Tampilkan postingan dengan label gaya hidup. Tampilkan semua postingan

Tips Memilih Mesin Cuci Bagus dan Awet

10 komentar

Buat saya, alat elektronik rumah tangga yang paaaaling berjasa itu salah satunya adalah mesin cuci. Kerjaan mencuci jadi jauh lebih mudah, lebih hemat waktu dan tenaga. Saking begitu terlenanya selama ini dimudahkan, saya jadi takjub sendiri bahwa kami baru beli mesin cuci setelah anak ketiga lahir. Lalu kalo baru pertama kali beli, gimana cara tahu mesin cuci yang bagus

Mesin cuci yang kami beli waktu itu bukan yang mahal dan fiturnya serba canggih. Pokoknya tujuan kami, supaya tugas mencuci ada yang mengerjakan sementara kami bisa fokus ke tugas-tugas lain, salah satunya merawat anak-anak yang udah tiga ini.

Pada waktu sebelumnya, saya dan suami berbagi tugas setiap pagi. Saya yang nyiapin cucian, terutama baju-baju bayi, misah-misahin pakaian, dan merendam. Nanti subuh suami yang eksekusi nyuci, saya yang kemudian jemur setelah suami berangkat kerja. 

Inget banget dulu tempat jemuran kamipun masih seadanya, outdoor alias lahan kosong terbuka di samping rumah. Jadi kalo pas saya ketiduran ngelonin anak-anak, trus hujan, bablas sudaaahh itu rentetan cucian direndem lagi pake pewangi lalu jemur ulang. Kadang saking lelahnya, selama nggak jatuh ke tanah biarin aja sampe besoknya ada matahari lagi. Paling nangis kalo clodi yang kehujanan sih... itu insert kan tebel, lama keringnya :')

Singkat cerita, alhamdulillah setelah anak ketiga lahir ada kelapangan buat beli mesin cuci. Kebutuhan ini didasarkan pada tuntutan keadaan di mana anak-anak mulai sekolah, cucian baju juga semakin banyak, dan mulai ada urusan-urusan lain yang perlu dikerjakan. 

Karena sangat paham sama kebutuhan dan tujuan, kami nggak ambil banyak pertimbangan pilih-pilih produk, selain budgetnya juga standar. Intinya, mesin cuci ini cocok dengan tujuan dan gaya hidup. 

Sampai saat ini, mesin cuci Electrolux bukaan atas yang kami beli tahun 2012 itu masih awet dipakai. Baru tahun ini aja dia ganti pulsatornya karena yang lama udah tipis. Buat barang elektronik zaman sekarang, jangka waktu 8 tahun tanpa servis udah lumayan banget. 

Jadi ingat mesin cuci di rumah mama, ada kayanya 2-3x ganti produk karena yang sebelumnya rusak, seringnya sih dryer-nya yang bermasalah. Jadi tiap kali habis nyuci masih harus diperas manual sebelum dijemur. Sementara kalau diservis bakal mengeluarkan biaya yang nggak sedikit lagi. 


tips memilih mesin cuci

Dari pengalaman ini, saya bisa sarankan tips berikut buat memilih mesin cuci yang bagus, baik itu baru pertama kali beli atau kesekian kalinya: 

1. Kapasitas

Umumnya mesin cuci tersedia dalam kapasitas 5 kg, 7kg, 11kg. Semakin besar kapasitas, tentu lebih baik. Tapi ini juga balik ke beban cuciannya segimana dan frekuensi nyucinya. Kalau dikerjakan asisten, mending yang kecil-kecil aja, karena cucian akan sering dikerjakan walau belum terlalu numpuk. Sebaliknya, kalau dikerjakan sendiri kita cenderung nunggu keranjang penuh dulu baru dicuci. 

Ada juga rumah tangga yang hanya nyuci di mesin untuk baju-baju dewasa, sementara baju anak-anaknya dicuci manual atau entah manajemen lainnya. Saya sendiri tim cemplung semua di mesin, dari sprei sampe celemek, hehe. 

2. Kecepatan berputar (spin speed)

Putaran ini sedikit banyak agak dilema sih, speed lebih tinggi akan mengurangi air lebih banyak di akhir, yang artinya nanti saat dry spin nggak butuh waktu lama buat dijemur, akan melindungi warna dan daya tahan kain juga. Cuman puteran ini juga yang bikin baju cepet melar, hehehe... antisipasinya, jangan isi cucian terlalu banyak supaya nggak terlalu berbelit-belit #hadeuuh

3. Listrik

Penting banget yaa inii, jangan sampe listrik di rumah terbatas tapi mesin cucinya full featured yang bikin tagihan melonjak atau bahkan tiap nyuci, elektronik lain kudu dimatikan. Penggunaan listrik secara efisien akan menghemat kemana-mana. 

4. Fitur sesuai kebutuhan

Selain mode mencuci berdasarkan bahan, kaya delicates, heavy wash, normal, blanket, dll...ada juga fitur tambahan di berbagai mesin cuci bagus kaya half wash, minimum iron, dan timer. Tapi pastikan fitur-fitur ini memang dibutuhkan, karena semakin kompleks fiturnya, semakin besar risiko kerusakan dan biaya servisnya. 

