Tips Berburu Buku di BBW

2 komentar

Bazar buku impor Big Bad Wolf Booksale akan digelar kembali di Surabaya untuk ketiga kalinya. Para book lovers pasti sudah menanti-nantikan event ini untuk hunting buku incaran, apalagi harganya hanya satupertiga dibanding harga di toko buku impor semacam P*riplus atau Bo*ks and B*yond.  

Ada yang berencana pergi ke JX International Expo untuk borong buku-bukunya? 

Tunggu dulu, sebelum kalap ditenggelamkan buku-buku di sana, perlu strategi untuk melancarkan perburuan di TKP. Dari sejak kedatangan pertamanya ke Indonesia tahun 2016 lalu, sedikit banyak saya mempelajari pola-pola yang bisa dibuat tips untuk para hunter yang mau menerjang arena pameran. 

1. Targetkan Jenis Buku yang Mau Dibeli

Sebelumnya pastikan mengikuti info-info BBW dari sosmed dan web yang berseliweran di timeline. Koleksi buku yang bakal ada di sana juga sebagian dirilis di teaser-teasernya BBW, dan you will notice kalau sebagian besar buku-buku yang dijual di sini adalah buku berbahasa Inggris, namanya juga pameran buku impor yah. Penentuan jenis buku apa yang mau kita beli juga memengaruhi ke mana nantinya kita memosisikan diri di venue yang luasnya segede alaihim itu. Buku-buku di sana akan dikelompokkan sesuai tema, mis Reference, Cooking, Crafting, Architecture, Children Books, dll. Kalau sudah ajeg dengan jenis buku yang mau dicari, muter di situ aja dulu, baru nanti keliling genre lain kalau yang diincar sudah di tangan. 

Satu-satunya penerbit lokal yang bukunya tersedia di BBW selama ini baru dari Mizan saja, entah kalau di tahun 2018 ini ada penerbit lain yang bergabung. Tapi meskipun cuma ada satu penerbit berbahasa Indonesia, buku-buku yang dijualnya melambai-lambai minta dibeli. Bayangkan, buku yang biasanya dijual di atas 80 ribuan, kini harganya cuman 15 ribuan saja. Gimana nggak cepat habis si Mizan ini diborong para wolfies yang ganas-ganas itu.  

2. Siapkan Alat Pembayaran Yang Mudah 

Di tahun pertama, BBW hanya bisa menerima transaksi melalui bank Mandiri. Namun cara ini sepertinya kurang praktis. 

Dua tahun terakhir ini, transaksi menggunakan bank apapun bisa diterima, termasuk debit dan credit card. Mandiri masih tetap jadi sponsor utama, jadi jika Anda pemegang kartu Mandiri, coba cari tahu dulu fasilitas spesial apa yang diberikan pada penggunanya di BBW, kalau nggak salah ada Fiesta poin yang bisa ditukar jadi voucher.

Selain itu, banyak juga vendor-vendor yang bekerjasama mengeluarkan voucher, salah satunya BPJS Kesehatan. Mereka bisa memberi kita voucher disc 20% untuk setiap akun yang terdaftar BPJS. Nah, silakan cari info sebanyak-banyaknya untuk kemudahan ini.  


Cashless payment memang paling praktis, nggak perlu hitung-hitung duit di depan kasir, dan nggak perlu nungguin kembalian. Tapi nggak ada salahnya juga menyiapkan uang di dalam dompet secukupnya. Jika niat berhemat, bayar cash memang jadi kontrol terbaik karena melihat lembar demi lembar melayang itu beda sensasi berdebarnya dengan gesek kartu, hehehe. 


Berapa nominal aman bawa uang cash? Saya rekomendasikan angka 500rb - 1juta, udah bisa bawa pulang 10-15 buku. Kalau misalkan berencana datang beberapa hari sekali, bawa di bawah itu juga gak masalah, kok. Save the money for priority. 

What's Wrong With Secretary Kim? - Kdrama Review

1 komentar

This post will contain many spoilers, just..beware, heheh....

Drama Korea pertama yang saya tonton lagi habis lebaran, lama bener liburnya ya, sebetulnya sekalian nunggu perpanjangan Iflix dan waktu yang bener-bener luang siih #nyarigratisaann   
Jadiii, drama ini menceritakan tentang Kim Mi So (yang diperankan oleh Park Min Young - selanjutnya akan saya panggil Bu Kim) yang tiba-tiba mengajukan resign setelah kerja dengan amat sempurna selama 9 tahun sebagai sekretarisnya Wakil Presiden Direktur Yumyung Group, Lee Young Joon (yang diperankan oleh Park Seo Joon - selanjutnya akan saya panggil Wapresdir - panjang amat). 
Bagai tersambar petir, Wapresdir kaget dengan keputusan yang tiba-tiba ini, dia pikir semua orang akan senang bekerja dengannya karena dia begitu percaya diri dan purrreefek (coba perhatikan stealing scene saat dia bilang "aura!" ) 
Ternyata, alasan Bu Kim mengundurkan diri tepatnya karena dia mau punya lebih banyak waktu buat dirinya sendiri, melakukan yang dia suka karena kewajibannya melunasi utang-utang keluarganya sudah selesai. Kedua kakaknya sudah punya karir yang baik, jadi ini waktu yang tepat buat Bu Kim memikirkan diri sendiri. " Aku tidak mau begini saja seumur hidupku. Aku ingin menikah...", katanya. 
Apakah bu Kim sudah punya calon suami? tidak juga. Dia masih terkenang akan memori masa kecilnya pernah diculik bersama seorang anak konglomerat yang kemudian jadi childhood sweeheartnya. 
Merasa dirinya akan kesusahan kalau ditinggal Bu Kim, Wapresdir Lee pun rela melakukan apapun agar bu Kim mau menunda atau bahkan membatalkan rencana pengunduran dirinya.  Inilah inti cerita dramanya, tapi sepanjang 16 episode berlangsung, percayalah ceritanya bukan soal ini saja. Jika kamu mengira ini nggak jauh-jauh dari drama cinta biasa, it's far more than that! 
kabarnya ini dari webtoon, yang mana saya gak pernah sekalipun baca webtoon heheh 

