[Review Drakor] Beyond Evil, Drama Terbaik Baeksang Awards 2021

12 komentar

Review Beyond Evil

BEYOND EVIL (괴물)


Drama: Beyond Evil / Monster (literal title)
Revised romanization: Gwemul
Hangul: 괴물
Director: Sim Na-Yeon
Writer: Kim Soo-Jin
Network: JTBC
Episodes: 16
Release Date: February 19 - April 10, 2021
Runtime: Friday & Saturday 23:00
Language: Korean
Country: South Korea

Sebagai penonton Beyond Evil yang sukaaa banget sama ceritanya, saya bahagia BE bisa memenangkan penghargaan best drama di gelaran Baeksang Arts Awards 2021 kemarin. Fyi, Baeksang Awards ini semacam Oscar-nya South Korea ya. Jadi udah penghargaan paling bergengsi untuk industri hiburan Korea.


Bahkan, selain sebagai pemenang Baeksang kategori drama terbaik, BE juga menyabet piala aktor terbaik dan skenario terbaik. Beberapa pemain lainnya juga masuk nominasi untuk best supporting actor dan new actress. Kombinasi yang sungguh lengkap untuk menghasilkan sebuah tayangan drama yang berkualitas.

Sinopsis Beyond Evil

Awal episode dibuka oleh adegan dua orang polisi yang sedang patroli di ladang tiba-tiba dikejutkan oleh penemuan mayat yang badannya terkubur, sementara tangannya muncul ke permukaan.

Adegan selanjutnya kemudian berpindah ke suasana 20 tahun lalu di Manyang, sebuah kota kecil yang sepi dan tenang. Lee Dong Sik dan Lee Yu Yeon adalah dua saudara kembar yang sering dibanding-bandingkan orang tua. Dong Sik (Shin Ha Kyun) memang sikapnya tidak semanis Yu Yeon yang merupakan menantu idaman. Meskipun sikapnya tidak menyenangkan, Dong Sik bukanlah orang jahat.

Beberapa waktu kemudian, mayat seorang pemilik kafe ditemukan di ladang, bersamaan dengan hilangnya Yu Yeon pada suatu malam. Jari-jari Yu Yeon kemudian ditemukan berjejer di halaman rumah Dong Sik. Membuat ibunya histeris dan mengalami trauma sampai Dong Sik dewasa.

Adegan kembali ke masa kini, 20 tahun kemudian sejak kejadian hilangnya Yu Yeon. Lee Dong Sik adalah seorang polisi yang bertugas di polsek Manyang di kota Munju. Hidupnya sudah relatif lebih tenang, dia melakukan tugas-tugas patroli dengan baik dan mengenal dasar hukum pada setiap tindakannya.

Suatu hari, seorang detektif muda dari pusat mengaku dimutasikan ke polsek Manyang. Han Joo Won (Yeo Jin Goo) bukanlah polisi biasa, semua orang di polsek mengenalnya. Dia adalah anak calon Superintenden Kepolisian Korea (semacam komisaris jenderal kali ya?), yang sebelumnya bertugas di kepolisian urusan luar negeri.

Beyond Evil

Oleh kapolsek, Joo Won kemudian dipasangkan dengan Dong Sik. Meski tidak cocok dan bersikap dingin satu sama lain, mereka berdua melakukan tugas patroli sampai ke ladang dan menyelamatkan seorang lansia.
Yeo Jin Goo

Sepanjang tugasnya di Manyang, Joo Won selalu pasang muka masam dan hobi nge-gas. Selain mungkin karena dia orang kota dan OCD, hidupnya penuh prasangka dan menaruh curiga pada semua orang di Manyang.

Suatu hari, kasus pembunuhan berantai muncul lagi di Manyang. Polanya serupa dengan yang terjadi 20 tahun lalu pada kembaran Dong Sik, meninggalkan jejak potongan 10 jari yang disusun di TKP.

Dong Sik terusik. Dia mulai menggila lagi dan bertekad menemukan penjahat yang membunuh adiknya, sekaligus yang membuatnya difitnah 20 tahun lalu.

Berangkat dari kecurigaan yang berbeda, Dong Sik maupun Joo Woon melakukan pencarian dengan metodenya masing-masing. Salut banget sama implementasi yang dipakai kedua polisi ini dalam menginvestigasi. Semua dipikirkan dengan logis, sesuai ranah hukum.

Meski Dong Sik sering disalahpahami orang-orang sebagai polisi gila atau psikopat hanya karena emosional, dia menempatkan hal-hal sesuai dengan koridornya. Lee Dong Sik memang terlihat emosional, padahal ia paling rasional dibandingkan yang lain.

