pribadi, kakak yang mencintai perempuan yang sama, dan adik yang jadi penyebab kemalangan cintanya. 

Adegan-adegan antara mereka berdua yang saling bertatap penuh cinta itu buat saya nggak lebay. Usahanya Lee Hwon mencari fakta dalam penantian selama belasan tahun itu tentu nggak mudah bagi seorang raja yang bisa berdampingan sama siapa saja yang dia mau. Wol juga sosok perempuan cerdas, dia mencintai pujaannya dengan elegan dan sabar. 

Noted that drama sejarah rata-rata ceritanya memang romantis tapi selalu ada aja bumbu-bumbu tragedi yang membuat kisah cintanya lebih tragis, meskipun happy ending.  

2. That Winter, The Wind Blows (2013)

“What a person can do for another is not forgiveness, but comfort” – Oh Young

drama korea romantis terbaik
Ini koleksi melodrama lawasan juga yang ceritanya romantis menyayat-nyayat. The man who wants to live meet the woman who wants to die

Seorang penipu berlatar belakang kehilangan orang-orang yang dicintainya, muncul dalam kehidupan seorang gadis buta demi kekayaannya. Tapi seiring waktu menyelami kedua pribadi masing-masing, muncul perasaan cinta yang tulus. 

Sebenernya mudah ketebak sih pasti ujung-ujungnya gitu, tapi pembawaan Oh Soo dan Oh Yong yang mencintai dengan pelan-pelan itu uwuuu manis bangeettt.. 

Menurut saya, Jo In Sung sama Song Hye Kyo cocok banget chemistry-nya di sini, sayang mereka nggak ketemu lagi di drama yang lain.  

3. 100 Days My Prince (2018)

"Jika rasa tidak nyaman ini adalah rasa cemburu. Mungkin aku memang cemburu" - Won Deuk

drama korea romantis

Putra Mahkota Lee Yeol tiba-tiba menghilang dan dinyatakan meninggal setelah suatu pertempuran di hutan. Dia menjalani 100 hari kehidupannya kemudian sebagai Won Deuk, pria sederhana yang mencintai cinta masa kecilnya dengan sederhana juga.

Love after marriage
. Uwu!

Saat drama korea kekinian mengusung percintaan yang lepas, saya jadi lebih punya respect pada drama yang ceritanya punya noble values seperti 100 Days My Prince ini.

Meskipun keduanya pasangan menikah, jarang banget ada skinship di sini, cukup popo di waktu hujan dan pandangan-pandangan uwu yang seolah-olah bilang "aku akan mencintai dan melindungimu..."

Banyak kata-kata bagus yang diucapkan Lee Yeol sebagai suami kepada Hong Shim, istrinya. Menggambarkan sosok suami yang bertanggung jawab pada komitmen, padahal dia sendiri belum tahu persis siapa dirinya sebenarnya. Dia hanya tahu, Hong Shim adalah seseorang yang istimewa di hatinya. 

Scene yang paling meleleh ketika Hong Shim bantu-bantu di acara kegubernuran dengan berdandan, lalu suaminya datang dan meminta dia menghapus riasannya. "Tolong, tidak usah berdandan selain untukku.." awuuuu, betapa terjlebnya saya yang cuma dandan kalo mo pergi. Mamam tuh, Rel...

4. Go Back Couple (2017)

” Don’t marry a successful man, marry a good man.” – Choi Ban Do

drakor romantis terbaik

Cerita tentang pasangan menikah berusia 38 tahun jelang putusan perceraiannya. Dimulai dari saling melontarkan kekecewaan, pertanyaan-pertanyaan dan penyesalan satu sama lain, sampai mereka menjalani time travel ke masa-masa mereka masih muda, memberi kesempatan memilih pasangan hidup yang lain. 

Saya rasa semua pasangan menikah juga familiar dengan kalimat retoris seperti; oh aku muak denganmu, coba kalo dulu kita nggak menikah. 

Jujur aja, waktu nonton ini di episode pertama saya langsung merasa relate. Bukan soal ingin cerainya, tapi permasalahan pernikahan ini duh, too close too reality.  Suami punya tekanan dari luar dan dalam tapi nggak bisa mengeluh, sedangkan istri repot sendirian dan butuh didengarkan...hal-hal kecil begini nih, rawan banget terjadi di pernikahan mana saja.  Nggak ada rumah tangga yang jalannya mulus terus.

Lets get honest, pernah kan ada sekelebat pemikiran "coba kalo dulu gue nggak sama dia....pasti gue udah begini, begitu..." Nah, itu yang drama ini ingin visualisasikan. Bahwa, begini lho kalo kamu pikir bisa mengubah nasib dengan memutar waktu, ini kesempatannya, dan kejadiannya ya bakal gini-gini aja. 

Jodoh nggak kemana, takdir nggak bisa dihindari :') 

5. Flower of Evil (2020)

"I wish we could switch bodies just for one day, so you could feel how much i love you" - Cha Ji Won

drakor romantis
Aduduuh, bingung sekali menempatkan FoE  atau It's Okay Not To Be Okay dalam lima drama korea romantis terbaik. Saya suka dua-duanya, tapi seperti dibilang di atas, i put more respect to marriage story

Then this is is, Do Hyun Su dan Cha Ji Won, pasangan detektif dan lelaki antisosial yang hidup dalam identitas palsu. 

