Tampilkan postingan dengan label Hallyu Wave. Tampilkan semua postingan

[Review Drakor] Beyond Evil, Drama Terbaik Baeksang Awards 2021

12 komentar

Review Beyond Evil

BEYOND EVIL (괴물)


Drama: Beyond Evil / Monster (literal title)
Revised romanization: Gwemul
Hangul: 괴물
Director: Sim Na-Yeon
Writer: Kim Soo-Jin
Network: JTBC
Episodes: 16
Release Date: February 19 - April 10, 2021
Runtime: Friday & Saturday 23:00
Language: Korean
Country: South Korea

Sebagai penonton Beyond Evil yang sukaaa banget sama ceritanya, saya bahagia BE bisa memenangkan penghargaan best drama di gelaran Baeksang Arts Awards 2021 kemarin. Fyi, Baeksang Awards ini semacam Oscar-nya South Korea ya. Jadi udah penghargaan paling bergengsi untuk industri hiburan Korea.


Bahkan, selain sebagai pemenang Baeksang kategori drama terbaik, BE juga menyabet piala aktor terbaik dan skenario terbaik. Beberapa pemain lainnya juga masuk nominasi untuk best supporting actor dan new actress. Kombinasi yang sungguh lengkap untuk menghasilkan sebuah tayangan drama yang berkualitas.

Sinopsis Beyond Evil

Awal episode dibuka oleh adegan dua orang polisi yang sedang patroli di ladang tiba-tiba dikejutkan oleh penemuan mayat yang badannya terkubur, sementara tangannya muncul ke permukaan.

Adegan selanjutnya kemudian berpindah ke suasana 20 tahun lalu di Manyang, sebuah kota kecil yang sepi dan tenang. Lee Dong Sik dan Lee Yu Yeon adalah dua saudara kembar yang sering dibanding-bandingkan orang tua. Dong Sik (Shin Ha Kyun) memang sikapnya tidak semanis Yu Yeon yang merupakan menantu idaman. Meskipun sikapnya tidak menyenangkan, Dong Sik bukanlah orang jahat.

Beberapa waktu kemudian, mayat seorang pemilik kafe ditemukan di ladang, bersamaan dengan hilangnya Yu Yeon pada suatu malam. Jari-jari Yu Yeon kemudian ditemukan berjejer di halaman rumah Dong Sik. Membuat ibunya histeris dan mengalami trauma sampai Dong Sik dewasa.

Adegan kembali ke masa kini, 20 tahun kemudian sejak kejadian hilangnya Yu Yeon. Lee Dong Sik adalah seorang polisi yang bertugas di polsek Manyang di kota Munju. Hidupnya sudah relatif lebih tenang, dia melakukan tugas-tugas patroli dengan baik dan mengenal dasar hukum pada setiap tindakannya.

Suatu hari, seorang detektif muda dari pusat mengaku dimutasikan ke polsek Manyang. Han Joo Won (Yeo Jin Goo) bukanlah polisi biasa, semua orang di polsek mengenalnya. Dia adalah anak calon Superintenden Kepolisian Korea (semacam komisaris jenderal kali ya?), yang sebelumnya bertugas di kepolisian urusan luar negeri.

Beyond Evil

Oleh kapolsek, Joo Won kemudian dipasangkan dengan Dong Sik. Meski tidak cocok dan bersikap dingin satu sama lain, mereka berdua melakukan tugas patroli sampai ke ladang dan menyelamatkan seorang lansia.
Yeo Jin Goo

Sepanjang tugasnya di Manyang, Joo Won selalu pasang muka masam dan hobi nge-gas. Selain mungkin karena dia orang kota dan OCD, hidupnya penuh prasangka dan menaruh curiga pada semua orang di Manyang.

Suatu hari, kasus pembunuhan berantai muncul lagi di Manyang. Polanya serupa dengan yang terjadi 20 tahun lalu pada kembaran Dong Sik, meninggalkan jejak potongan 10 jari yang disusun di TKP.

Dong Sik terusik. Dia mulai menggila lagi dan bertekad menemukan penjahat yang membunuh adiknya, sekaligus yang membuatnya difitnah 20 tahun lalu.

Berangkat dari kecurigaan yang berbeda, Dong Sik maupun Joo Woon melakukan pencarian dengan metodenya masing-masing. Salut banget sama implementasi yang dipakai kedua polisi ini dalam menginvestigasi. Semua dipikirkan dengan logis, sesuai ranah hukum.

Meski Dong Sik sering disalahpahami orang-orang sebagai polisi gila atau psikopat hanya karena emosional, dia menempatkan hal-hal sesuai dengan koridornya. Lee Dong Sik memang terlihat emosional, padahal ia paling rasional dibandingkan yang lain.

Joo Woon, sebaliknya, dia hampir nggak pernah terlihat senyum. Buat dirinya, menaruh asas curiga dan waspada pada semua orang adalah jalan terbaik baginya untuk tetap bersikap netral dan objektif.

beyond evil

Semua orang memang menyimpan rahasia masa lalu di Manyang tapi mereka saling menutupinya dengan rapat. Geng polisi Manyang - Munju, sering berkumpul di sebuah kedai makan. Meski saling menaruh curiga satu sama lain, mereka bersikap seolah tidak ada apa-apa.

Sampai akhirnya kebenaran terbuka satu per satu.

Dimulai dari tertangkapnya si pembunuh berantai di tengah-tengah episode, yang ternyata itu bukan akhir dari ceritanya. Dari situ terbukalah kasus-kasus lain sedikit demi sedikit, saling berkaitan, dan berakar pada suatu kejadian yang melibatkan orang-orang penting. Singkatnya, suatu kejahatan kecil bila ditutupi dengan kejahatan lain dengan terstruktur dan sistematis makan akan menjadi sebuah lingkaran setan yang tidak berujung.

Pada ending-nya, semua orang mendapat ganjaran atas perbuatannya. Hukuman diberlakukan sesuai kesalahannya. Cacat di tubuh lembaga penegak hukum diberantas. Supremasi hukum mendapat wibawanya.

Apa yang Menarik?

Drama ini bukan semacam serial killer ala psikopat sih, yang sepanjang durasi dari awal sampai ending kita menebak-nebak siapa pelakunya. Sebenarnya clue-cluenya sudah dilihatkan dari setiap episode, kita tinggal merangkai dan ikut gemes karena pihak-pihak yang terlibat sulit tersentuh hukum.

Berbeda dengan drama topik revenge ala Taxi Driver atau Vincenzo yang cenderung tidak percaya lagi dengan hukum, dalam drama ini kita diedukasi untuk mempercayakan penyelesaian konflik kepada hukum.