Joo Woon, sebaliknya, dia hampir nggak pernah terlihat senyum. Buat dirinya, menaruh asas curiga dan waspada pada semua orang adalah jalan terbaik baginya untuk tetap bersikap netral dan objektif.

beyond evil

Semua orang memang menyimpan rahasia masa lalu di Manyang tapi mereka saling menutupinya dengan rapat. Geng polisi Manyang - Munju, sering berkumpul di sebuah kedai makan. Meski saling menaruh curiga satu sama lain, mereka bersikap seolah tidak ada apa-apa.

Sampai akhirnya kebenaran terbuka satu per satu.

Dimulai dari tertangkapnya si pembunuh berantai di tengah-tengah episode, yang ternyata itu bukan akhir dari ceritanya. Dari situ terbukalah kasus-kasus lain sedikit demi sedikit, saling berkaitan, dan berakar pada suatu kejadian yang melibatkan orang-orang penting. Singkatnya, suatu kejahatan kecil bila ditutupi dengan kejahatan lain dengan terstruktur dan sistematis makan akan menjadi sebuah lingkaran setan yang tidak berujung.

Pada ending-nya, semua orang mendapat ganjaran atas perbuatannya. Hukuman diberlakukan sesuai kesalahannya. Cacat di tubuh lembaga penegak hukum diberantas. Supremasi hukum mendapat wibawanya.

Apa yang Menarik?

Drama ini bukan semacam serial killer ala psikopat sih, yang sepanjang durasi dari awal sampai ending kita menebak-nebak siapa pelakunya. Sebenarnya clue-cluenya sudah dilihatkan dari setiap episode, kita tinggal merangkai dan ikut gemes karena pihak-pihak yang terlibat sulit tersentuh hukum.

Berbeda dengan drama topik revenge ala Taxi Driver atau Vincenzo yang cenderung tidak percaya lagi dengan hukum, dalam drama ini kita diedukasi untuk mempercayakan penyelesaian konflik kepada hukum.

Kalau ada polisi setegar Dong Sik dan Joo Woon dalam menegakkan hukum, masyarakat pasti akan merasa sangat terlindungi. Karena dalam konstitusi, semua orang posisinya sama di depan hukum, tidak ada satupun warga negara yang kebal hukum.

Baeksang Arts Awards 2021

Kita bisa belajar pada Joo Woon, bahwa insting seringkali benar adanya. Tapi sebagai penegak hukum, dia harus bisa membuktikan kecurigaannya dengan cara yang dibenarkan secara hukum juga.

Saluuuuttt banget pokoknya sama kedua polisi ini yang bertindak sesuai kewenangannya. Dong Sik boleh ngamuk pada pelaku pembunuhan adiknya, tapi bagaimanapun dia sangat marah, dia mengikuti logika hukumnya dan bisa memanfaatkan kesaksian tersangka untuk menuntun petunjuk ke kasus lainnya.

Aktor Bintang Lima

Shin Ha Kyun boleh jadi bukan oppa-oppa yang sering seliweran di explore Instagram kita. Mungkin juga ada yang baru dengar namanya kali ini, padahal dia mantannya Kim Go Eun loh.

Shin Ha Kyun emang lebih sering main film, dan minim skandal/sensasi jadinya nggak banyak dibicarakan. Meski nggak se-good-looking oppa-oppa yang sering menghiasi layar hape kita, aktingnya, beuh... nggak main-maiiinn... sampe mau nangis akuuu.

shin ha kyun

Karakter Dong Sik yang berubah-ubah dari senyum, marah, ekspresi datar sampai menyeringai menakutkan, semua bisa dilakukan dalam hitungan detik aja. Pas lagi marah juga matanya ikutan merah, totalitas banget! 

Permainan ekspresi ini yang bisa membuat emosi penonton ikut terlibat dan membuat nggak bisa menyingkirkan kecurigaan bahwa Dong Sik memang pelaku kejahatan yang dituduhkan.


Nggak ada scene tebar-tebar pesona, tak ada chemistry dengan lawan jenis, nggak juga ada kesempatan buat eksplor ketampanan. Semua tentang kualitas akting dan karakter yang dimainkan dengan sangat baik. He really deserves that honorary award.

Selain SHK, ada Yeon Jin Goo yang jadi partner mainnya yang juga menunjukkan kualitas akting yang semakin meningkat. Banyak yang bertanya kenapa YJG nggak masuk nominasi, tapi sungguhlah empat nominasi lain juga udah ketat banget; ada Lee Joon Gi, Kim Soo Hyun, Uhm Ki Joon, dan Song Joong Ki.


Mudah-mudahan YJG tahun depan bisa masuk nominasi ya, karena saat ini dia sudah naik kelas dan belajar banyak dari seniornya.