5. Otomatis atau semi otomatis?

Ini tentunya terkait budget dan kesibukan juga. Kalau masih punya prioritas kebutuhan lain, bisa pilih mesin cuci dua tabung saja. Kita masih punya waktu buat mindahin cucian ke pengering. Sebaliknya, kalau anggarannya fleksibel dan banyak kerjaan, mesin cuci otomatis (bukaan atas maupun depan) tentu pilihan terbaik. 

Beberapa orang mungkin masih lebih suka nyuci manual, karena hasilnya lebih bersih. Syukurlah nggak ada mom war cuci pake tangan vs cuci pake mesin ya, hehe. Ini benar juga, karena kalo pake tangan kita bisa menjangkau sudut-sudut kotor untuk di-treatment lebih khusus. Tapi mengingat kemudahan yang sudah tersedia saya lebih suka ambil jalan tengah aja, kucek bagian-bagian yang paling kotor dan perlu pembersihan lebih, habis itu serahkan pada ahlinya, kita tinggal sarapan sambil main game :)

Selamat mencuci!

Konsep Male Beauty di Kpop Idol

4 komentar

Apa ada yang sama dengan saya, pada awalnya lihat cowok-cowok idol kpop ini kok pada cantik-cantik amat... apa karena saking glowing dan terawatnya mereka jadi cantik, bukan ganteng?? Bahkan saat mereka tampil nyanyi dan naripun, mereka tetep menawan dengan kulit yang bersih dan bibir bersalut lipstik ... tapi satu hal meskipun begitu, mereka tidak melambai, hahahaha. 

Beautiful Kpop Idol

Sempet berpikir juga, why do they have to look feminine? Apakah semua harus seragam seperti itu, licin dan bening macam wanita, atau ada nggak sih kpop idol yang lebih manly look? Apa jangan-jangan saya yang seksis nih, memangnya yang bening cuman boleh cewe aja? heeii...ada faktor hormon pelembut kulit yaa kalo di wanita, hahahaah #sotoy.  

Untuk cari jawaban ini saya harus muter ke forum-forum ghibah Korea, macam soompi atau allkpop lah yaa, lalu menemukan statement ini : 

Firstly, K-pop idols are just like any other celebrity: those who are good looking tend to be more attractive to potential fans than those who aren't as good looking. Visuals are the first thing people see, which is probably one of the most important factors in a first impression.


Visual Nomor Satu

Hum, yeah. Penampilan adalah nomor satu. Bahkan dalam setiap boyband selalu ada setidaknya satu orang personel yang jadi ikon visual, mmm yang diunggulkan sebagai paling ganteng lah, ngunu. 

Jika di dunia akting yang tidak ganteng saja masih dapat peran (meskipun begitu, mereka tetap glowing), then they nearly don't have a chance in kpop industry. Kenapa gue bilang nearly, karena Psy tetep laku, hehehe, oke, Psy bukan boyband.

Elsa B, founder KpopBreak.com, pernah menulis tentang male beauty standards in Korea

It is really common for Korean men to care about a clear, smooth and fair skin. It is also usual to dye and style hair on regular basis.The body shape is expected to appear rather androgyne than too muscular. Men wear sharply stylish cut outfits and double eyelids are really common as a result of cosmetic surgery. Korean men often choose to get surgery to achieve a higher nose along with smaller and slender facial features.


Dari banyak alasan, salah satunya adalah bahwa Korea saat ini punya komoditas unggulan, yakni beauty capital. Mulai industri operasi plastik dan industri kecantikan yang tidak hanya fokus pada perempuan, tapi juga laki-lakinya. Jika Korean skincare dengan 10-steps nya itu gencar melakukan penetrasi lewat pop culture, maka harus ada persona yang menunjukan efektivitas dan hasil dari produk-produk tersebut dong, ya siapa lagi selain artis-artisnya yekaaan, mosok presiden Moon :') 

Kenapa Idol Kpop tidak memelihara jambang, janggut atau kumis? 

Haha, iya, pertanyaan sepolos inipun pernah saya pikirkan waktu lihat Park Seo Joon bintangin iklan Laneige's Homme, itu muka liciiinnn banget. Apakah dia punya pori-pori di mana rambut wajah bertumbuh? 

Ternyata bukan cuman saya aja yang bertanya gitu. Karena nemu sejumlah pertanyaan serupa juga di berbagai forum, dan jawabannya kurang lebih, ada pergeseran standar yang disebut 'manly' di Korea. Kalau di film-film sageuk hampir semua prianya berjenggot, berkumis, berambut panjang, maka yang kekinian adalah kau tak harus punya janggut atau kumis untuk disebut manly. 

Dalam konteks industri kpop, jelaslah bahwa audiens kpop ini kan lebih ke anak muda, maka 'younger look' is mandatory with no facial hair at all. Ya dong, sepakat kalo cowok dengan rambut di wajah pembawaannya memang jadi lebih dewasa. But, once you see Siwon with beard, much better kan?

siwon suju

Boyband dan Brand Skincare 

Nah, untuk semakin memperkuat konsep male beauty, brand-brand skincare berlomba-lomba ngecup alias pada gaet boyband buat jadi model komersil sekaligus brand ambassador mereka. 

Semakin sering nilai ini digaungkan, mereka mau bilang kalo 'skincare is genderless, just love youself'.

Buat saya, ini usaha yang luar biasa masif dan kerasnya yang diupayakan Korea. Nggak cuman di kalangan mereka aja, tapi seluruh dunia kini punya pandangan baru, bahwa cowok banget itu nggak harus kusam atau jerawatan, cowok itu tetep disebut ganteng meskipun pakai bedak.  