Kalau ada polisi setegar Dong Sik dan Joo Woon dalam menegakkan hukum, masyarakat pasti akan merasa sangat terlindungi. Karena dalam konstitusi, semua orang posisinya sama di depan hukum, tidak ada satupun warga negara yang kebal hukum.

Baeksang Arts Awards 2021

Kita bisa belajar pada Joo Woon, bahwa insting seringkali benar adanya. Tapi sebagai penegak hukum, dia harus bisa membuktikan kecurigaannya dengan cara yang dibenarkan secara hukum juga.

Saluuuuttt banget pokoknya sama kedua polisi ini yang bertindak sesuai kewenangannya. Dong Sik boleh ngamuk pada pelaku pembunuhan adiknya, tapi bagaimanapun dia sangat marah, dia mengikuti logika hukumnya dan bisa memanfaatkan kesaksian tersangka untuk menuntun petunjuk ke kasus lainnya.

Aktor Bintang Lima

Shin Ha Kyun boleh jadi bukan oppa-oppa yang sering seliweran di explore Instagram kita. Mungkin juga ada yang baru dengar namanya kali ini, padahal dia mantannya Kim Go Eun loh.

Shin Ha Kyun emang lebih sering main film, dan minim skandal/sensasi jadinya nggak banyak dibicarakan. Meski nggak se-good-looking oppa-oppa yang sering menghiasi layar hape kita, aktingnya, beuh... nggak main-maiiinn... sampe mau nangis akuuu.

shin ha kyun

Karakter Dong Sik yang berubah-ubah dari senyum, marah, ekspresi datar sampai menyeringai menakutkan, semua bisa dilakukan dalam hitungan detik aja. Pas lagi marah juga matanya ikutan merah, totalitas banget! 

Permainan ekspresi ini yang bisa membuat emosi penonton ikut terlibat dan membuat nggak bisa menyingkirkan kecurigaan bahwa Dong Sik memang pelaku kejahatan yang dituduhkan.


Nggak ada scene tebar-tebar pesona, tak ada chemistry dengan lawan jenis, nggak juga ada kesempatan buat eksplor ketampanan. Semua tentang kualitas akting dan karakter yang dimainkan dengan sangat baik. He really deserves that honorary award.

Selain SHK, ada Yeon Jin Goo yang jadi partner mainnya yang juga menunjukkan kualitas akting yang semakin meningkat. Banyak yang bertanya kenapa YJG nggak masuk nominasi, tapi sungguhlah empat nominasi lain juga udah ketat banget; ada Lee Joon Gi, Kim Soo Hyun, Uhm Ki Joon, dan Song Joong Ki.


Mudah-mudahan YJG tahun depan bisa masuk nominasi ya, karena saat ini dia sudah naik kelas dan belajar banyak dari seniornya.

Aktor pendukung yang masuk nominasi, Choi Dae Hoon juga sebetulnya bagus. Dia bisa memerankan Park Jong Jae, si anak mami berusia 41 tahun yang sedikit terganggu kejiwaannya. Kalau di BE, peran dia ini bikin kzl tapi kasihan juga.

choi dae hoon
Tapi nominasi lawannya adalah Oh Jung Se, yang aktingnya sebagai kakak autis di IOtNBO nggak diragukan lagi. Ya susahlah ya, tapi artinya kualitas akting Dae Hoon juga layak diperhitungkan.


Skenario Paling Masuk Akal

Memenangkan tropi best drama screenplay, plot twist dan storyline BE emang udah baguuusss banget. Semua logis, runut, dan punya nilai-nilai positif yang bisa jadi pelajaran buat penontonnya.

Sesungguhnya, drama-drama pemenang Baeksang seringkali bukan drama yang populer dengan rating tinggi sih. Begitu juga tahun lalu, drama yang menang adalah Hot Stove League yang dari segi kepopuleran jelas kalah jauh sama Crash Landing on You.

Entah gimana cara penilaian Baeksang, tapi kayanya the winning drama itu selain entertaining, harus punya sisi nilai moral dan society-education yang kuat agar karya seni tidak sekadar hiburan aja bagi penontonnya.

Buat yang senang dengan drama-drama psychological thriller, law, crime, saya rekomendasikan Beyond Evil buat ditonton. Yakin nggak bakal membosankan karena kita bakal dibuat mikir di setiap episodenya. Music scoring-nya juga bagus, membangun suasana yang tenang tapi sesungguhnya mencekam.

Aman dari scene berdarah-darah kok, dalam artian, di sini tuh aluuuss banget penggambaran adegan kriminalnya. Lebih fokus pada penegakan hukum dan penyelesaiannya. Tinggal siapkan aja pikiran yang segar supaya bisa mencerna, hehe. 

Selamat menonton! 

Jang Man Wol, Inspirasi Sajang-nim Favorit

31 komentar
Senang sekali bisa nulis tema drakor lagi di tengah-tengah nonton ongoing dalam dark mode saat ini. Udah dua tahun langganan dan nonton drama Korea di aplikasi Viu adalah keputusan tepat buat mengisi me time setelah menjalani hari yang mumet di rumah aja. 

Nah nggak kerasa juga sudah akhir Maret ya, April bulan depan biasanya digaungkan soal women-empowerment, jadi pengin ngobrolin juga soal tokoh perempuan favorit di drama Korea nih.

Kebanyakan orang berasumsi kalau fans drakor menonton hanya untuk segerin mata dengan melihat oppa. Makanya produsen drakor sadar betul dengan hal ini, banyak adegan-adegan yang didramatisir untuk mengeksploitasi sisi visual dari aktornya. Well, ini nggak salah. Tapi faktor tersebut hanya satu dari sejuta alasan menonton drakor dong, ya nggak? 

Nyatanya, saya sering kagum dan bahagia juga jika ada tokoh perempuan drama Korea yang digambarkan punya karakter yang keren, progresif, tambah didukung dengan storyline yang kuat.. rasanya ingin masukin ke daftar girl crush aja deh!

Meskipun begitu, seringnya karakteristik umum tokoh perempuan dalam drakor digambarkan sebagai seseorang yang cantik, manja, dan a bit clumsy. Tapi enggak dengan girl crush yang mau saya ceritakan ini doong… Nggak cuman cantik dan elegan, tapi punya personality yang strong and struggle.

nonton drama Korea di aplikasi Viu
Perkenalkan: Jang Man Wol (CEO Hotel Del Luna) 

Jang Man Wol (Hotel Del Luna)

Man Wol berarti bulan purnama. Cadass dan badass. 