Tapi cinta mereka nggak palsu. 

Meskipun Ji Won harus cari tahu soal kehidupan asli suaminya sebelumnya, itu nggak melunturkan cintanya. Biar dia bilang mau cerailah, merasa tertipu, kecewa, tapi nggak mengurangi besarnya cinta pada papa EunHa. Dia justru bertekad dan berusaha keras membuktikan kalo suaminya nggak bersalah, karena apa lagi kalo bukan karena cinta. 

Begitu juga sama Hyun Su yang lovable banget saat jadi suami dan ayah. Kemanisan pasangan ini nggak luber turah-turah, tapi sikap yang saling melindungi, kepercayaan satu sama lain, cukup memperlihatkan rasa peduli yang berlimpah. 

Mewek parah waktu mereka ngalamin fase di mana cinta sedang pergi entah ke mana. Tapi Ji Won terus mendekat (kalo pada bilang bucin terserah, tapi gue anggap itu sebagai usaha), yang akhirnya Hyun Su pun sama-sama mau berusaha cari tahu tentang perasaan tulusnya yang pernah ada.

3 dari 5 isinya marriage love ya, haha. Beginilah kalo emak-emak yang bikin list, bapernya bukan soal cinta bertepuk sebelah tangan, tapi usaha mempertahankan cinta. 

Kalo kamu, suka drakor romantis yang mana? 

Memilih Warna Baju Sesuai Warna Kulit

15 komentar

Sering nggak kita berlama-lama nggak kunjung checkout saat belanja baju di onlineshop? Bisa karena masih bingung warna bajunya, warna yang dimau sizenya nggak ada, atau justru salah pilih warna baju karena nggak ngerti gimana memilih dan membuat perpaduan warna baju. Hmm, jangankan beli online, belanja di outlet aja kita sering bolak-balik fitting room untuk mencoba baju yang sama dengan warna yang berbeda. 


Sounds familiar, girls? 

memilih warna baju

Meskipun nggak ada aturan baku tentang memilih warna baju apa yang oke dan tidak, tapi jika mengetahui warna baju yang jatuhnya paling cocok dan sesuai dengan kita sendiri sebenarnya ngasih banyak keuntungan. Salah satunya ya menghindari kejadian kaya di online shop tadi, dan tentunya nggak perlu keluar masuk fitting room untuk coba baju yang sama. 

Karena saya mengalami hal itu, dan ini menghabiskan waktu hanya untuk pilih-pilih warna saat itu juga. Belum lagi cahaya di toko dengan cahaya riil di rumah berbeda, menghasilkan perbedaan kesan pakaian di badan kita juga. Nggak jarang akhirnya beberapa baju cuman dipake sekali dua kali, karena nggak pede atau nggak ada padu padan jilbabnya. 

Eh, jangan salah, punya preferensi terhadap warna tertentu juga sah-sah aja, lebih penting bahwa kita bisa tampil percaya diri dengan good attitude. Panduan warna kulit hanya salah satu dari cara mendukung confident personality saja. So, up to you deh kalo ini bebas-bebas aja mau dijadikan referensi apa tidak :) 

Kenali skin tone

Untuk mengujicoba mana warna yang cocok, salah satunya dengan indikator warna kulit. Saat ini, kita mengenal 3 jenis kecenderungan kulit (tentu saja sesuai ras dari sananya), yaitu  'cool/pale undertone', 'medium/warm undertone', dan 'dark undertone'. 

Sampai saat ini ada dua hal yang bisa jadi indikator cara menentukan skin tone : dari warna kulit punggung tangan dan urat yang berada di pergelangan tangan.  

tone kulit

Cara lain juga bisa ditentukan oleh beberapa hal, antara lain ;

Perhiasan 
Warna emas atau perak/emas putih biasanya punya pesona kilau yang berbeda di warna kulit. Kalau lebih cocok dengan warna gold, maka kemungkinan kita punya warm atau medium tone. Sedangkan jika lebih cocok dengan warna putih seperti emas putih, perak, platinum, atau rosegold, maka kulit kita termasuk cool undertone. 

Warna putih 
Warna putih adalah paling netral. Untuk itu, menentukan skin tone juga bisa memakai warna putih dengan gradasinya. Jika cool undertone cocok dengan warna pure white, maka medium ke warm undertone lebih cocok dengan putih tulang 

Warna mata dan rambut 
Sudah jelas ya, ini berkaitan erat dengan ras asal kita. 

Eksposur cahaya matahari
- Jika kulit mudah terbakar di bawah sinar matahari, tidak tahan dengan eksposur cahaya berlebihan, memiliki freckles di wajah dan kulit bagian tubuh lainnya, dan tentu saja kulit yang putih dan pucat, maka kulit jenis ini masuk cool undertone. 
- Jika saat berjemur di bawah matahari tidak mengalami sunburn, alias oke-oke aja kulitnya, maka ini bisa masuk golongan medium undertone. Medium ini bisa jadi perpaduan antara kulit kuning dan kulit sawo matang.
- Jika kulit sudah berwarna gelap dari sananya tanpa harus berjemur, juga memiliki seulas kecokelatan yang eksotis, maka ini masuk ke dark undertone.  