Seventeen for The SAEM

BTS for VT Cosmetics

EXO for Nature Republic

GOT7 untuk The Face Shop 
Wanna One for Innisfree

Tetap Wamil dan Nggak Melambai

Wajib militer itu kan udah laki banget ya, latsarmil mereka dua tahun dan nggak kaleng-kaleng kaya di ospek kampus. Idol-idol ini tetap patuh menjalankan wamilnya. 

Sesuai tujuan mulianya, wamil bertujuan untuk menyiapkan angkatan bersenjata muda jika suatu saat dibutuhkan negara. Pemerintah Korea sangat serius mempersiapkan para pemudanya lewat wamil. Mereka nggak sama sekali berencana take down program bela negara ini meskipun para pemuda ini udah berkontribusi besar bagi pendapatan Korea dari industri hiburan dan kecantikan. 


Nah, uniknya di sini. Ketimbang mempertentangkan sesuatu yang secara konstruksi sosial berlawanan (dandan vs wamil), mereka (industri kecantikan Korea) malah menjadikan wamil sebagai sarana komoditas. 

Innisfree mengeluarkan Extreme Power Camo Cream, yang bisa dipakai para tentara berkamuflase tanpa merusak pori-pori kulit alami mereka, with SPF 50!  

male beauty idol kpop
Jadi, mau idol, artis, tentara, orang biasa sekalipun, mereka udah biasa banget pada maskeran, pake lipbalm dan sunscreen meskipun pakaian mereka gagah dengan baju tentara yang identik dengan maskulinitas. 

Mereka tetep laki, berperilaku seperti laki-laki, dan berorientasi normal seperti laki-laki (kalo ada yang belok, gue gak tau). Anehnya, mereka tidak auto ngondek. Coba kalo di kita, tau sendiri stereotipnya kaya apa. Udah gitu bakal habis dikata-katain apa deh cowok-cowok yang pake sublock, padahal efek sinar matahari nggak pilih-pilih gender :))

See, ngondek itu soal kemauan aja, nggak otomatis muncul dari dandanan tangannya jadi lentik, hahahaahah. Julid deh lo, kaya Bu Tejo!    
 
Entah dari mana seorang netizen Korea menyimpulkan ini di forum Allkpop, banyak yang masih memperdebatkan juga sih, yah boleh sepakat boleh engga.

Manly male idol examples: Taeyang, Kai, All of 2PM, Jackson, Wonho, Shownu, Sehun, Kang Daniel, Ikon Junhoe, Siwon, Minho, Mingyu, Jaehyun, Jin etc.

Feminine male idol examples: Baekhyun, Jimin, Eunwoo, Taemin, Winner Jinwoo, Jeonghan, Heechul, Taeyong, BamBam, Nuest Ren, Ong seongwoo, Luhan, etc.

Male idols in between fem and masculine: Taehyung, Jungkook, Yugyeom, Monsta x Minhyuk, Exo D.O, Chanyeol, Shinee Key, Seventeen Wonwoo, TXT Soobin, Gdragon, etc.

Makan Ramyun ala Korea, Cek Ramyun Hits Ini!

1 komentar

"Ra-myeon meog-go kal-lae?" 


Dari drama-drama Korea kita jadi sering lihat kebiasaan orang Korea makan ramyun sehari-hari. Mulai langsung menyendok dari pancinya, ada yang dibagi-bagi ke mangkok, ada juga yang diseruput dari mangkoknya langsung. 


Konon, adegan makan ramyun ini bukan sekadar visual makan biasa, melainkan juga menggambarkan karakter, situasi, dan apapun yang menguatkan setting adegan pada saat itu.


Inget dong scene menggelikan di What's Wrong With Secretary Kim ini?

ramyeon korea

Naahhh, lebih daripada sekadar budaya, makan ramyeon bersama juga bisa dipahami sebagai simbol keakraban, atau hubungan yang lebih intens. 


Ramyeon atau ramyun adalah hidangan mie kuah ala Korea. Umumnya, ramyun dibuat dari mie basah atau mie instan seperti yang diekspor ke Indonesia. Lalu apa perbedaan ramyun ala Korea dan ramen ala Jepang? Baca-baca di berbagai website, ramen biasanya bercita rasa lebih ringan dan memiliki aneka varian kaldunya. Sedangkan ramyun cita rasanya lebih kuat, karena memakai processed seasoning atau bumbu instan. Orang Korea biasa menambahkan kimchi, daging babi, atau sayuran sebagai makanan pendamping ramyun. 


Bisa dibilang, penyajian ramyun lebih praktis karena sudah berupa kemasan instan yang tinggal rebus saja. 


Saking seringnya adegan makan mie instan ada di berbagai tontonan, kita jadi penasaran, memangnya seenak itukah makan ramyun ala Korea? Lalu kepenasaranan ini terjawab dengan banjirnya produk-produk Korea yang masuk ke Indonesia, termasuk ramyun instan. Kelima produk ramyun instan di bawah ini populer dikonsumsi orang Indonesia karena mudah dicari dan sudah mendapatkan sertifikat halal.  


  1. Samyang 



Mie pedas paling populer ini kini hadir dalam berbagai varian, seperti cheese, carbonara, dan samyang green. Semuanya telah mendapatkan sertifikasi halal dan aman dikonsumsi. Menurut saya, Samyang masih paling juara pedesnya di antara semuanya. Makannya sampe panas kuping, kudu siapin susu di sebelah mangkok.