Drakor Hotel del Luna bercerita tentang sebuah hotel yang berlokasi di Myeong-dong, Seoul, untuk tempat transit arwah-arwah yang masih “ada urusan” di dunia. Pemilik hotel ini adalah perempuan yang bergaya hidup glamour tapi kesepian bernama Jang Man Wol (IU) -- anggota kelompok bandit era Goguryeo di kehidupan masa lalunya.

Jang Man Wol yang terjebak di dunia antara, tidak menua juga tidak mati, merasakan sakit dan perihnya nasib saat harus melepas tamu-tamunya ke akhirat. Tamu-tamu yang akhirnya bisa tenang melangkah ke kehidupan selanjutnya setelah urusan di dunianya selesai. Mereka pergi ke terowongan menuju akhirat dengan wujud terbaiknya. 

Sementara itu, Man Wol masih terikat pada Pohon Bulan yang menentukan hidup dan matinya.


Mengingat dosa-dosa dan kepahitan di kehidupan sebelumnya, Man Wol dengan tabah menjalani kutukan yang tak berakhir selama ribuan tahun menjadi CEO Hotel Del Luna yang melayani kebutuhan orang-orang mati. Apalagi di masa lalu, cintanya kandas pada seorang prajurit Yeongju dengan dibalut kebencian. 

Dalam kelam hidupnya, dia kemudian hidup menjadi seseorang yang berhati dingin, minim empati, dan emosional. Dia sendiri bahkan tidak yakin, apakah dia itu masih manusia atau arwah hidup karena hatinya sudah sedemikian beku.

nonton drakor di Viu
sajang-nim beserta staf hotel saat menyambut Raja Joseon

Nah, karakter Man Wol sebagai bos ini unik banget menurut saya. Jang sajang-nim yang galak, membawahi para staf hotelnya yang (diceritakan) cuman 4 orang itu dengan kharismatik. Man Wol dikenal sebagai orang yang berapi-api, mudah marah, dan kerap meluapkan emosinya dengan ekspresif. Ketika ada hal-hal yang tidak disukai atau di luar harapannya, dia akan bereaksi saat itu juga dengan melempar barang atau bertindak impulsif tanpa banyak berpikir. 

Beruntunglah, orang-orang di sekitar Man Wol seperti Kim sunbae dan Ny. Choi memahami karakter Man Wol sejak lama dan bersedia dengan tulus selama ini jadi bumper kelakuan bosnya.

From Cold to Warm-hearted Jang Man Wol

Kebekuan hatinya lambat laun luluh saat Man Wol membuka hatinya pada manusia bernama Goo Chan Song (Yeo Jin Goo), manajer hotel yang bekerja di Hotel Del Luna karena utang budi ayahnya. 

Dengan merasakan cinta, Man Wol perlahan-lahan mengalami progres dalam hidupnya menjadi lebih baik, setidaknya dia sudah mau mendengar dan memahami orang lain. Kemajuan hati ini divisualisasikan dengan manis oleh tumbuhnya dedaunan baru dari Pohon Bulan yang selama ini kering tak bertunas.


Ikut bahagiaaaaa liatnya 💓💓💓

Adegan mengharukan saat dia ngasih waktu buat arwah sopir truk meminta maaf pada seorang ayah dan anaknya yang pernah dia tabrak. Awalnya kita akan mengira Man Wol nggak akan ngasih kesempatan, tapi ternyata dia membiarkan peristiwa itu terjadi sehingga kita yang menonton pun ikut merasa lega, dan ikut bahagia telah tumbuh kepekaan dalam diri Man Wol.

Meski terkesan cuek, Man Wol juga bela banget sama orang-orang di sekitarnya. Sewaktu novel Kim Si Ik (nama semasa hidupnya Pak Kim), akan diterbitkan secara publik yang berpotensi mempermalukan nama baiknya, Man Wol langsung bertindak cepat dan strategis menyelamatkan reputasi Kim sunbae. Dalam sikap dinginnnya, Man Wol membuktikan ada sisi-sisi hangat dari dirinya yang kerap kali disalahpahami orang lain. 

lee ji eun

Bagi orang kebanyakan, karakter seperti Man Wol ini mungkin akan terasa terlalu bossy, galak dan keras. Tapi sungguhlah perempuan itu mesti kuat menghadapi kerasnya dunia. 

Orang bijak berkata, keraslah kamu pada dirimu, maka dunia akan lebih lunak kepadamu. Lunak artinya saat masalah-masalah datang pada hidup, kita jadi bisa menaklukannya karena sudah terbiasa keras terhadap diri sendiri. Sebaliknya jika kita terlalu lunak terhadap diri sendiri, maka sekali ditempa masalah, kita bisa semakin hancur.

Fashion Style ala Jang Man Wol

Dalam hal yang berbeda, sosok Jang Man Wol juga bikin gemas dengan selera fashion dan gayanya yang keren. Bajunya bagus-baguuuusss, cocok sama tiap karakter yang ditampilkan dan dibawakan dengan apik sama IU, fit to her style. 

Bahagia deh kalau dapat paket lengkap gini : idolain karakter tokohnya + aktris pemerannya. 

Lagipula, cuma Jang sajang yang berani OOTD pakai legging macan dengan pedenya. Couple-an pula sama outfit macan punya Goo Chan Song (dipaksa pakai pastinya). 

nonton drakor di Viu
aauumm!!

Beberapa kali Man Wol juga mempesona kita dengan senyum jahil yang mengintimidasi, kontradiktif dengan tingkahnya yang kocak dan berbinar-binar saat agenda menjajal tempat makan baru. 

Yang terpenting adalah she’s so bold! Pendirian yang kuat dan percaya diri tuh bikin seorang perempuan semakin shining, shimmering, splendid. 

Man Wol tahu betul bahwa untuk menebus tumpukan dosanya, dia harus banyak berbuat baik dan menjadikan dirinya berguna buat orang lain. Tapi, bukan sajang-nim kalau nggak membahagiakan diri dengan berfoya-foya dengan koleksi perhiasan dan mobil mewahnya (mumpung masih hidup di dunia) 😎 



She has style!

Jang Man Wol juga bukan perempuan yang manja dan mudah putus asa ketika seolah tidak ada jalan keluar dia bisa mengakhiri permasalahan hidupnya. Kalau kita suka mengeluh saat menjalani satu masalah berasa menderita seribu tahun, maka Man Wol benar-benar literally bermasalah selama ribuan tahun lamanya. Namun dia tetap tegar, menyembunyikan kepedihannya dengan memasang tameng self defense mechanism, dan tetap hidup dengan elegan.