Memilih baju sesuai warna kulit 

Balik lagi ke yang tadi saya bilang, kalo kita pede aja sih sebetulnya bebas aja mau pake baju warna apa. Tergantung pada kesan apa yang mau kita tampilkan. Dulu saya cuman mau pake baju warna  gelap polosan aja, asli cuman karena nggak pede sama bentuk badan dan lebih mudah nyari kerudung motif apa aja. 

Sebaliknya, sekarang saya bisa pede pake baju bermotif dan berwarna seperti gamis bunga-bunga, rok polkadot, dengan jilbab polosan. Bukan karena bentuk badan yang berubah, tapi kepribadian saya yang lebih terbuka sehingga preferensi syle juga ikutan berwarna. 


- Jika punya warna kulit pucat, atau undertone putih. Pilihlah warna baju yang kontras dengan warna kulit, seperti abu-abu tua, cokelat, burgundy, hijau botol, biru dongker juga bagus membuat kontras ke kulit sehingga kelihatan lebih bold.

Ada baiknya menghindari warna pastel yang terlalu lembut, karena bisa bikin kelihatan terlalu pucat atau belel yah. Kalau mau pake warna netral, hindari putih, light beige, atau warna abu muda, pilih shades yang lebih 'ada warnanya' kaya khaki, cokelat muda, atau slate grey.  

- Untuk kulit medium tone, sebetulnya relatif lebih leluasa memilih warna. Terutama warna-warna earth tone seperti cokelat, khaki, kuning mustard, hijau, abu, biru dan beberapa shades merah. 

Kalau medium tones mau pakai warna pastel, pilihlah paduan yang lebih berwarna misalkan baju creme dengan jilbab cokelat, supaya nggak terlihat washed out. 

- Sedangkan untuk dark tone lebih asik lagi karena sebenarnya lebih bebas menggunakan warna apa saja baik yang kontras maupun pastel. Warna ini tidak akan membuat belel karena justru menonjolkan figur yang berbeda. 

Sebaliknya, hindari warna kecokelatan atau yang membuat baju seperti gradasi dengan warna kulit dark tones. 

Nah segitu tips dan trik memilih warna baju sesuai warna kulit. Nggak selalu benar sih, karena ini soal selera juga, hehe. Pokoknya apapun bajunya, jangan lupakan attitude dan personality :) 

Hangatnya Wisata di Ciater yang Sejuk

Tidak ada komentar

Kalo nyebut nama Ciater, pasti yang kebayang itu pemandian air panas atau sumber air panas yang mengandung belerang dan berkhasiat untuk kulit. Emang bener sih, kecamatan Ciater yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat ini punya tempat wisata pemandian air panas yang terkenal di kalangan turis lokal maupun mancanegara. Dengan kepopuleran pemandian sumber air panas tersebut, tumbuh juga fasilitas-fasilitas wisata lain seperti penginapan dan villa di Ciater. 


Zaman kuliah, saya dan teman-teman pernah nganter tamu dari Jerman jalan-jalan ke kawah Tangkuban Parahu. Bagi Till (saya lupa nama lengkapnya doi siapa), ini pengalaman menarik karena jarang ada wisata alam kawah belerang yang bisa dikunjungi selain di Indonesia. Sementara kami pakai jeans dan sweater, dia santai aja oblongan menerjang angin sejuk pegunungan sambil foto-foto. 

wisata ciater

Selepas turun dari Tangkuban Parahu, kami lanjut ke Ciater. Tentu saja tujuannya pemandian air panas, entah apa niat kami waktu itu, tapi orang Eropa pasti suka yang anget-anget gini kan, secara di sana itu dingin...  Saat sudah puas berendam sampe anget, komentar dia, "ini panas banget tapi kulitku sepertinya jadi bersih," wkwkwk. Kebayang dong, kulit Eropa dihantem air belerang, hasilnya merah mateng kaya rebusan udang. 

Suasana di Ciater memang sejuk, enak dibuat jalan-jalan sambil motoran dengan semilir angin menerpa rambut dan wajah. Terakhir saya main ke Ciater waktu sama mantan pacar, saat masih langsing dulu, uhuuukk.. tahun berapa yah, mungkin sekitar 2009-an ke Sari Ater. Rendem-rendemin kaki yang rorombeheun, haha. Karena konon kandungan belerang yang ada di air panas ini bagus untuk kesehatan kulit, mengangkat sel kulit mati, dan menyembuhkan sebagian besar masalah kulit. 

Saya lihat emang banyakan orang dewasa yang ke sana sih (kalo mau tepatnya orang-orang paruh baya), karena tentu saja harapan mereka bisa mengobati rematik atau sekadar merelaksasikan otot-otot yang dipakai menopang beban hidup, hiyaa. 

Sumber air panas di Ciater sendiri berasal dari Gunung Tangkuban Parahu di sebelahnya, makanya dia mengandung aneka mineral  seperti kalsium, magnesium, cholorida, dan sulfat. Kandungan besi dan aluminiumnya tinggi dengan kadar keasaman tinggi juga, jadi jangan coba-coba diminum yah.  

Objek Wisata di Ciater 

Emangnya di ciater ada apa lagi selain air panas? Begini, berhubung Ciater itu ada di wilayah dataran tinggi, maka ada banyak sekali objek wisata alam di Ciater yang bisa dikunjungi. Daerah pegunungan biasanya punya banyak curug yang indah -- curug itu bahasa Sunda-nya air terjun yaa-- antara lain Curug Ciangin, Curug Bentang, Curug Cibareubeuy, dan Curug Cina. Lokasi curug-curug ini biasanya tidak terlalu jauh satu sama lain, jadi mudah-mudah aja ditemui dari satu lokasi ke lokasi lainnya. 