Pada awal kemunculannya, mie instan ini begitu banyak dicari di berbagai online shop. Kini, Samyang sudah beredar lebih banyak di minimarket-minimarket terdekat.  


  1. Nongshim Shin Ramyun 


Varian gourmet spicy, shrimp flavour dan kimchi sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Tekstur mie ini kenyal dan lembut. Kandungan cita rasa udang dan aroma seafood semakin menambah lezat kuah mie instan ini. Buat yang suka rasa pedas, bisa tambahkan cabe bubuk sebagai topping.  


  1. Arirang 

Mie ramen kuah sumsum ini punya cita rasa unik. Kuahnya creamy, kaya kombinasi keju dan susu, macam makan indomie telur keju, hahah. Tekstur mie ini juga kenyal dan tebal. Yang uni lagi, ada tambahan daun bawang kering di dalam bungkus topping. Jika dimasukkan saat dimasak, tampilannya akan berubah seperti daun bawang sungguhan. Arirang juga ada yang varian mie goreng pedas yang beneran pedeeesss tapi enaak banget.


  1. Nongshim SOON Veggie Shin Ramyun 

Karena judulnya saja veggie, ramyun ini jelas aman dikonsumsi karena kaldunya 100% terbuat dari sayuran. Jangan khawatir dengan rasa yang hambar, karena Nongshim SOON ramyun benar-benar gurih dan segar, tidak kalah dari varian Nongshim Kimchi. 


  1. Paldo Seafood Ramyun

Paldo ini punya bentuk mie yang lebar dan kenyal. Ada varian seafood, tteokbokki dan cheese noodle. Kuahnya benar-benar lezat, terutama dengan kuah merah gochujang yang pedas manis. 


Dari kelima varian ramyun Korea di atas, yang mana yang paling kamu suka? Saya dan suami sama-sama penggemar mie, sehingga kami pasti selalu punya stok mie instan di kotak grocery.  


Jika ingin makan mie ala drama Korea, biar mantep kita ciptakan suasana yang mendukung. Siapkan panci sup, mangkok dan sumpit. Ambil langsung mie dari pancinya, jangan lupa hadirkan kimchi dan sayuran juga untuk memperkaya rasa.


Makannya sambil nonton drama korea ya!


7 Essentials Korean Cooking

2 komentar

Bagi pecinta drama korea, pasti sering lihat tampilan dapur-dapur ala Korea yang umumnya minimalis tapi bisa menyajikan hidangan Korean food yang spicy dan menggugah selera. Pasti tertarik dong, ingin makan ramyeon, tteokbokki, sundubujjigae dan yang lainnya. Nah kira-kira, bumbu masakan Korea apa saja yang harus ada di dapur untuk bikin masakan yang rasanya autentik Korea?


bumbu masakan korea

Konon, orang Korea modern selalu memanfaatkan ruangan yang terbatas untuk membuat penataan dengan detail yang sempurna dan tidak semrawut, termasuk dapurnya. Meskipun masakannya berbumbu banyak seperti masakan Indonesia, tapi tetap meminimalkan penggunaan ruang yang berlebihan. Selain itu pada gaya desain Korea, konsep ruangan yang biasanya dipakai untuk ruang makan dan dapur adalah konsep open space atau ruangan terbuka.


Nah, ngomong-ngomong bumbu dapur masakan Korea ini, ada beberapa cooking essentials yang perlu dimiliki untuk menghadirkan sajian Korean food di rumah. Tanpa mereka, hidangannya jadi kurang maksimal karena masing-masing bahan menimbulkan taste yang khas ala Korea. Apa aja bumbunya? 


1. Sesame oil (참기름 chamgireum)




Minyak wijen umum digunakan dalam berbagai masakan Korea, dalam sajian nasi, BBQ dan saus celupan. Minyak ini menambahkan nutty aroma dan rasa gurih pada masakan.


2. Soy sauce (Ganjang: 간장

Ternyata ada beberapa jenis kecap asin untuk masakan Korea. Satu untuk sajian tumisan, yang ini bisa pakai merek Kikkoman (cukup lengkap variannya), dan satunya untuk hidangan kuah, bisa menggantikan garam untuk taste yang asin. 

3. Beras putih (Ssal: 쌀)

Jenis beras ini kaya beras jepang, yang ketika mateng berasnya pada nempel (sticky rice). Memudahkan saat makan nasi pake sumpit. 

4. Sesame seed (Bokken chamggae: 볶은 참깨) 

Biji wijen ini biasanya dipake buat topping di masakan sayuran atau saus celup. Menimbulkan sensasi kriuk saat dimakan. Ada biji wijen putih dan hitam ya, menyesuaikan aja dengan masakannya. 

5. Soybean paste (Doenjang: 된장) 

Terbuat dari kedelai yang difermentasi dalam waktu tertentu, punya aroma yang khas digunakan umumnya buat sup dan rebus-rebusan, tapi juga bisa aja dipake buat saus cocolan. 

Selain doenjang, ada ssamjang 쌈장) juga buat saus cocolan. 

6. Hot pepper paste (Gochujang: 고추장) 

Saus paling hits iniiii, ada di mana-mana, ramyeon, sup, rebusan, marinasi, dll. Terbuat dari bubuk cabe, gluten, kedelai fermenasi dan garam. Selain spicy, rasanya agak sedikit manis-manisnya. 