Oh iya, buat chingu deul yang punya peran di publik sebagai pemimpin atau CEO suatu usaha jasa, sebagai CEO hotel yang berpengalaman selama ribuan tahun, Jang Man Wol berpesan pada pemirsa untuk mendengarkan masukan pelanggan dengan baik dan jadilah CEO hotel yang berhati hangat :)


Pada akhirnya, ketegaran dan ketabahan Man Wol berbuah manis. Oleh Dewa, dia mendapat kesempatan untuk memperbaiki hidupnya dengan aneka pengalaman dan pelajaran hidup yang didapat selama 1300 tahun :)

Tokoh Perempuan dalam Drama Korea

Selain Jang Man Wol, ada banyak juga tokoh perempuan hebat dalam drama Korea yang mengusung tema women-empowerment. 

Katakan saja perempuan-perempuan tangguh dalam Search:WWW, Sekretaris Kim seorang pekerja keras yang jadi tulang punggung keluarga, ibu tunggal Go Ae Rin yang sukses jadi intelijen di Terius Behind Me, Na Jung Sun yang tegar dalam VIP, the fighter Dong Dong Joo dalam Tale of Nokdu, dan detektif Cha Ji Won dalam Flower of Evil.

Tidak hanya sosok perempuan dengan kepiawaiannya dalam pekerjaan, Ma Jin Joo, ibu rumah tangga biasa yang hanya ingin mempertahankan rumah tangganya dalam drama Go Back Couple juga adalah bukti bahwa perempuan memiliki kehendak dan andil dalam suatu hubungan. 

Lead female punya porsi sama besarnya dengan lead male dalam membangun kesuksesan sebuah drama. Apakah aktris yang membawakannya, atau karena karakter tokoh itu sendiri, perempuan dapat menjadi lead yang membuat ceritanya jadi lebih hidup dan punya sentuhan personal.

Nonton Drama Korea di Viu



Kalau chingu deul mau lihat kiprah Jang Man Wol dalam mengelola hotel hantu, atau mau merasakan ketegangan Cha Ji Won dalam mengungkap kasus pembunuhan yang melibatkan suaminya, nonton drama Korea di aplikasi Viu aja dan nikmati aneka genre drakor yang bisa ditonton secara gratis.


Biaya berlangganan Viu juga terbilang murah. Hanya 110.000 aja selama 6 bulan, atau nggak nyampe 20 ribu per bulannya! Cukup download aplikasi Viu di Google Play/App store, register, dan pilih metode pembayarannya sesuai keinginan.

Hari giniii masih nonton ilegal? Yang legal-legal ajalaah, udah murah juga kok. Malahan lebih puas nontonnya karena tayangan di Viu punya kualitas gambar yang baik dan subtitle yang akurat nggak asal-asalan, dan tentu aja BEBAS IKLAN. 

Dijamin deh, di rumah aja jadi nggak berasa membosankan karena ada Viu yang jadi penyelamat. Drakoran teroooss tiap hariii.... 

langganan aplikasi Viu
Terakhir, perempuan adalah sosok yang punya stok kasih sayang yang tidak terbatas. Kasih seorang ibu pada anak-anaknya membuktikan bahwa cinta tak bisa dibagi, tapi terus bertambah. Namun perempuan juga punya hak dicintai, bahkan dengan dicintai saja cukup untuk membuat seorang wanita berdiri tegak menjalani hari-harinya yang berat. 

Seperti ballerina Yeon So dalam Angel Last Mission bilang, “goodbyes are painful, but it was worth it because she was loved completely.”

Menjelajah Warisan Kerajaan Korea

28 komentar
Sore kemarin, saya ikutan event Korea Culture Day edisi Februari bertajuk “Perkenalan Warisan Kerajaan Korea” yang diadakan Korea Cultural Center Indonesia. Seperti biasanya, event KCCI selalu menarik untuk diikuti, dan tema kali ini sungguh gue banget makanya nggak mau ketinggalan.

Flyer event dari @KCC.ID

Bekerja sama dengan National Palace Museum of Korea, event ini menghadirkan Mr.Kim Chung Bae, salah satu kurator museum yang siap berbagi dan memperkenalkan warisan kerajaan Korea sekaligus memamerkan koleksi yang ada di museum. Meski Mr.Kim berbicara pake bahasa Korea, penerjemah dari KCCI dengan lancar mengalihbahasakannya sehingga kami bisa mengikuti dengan baik dan mudah dipahami.

Kamipun berasa benar-benar diajak berkeliling museum menyelami masa kerajaan di Korea.

National Palace Museum of Korea, di Seoul

National Palace Museum of Korea sendiri dibangun tahun 2005, jadi saat ini sudah berdiri selama 15 tahun di mana terdapat sekitar 50 ribu aset kekayaan kerajaan di museum ini. Dengan staf yang berjumlah 120 orang, barang-barang peninggalan zaman dinasti Korea terawat dan terdokumentasikan dengan baik di sini.

Kalau mau bereksplorasi via websitenya, bisa klik National Palace Museum Of Korea. Atau kalau jalan-jalan ke Korea, bisa mampir ke museum, lokasinya dekat dengan istana Gyeongbokgung yang terkenal itu.

Dinasti Joseon dan Warisannya


Mr. Kim mengawali ceritanya tentang peninggalan-peninggalan dinasti Joseon di Korea. Diketahui bahwa yang mendirikan dinasti Joseon itu adalah Lee Seong Gye (Yi Seong Gye), atau yang bergelar Taejo Wang Geon pada tahun 1392. Dinasti ini berlangsung sampai tahun 1910, sebelum masa aneksasi dari Jepang.

Ibu kota Joseon adalah Hanyang, bahasanya memakai Bahasa Korea, sedangkan tulisannya menggunakan baik hanja dan hangeul. Jika kita bandingkan era Joseon dengan era sebelumnya, yaitu Goryeo, bisa dilihat pada gambar kedua guci ini:

guci Goryeo vs Joseon

Motif kiri, yaitu guci zaman Goryeo, dominan dengan warna biru. Karena di masa itu, biru adalah warna kebangsaan, sedangkan bangsawan adalah merah.

Motif yang kanan, adalah guci zaman Joseon yang cenderung lebih praktis dan sederhana. Sehingga mereka memilih warna putih sebagai latar belakang motifnya.

Agama kedua zaman ini juga berbeda, Goryeo itu Buddha, sedangkan Joseon itu menganut konghucu/confucianism

Raja-raja Joseon



Raja pada masa Joseon memiliki kekuasaan mutlak dari sejak lahir, yang istilahnya dimandati kekuasaan oleh langit. Meskipun begitu, mereka memiliki kewajiban sebagai raja untuk melayani para rakyat.