Ada lagi kebun teh Cagak Ciater, sumber mata air Cimincul, dan Taman Wisata Air Rumah Kayu (TWARK) yang nggak kalah mempesonanya untuk dinikmati, baik itu pemandangan maupun suasana alamnya. 

Jadi fix ya, wisata di Ciater nggak cuman ada air panas aja, jadi kalo mau main-main ke sana bisa menentukan tujuan dan cari informasi tentang akomodasi di sekitar. 

Villa di Ciater 

Nah, ngomong-ngomong soal akomodasi, penginapan, dan sejenisnya ini, di Ciater sekarang sudah banyak fasilitas penginapan dengan pilihan fasilitas dan range harga yang cukup luas. Nggak usah ngeri dengan harga villa di Ciater sih, karena di sini sekelas villa aja biayanya terjangkau banget. Jadi kalo berangkat ramean bisa banget sewa villa sama-sama.

Dikasih rekomendasi teman soal Villa Cempaka Ciater, yang berlokasi di Jl. Sariater No.10. Ah, ini mah dekeettt banget dong sama sumber air panas, pinggir jalan, langsung keliatan!  

Vila Type RK3D

Villa ini menyediakan restoran dengan menu khas Sunda agar tamu yang menginap bisa merasakan suasana Jawa Barat yang asri sekaligus kenikmatan hidangannya. Range harganya 

Meski deket dengan wisata air panas, villa ini juga punya kolam rendam sendiri dan kolam renang yang ada fasilitas air panas dan air dingin. Kalo belum puas rendeman di sebelah ya melipir aja ke kamar berendem lagi sepuasnya, hihi. 

Kalo ada yang mau main ke Ciater dalam waktu dekat, atau baru sekadar rencana  setelah pandemi selesai, jikalau perlu penginapan memadai, saya saranin Villa Cempaka Ciater juga untuk mengakomodasi perjalanan wisata kalian. Booking villa dengan mudah di Booking Villa Ciater sehingga bisa mendapatkan tempat sesuai waktu yang diinginkan. 

Biasanya bulan-bulan liburan Ciater selalu didatangi turis sedemikian banyak, ada baiknya untuk merencanakan dulu perjalanan sebelumnya supaya liburan lebih asyik dan tenang.  

Rafting Keluarga bersama Songadventure Probolinggo

Tidak ada komentar

Ini pengalaman pertama kami rafting keluarga. Udah lama sebenarnya pengen nyoba keseruan mengarungi jeram di derasnya aliran sungai. Pikiran saya dulu saya mau berangkat berdua suami untuk aktivitas-aktivitas outdoor seperti ini. Eh ternyata justru kesampeannya rafting bareng anak!

Sempat ragu di awalnya sih, amankah rafting sama anak? Soalnya yang biasanya dilihat di foto orang-orang kan pake terbang dari air terjun, perahu terbalik dan berenang-renang di sungai. 

Waduuhh, yang kepikiran ya cuma anak-anak. Sebagai emak-emak tentu saja mikirin airnya deres banget nggak, sungainya dalem banget nggak, plus nyiapin briefingan apa saja yang harus dikasih tau ke anak-anak kalau sekiranya (amit-amit) kita mengalami hal-hal yang tak terduga. 

Bolak-balik saya tanya suami, apa dia sudah menginformasikan dengan jelas ke operator tentang usia anak kita. "Bener ayah udah bilang anak-anak umurnya berapa? Bayo masih 5 taun loh..." kata saya nunjuk si bungsu. Takutnya dia cuman bilang bawa anak aja, terus dikira operatornya anak-anak usia 10 tahunan, lhaaa...kalo ternyata si bungsu nggak bisa ikut trus masa kita tega lanjut pergi begitu aja, hiiiks.

H-1 saya browsing-browsing untuk menenangkan diri, lihat profil operatornya, terus artikel-artikel tentang rafting bersama anak. Ternyata rata-rata operator sudah punya paket rafting keluarga, beberapa malah punya paket outbond sekolah, yang artinya pasti mereka punya handling procedures yang berpengalaman dong ngatasin anak-anak. 

Kalau menurut saya sih, usia aman anak diajak rafting itu 6 tahun. Di mana mereka udah bisa berkomunikasi dengan baik dengan orang lain, dan paham risiko-risiko secara sederhana.

Baik, we're in. 

Setelah memastikan semuanya oke, anak-anak paham protokol kesehatan kalau di luar, dan sedang dalam kondisi sehat semua, berangkatlah kita ke Songa Adventure Rafting, Tiris, Probolinggo. 


songadventure probolinggo

Sebelumnya, H-1 kita sudah buat reservasi terlebih dahulu. Lalu transfer untuk DP dengan jumlah bebas, di mana kalau cancel datang, 50% DP nya hangus. 

Kemarin kita bayar DP 200rb aja dari total biaya untuk 5 pax paket Songa Atas. Paket rafting yang ada di Songadventure ini terdiri dari Songa Atas (339 ribu/pax) dan Songa Bawah (299 ribu/pax). Bedanya ada di jalur sungai dan durasi yang ditempuh. 