Sekaligus nyetok chili powdernya sekalian ya, apalah sup tanpa taburan cabe, kurang nendang! 

7. Vegetables 

Termasuk di dalamnya adalah sawi putih (Baechu: 배추) buat bikin kimchi, atau buat wrap. Daun (Gganip: 깻잎), yang juga dipake buat bungkus-bungkus daging itu lho... dan tentunya lobak (Mu:무) dan bawang putih (Manul: 마늘). 

Lalu untuk peralatan/perabotan dapurnya, apa saja yang dibutuhkan? Most Korean traditional food masaknya pakai panci sup dan wok. Tapi nggak tertutup juga untuk hidangan lebih modern untuk membuat kue-kue dan bakery kekinian seperti yang ada di Tous Le Jours. Menurut saya, oven mungil bisa jadi pilihan untuk rumahan dengan dapur minimalis dan syantik.  

Baca juga : 7 Rekomendasi Oven Listrik Terbaik untuk di Rumah

Kenapa Saya (Lanjut) Suka Drakor?

1 komentar

drakor rekomendasi

Ini post lanjutan dari postingan saya dua tahun lalu, tentang alasan Kenapa Saya Suka Drama Korea?  dan mungkin juga bagi orang-orang yang penasaran, kenapa drama Korea sangat populer dan banyak disukai masyarakat? 

Total dua tahun sudah saya comeback dunia perdrakoran, haha. 

Sayangnya saya nggak suka ngelist judul drama apa aja yang udah ditonton. Udah gede lah ya, nggak perlu banyak-banyakan tontonan, yang penting goalnya kan dapet. Gimana kita menyalurkan kesukaan, melepas penat, dan bisa refresh lagi setelahnya. 


Saya juga nulis di blog ini beberapa review drakor yang ditonton, lumayan kan jadi ada bahan tulisan sekaligus referensi buat orang lain.

 

Saat in Kdrama lovers udah menjamur di mana-mana. Beberapa teman di grup geng kuliah udah kena virusnya juga akibat saya dan segelintir teman sering tuker-tukeran rekomendasi judul di grup, terus merhatikan teman-teman FB juga banyak yang ternyata diam-diam drakorians, meskipun malu-malu :’)

 

Adanya wabah covid-19 di awal tahun yang memaksa kita stay at home dalam jangka waktu yang cukup lama juga kurang lebihnya bikin orang pada ngorek-ngorek hal apa lagi yang bisa mengisi waktu di rumah. Salah satu dari sekian pilihan ya nonton drakor. 

 

Yang ketimpa keberuntungan pas zamannya lockdown tentu saja The World of The Married, pas juga temanya pelakor, kesukaan rakyat Indonesia, haha. 

 

Lalu setelah dua tahun bergelut dengan drakor, sekarang mulai mengendur atau nambah kenceng nih?

 

Jawabannya, sedang-sedang saajaaaa…. 

 

Dari awal memutuskan buat nonton lagi ya emang tujuannya isi waktu luang aja sih. Yang namanya waktu luang kadang ada, kadang enggak. Kadang diisi sama drakor, banyak juga isian lain. Untuk menganggarkan waktu khusus drakor nggak ada, sesempatnya aja. Kadang satu eps sebelum tidur, kadang dua-tiga eps, trus baru lanjut seminggu kemudian. Bahkan satu serial baru beres berbulan-bulanpun ada. 


Drakor emang nagihin, makanya muncul istilah drakor addicted. Tapi sesungguhnya bisa kok diatur dan dimanage, mencukupkan diri nonton yang on going saja seminggu dua kali, misalnya. Atau ambil drama lama sehari satu episode.


Intinya, sesempatnya dan secukupnya aja. 

 

Ketinggalan beberapa judul on going ya nggak masalah, nggak semua harus ngikutin on going. Bagi saya, tonton aja mana yang disuka, mau itu on going atau lawasan.  Nggak selalu harus hype nonton yang baru-baru, judul lain masih antri buat ditonton. Per hari ini, saya nggak nonton Crash Landing On You-nya Hyun Bin maupun The King Eternal Monarch-nya Lee Min Ho. Simply males aja, mau ngehits kaya apa juga males. 

 

Setelah dua tahun, alasan saya lanjut nonton drakor tetap sama. Suka dan banyak yang bisa dipetik dari ceritanya. Mereka garap serial berasa garap film, bujet memadai dan serius. Kualitas akting juga nggak dibuat-buat. Jadi dokter ya nyuntik, pasang alat, properti medis, dsb. Nggak cuman sekadar pake jas putih lalu berkata “Anda terkena penyakit jantung,” jengjeeeng….mata melotot dan teriakan histeris.  

 

Saya udah cukup tua lah ya untuk tau mana yang nggak sesuai prinsip dan nggak perlu diikutin. Lihat anak-anak muda di grup drakor pada latah minum Soju ya apa sih yaaa, kok kaya mudah banget kebawa arus. Jadi penonton profesional saja, sukai ceritanya, sukai aktingnya, ambil pesan yang disampaikan. Adapun urusan pribadi para pemain sebagai personal atau sikap-sikap yang tidak sesuai dengan hidup saya, aku tak ada urusan.

 

Drakor tidak mengubah prinsip hidup saya. 