Agar raja dapat melaksanakan tugasnya, maka sejak kecil raja-raja ini mendapat pendidikan yang baik. Menulis, membaca, literasi, kesenian, seni pedang dan bela diri, sehingga diharapkan raja bisa mengayomi seluruh aspek kehidupan rakyatnya. Mereka belajar dengan giat dan keras, nggak mudah jadi raja di masa itu. Mereka sungguh-sungguh mempersiapkan dan dipersiapkan menjadi seorang raja sedari kecil.

Kita bisa lihat juga sih dari drakor-drakor, waktu di Moon Embracing The Sun, Lee Hwon muda sebagai calon raja disibukkan dengan berbagai kelas dan pengajarnya pun dipilih dari para cendekiawan nomor satu. Bagaimanapun “kekanak-kanakannya” raja di masa remaja, dia nggak bisa lepas dari kewajiban belajar skill-skill tersebut.

Tapi, meskipun mereka pemimpin dengan kekuasaan mutlak, seringkali terjadi konflik dengan para bawahannya (lagi-lagi sering terlihat di drakor, di mana para pejabat punya agenda sendiri di balik raja).

Panggilan untuk Raja

Seperti yang kita tahu, panggilan untuk raja berbeda-beda sesuai tingkatannya. Jika orang berbicara langsung dengan raja, mereka memanggil jon-ha yang artinya Yang Mulia. Sedangkan orang-orang di bawahnya, kecuali ibu suri, memanggilnya chu-sang.

Raja bijaksana yang paling terkenal di Joseon adalah Raja Taejo. 

Taejo of Joseon

Barang-barang Warisan Joseon di Museum Nasional Korea

Tirai Lipat

Tirai lipat (folding screen) pada zaman Joseon lazim digunakan untuk menutup sesuatu di ruangan dan sebagai hiasan. Selain soal fungsi, tapi ada arti pada setiap gambar di tirai lipat.


Pada tirai ini ada gambar matahari dan bulan, 5 gunung, laut berombak, dan pohon pinus. Kesemuanya menyimbolkan gambaran alam semesta yang mendukung raja Joseon. Gambar ini juga manyiratkan harapan agar raja selalu memiliki harkat dan martabat. Kemanapun raja bergerak atau pergi, tirai ini ikut dibawa.

tirai yang berisi gambaran formasi militer

Kursi Raja

Ini kursi raja, bisa dilihat sekitarnya banyak ornamen naga.
Naga = raja, disebut Yeongsan (kursi naga).


Stempel Kerajaan


Ini stempel raja, dilapisi emas/perak atau dari batu giok. Ada stempel lain juga selain kura-kura. Bentuk kura-kura pada stempel menggambarkan filosofi panjang umur dan memiliki arti bahwa orang yang memegang (kekuasaan) stempel tersebut harus bertanggung jawab.

Potret Raja Joseon

Ini potret-potret raja, yang dilukis oleh perkumpulan Dohwaseo. Sedikit tentang dohwaseo, atau Royal Beaurau of Painting, di bawah supervisi Yejo (Kementerian Ritual, Edukasi, dan Hubungan Luar Negeri). Ini adalah biro administrasi Joseon yang khusus bertugas menggambar, melukis, atau memvisualisasikan sesuatu sesuai permintaan biro lainnya di Joseon.

Lukisan raja-raja Joseon (tebak raja siapa aja?)

Ini kenapa, manuskrip potret raja-raja Korea sampai saat ini terdokumentasikan dengan baik karena memang ada para seniman yang bertugas khusus mengerjakannya. Sungguh sesuatu yang sangat visioner karena jadi bukti otentik sejarah di masa depan.

Di atas, adalah potret Raja Cheoljong (paling kanan), iya, Cheoljong yang di Mr.Queen itu. Para pelukis di Dohwaseo tidak hanya mengekspresikan apa yang terlihat di mata, tapi juga di dimensi lain dari para raja ini (dunia roh).

Catatan para Raja

Raja di Joseon diampu oleh seseorang yang punya banyak skill, mulai menulis, menggambar, berperang, dan kesenian. Maka dari itu, mereka terbiasa menuliskan kembali apa yang mereka pelajari, apa yang mereka lakukan selama memerintah, dan mengabadikannya dalam beberapa buku catatan.

Beneran jadi inget 100 Days My Prince akutuuu.. karena dengan kebiasaannya menulis diary, si pangeran jadi punya catatan sejarah otentik yang bisa menggambarkan keadaan masa itu.


Catatan kompilasi ritual militer Joseon



Ilseongnok, Catatan Raja Jeongjo (1776-1800) 

Dengan adanya catatan para raja ini, harapannya para penerus raja yang masih kecil akan mengambil pelajaran dari tulisan-tulisan raja sebelumnya tentang politik, berstrategi, mengatur pemerintahan, dan lain-lain dan menjadi raja yang lebih baik lagi ke depannya.

Istana Kerajaan

Ini adalah istana Gyeongbokgung yang terkenal dan sudah jadi tempat wisata di Korea. Raja Taejo yang menyuruh membangun istana Gyeongbokgung, kemudian raja-raja setelahnya membangun istana-istana lain seperti Changdeokgung, Deoksugung, dll.

Gyeongbokgung saat musim dingin

Ada dua bangunan (bukan istana), tapi fungsinya penting yaitu Sajik dan Jongmyo. Sajik adalah tempat suci untuk melakukan ritual kepada para dewa-dewa, sedangkan jongmyo adalah tempat ritual untuk menghormati para leluhur (atau arwah raja-raja sebelumnya).

sajik

Di tempat-tempat ritual ini, raja melakukan ritual untuk keberhasilan panen, atau meminta hujan dengan kostum berbaju putih (seperti yang dilakukan Wang So di Moon Lovers). Kemanapun raja pergi, sajik dan jongmyo harus dibuat. Sekuat-kuatnya seorang raja, dia harus patuh membuat ritual untuk arwah leluhur dan dewa.

Wang So memanggil hujan dalam Scarlett Heart Ryeo 

Istana sendiri, di masa itu, tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal raja saja. Tetapi juga sebagai tempat berpolitik, kerja, hidup, beranak-pinak, dan sebagainya. Ratu dan para selir tinggal terpisah dengan raja, itu kenapa mau ketemu aja harus janjian, karena bisa saja di istana seluas itu selisihan jalan :)

Bangunan istana dilapisi dari tanah yang dibakar (seperti genting). Ada 4 musim di Joseon, yang mana membuat artistekturnya mengikuti apa yang dibutuhkan pada musim itu sendiri.