Perjalanan ke Probolinggo memakan waktu sekitar 2 jam dari Malang, lokasinya lebih jauh daripada tempat kita snorkeling dulu di Gili Ketapang. Turun dari mobil langsung ada petugas yang mendata reservasi, lalu nggak pake lama kita langsung ganti baju air karena ternyata rombongan lain udah pada siap. 

Pakaian Rafting

Kostum untuk rafting nggak perlu pake baju renang, cukup baju yang nyaman dan tidak menyerap air supaya nggak berat. Semacam bahan celana pantai gitu, atasnya boleh pake baju nylon biar gampang kering. 

Cowok-cowok sih gampang yaa.. ibuknya nih yang mikir segala rupa, bingung sampe kepikiran mau ke toko olahraga dulu cari-cari kostum air, wkwkk lebay deh, Bu. 

Beberapa hal untuk diperhatikan pakaian rafting hijab
- nggak usah pake kerudung yang banyak pentul-pentulnya, bahaya dan bisa nggak sengaja nusuk perahu karetnya jadi kempes
- kalo pake kerudung segiempat, pastikan pake ciput dan helmnya kenceng soalnya bisa ambyar bentuk gak karuan
- pake hijab langsungan juga tetep pake ciput deh 
- intinya pake ciput! 
- baiknya nggak pake rok, kecuali rok celana. kalo rok nanti bisa ngangkat-ngangkat roknya... 

Pakaian rafting hijab saya akhirnya pake celana berenang biasa yang dari Polite karena longgar dibanding pake legging, atasannya pake kaos spandek yang sekiranya kalo basah bisa cepat kering. Dalemnya pake kaos singlet yang dimasukkin ke dalam celana, supaya jika keadaan mengharuskan turun berenang ke sungai, kalo atasannya nyingsat-nyingsat masih tertutup kaos dalem. Kerudungnya, pake ciput+ninja. Plek di kepala. 
rafting bareng anak
Untuk alas kaki rafting, sangat direkomendasikan pake sendal bertali. Baik itu sendal gunung, sendal karet yang ada tali belakangnya, atau sepatu sekalian (kalo lihat para pemandu juga pake sepatu yang solnya karet). 

Jangan pake sandal jepit buat rafting, potensi talinya putus, susah berenang, copot atau terpeleset sangat besar :)) 

Perlengkapan Rafting

Sebenarnya nggak ada perlengkapan rafting khusus yang mesti disiapkan sendiri sih, aslinya kita cuman bawa badan aja turun ke air. Kalo mau bawa hape, dompet, kunci mobil, cemilan, minyak telon, atau obat khusus misalnya, bisa dititipkan mas-mas pemandu atau bawa tas sendiri. 

Saya kemarin bawa satu dry bag untuk naruh barang-barang tsb dan masker supaya tidak basah kena air. Tasnya nanti bisa diikat di perahu. Handphone biar nggak bolak-balik ngodok tas, dikalungin pake plastik jadi bisa sambil foto-foto pemandangan. 

Perlengkapan standar wajib pakai yang disediakan oleh operator adalah rompi pelampung, dayung, dan helm. Pake helm yang bener, serius deh! Jangan sok-sok imyut pake helm longgar, kepala jadi taruhannya...

Setelah semua siap pakai perlengkapan dan bawa dayung masing-masing (kecuali anak-anak), kita naik truk sapi menuju lokasi sungai atas, menempuh jalan mulus sampai bergelombang selama kurang lebih 10 menitan. Turun di titik tertentu, kami lanjut lagi berjalan kaki menurun sekitar 15 menit sampai tiba di sungai. 

Mengarungi jeram sama anak-anak!

rafting bersama anak
ready to jump!

Sungai Pekalen di Probolinggo ini panjangnya 12 km di hulu, bagian tengah 7 km, dan hilir 10 km. Kedalamannya berbeda-beda di setiap titik. Sungai ini adalah salah satu objek wisata Probolinggo dengan keindahan pemandangan airnya. Tingkat kesulitan jeramnya konon ada di angka 2 dan 3 (ini nanti googling aja yah soal tingkatan tantangan arung jeram secara khusus). 

Begitu perahu karet sudah siap, kami naik ke masing-masing perahu beserta pemandunya (belakangan saya baru tahu mereka ini istilahnya Skipper). Biasanya satu perahu diisi enam-delapan orang, tapi kita cuman berlima udah gitu isinya anak-anak pula :)) Jadi yang mendayung hanya orang dewasanya aja, itupun aku mageerrr, hahaha. 

Setelah briefing tentang posisi dan kecepatan mendayung, komando kapan harus goyangin perahu, dsb, kita memulai pengarungan dengan penasaran sambil bebacaan doa yang kenceng. 

Sebagai emak-emak mata saya full pengawasan terhadap anak-anak. Pokoknya perintah yang harus mereka perhatikan cuman satu: BOOM! yang artinya mereka harus turun duduk di dasar perahu sambil pegangan ke tali yang ada di setiap bantalan duduk. Fungsinya tentu supaya mereka nggak terlempar ke luar perahu saat harus menghadapi jeram yang cukup curam. 