Aktor pendukung yang masuk nominasi, Choi Dae Hoon juga sebetulnya bagus. Dia bisa memerankan Park Jong Jae, si anak mami berusia 41 tahun yang sedikit terganggu kejiwaannya. Kalau di BE, peran dia ini bikin kzl tapi kasihan juga.

choi dae hoon
Tapi nominasi lawannya adalah Oh Jung Se, yang aktingnya sebagai kakak autis di IOtNBO nggak diragukan lagi. Ya susahlah ya, tapi artinya kualitas akting Dae Hoon juga layak diperhitungkan.


Skenario Paling Masuk Akal

Memenangkan tropi best drama screenplay, plot twist dan storyline BE emang udah baguuusss banget. Semua logis, runut, dan punya nilai-nilai positif yang bisa jadi pelajaran buat penontonnya.

Sesungguhnya, drama-drama pemenang Baeksang seringkali bukan drama yang populer dengan rating tinggi sih. Begitu juga tahun lalu, drama yang menang adalah Hot Stove League yang dari segi kepopuleran jelas kalah jauh sama Crash Landing on You.

Entah gimana cara penilaian Baeksang, tapi kayanya the winning drama itu selain entertaining, harus punya sisi nilai moral dan society-education yang kuat agar karya seni tidak sekadar hiburan aja bagi penontonnya.

Buat yang senang dengan drama-drama psychological thriller, law, crime, saya rekomendasikan Beyond Evil buat ditonton. Yakin nggak bakal membosankan karena kita bakal dibuat mikir di setiap episodenya. Music scoring-nya juga bagus, membangun suasana yang tenang tapi sesungguhnya mencekam.

Aman dari scene berdarah-darah kok, dalam artian, di sini tuh aluuuss banget penggambaran adegan kriminalnya. Lebih fokus pada penegakan hukum dan penyelesaiannya. Tinggal siapkan aja pikiran yang segar supaya bisa mencerna, hehe. 

Selamat menonton! 

12 komentar

  1. aku suka banget drakor thriller murder kaya gini. sebelumnya aku udah nonton tell me whay you saw, some and hug me, missing the other side dan yang terbaruMOUSE. tapi yang ini nih, beyond evil aku belum nonton, huhuhuhu. mungkin aku agak lelah marathon nonton genre yang sama, hahahaha. abis beresin taxi drive deh kayanya aku mau nonton ini, sinopsis nya sih menarik yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. beneeerrrr...
      jalan ceritanya yg begini tuh nggak mudah ditebak, seru.

      Hapus
  2. oh gak banyak darah bertebaran ya meski judulnya beyond evil, trus jalan ceritanya juga cukup menarik nih buat diikuti

    BalasHapus
  3. aku suka juga film action, apalagi tentang detektif gitu yang cari motif motif pembunuhan.. tapi kadang memang suka ngeri kali adegan kriminal or pembunuhannya terlampau sadis huhu.. kalo drakor beyond evil ini masih smooth ya.. oke sip

    BalasHapus
  4. Beberapa kali lihat dan udah mau nonton. Tapi waktu itu mikirnya kayak berat gitu ini drakor. Nyatanya baca reviewnya menarik juga. Hmm.... siap2 buat nonton kali ya. Hehehe

    BalasHapus
  5. Setelah baca review ini, jadi pengen nonton deh. Akhir-akhir ini aku lg nontonnya Mouse, dan ternyata seru juga ya drama genre kaya gini.

    BalasHapus
  6. Meski ada adegan berdarahnya sekalipun, menurut daku masih gak apa-apa kok, malah jadi makin mantap untuk tayangan kriminal gitu.

    BalasHapus
  7. Iya betul aku bru liat wajah pemeran utama pertama ini mba, maklum bukan penggila drakor >.<

    BalasHapus
  8. Entah kenapa drakor itu bikinnya selalu serius ya, genre komedi romantis, thriller, medis, jadinya kita sebagai penonton merasa gak sia-sia nontonnya. Hehe

    BalasHapus
  9. Beyond Evil emang bagus banget sih menurutku juga Mba! Ceritanya juga fokus banget dengan 1 kasus yang saling berhubungan, bukan semacam serial killer gitu tapi dengan 16 episode itu bisa dibungkus banget dengan bagus ceritanya. Semuanya pemainnya mencurigakan sampe aku bingung pelaku sesungguhnya itu siapa dan gak nyangka-nyangka sih. Shin Ha Kyun juga bikin merinding banget di drama ini, apalagi kalo udah senyum bikin suudzon dia psikopat 🤣
    Aku juga sedih pas YJG gak masuk nominasi... disini aktingnya beda banget dari yang biasanya dan terlihat jauh lebih dewasa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. setujuuuu... jalan ceritanya bagus bangeett. nggak bosenin.

      Hapus
  10. Nah belom nonton film ini, mungkin karena banyak action gitu2 jadi keskip sama saya huhu

    BalasHapus

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^