Skincareku yang Paling Gong di Tahun 2025
Jujur saja, di tahun 2025 ini saya sudah tidak lagi mudah tergoda skincare viral. Umur nambah, tanggung jawab nambah, waktu ngaca malah sering sambil mikir PR anak belum dicek. Jadi standar saya soal skincare berubah: bukan lagi soal siapa yang paling hype, tapi siapa yang paling masuk akal dan cocok di kulit tanpa bikin ribet.
Di tengah semua itu, ada tiga produk yang kembali saya sadari sebagai “paket aman”. Dipakai barengan, tidak saling tabrakan, tidak menimbulkan efek aneh, dan justru terasa makin menyatu dengan kondisi kulit saya sekarang. Buat saya pribadi, inilah skincare paling gong di 2025. Bukan karena menjanjikan keajaiban, tapi karena konsisten bikin kulit baik-baik saja.
Erha Age Corrector AHA BHA Red Alga Facial Wash
Rutinitas skincare yang realistis selalu dimulai dari sabun muka. Dan semakin ke sini, saya makin sadar bahwa facial wash itu tidak perlu neko-neko. Erha Age Corrector Facial Wash jadi pilihan yang terasa “dewasa”: bersih, tapi tahu batas.
Facial wash ini mengandung AHA dan BHA yang membantu membersihkan pori sekaligus eksfoliasi ringan. Tapi jangan bayangkan yang bikin kulit kering atau ketarik. Teksturnya gel lembut, busanya halus, dan setelah dibilas kulit terasa bersih tanpa drama. Tambahan red algae extract berfungsi sebagai antioksidan, membantu kulit menghadapi paparan polusi dan aktivitas harian.
Di tahun 2025, saat kulit saya sudah tidak sekuat dulu menghadapi produk eksperimental, facial wash ini terasa aman. Dipakai pagi dan malam tidak menimbulkan iritasi, tidak bikin kulit rewel, dan tetap nyaman meski dipakai jangka panjang.
Produk ini diproduksi oleh ERHA, brand dermatologi asal Indonesia yang memang fokus pada kesehatan kulit. Harga jualnya berada di kisaran Rp50.000–Rp80.000, tergantung tempat pembelian. Dengan kualitas dan rasa aman yang diberikan, ini termasuk produk “tenang”, dan itu pujian.
Bio Beauty Lab Potent-C Serum
Vitamin C masih jadi andalan di 2025, tapi sekarang saya lebih selektif. Kulit tidak lagi butuh yang terlalu agresif, tapi yang konsisten bekerja. Bio Beauty Lab Potent-C Serum masuk kategori itu.
Serum ini menggunakan turunan vitamin C yang lebih stabil, dengan kandungan THD Ascorbate yang kemampuannya 50x lebih kuat penyerapan di kulit daripada jenis Vitamin C pada umumnya. Sehingga lebih ramah untuk dipakai rutin. Teksturnya ringan, cair, dan cepat menyerap. Tidak lengket, tidak beraroma menyengat, dan yang paling penting tidak menimbulkan sensasi perih atau breakout di kulit saya.
Efek yang saya rasakan bukan yang instan, tapi pelan-pelan. Kulit terlihat lebih cerah natural, bekas jerawat memudar secara bertahap, dan tone kulit terasa lebih merata. Serum ini juga mudah dipadukan dengan produk lain, baik dipakai pagi hari sebelum sunscreen atau malam hari sebelum moisturizer.
Bio Beauty Lab sebagai produsen cukup konsisten menghadirkan produk aktif dengan harga masuk akal. Harga serum ini berada di kisaran Rp110.000–Rp230.000, tergantung ukuran. Untuk ukuran serum vitamin C yang aman dipakai jangka panjang, ini masih sangat rasional.
Amaterasun UV Sunscreen Cream
Kalau di 2025 masih skip sunscreen, rasanya bukan lupa lagi, tapi sengaja. Untungnya, Amaterasun UV Sunscreen Cream membuat urusan sunscreen jadi tidak terasa seperti kewajiban berat.
Dengan SPF 50+ PA++++, sunscreen ini memberikan perlindungan optimal dari sinar UVA dan UVB. Teksturnya berupa cream ringan yang mudah diratakan dan cepat menyatu dengan kulit. Tidak meninggalkan white cast, tidak greasy, dan tetap nyaman dipakai bahkan saat aktivitas padat.
Yang saya suka, sunscreen ini tidak cuma melindungi, tapi juga merawat. Kandungan vitamin E, hyaluronic acid, dan antioksidan membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah iritasi. Dipakai sendiri atau di bawah makeup, hasilnya tetap rapi dan tidak membuat kulit “capek”.
Amaterasun adalah brand lokal Indonesia, dan harga sunscreen ini berada di kisaran Rp38.000–Rp40.000, murah mursidah banget. Dengan kualitas seperti ini, rasanya sulit mencari alasan untuk tidak pakai sunscreen setiap hari. Untuk produk sunscreen memang cocok-cocokan, mbak blogger Dian Restu Agustina pernah bahas juga di blognya.
Kenapa Ketiganya Jadi Skincare Paling Gong Buat Saya
Di tahun 2025, saya tidak lagi mencari skincare yang menjanjikan kulit sempurna. Yang saya cari adalah skincare yang bisa diajak kerja sama. Dan tiga produk ini memenuhi itu: saling melengkapi, tidak menimbulkan efek negatif, dan blend dengan baik di kulit saya.
Karena biasanya ada aja terutama serum/moisturizer ternyata nggak cocok sama sunscreennya, bikin kemerahan atau gatal-gatal. Begitu pun sebaliknya. Nah di ketiga produk ini enggak gitu, makanya enak banget makenya dan tentu aja repurchase!
Mulai dari membersihkan, memperbaiki, hingga melindungi, semuanya berjalan tanpa konflik. Tidak ada iritasi, tidak ada drama purging, dan tidak ada rasa “kok kulit jadi aneh ya?”. Buat saya, itu definisi skincare yang berhasil, hope this help me aging gracefully yaaahh.. almost 40s niih!