Unsur-unsur arsitektur yang paling penting di istana adalah lantai yang terbuat dari kayu yang hangat, dan cerobong asap yang akan menghangatkan seluruh istana pada saat musim dingin.

dancheong
dancheong

Dancheong, adalah metode dekorasi tradisional dengan corak yang terdiri dari 5 warna mewakili penjuru mata angin; biru (timur), putih (barat), merah (selatan), hitam (utara), dan kuning (tengah).

Ini peta Hanyang, ibu kota Joseon. Dicetak di atas papan kayu. Bagian orange kiri Sajik, kanan orange jongmyo. Di tengah adalah istana, dengan istana-istana lainnya (wah maaf bagian gambar ini lupa kesave).


Ini adalah lukisan tentang Hanyang. Istana Changdeokgung ini adalah istana paling cantik. Di dalamnya ada taman yang hanya bisa dinikmati oleh raja.

Secret Garden

Konon, istana Gyeongbokgung sering mengalami kebakaran, karena sangat kuat dengan energi dari unsur api. Untuk meredamnya, mereka menggunakan jimat-jimat yang berkaitan dengan energi air, termasuk naga air. 

joseon
jimat air untuk menangkal energi api

Warisan Keluarga Raja Joseon

Keluarga kerajaan dirawat dengan baik oleh dayang-dayang istana. Baju dan aksesoris keluarga raja ini memiliki corak antik dan mewah, yang melambangkan kemakmuran untuk raja.

Termasuk juga perabotan dan ornamen mewah yang melambangkan jiwa mulia dan martabat seorang raja.



Bunga peony dan phoenix pada baju ratu melambangkan kekuasaan dan kemakmuran. Bagian emas ini dicetak dengan emas asli, bagian dalamnya dijahit menggunakan jarum terbaik dengan jahitan yang teliti. Semuanya dibuat dari kain sutra. Gaun pengantin ini terbuat dari sutra, pola sentralnya tetap pada bunga peony.



Sedangkan jepit rambut atau tusuk konde (binyeo) juga melambangkan hal tertentu. Misalnya, hanya ratu yang boleh memakai binyeo bermotif naga.

Lalu ada lagi kantung kecil yang digunakan oleh ratu dan para putri, yang berfungsi sebagai dompet, dihiasi permata, dibuat dengan cara disulam.

Perabotan-perabotan indah disimpan di kamar atau ruangan raja. Bunga peony artinya keberuntungan, makanya di istana raja banyak ruangan dengan hiasan peony.

inkstone

Ini salah satu alat tulis kerajaan, yaitu plat tinta untuk raja menulis. Karena ditujukan untuk dipakai oleh raja, maka setiap bagiannya dihias-hias oleh kulit kerang yang dirangkai.

Era Kekaisaran Korea

Pada masa kekaisaran korea, mulai datang kebiasaan dari barat. Bukan bunga-bunga peony lagi tapi bunga dari plum (maehwa). Bunga ini melambangkan keluarga Lee dari Jeonju.

Setelah era Joseon berakhir menjadi kekaisaran, mobilitas mereka sudah mulai memakai mobil pada tahun 1918 (mobil merek GM, buatan Amerika).

Di istana, raja sering mengadakan perayaan, baik ketika cucu raja lahir, mencapai usia dewasa, naik tahta, atau menikah, ulang tahun ke-60, dll selalu ada pesta perayaan besar-besaran. Di pesta itu diadakan acara musik, tari, makanan mewah yg meriah. Biasanya di pesta-pesta begini para bawahan juga ikut datang memeriahkan pesta, tapi kadang terlalu banyak minum dan bersenang-senang membuat mereka sering melakukan kesalahan dan dapat hukuman.

Selain itu, ratu juga adalah entitas yang punya kewajiban yang paling tinggi, yaitu melahirkan anak laki-laki, yang merupakan kebahagiaan negara. Maka, ketika royal baby boy lahir, akan dirayakan besar-besaran dengan bagi-bagi makanan ke rakyat, memberikan keringanan hukuman (asimilasi) bagi para tahanan, dll.

Teknologi era Joseon

Banyak penemuan di era Joseon, seperti alat ukur untuk menentukan berat dan volume. Mereka juga membuat jam matahari, kompas, penggaris tembaga, dan mereka juga menggambar konstelasi langit, senjata cakram/granat yang meledak.

technology joseon

Joseon secara paksa dianeksasi Jepang, yang sempat ada kejadian tragis yaitu kematian ratu Myeongseong (istri kaisar Gojong). Saat ini, ada campur aduk rasa pada masyarakat Korea, pertama kekecewaan karena dinasti Joseon tidak kompeten untuk menghancurkan Jepang ; kedua kasihan karena tragisnya terbunuhnya ratu terakhir Joseon.

Namun, kebudayaan dan peringatan peristiwa selama masa dinasti masih ada di darah orang Korea modern sekarang. Jadi, menurut Mr.Kim, jika Anda ingin mengerti masyarakat Korea modern, anda harus mengerti dahulu apa yang terjadi di masa lalu.


suasana pesta setelah pengaruh barat datang

Joseon berubah jadi kebarat-baratan sejak pelabuhan dibuka di mana banyak kapal penjelajah dari Barat datang ke Joseon. Saat itu pula, pengaruh katolik masuk ke Joseon (seohak) sekitar abad ke 18 dan kemudian mengubah banyak aspek kehidupan di Joseon.

Nah, begitulah sesi jalan-jalan kita menjelajah Joseon bersama Mr.Kim dari National Palace Museum of Korea. Seru bangeeetttt, meskipun hanya via Zoom, berasa bener-bener diajak menjelajah waktu sampai satu jam nggak kerasa dan nggak sempat bertanya. Padahal saya ingin tanya juga untuk era dinasti sebelum Joseon bisa lihat koleksinya di mana.

Ada banyak drakor dengan latar belakang era Joseon yang juga mengandung real story. Bagus juga sih kalau sejarah dibuat semenarik begini, saya yakin generasi muda pun nggak akan abai terhadap sejarah bangsanya sendiri.

Sampai jumpa lagi di penjelajahan berikutnya!

Saengil Chukha Hamnida, Drakor Class!

Tidak ada komentar
Seperti yang pernah saya singgung sedikit di tulisan Hari Bloger kemarin, kali ini dengan bahagia saya mau nulis tentang blog Drakor Class yang hari ini lagi anniversary bulan pertama! 