Sekarang juga saya udah lumayan apal sama beberapa aktor dan aktrisnya, hehe. Memang susah awalnya, tapi dengan sering lihat oh jadi tau bedanya muka si anu dan si anu. Untuk bacaan dan penulisan memang masih suka sliwar sliwer. Progress terpenting, saya udah punya bias dong, meskipun jumlahnya akan selalu bertambah dan berkurang seiring pertambahan judul yang ditonton, hahaahah….penonton mah gitu, main enaknya aja buang-ambil masukin list wkwkwk. 

 

Ciyee bias, udah tau sekarang istilah Kokoreaan yak. Qiqiqiqi.  

 

Lalu di mana saya biasa nonton drakor? Tunggu next postingan yaaa…


5 Tips Lebaran Hemat kala Pandemi

Tidak ada komentar

Ada pandemi atau tidak, hendaknya setiap lebaran kita tidak terlalu bermewah-mewahan. Lebaran hemat bisa dilakukan tanpa mengurangi istimewanya lebaran itu sendiri. Atur pengeluaran sesuai skala prioritas dan kesampingkan pengeluaran tersier. Jauh lebih baik lagi apabila kita bisa melek investasi, yang lagi hits kaya sekarang ini investasi emas atau logam mulia. 

investasi emas


Berikut 5 tips lebaran hemat selama pandemi ala saya dan keluarga : 


1. Nggak mudik 


JELAS ini yah... Dengan tidak mudik berarti bisa memangkas sekian juta yang biasa dipake buat ongkos perjalanan dan sangu di jalan. Kenapa kita nggak perlu mudik saat pendemi seperti ini sudah saya tulis di postingan sebelumnya. 

2. Masak secukupnya 

Karena lebaran hanya dijalani dengan keluarga inti saja, maka seharusnya volume masakan pun menyesuaikan secukupnya saja. Maksimal makan makanan yang sama selama 2 hari. Habis itu pasti bosan kan? Jadi nggak usah masak banyak-banyak banget.

3. Nggak beli baju lebaran 

Iniii niih, biasanya yang jadi godaan pas lebaran reguler. Sale dimana-mana. Sekarang ngaruh nggak sale-sale-an itu? Bila enggak, cukup diam di rumah saja. Menikmati sale di marketplace? Silakan aja... Kalo saya sih udah nggak selera ya beli-beli baju, mau kemana pula lebarannya juga di rumah aja. Jika kita nggak beli baju lebaran, bisa hemat banyak nih.

4. Nggak kunjung-kunjungan, no angpao

Bagi keluarga saya yang nggak punya tradisi angpao sih emang nggak ngaruh. Tapi setidaknya kita nggak perlu keluarin ongkos rekreasi bersama keluarga atau makan-makan, atau oleh-oleh dan yang lainnya.

Bukan nggak mau silaturahim, tapi kita saling menjaga diri saja. Kalau memang perlu membiayai keluarga di luar keluarga inti, kirim bukti kasih kita lewat transferan aja, atau bisa kirim bingkisan pada relasi dan kawan-kawan tercinta.  

5. Investasi! 

THR utuh dong? Silakan pakai untuk kebutuhan prioritas yang biasanya mesti dikesampingkan kalau kita mudik. Benerin genteng bocor, beli kulkas baru (kalo perlu), ngecat rumah, pasang pagar, atau kalau masih banyak juga, investasi!

Saya rekomendasikan investasi pada logam mulia atau emas perhiasan. 

Baca Juga : Beli Emas UBS 

Hari ini terbukti harga emas harganya melonjak jauuhh hampir 100% dari tahun kemarin. Why not? Emas meski tidak berasa punya-punyaan, tapi investasi yang likuid dan tak terjebak inflasi. Sekarang udah ada emas edisi kecil yang sebesar sim card, tapi kalo mau beli yang batangan sekalian kenapa enggak, alhamdulillah bisa ditabung, gaaassss...

Lebaran hemat, THR masih banyak sisa, investasi jalan. Alhamdulillah, pandemi ada hikmahnya. 

Cara Ambil Sertifikat Rumah di Bank Mandiri

19 komentar

KPR Bank Mandiri

Ketika cicilan rumah sudah lunas, selanjutnya kita harus ambil sertifikat rumah di bank. Tapi nggak semua bank mau proaktif memberitahu kita cara ambil sertifikat rumah duluan. Jadi kita harus tau gimana cara ambil sertifikat rumah di bank tempat mengajukan kredit. 

Saya share tulisan ini sesuai pengalaman cara ambil sertifikat rumah di Bank Mandiri, untuk info lebih lengkapnya bisa menghubungi bank masing-masing secara langsung. Sedikit late post yaaa, tapi nggak apa-apa, kayanya ini butuh juga didokumentasikan. 

Jadiii ceritanya, setelah 7 tahun mencicil dengan sabar, tahun kemarin KPR kami lunas jugaaa!! 

Aaaa, super legaaaa ... berasa lemak-lemak rontok dari tubuh.

Segitu leganya? Anywy, cicilan rumah saya ini nominalnya nggak besar, jauh lah sama cicilan rumah jaman sekarang, mengingat kami beli juga rumah second yang harganya emang udah murah. Tapi yang namanya utang sii, mau kecil atau besar tetep aja tiap bulan kepikiran. Tetap lebih tentrem gapunya utang. 