Setelah jalan beberapa meter, mulai kerasa nyaman dan menyenangkan mengikuti aliran sungai, nabrak batu-batu, menghantam arus kecil sampai besar, seru-seru bangeeet...adrenaline rush!  

Perahu karet yang digunakan rafting haruslah berkualitas tinggi untuk mengurangi dampak tabrakan dan nggak mudah bocor. 

Skipper kami juga berpengalaman dan punya pengetahuan baik dalam teknik mengatasi arus dan menguasai medan. Di beberapa titik juga ada tim rescue yang berjaga-jaga ngikutin, bantuin perahu yang nyangkut atau melakukan dokumentasi buat kita-kita yang nggak bisa mendokumentasikan dari jauh. 

Anak-anak enjoy banget menikmati percikan-percikan air, goyang-goyangin perahu saat mentok nabrak batu, dan saat perahunya harus loncat mengarungi jeram yang menurun. Teriak kenceng, bebaasss....!!! 

Gua Kelelawar dan Air Terjun

Pemandangan yang kita lalui sepanjang sungai, asli baguuuuss sekali. Melewati  celah-celah tebing tinggi dengan pepohonan rindang di atasnya, somehow terasa kelam dan dingin di sini, tapi asik banget, menenangkan buat lepas-lepasin stres... instagramable pokoknya!

Kita juga melewati gua-gua yang dihuni ratusan kelelawar bertengger di sisi-sisi dinding gua sampai baunya tercium sangat tajam. Anak-anak penasaran tapi juga mengeluh soal baunya haha. Ada sejumlah biawak juga yang bertengger di bebatuan tebing siap menangkap mangsanya (kelelawar lho ya, bukan kita :p)  

Sepanjang jalan di sungai, banyak air terjun-air terjun kecil yang indah dan comforting banget denger suara deburan air yang jatuh. Kalo bisa sih, manfaatkan momen ini buat foto-fotoin pemandangan, pemandu juga nggak masalah kok kalo kita minta berhenti dulu muat moto-moto. 

songarafting

Akhirnya kita sampai di air terjun Tirai Bidadari, saya lupa ini air terjun ke berapa sepanjang perjalanan tadi. Kami berhenti dulu turun dari perahu untuk beristirahat, menikmati suasana, foto-foto sembari menunggu perahu lain mendarat. 

Air terjun ini istimewa sekali, karena terbentuk dari 16 titik mata air yang berada di puncak tebing. Derasnya aliran air yang nembus tebing kemudian secara alami membentuk gugusan stalaktit yang berbeda-beda ukurannya, mirip lorong panjang goa. Diperkirakan proses pembentukan air terjun ini sudah berlangsung selama ratusan atau ribuan tahun yang lalu, makanya disebut juga air terjun purba. 


rafting di probolinggo

Konon, akses menuju air terjun ini sangat sulit dan lokasinya tersembunyi sehingga belum banyak yang tahu. Satu-satunya cara mudah ya mengarungi jeram ini tadi, kita langsung ada di bawah sungainya, sementara pengunjung non-rafting berjalan kaki sangat jauh dari lokasi mereka bisa memarkirkan kendaraan dan hanya bisa menikmati pemandangannya dari tepi atas sungai. 

Anak guweh, memang suka rada drama sih di sini selagi istirahat dia duduk gemetaran sampe bilang "harusnya aku nggak ikut..." wkwkwk, duh asli deh bikin orang lain kuatir aja sementara emak-bapaknya udah apal banget dengan kondisi kaya gini. Skipper kita sampe nanyain mulu, "adek nggak apa-apa nih, Bu?" 
Yah, dia mah biasa gitu...udah biasa kek gitu maksudnyee...di kolem aja dia mah paling cepet naik alasan kedinginan.

*ibu-ibu yang merasa khawatir saya terlalu kejam dan gak peka, engga kok...kuyakin habis ini juga anaknya biasa lagi, percayalah kami sudah melalui masa seperti ini selama 3245 kali, hahaha. 


Kembali arungi jeram

Yok, kita berangkat lagi mengarungi sisa setengah perjalanan. Am sori saya nggak pake jam tangan, cuman bawa handphone yang mana burem banget kalo diliat dari plastik jadinya hanya dilihat pas lagi senggang aja, itupun nggak lihat jam. Jadi nggak tahu udah berapa lama kita jalan di sungai.

Jeram selanjutnya bervariasi, ada yang lebih deras tapi juga ketemu aliran sungai yang tenang buat mendayung. Juga suasana sudah lebih terang karena sinar matahari bisa masuk dengan leluasa, dan si Dede juga udah balik biasa lagi dia, lupa kalo tadi dia bilang nggak mau ikut :))  

rafting

Di bagian sini kita malah ketemu sama monyet-monyet lokal berekor panjang bergelantungan bebas di antara tali-tali pepohonan. Ahh, seneng banget ketemu banyak fauna selain capung-capung jarum yang rajin hinggap di perahu, tapi susah banget ditangkap. 

Lelah mengarungi derasnya jeram dan sudah basah kuyup, kita berhenti di satu titik untuk duduk-duduk sejenak, menikmati snack yang disediakan. Wedang jahe dan aneka gorengan seperti telo dan pisang turut menghangatkan badan dan mengisi perut. 


songarafting probolinggo

20 menit beristirahat, kami lanjut lagi perjalanan di aliran sungai yang sudah jauh lebih kalem. Anak-anak bisa turun berenang nangkepin ikan-ikan sungai dan main air sepuasnya sambil menunggu tim lain berdatangan menuju garis finish. 