Saranghae, saengil chukha hamnida, Deurakor Keullaseu!!


drakor class

Berawal dari KLIP 

Nah, sebelumnya saya ceritakan dulu tentang aktivitas Kelas Literasi Ibu Profesional (KLIP) yang merupakan cikal bakal munculnya DrakorClass ini. Saya gabung KLIP sejak 2019 (sebelumnya bernama One Day One Post 99 Days), di sini kami punya challenge literasi yaitu konsisten menulis minimal 10 hari selama sebulan, dengan setoran minimal 300 kata. 

Jadi, karena kegiatan dari KLIP ini terbuka untuk kalangan umum siapa saja yang mau ikut, maka partisipannya banyaakkk sekali dari berbagai penjuru dunia yang ingin set the goal untuk konsistensi menulisnya masing-masing. KLIP juga punya Whatsapp Grup, optional untuk orang-orang yang senang berkumpul, saling memotivasi atau mencari inspirasi dari tulisan teman-teman lain. 

Yak, di WAG inilah, interaksi dan engagement sesama member terbangun. Awalnya dari iseng aja beberapa member sering nyeletuk dan berbagi tontonan drama Korea yang sedang atau pernah ditonton. Selain ceritanya, kami juga bahas hal-hal lain yang berhubungan dengan Korea itu sendiri seperti kpop atau kuliner dan lain-lain. Lalu, seiring anggota kelas bertambah di tiap trimesternya, maka bertambah juga teman-teman yang punya interest dan ikut bergabung mendiskusikan hal yang sama. 

Kalau sudah ngomongin drama Korea yaaa, terlalu seru sampai suka nggak inget waktu.. apalagi kalo disambi nungguin drama on-going tayang tengah malam. Aliran chatnya ramaaaiii sekali, macam 'merusuh' di grup aja. 

Playground Drakor & Literasi


Setelah beberapa waktu, kami minta izin mendirikan unit grup khusus Drakor & Literasi untuk mengadakan tantangan menulis 30 hari dengan tema-tema seputar Korea. Tentu saja nggak gitu sulit bagi kami yang sudah dasarnya senang nulis, diberi tema bahasan kesukaan. Hasilnya ya bukan kaleng-kaleng...

Setelah periode tantangan pertama selesai, kami merasa perlu pemantik lebih lanjut untuk mendukung tulisan-tulisan bertema drama Korea. Karena sudah ada di grup dengan peminatan sama, maka nggak ada lagi rasa sungkan untuk mengeluarkan ide-ide ‘gila’ dalam menuangkan kesukaan kami pada hal yang lebih besar lagi. 

Tanggal 10, bulan 10 tahun 2020, situs Drakorclass.com  launching sebagai bukti keseriusan kami berdua puluh menggarap hobi yang produktif. Situs ini lahir dengan perencanaan yang cepat tapi cukup matang. Salut banget memang sama para kontributor, semangat dan keseriusannya patut dapat apresiasi jempol dua puluh. 

Kami garap blog ini juga nggak sekadar punya-punyaan, tapi juga dilengkapi sama domain dan hosting dot com, lay out dan template yang SEO friendly, plus penambahan plug in-plug in yang bisa mem-boost blog kami jadi terdepan di situs pencarian. 

Kami juga melengkapi properti dengan sosial media Instagram, Twitter, Facebook Page, dan Youtube Channel (belakangan merambah ke TikTok juga). Semua sudah siap begitu blog diluncurkan. Tujuan adanya sosial media ini kurang lebih untuk menjaring pasar dan berinteraksi dengan para pembaca. 

Sesuai harapan kami atas hadirnya blog ini; jadi referensi pecinta drama Korea sekaligus sebagai playground tempat bersenang-senang menulis apa saja tentang kesukaan kami.  

Target kami awalnya nggak muluk-muluk, satu orang bisa menulis satu kali sebulan saja sudah cukup memenuhi tujuan dua puluh tulisan setiap bulannya. Namun ternyata semua kontributor sangat bersemangat hingga mampu menulis lebih banyak dari yang diharapkan. 

Sampai 30 hari sejak peluncurannya, situs ini sudah mengantongi 61 artikel, tiga kali lipat dari yang ditargetkan. Daebaaakkk!!! 

IG Live Perdana


Kami juga sukses mengadakan IG Live perdana pekan lalu dengan tema "Blogger dan Drakor Class", menghadirkan empat blogger (termasuk saya) yang merepresentasikan para kontributor Drakor Class. Di sini kami cerita bagaimana menonton drama Korea bisa jadi inspirasi menulis di blog maupun artikel di platform lain. Bahkan beberapa dari kami dengan kreatif membuat fan-fiction alias cerita drakor-based yang dikembangkan berdasarkan imajinasi sendiri.

Bahwa kerjaan kami tidak hanya nonton drakor siang malam, atau ngebucin-in oppa-oppa, melainkan kami juga melakukan riset, baca buku, menuntaskan tulisan sebelum nonton, dan tetap mengutamakan prioritas keluarga, itu inti yang ingin kami sampaikan pada audiens baik kalangan umum maupun sesama pecinta drakor sendiri. 

Maklum lah yaa, stereotiping anak drakor ini suka agak-agak dipandang tidak positif oleh publik secara umum. Salah satu angel mission kami ya menyampaikan value-value yang bisa menggeser stigma 'buang-buang waktu' ini. 

20 orang audiens hadir menyaksikan di launching perdana, menurut saya bukan hal yang bisa diremehkan. Selanjutnya kami pun sudah menyusun jadwal, tema, dan kontributor dari teman-teman sekalas dalam live untuk dua bulan ke depan.  

drama Korea
partisipan IG live perdana

Jika ada yang bertanya, kami dapat apa dari menulis soal drama Korea? Hm, tentu saja kami akan kompak menjawab: dua hal yang kami sukai tersalurkan sekaligus dalam suatu karya.

Hwaiting!!!     

Konsep Male Beauty di Kpop Idol

4 komentar

Apa ada yang sama dengan saya, pada awalnya lihat cowok-cowok idol kpop ini kok pada cantik-cantik amat... apa karena saking glowing dan terawatnya mereka jadi cantik, bukan ganteng?? Bahkan saat mereka tampil nyanyi dan naripun, mereka tetep menawan dengan kulit yang bersih dan bibir bersalut lipstik ... tapi satu hal meskipun begitu, mereka tidak melambai, hahahaha. 

Beautiful Kpop Idol

Sempet berpikir juga, why do they have to look feminine? Apakah semua harus seragam seperti itu, licin dan bening macam wanita, atau ada nggak sih kpop idol yang lebih manly look? Apa jangan-jangan saya yang seksis nih, memangnya yang bening cuman boleh cewe aja? heeii...ada faktor hormon pelembut kulit yaa kalo di wanita, hahahaah #sotoy.  