KPR kami ini sebenarnya sudah berhenti di-autodebt dari Juli pertengahan tahun, cuman kita baru ngeh sekitar bulan Septemberan. Terlebih kita juga bingung, ini gini doang nih? berakhir begitu saja? kok nggak ada pihak bank yang nelepon, mengucapkan selamat lunas gitu, misalnya #lah 

Lately dikasih tau temen-temen bankers sih, nanti mereka bakal ngabarin  kok sambil menawarkan ambil kredit selanjutnya, wkwkwk. Hop dulu lah, ambil nafaass...menikmati gaji utuh tanpa dikurangi cicilan. 

Ambil Sertifikat Rumah KPR Bank Mandiri

Akhirnya di pertengahan bulan September, ada telepon dari Bank Mandiri ke nomer hp suami. Menginformasikan tentang cara ambil sertifikat rumah di bank dan kelengkapan dokumennya. Kelengkapan ambil sertifikat rumah di bank antara lain :

- Rekening koran 3-6 bulan terakhir (yang menunjukkan bahwa cicilan terakhir sudah dilunasi dan tidak ada autodebt lagi di bulan selanjutnya)
- KTP asli (saya dan suami)
- Meterai 6000 (3 buah aja jaga-jaga)
- Buku tabungan asli 
- Kartu keluarga asli 
- Buku nikah asli

Semuanya jangan lupa dicopy yaa, pokoknya tiap kali bawa dokumen-dokumen legal seperti ini siapkan spare fotokopianya beberapa lembar. 

Berhubung rekening yang dipakai KPR ini adalah rekening atas nama saya, maka pengambilan harus sama saya, tidak bisa diwakilkan. 

Awal November kami disuruh datang ke bank Mandiri cab Letjen Sutoyo, padahal waktu ngambil KPR di Mandiri Wahid Hasyim. Pagi-pagi, sarapan soto Ambengan dulu di belakang RSSA (penting ya, fyi...in case you saking excitednya utang lunas sampe jadi laper). 

Selepas jam 8 kami tiba lalu masuk ke ruangan bagian Customer Loan (terpisah pintu dari pintu utama bank). 

Pada resepsionis kami menyampaikan tujuan, dan menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam satu map. Selanjutnya dipanggil ke sebuah ruangan untuk serah terima dokumen-dokumen KPR. 

Kita, sebagai debitur disebut Pihak Pertama (saya dan suami). 
Bank, sebagai kreditur disebut Pihak Kedua

Penting untuk mengecek kesesuaian dokumen yang diberikan dengan yang tertera dalam Berita Acara Serah Terima Dokumen Agunan. Pastikan semuanya ada dan sudah dilegalisasi oleh pihak bank, kemudian baru kita tandatangani. 

Dokumen yang Diterima saat Lunas KPR 

Ini dokumen yang diterima pada saat ambil sertifikat rumah :

1. Surat Hak Milik (SHM)
2. Surat Hak Tanah (SHT)
3. Akta Jual Beli (AJB)
4. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
5. Surat Roya 
6. Surat Keterangan Lunas 

Satu bundel dengan IMB, disertakan juga blueprint rumah secara detail.

Proses serah terima ini 15 menit saja selesai. Bisa pulang dengan perut lapar lagi saking leganya. Saya sama suami sama-sama terdiam di perjalanan pulang, sama persis saat kami menandatangani kredit 7 tahun lalu. Speechless

Nggak tau harus berkata apa cuman bisa bilang alhamdulillah di dalam hati. Ngehe emang pasangan ini...ga ada romantis-romantisnya, pelukan apa kek gitu :P   

Surat Roya 

Selanjutnya kita akan mengurus Surat Roya di Badan Pertanahan Nasional. Surat roya ini penting meski sering terlupakan , untuk menyatakan secara resmi bahwa kita benar-benar bebas dari tanggungan KPR. Alias, pencoretan pada buku tanah Hak Tanggungan karena hak tanggungan telah terhapus. 

Berdasarkan Pasal 18 ayat (1) UU Hak Tanggungan, terhapusnya Hak Tanggungan bisa disebabkan karena:
Ke-1: Hapusnya utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan; 
Ke-2: Dilepaskannya Hak Tanggungan oleh pemegang Hak Tanggungan 
Ke-3: Pembersihan Hak Tanggungan berdasarkan penetapan peringkat oleh Ketua Pengadilan Negeri; 
Ke-4: Hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan

Untuk urusan Roya ini masih kita tunda karena e-KTP saya yang masih berupa SuKet, form aslinya sedang ditangguhkan di Kecamatan :D Begitu blankonya jadi bulan depan, segera akan saya urus ke BPN. 

Nanti Kita Cerita Lagi Tentang Hari Esok ...

Lebih Bahaya Vape atau Rokok? Yuk Cari Tahu Jawabannya!

Tidak ada komentar
Karena ada adik dari Bandung yang liburan akhir tahun ke sini, saya ajak lah dese nongkrong-nongkrong di kafe anak muda. Yamaklum ya, adik saya 15 tahun lebih muda daripada saya, jadi nggak asik kalo saya ajak ngasuh ke playground, hahahah. 

Minusnya kafe anak muda kekinian tuh, banyak banget yang sebal-sebul sana-sini. Meski bukan asap rokok klasik yang bau khas tembakau itu, asap vape juga sama menyebalkannya bagi saya. 


Memang sih, kehadiran vape berhasil menggeser dominasi rokok dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang beranggapan bahwa vape lebih aman daripada rokok. Padahal, perdebatan lain tentang lebih bahaya vape atau rokok juga tak kunjung selesai. Lagi pula, pasti masih banyak orang yang bingung bila mendapat pertanyaan tentang lebih bahaya vape atau rokok? Ada yang jawab rokok, ada yang jawab vape atau malah bingung dewe. 

