Cara Ambil Sertifikat Rumah di Bank Mandiri

by - February 15, 2020


Sedikit late post yaaa, tapi nggak apa-apa, kayanya ini butuh juga didokumentasikan. Atas kekurangan informasi yang disajikan, mohon dimaklumi karena ini cuman share cara ambil sertifikat rumah di Bank Mandiri yang dialami sendiri aja, untuk info lebih lengkapnya bisa menghubungi bank masing-masing secara langsung. 

Jadi ceritanya, setelah 7 tahun mencicil dengan sabar, tahun kemarin KPR kami lunas jugaaa!! 

Aaaa, super legaaaa ... berasa lemak-lemak rontok dari tubuh.

Segitu leganya? Anywy, cicilan rumah saya ini nominalnya nggak besar, jauh lah sama cicilan rumah jaman sekarang, mengingat kami beli juga rumah second yang harganya emang udah murah. Tapi yang namanya utang sii, mau kecil atau besar tetep aja tiap bulan kepikiran. Tetap lebih tentrem gapunya utang. 

KPR kami ini sebenarnya sudah berhenti di-autodebt dari Juli pertengahan tahun, cuman kita baru ngeh sekitar bulan Septemberan. Terlebih kita juga bingung, ini gini doang nih? berakhir begitu saja? kok nggak ada pihak bank yang nelepon, mengucapkan selamat lunas gitu, misalnya #lah 

Lately dikasih tau temen-temen bankers sih, nanti mereka bakal ngabarin  kok sambil menawarkan ambil kredit selanjutnya, wkwkwk. Hop dulu lah, ambil nafaass...menikmati gaji utuh tanpa dikurangi cicilan. 

Lalu akhirnya di pertengahan bulan September, ada telepon dari Bank Mandiri ke nomer hp suami. Menginformasikan untuk kelengkapan dokumen yang dibutuhkan untuk ambil sertifikat rumah, antara lain :

- Rekening koran 3-6 bulan terakhir (yang menunjukkan bahwa cicilan terakhir sudah dilunasi dan tidak ada autodebt lagi di bulan selanjutnya)
- KTP asli (saya dan suami)
- Materai 6000 (3 buah aja jaga-jaga)
- Buku tabungan asli 
- Kartu keluarga asli 
- Buku nikah asli

Semuanya jangan lupa dicopy yaa, pokoknya tiap kali bawa dokumen-dokumen legal seperti ini siapkan spare fotokopianya beberapa lembar. 

Berhubung rekening yang dipake KPR ini adalah rekening saya, maka pengambilan harus sama saya, tidak bisa diwakilkan. 

Awal November kami disuruh datang ke bank Mandiri Letjen Sutoyo, padahal waktu ngambil KPR di Mandiri Wahid Hasyim. Pagi-pagi, sarapan soto Ambengan dulu di belakang RSSA (penting ya, fyi...in case you saking excitednya utang lunas sampe jadi laper). Selepas jam 8 kami tiba lalu masuk ke ruangan bagian Customer Loan (terpisah pintu dari pintu utama bank). 

Pada resepsionis kami menyampaikan tujuan, dan menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam satu map. Selanjutnya dipanggil ke sebuah ruangan untuk serah terima dokumen-dokumen KPR. 

Kita, sebagai debitur disebut Pihak Pertama (saya dan suami). 
Bank, sebagai kreditu disebut Pihak Kedua. 

Penting untuk mengecek kesesuaian dokumen yang diberikan dengan yang tertera dalam Berita Acara Serah Terima Dokumen Agunan. Pastikan semuanya ada dan sudah dilegalisasi oleh pihak bank, kemudian baru kita tandatangani. 

Ini dokumen yang diterima pada saat ambil sertifikat rumah :

1. Surat Hak Milik (SHM)
2. Surat Hak Tanah (SHT)
3. Akta Jual Beli (AJB)
4. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
5. Surat Roya 
6. Surat Keterangan Lunas 

Satu bundel dengan IMB, disertakan juga blueprint rumah secara detail.

Proses serah terima ini 15 menit saja selesai. Bisa pulang dengan perut lapar lagi saking leganya. Saya sama suami sama-sama terdiam di perjalanan pulang,  sama persis saat kami menandatangani kredit 7 tahun lalu. Speechless. Ngga tau harus berkata apa cuman bisa bilang alhamdulillah di dalem hati. Ngehe emang pasangan ini...ga ada romantis-romantisnya, pelukan apa kek gitu :P   

Selanjutnya kita akan mengurus surat Roya di Badan Pertanahan Nasional. Surat roya ini penting meski sering terlupakan , untuk menyatakan secara resmi bahwa kita benar-benar bebas dari tanggungan KPR. Alias, pencoretan pada buku tanah Hak Tanggungan karena hak tanggungan telah terhapus. 

Berdasarkan Pasal 18 ayat (1) UU Hak Tanggungan, terhapusnya Hak Tanggungan bisa disebabkan karena:
Ke-1: Hapusnya utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan; 
Ke-2: Dilepaskannya Hak Tanggungan oleh pemegang Hak Tanggungan 
Ke-3: Pembersihan Hak Tanggungan berdasarkan penetapan peringkat oleh Ketua Pengadilan Negeri; 
Ke-4: Hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan

Untuk urusan Roya ini masih kita tunda karena e-KTP saya yang masih berupa SuKet, form aslinya sedang ditangguhkan di Kecamatan :D Begitu blankonya jadi bulan depan, segera akan saya urus ke BPN. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Esok ...

You May Also Like

7 komentar

  1. Alhamdulillaah, ikut seneng, Mbak, bacanya. Lega pasti ya, tapi masih ada prosesnya yang ternyata panjang juga ya untuk bisa sampai pada tahap benar-benar plong karena urusan hukumnya udah beres.

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah ada pandangan dan informasi cara ambil sertifikat rumah KPR di bank Mandiri ini ya Mba. Meski aku belum pernah ngambil KPR jadi dapat bayangan. Thanks mba Rella

    ReplyDelete
  3. Yaampunnn lega banget akhirnya beban 7 tahun rontok juga 😂 Wah buat saya yang masih jomblo ini belajar soal KPR rumah penting juga ya mba buat besok kalau udah nikah hahahahaha

    ReplyDelete
  4. Wah senangnya sudah bebas dari beban menyicil rumah ya. Aku juga lunasin cicilan KPR 5 thn, eh abis itu suami ngambil rumah lagi buat investasi. Alhasil gak selesai2 deh cicilannya hehe.

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah yah Mbaak lunas juga. Barakallah :') Terimakasih sharingnya yg pastinya bakal bermanfaat buatku :)

    ReplyDelete
  6. Asik nih dapet ilmu lagiiii. Aku belum ada pengalaman tentang hal kayak gini tapi aku merasa terbantu banget sama tulisan mbak yang ini. Bisa dijadiin pelajaran juga🤭. Thank you for sharing mbak.

    ReplyDelete
  7. The installment of this house is not that big, it's far the same as the installment of a house nowadays, considering that you bought a second house which is already cheap.

    ReplyDelete

Featured Post

Cara Ambil Sertifikat Rumah di Bank Mandiri