Untuk cari jawaban ini saya harus muter ke forum-forum ghibah Korea, macam soompi atau allkpop lah yaa, lalu menemukan statement ini : 

Firstly, K-pop idols are just like any other celebrity: those who are good looking tend to be more attractive to potential fans than those who aren't as good looking. Visuals are the first thing people see, which is probably one of the most important factors in a first impression.


Visual Nomor Satu

Hum, yeah. Penampilan adalah nomor satu. Bahkan dalam setiap boyband selalu ada setidaknya satu orang personel yang jadi ikon visual, mmm yang diunggulkan sebagai paling ganteng lah, ngunu. 

Jika di dunia akting yang tidak ganteng saja masih dapat peran (meskipun begitu, mereka tetap glowing), then they nearly don't have a chance in kpop industry. Kenapa gue bilang nearly, karena Psy tetep laku, hehehe, oke, Psy bukan boyband.

Elsa B, founder KpopBreak.com, pernah menulis tentang male beauty standards in Korea

It is really common for Korean men to care about a clear, smooth and fair skin. It is also usual to dye and style hair on regular basis.The body shape is expected to appear rather androgyne than too muscular. Men wear sharply stylish cut outfits and double eyelids are really common as a result of cosmetic surgery. Korean men often choose to get surgery to achieve a higher nose along with smaller and slender facial features.


Dari banyak alasan, salah satunya adalah bahwa Korea saat ini punya komoditas unggulan, yakni beauty capital. Mulai industri operasi plastik dan industri kecantikan yang tidak hanya fokus pada perempuan, tapi juga laki-lakinya. Jika Korean skincare dengan 10-steps nya itu gencar melakukan penetrasi lewat pop culture, maka harus ada persona yang menunjukan efektivitas dan hasil dari produk-produk tersebut dong, ya siapa lagi selain artis-artisnya yekaaan, mosok presiden Moon :') 

Kenapa Idol Kpop tidak memelihara jambang, janggut atau kumis? 

Haha, iya, pertanyaan sepolos inipun pernah saya pikirkan waktu lihat Park Seo Joon bintangin iklan Laneige's Homme, itu muka liciiinnn banget. Apakah dia punya pori-pori di mana rambut wajah bertumbuh? 

Ternyata bukan cuman saya aja yang bertanya gitu. Karena nemu sejumlah pertanyaan serupa juga di berbagai forum, dan jawabannya kurang lebih, ada pergeseran standar yang disebut 'manly' di Korea. Kalau di film-film sageuk hampir semua prianya berjenggot, berkumis, berambut panjang, maka yang kekinian adalah kau tak harus punya janggut atau kumis untuk disebut manly. 

Dalam konteks industri kpop, jelaslah bahwa audiens kpop ini kan lebih ke anak muda, maka 'younger look' is mandatory with no facial hair at all. Ya dong, sepakat kalo cowok dengan rambut di wajah pembawaannya memang jadi lebih dewasa. But, once you see Siwon with beard, much better kan?

siwon suju

Boyband dan Brand Skincare 

Nah, untuk semakin memperkuat konsep male beauty, brand-brand skincare berlomba-lomba ngecup alias pada gaet boyband buat jadi model komersil sekaligus brand ambassador mereka. 

Semakin sering nilai ini digaungkan, mereka mau bilang kalo 'skincare is genderless, just love youself'.

Buat saya, ini usaha yang luar biasa masif dan kerasnya yang diupayakan Korea. Nggak cuman di kalangan mereka aja, tapi seluruh dunia kini punya pandangan baru, bahwa cowok banget itu nggak harus kusam atau jerawatan, cowok itu tetep disebut ganteng meskipun pakai bedak.  


Seventeen for The SAEM

BTS for VT Cosmetics

EXO for Nature Republic

GOT7 untuk The Face Shop 
Wanna One for Innisfree

Tetap Wamil dan Nggak Melambai

Wajib militer itu kan udah laki banget ya, latsarmil mereka dua tahun dan nggak kaleng-kaleng kaya di ospek kampus. Idol-idol ini tetap patuh menjalankan wamilnya. 

Sesuai tujuan mulianya, wamil bertujuan untuk menyiapkan angkatan bersenjata muda jika suatu saat dibutuhkan negara. Pemerintah Korea sangat serius mempersiapkan para pemudanya lewat wamil. Mereka nggak sama sekali berencana take down program bela negara ini meskipun para pemuda ini udah berkontribusi besar bagi pendapatan Korea dari industri hiburan dan kecantikan. 


Nah, uniknya di sini. Ketimbang mempertentangkan sesuatu yang secara konstruksi sosial berlawanan (dandan vs wamil), mereka (industri kecantikan Korea) malah menjadikan wamil sebagai sarana komoditas. 

Innisfree mengeluarkan Extreme Power Camo Cream, yang bisa dipakai para tentara berkamuflase tanpa merusak pori-pori kulit alami mereka, with SPF 50!  

male beauty idol kpop
Jadi, mau idol, artis, tentara, orang biasa sekalipun, mereka udah biasa banget pada maskeran, pake lipbalm dan sunscreen meskipun pakaian mereka gagah dengan baju tentara yang identik dengan maskulinitas. 

Mereka tetep laki, berperilaku seperti laki-laki, dan berorientasi normal seperti laki-laki (kalo ada yang belok, gue gak tau). Anehnya, mereka tidak auto ngondek. Coba kalo di kita, tau sendiri stereotipnya kaya apa. Udah gitu bakal habis dikata-katain apa deh cowok-cowok yang pake sublock, padahal efek sinar matahari nggak pilih-pilih gender :))

See, ngondek itu soal kemauan aja, nggak otomatis muncul dari dandanan tangannya jadi lentik, hahahaahah. Julid deh lo, kaya Bu Tejo!    
 
Entah dari mana seorang netizen Korea menyimpulkan ini di forum Allkpop, banyak yang masih memperdebatkan juga sih, yah boleh sepakat boleh engga.

Manly male idol examples: Taeyang, Kai, All of 2PM, Jackson, Wonho, Shownu, Sehun, Kang Daniel, Ikon Junhoe, Siwon, Minho, Mingyu, Jaehyun, Jin etc.

Feminine male idol examples: Baekhyun, Jimin, Eunwoo, Taemin, Winner Jinwoo, Jeonghan, Heechul, Taeyong, BamBam, Nuest Ren, Ong seongwoo, Luhan, etc.

Male idols in between fem and masculine: Taehyung, Jungkook, Yugyeom, Monsta x Minhyuk, Exo D.O, Chanyeol, Shinee Key, Seventeen Wonwoo, TXT Soobin, Gdragon, etc.