Nggak lama dari situ, sampai juga ke titik akhir perjalanan. Berhenti di aliran sungai yang tenang, kita naik kembali ke tebing. Perahu dikempeskan, dan berjalan menuju truk sapi yang membawa kita kembali ke basecamp. 

Meski sudah hampir 3 jam ber-arung jeram, anak-anak masih juga tolah-toleh ke jalur sungai yang masih mengalir. Kayanya masih ketagihan ingin nyebur lagi, tapi medannya memang nggak memungkinkan juga karena lewat celah batu buesaaarrr sekali yang rasanya nggak akan bisa dilalui perahu dalam aliran air yang sangat deras. 

Kita memang nggak bisa main bebas di sini, misal main-main di sungai tanpa pengawasan. Pihak operator Songadventure juga sangat ketat dalam menjamin safety pesertanya.  

Habis bersih-bersih, mandi, dan ganti baju di basecamp, kami makan siang dengan nasi kotak, air kelapa, buah yang disediakan oleh operator. 

Alhamdulillah, nggak perlu mampir-mampir cari makan lah ya, lebih aman juga pas lagi gini. Bayo udah tepar duluan di mushola sejak nungguin yang lain mandi, anak ini emang paling semangat dan beranian. Rafting sama anak akhirnya kesampaian dengan aman dan sentosa. 

Eberibodi hebiii!!

Nggak ada yang bisa menggambarkan perasaan saat itu selain : happy! 

Capek atau enggak, asal happy semua bisa dilalui. Lega juga karena anak-anak semua baik-baik aja, kami semua aman. Lecet dan memar sedikit tak apalah yaaa...biar jadi sisa-sisa pengalaman. 

Meskipun ternyata.... sisanya nggak cuman lecet aja, geess.... tapi juga badan yang luaarrr biasa remek besokannya pas bangun tidur, hahahaha. 

Begituuu, cerita keseruan kami rafting keluarga di sungai Pekalen, Probolinggo bersama Songa Rafting Adventure. Kalau boleh kasih rekomendasi, operator ini profesional banget dalam menjalankan tugasnya. Skipper sangat care dan berpengalaman, tim rescue yang siaga dan jeli ambil momen. Fasilitas perlengkapan layak, kamar mandi juga bersih, makanan oke. Worth the price for the hospitality and experience. 

Tips Rafting bersama anak:  

  1. Wajib sehat 
  2. Beri pre-knowledge tentang kegiatan apa yang akan dilakukan, medan seperti apa, dan apa aja yang harus dipatuhi
  3. Wajib makan dulu
  4. Bawa cemilan ringan dan obat di dalam dry bag; seperti cereal bar, air minum, dan minyak hangat 
  5. Berikan rambu-rambu di lapangan, mis; jangan bercanda di atas perahu, ikuti komando pemandu, hati-hati dengan kepala, dan untuk selalu dekat dengan ibu dan ayah
  6. Ajak ngobrol saat di perjalanan, jelaskan hal-hal atau pemandangan yang dilalui, jawab keingintahuannya
  7. Keep an eye on them ya, bapak, ibu... :)
  8. Jangan lupa beri pesan untuk berdoa, besenang-senang dan nikmati petualangannya 
  9. Berikan post-knowledge, cerita keseruan tadi, apa yang dirasakannya dan puji jika mereka sudah melakukan yang diharapkan
  10. Perhatikan kesehatan anak pasca rafting 

Tinggi, Tangguh, Tanggap dengan Indomilk Susu Bubuk

12 komentar

Memilih susu bubuk untuk anak memang tak selalu mudah, karena anak di usia tidak balita lagi pasti sudah punya preferensi selera dan keinginan. Tapi yang pasti sih, utamakan memilih susu berdasarkan manfaat susu bubuk itu sendiri, kandungan nutrisi, dan tentunya rasa. Pastikan susu bubuk dengan kandungan omega 3 untuk otak, protein, dan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan perkembangan tinggi badan.

Ngaku aja deh ibu-ibu, di supermarket pasti ibu-ibu sering galau, pilih susu apa yaa yang cocok buat anak. Yang ini bilang terbaik, yang itu bilang paling lengkap, yang sana bilang nutrisi otak lebih penting daripada yang lain...arrgghh, yang mana dong? 

Sebenarnya, meski ini normatif, jawabannya akan tetap berpulang pada kebutuhan masing-masing anak dan preferensi keluarga. Misalkan, butuh susu untuk usia berapa tahun, si kecil mau minum susu langsung atau harus diolah jadi sajian tertentu, atau punya alergi apa tidak. Penting untuk mengenali terlebih dahulu jenis-jenis susu di pasaran dan bagaimana akan mengonsumsinya. 

Karena anak adalah konsumennya, maka selera mereka juga harus dipertimbangkan. Untuk rasa-rasa, hampir semua merek susu memiliki varian rasa yang menarik, umumnya strawberry, plain, dan cokelat. Tinggal pilih aja mana yang disukai, sayang kan kalau udah dibeli karena ibunya yakin, eh anaknya nggak mauu rasa ituu.... duuuh mau siapa yang minum itu susu bocah, masa emaknyaa T__T 


Pentingnya Kalsium untuk Anak

susu bubuk untuk anak
Roblox time!