Kalau ingin tahu lebih bahaya vape atau rokok, coba simak deh ulasan informasi lengkap berikut ini... 

Mengenal Kandungan Rokok 


Rokok bukanlah produk yang asing di tanah air. Bahkan, ada puluhan bahkan ratusan merek rokok yang beredar di Indonesia. Namun, apa kamu tahu bahwa rokok mengandung beberapa senyawa ini? 

· Nikotin: Senyawa candu yang satu ini membuat orang ketagihan merokok. Nikotin bisa mencapai otak dalam kurun waktu 15 detik setelah dihirup. 

· Tar: Tar adalah senyawa yang muncul ketika rokok dihirup. Biasanya tar akan tertinggal di paru-paru dan meninggalkan bercak kecokelatan yang rentan menyebabkan kanker. 

· Asetaldehida: senyawa ini merupakan karsinogen (pemicu kanker) yang sering digunakan pada lem. 

· Arsenik: banyak ditemukan pada racun tikus dan pestisida serta terdapat juga dalam asap rokok. 

· Aseton: senyawa yang digunakan untuk menghapus cat kuku ini rentan menyebabkan kerusakan hati dan ginjal dalam jangka panjang. 

· Benzene: benzene yang masih ke tubuh manusia dapat mengganggu sistem reproduksi dan menurunkan jumlah sel darah merah. 

· Kadmium: senyawa ini sering digunakan untuk melapisi logam dan bahan baku baterai. Kadmium yang masuk ke tubuh bisa menyebabkan kerusakan otak, ginjal, dan hati. 

· Acrolein: bahan yang terdapat dalam gas air mata ini bisa menyebabkan gangguan saluran pernapasan atas dan rentan menjadi karsinogen. 

Selain beberapa kandungan tersebut, tentu masih banyak kandungan berbahaya lainnya yang terdapat pada rokok. 

Mengenal Kandungan Vape 


Jika banyak orang sudah mengenal kandungan rokok, lain halnya dengan vape. Beberapa zat dalam vape ini rupanya justru belum banyak diketahui orang: 

· Nikotin: sama seperti rokok, vape juga mengandung nikotin yang membuat penghirupnya jadi kecanduan. Nikotin bisa menyebabkan kerusakan otak remaja, gangguan kesehatan ibu dan janin. Penggunaan tabung vape bertekanan tinggi membuat kadar nikotin yang masuk ke tubuh semakin banyak sehingga orang yang mengonsumsinya semakin rentan kecanduan. 

· Volatile Organic Compounds (VOC): senyawa yang satu ini mirip dengan propen glikol yang biasanya digunakan untuk menghasilkan efek kabut di panggung. Pada kadar rendah, VOC bisa menyebabkan iritasi mata, paru-paru, hidung, dan tenggorokan. Namun, pada kadar yang lebih tinggi, senyawa ini rentan merusak sistem saraf, hati, dan ginjal. 

· Formaldehyde: formaldehyde akan terbentuk ketika vape terlalu panas. Senyawa ini sering digunakan untuk proses pembuatan kayu lapis. Jika masuk ke dalam tubuh manusia, formaldehyde dapat merusak sistem pencernaan, paru-paru, dan kulit. 

· Propilen glycol: zat yang satu ini merupakan alkohol tak berwarna yang bisa menyebabkan iritasi mata, kantuk, atau sensasi pusing. 

· Bahan kimia perasa: zat-zat perasa yang digunakan dalam vape ternyata menunjukkan kandungan diacetyl. Diacetyl merupakan senyawa yang diduga sering menjadi pencetus penyakit paru-paru kronis, salah satunya adalah bronchiolitis obliterans. 

Jadi, Lebih Bahaya Vape atau Rokok? 


Belum ada penelitian kesehatan yang secara gamblang menyebutkan lebih bahaya vape atau rokok. Karena gangguan kesehatan tidak hanya bersumber dari konsumsi tembakau dalam rokok saja. Walaupun tidak mengandung rokok, nyatanya vape juga mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang rentan mengganggu kesehatan. Bahkan, ada beberapa bahan kimia dalam vape yang terbukti sama dengan kandungan rokok. 

Kendati demikian, laporan dari CDC - Centers for Disease for Control and Prevention memaparkan bukti tentang risiko vape yang mengakibatkan kerusakan paru-paru serius setelah dikonsumsi satu tahun. Bukti tersebut bersumber dari 200 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan gejala kerusakan paru-paru akibat aktivitas mengonsumsi vape. Dampak negatif tersebut tentu patut mendapat sorotan khusus supaya tidak menimbulkan lebih banyak korban. 

Jadi, ketimbang hanya bertanya-tanya tentang lebih bahaya vape atau rokok,  sebaiknya hindari aja konsumsi dua jenis produk tersebut mulai sekarang. 

Selain untuk menjaga kesehatan, tidak mengonsumsi beginian juga bisa menghemat pengeluaran. Uang untuk membeli vape atau rokok sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan lain. Sehingga kamu akan lebih sehat dan terbebas dari gangguan finansial akibat kecanduan rokok atau vape. https://www.cekaja.com/info/efek-samping-rokok-elektrik-vape-yang-harus-kamu-waspadai