Lebih Bahaya Vape atau Rokok? Yuk Cari Tahu Jawabannya!

Karena ada adik dari Bandung yang liburan akhir tahun ke sini, saya ajak lah dese nongkrong-nongkrong di kafe anak muda. Yamaklum ya, adik saya 15 tahun lebih muda daripada saya, jadi nggak asik kalo saya ajak ngasuh ke playground, hahahah. 

Minusnya kafe anak muda kekinian tuh, banyak banget yang sebal-sebul sana-sini. Meski bukan asap rokok klasik yang bau khas tembakau itu, asap vape juga sama menyebalkannya bagi saya. 


Memang sih, kehadiran vape berhasil menggeser dominasi rokok dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang beranggapan bahwa vape lebih aman daripada rokok. Padahal, perdebatan lain tentang lebih bahaya vape atau rokok juga tak kunjung selesai. Lagi pula, pasti masih banyak orang yang bingung bila mendapat pertanyaan tentang lebih bahaya vape atau rokok? Ada yang jawab rokok, ada yang jawab vape atau malah bingung dewe. 

Kalau ingin tahu lebih bahaya vape atau rokok, coba simak deh ulasan informasi lengkap berikut ini... 

Mengenal Kandungan Rokok 


Rokok bukanlah produk yang asing di tanah air. Bahkan, ada puluhan bahkan ratusan merek rokok yang beredar di Indonesia. Namun, apa kamu tahu bahwa rokok mengandung beberapa senyawa ini? 

· Nikotin: Senyawa candu yang satu ini membuat orang ketagihan merokok. Nikotin bisa mencapai otak dalam kurun waktu 15 detik setelah dihirup. 

· Tar: Tar adalah senyawa yang muncul ketika rokok dihirup. Biasanya tar akan tertinggal di paru-paru dan meninggalkan bercak kecokelatan yang rentan menyebabkan kanker. 

· Asetaldehida: senyawa ini merupakan karsinogen (pemicu kanker) yang sering digunakan pada lem. 

· Arsenik: banyak ditemukan pada racun tikus dan pestisida serta terdapat juga dalam asap rokok. 

· Aseton: senyawa yang digunakan untuk menghapus cat kuku ini rentan menyebabkan kerusakan hati dan ginjal dalam jangka panjang. 

· Benzene: benzene yang masih ke tubuh manusia dapat mengganggu sistem reproduksi dan menurunkan jumlah sel darah merah. 

· Kadmium: senyawa ini sering digunakan untuk melapisi logam dan bahan baku baterai. Kadmium yang masuk ke tubuh bisa menyebabkan kerusakan otak, ginjal, dan hati. 

· Acrolein: bahan yang terdapat dalam gas air mata ini bisa menyebabkan gangguan saluran pernapasan atas dan rentan menjadi karsinogen. 

Selain beberapa kandungan tersebut, tentu masih banyak kandungan berbahaya lainnya yang terdapat pada rokok. 

Mengenal Kandungan Vape 


Jika banyak orang sudah mengenal kandungan rokok, lain halnya dengan vape. Beberapa zat dalam vape ini rupanya justru belum banyak diketahui orang: 

· Nikotin: sama seperti rokok, vape juga mengandung nikotin yang membuat penghirupnya jadi kecanduan. Nikotin bisa menyebabkan kerusakan otak remaja, gangguan kesehatan ibu dan janin. Penggunaan tabung vape bertekanan tinggi membuat kadar nikotin yang masuk ke tubuh semakin banyak sehingga orang yang mengonsumsinya semakin rentan kecanduan. 

· Volatile Organic Compounds (VOC): senyawa yang satu ini mirip dengan propen glikol yang biasanya digunakan untuk menghasilkan efek kabut di panggung. Pada kadar rendah, VOC bisa menyebabkan iritasi mata, paru-paru, hidung, dan tenggorokan. Namun, pada kadar yang lebih tinggi, senyawa ini rentan merusak sistem saraf, hati, dan ginjal. 

· Formaldehyde: formaldehyde akan terbentuk ketika vape terlalu panas. Senyawa ini sering digunakan untuk proses pembuatan kayu lapis. Jika masuk ke dalam tubuh manusia, formaldehyde dapat merusak sistem pencernaan, paru-paru, dan kulit. 

· Propilen glycol: zat yang satu ini merupakan alkohol tak berwarna yang bisa menyebabkan iritasi mata, kantuk, atau sensasi pusing. 

· Bahan kimia perasa: zat-zat perasa yang digunakan dalam vape ternyata menunjukkan kandungan diacetyl. Diacetyl merupakan senyawa yang diduga sering menjadi pencetus penyakit paru-paru kronis, salah satunya adalah bronchiolitis obliterans. 

Jadi, Lebih Bahaya Vape atau Rokok? 


Belum ada penelitian kesehatan yang secara gamblang menyebutkan lebih bahaya vape atau rokok. Karena gangguan kesehatan tidak hanya bersumber dari konsumsi tembakau dalam rokok saja. Walaupun tidak mengandung rokok, nyatanya vape juga mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang rentan mengganggu kesehatan. Bahkan, ada beberapa bahan kimia dalam vape yang terbukti sama dengan kandungan rokok. 

Kendati demikian, laporan dari CDC - Centers for Disease for Control and Prevention memaparkan bukti tentang risiko vape yang mengakibatkan kerusakan paru-paru serius setelah dikonsumsi satu tahun. Bukti tersebut bersumber dari 200 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan gejala kerusakan paru-paru akibat aktivitas mengonsumsi vape. Dampak negatif tersebut tentu patut mendapat sorotan khusus supaya tidak menimbulkan lebih banyak korban. 

Jadi, ketimbang hanya bertanya-tanya tentang lebih bahaya vape atau rokok,  sebaiknya hindari aja konsumsi dua jenis produk tersebut mulai sekarang. 

Selain untuk menjaga kesehatan, tidak mengonsumsi beginian juga bisa menghemat pengeluaran. Uang untuk membeli vape atau rokok sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan lain. Sehingga kamu akan lebih sehat dan terbebas dari gangguan finansial akibat kecanduan rokok atau vape. https://www.cekaja.com/info/efek-samping-rokok-elektrik-vape-yang-harus-kamu-waspadai
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url