Manfaat susu bubuk salah satunya adalah sebagai sumber terbaik kalsium untuk anak-anak. Selain untuk tulang dan gigi, kalsium berperan penting dalam pembentukan trombosit, mengatur kontraksi otot dan detak jantung. Kalsium adalah zat krusial yang kita butuhkan dari lahir hingga berusia lanjut. 

99% kalsium dari dalam tubuh kita berada di dalam tulang dan gigi. Kita membangun jumlah kalsium dalam tubuh sampai berusia 20-25 tahun. Pada saat itu, tingkat kalsium dalam tubuh akan mencapai massa puncaknya. 

The Institute of Medicine, telah  menentukan jumlah kebutuhan kalsium sesuai usia. Amannya, untuk orang dewasa dan anak di atas usia 1 tahun mengonsumsi kalsium setidaknya 2.500mg/hari. 

  • 1-3 tahun: 700 mg
  • 4-8 tahun: 1.000 mg
  • 9-13 tahun: 1.300 mg
  • 14-18 tahun: 1.300 mg
  • 19-50 tahun: 1.000 mg
  • 51-70 tahun: 1.000 mg
  • 71+ tahun: 1.200 mg
Oleh karena itu, kebutuhan kalsium pada anak merupakan hal yang prioritas dipenuhi. Sumbernya sendiri bisa dari produk susu (susu, keju, mentega), sayuran hijau, protein ikan, atau suplemen kalsium lainnya. Jangan lupa juga untuk memperoleh paparan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium lebih baik oleh tubuh. 

Memilih Susu Bubuk 

Susu bubuk dibuat melalui proses mengeringkan susu cair menjadi bubuk. Karena bentuknya bubuk, maka susu bubuk lebih awet dan tahan lama disimpan di suhu ruang. Selain itu, susu bubuk juga lebih mudah difortifikasi dengan zat gizi yang dibutuhkan anak untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan tinggi, tangguh, tanggap. 

Saya suka susu bubuk karena dia bisa juga dibuat olahan macam-macam, seperti campuran adonan kue, topping puding dan minuman, taburan smoothies, atau digado begitu saja nggak berasa tau-tau udah habis satu gelas. Buat musim belajar di rumah, ini asik banget dong karena selain jadi minuman wajib tiap pagi sebelum mulai belajar, cemilan-cemilan siang juga disajikan memakai asupan susu bubuk ini supaya tambah enak dan bergizi. 

Indomilk Susu Bubuk 


indomilk susu bubuk

Nah, ini dia...favorit susu bubuk untuk anak. Indomilk susu bubuk yang mengandung OptiNutri.  Indomilk susu bubuk untuk usia berapa sih? Idealnya, dikonsumsi oleh anak usia 5-12 tahun yah, karena terbuat dari susu segar pilihan yang memiliki nutrisi Omega 3, sumber protein, dan kalsium tinggi untuk membantu anak mencapai perkembangan tinggi, tangguh, tanggap ; tinggi secara fisik, tangguh menghadapi tantangan, dan tanggap menyerap pelajaran.  

Omega 3   >> DHA dan EPA membantu perkembangan sel-sel otak dan kesehatan jantung 
Protein      >> Membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh anak 
Kalsium    >> Membantu membentuk dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi 

kalsium untuk anak

Indomilk susu bubuk Optinutri punya tiga varian rasa; instan cokelat, instan, dan full cream. Ketiganya tersedia dalam kemasan kotak kardus 400 dan 800gr, dan kemasan sachet 27 dan 37gr.  

Bagi anak-anak saya yang usianya sudah di atas 5 tahun semua, susu bubuk Indomilk dapat dinikmati dalam berbagai cara. Kebetulan mereka nggak pilih-pilih rasa, apa aja mau. Kalau yang putih, dimakan dengan sereal, kalau yang cokelat diminum pagi-pagi untuk menambah energi.  

Indomilk memang punya produk susu yang paling lengkap, mulai susu bubuk, susu cair, kental manis, dan kami sekeluarga cocok dengan semuanya. 

Cara Penyajian Indomilk Susu Bubuk 

Menyeduh susu sepertinya mudah, tetapi ternyata ada tata cara yang benar agar nutrisi dan kandungannya tetap terjaga. Salah satunya adalah tidak menyeduhnya dengan air terlalu panas, melainkan cukup dengan air hangat saja. 

Selain itu, untuk menjaga rasa, ada takaran berapa banyak bubuk yang ditambahkan dan takaran airnya. Anak-anak saya suka banget yang cokelat, sehingga stok di rumah cepat habis karena yang cokelat takarannya 1 sendok lebih banyak daripada yang plain. 

indomilk susu bubuk


Berapa kali sehari minum susu yang baik? 

Masih ingat nggak tadi, Indomilk susu bubuk untuk usia berapa? Dalam situs WEBMD, konsumsi susu dapat memenuhi kebutuhan kalsium dan nutrisi yang dibutuhkan. Seperti halnya susu bubuk untuk usia 5-12 tahun ini, frekuensi yang terbaik mengonsumsi susu adalah dua gelas sehari. 

Jadi, nggak apa-apa dong kalau anak-anak pagi sudah minum, sorenya mereka minta lagi. Jangan dibatasin yaa :)