1. The Casts 



Sejujurnya saya gak bisa bahas iniii, soalnya nggak apal sama pemain-pemain Korea, dan nggak inget pernah lihat pemain ini main di film lain yang mana. Tapi menurut saya, karakter pemainnya pas semua, baik lead maupun supporting characters. Tokoh Wapresdir  Lee, seorang anak pimpinan perusahaan yang super narsis dan gila kerja. Bu Kim yang selalu cantik, siaga, dan murah senyum, tapi juga ekspresi mukanya bisa berubah sesuai konteks. Sejujurnya, tiap liat bu Kim dengan senyum lebarnya, suka otomatis ikutan senyum juga, hahah....bener ya kalo senyum itu sedekah yg menular #ngok   

Begitupula rekan-rekan kantor yang seru, semua aktingnya pas....aku jadi kangen office ambiance, gosip-gosip kantor, #eeeeh. Tidak lupa, tokoh Park Yoo Sik, sahabat sekaligus Direktur Yumyung Group yang kocak tapi juga bisa memberi advis-advis penting bagi Wapresdir. Dia punya andil besar terhadap karena notabene lebih berpengalaman dalam percintaan (ya duda seehh...) 

2.  The Romance 
Hihi, seperti biasa, kisah cinta dalam kdrama selalu bikin baper, yang ini ditambah HOT, kompor kalee... Di serial ini juga diceritakan beberapa office-couple yang pada episode akhir-akhir menemukan pasangan jiwanya masing-masing, ciyeeee. Love each of their stories, nggak ada yang terlalu drama atau menye-menye. Nggak ada juga drama beda kasta yang dibesar-besarkan, sebaliknya, appreciate banget sama keluarga Presdir yang welcome pada keluarga bu Kim yang sangat sederhana, malahan mereka sungkan sendiri karena bu Kim berani speak up ketidaknyamanannya atas berbagai pemberian yang terlalu mewah buat dirinya. 


ini yak, unyu nyuuu banget dah....
Khususon pasangan tokoh utama kita, awalnya saya agak gengges sama bu Kim yang malu-malu tapi mau, jadi kesannya "lo gak mau tapi lo bertingkah menggoda terus...", ya akhirnya gue aja yang suudzon sik, karena ternyata bu Kim juga bisa menjaga sikapnya yang bikin Wapresdir penasaran setengah mati. 

Haru karena mereka berdua akhirnya menemukan pencariannya satu sama lain, walau awalnya ada yang tidak menyadari. Ketika sempat salah alamat, Wapresdir pun langsung bersikap posesif dan mempertahankan cintanya. Love attitude seperti ini mirip kaya Edward Cullen pada Bella, tapi kalo si Edward keliahatan rapuh dan bertekuk lutut banget di kaki Bella. 

3. Beside Story 
Buat saya, istimewanya drama Korea adalah ada bagian-bagian cerita yang bikin nangis, sedih, haru dan tertawa. Ini yang bikin WWWSK layak ditonton, karena kamu nggak akan cuma baper, tapi juga ikut merenungkan hikmah dari cerita dan dialog-dialognya yang mengandung sesuatu.

Mengetahui bahwa dua saudara kandung (Lee Sung Yeon dan Lee Young Joon) mengalami trauma masa kecil yang deritanya hampir tak berujung kalau saja orangtuanya tidak keburu sadar dan meminta maaf pada anak-anak mereka. Meski sudah berlalu selama puluhan taun hingga anak-anaknya dewasa, pak dan bu Presdir tidak sungkan meminta maaf atas kesalahan mereka di masa lalu.  

And you know, reaksi anaknya pun tidak bilang "apaaahh?!" dengan mata melotot, nangis gerung gerung kemudian minggat dari rumah (gak bawa apa-apa). Sung Yeon, kakaknya Wapresdir, awalnya memang kecewa dan sangat malu atas apa yang sebenarnya telah terjadi, tapi berikutnya dia berlapang dada dan memperbaiki hubungannya dengan orangtua dan saudara kandungnya.

Laaaff banget ama cara mengatasi konflik dalam keluarga ini. Bagaimanapun juga, luka di masa lalu tidak akan hilang, tapi selalu ada cara untuk memperbaikinya, dan semua orang berkesempatan hidup layak tanpa didera beban masa lalunya. 

Emang apa sih konfliknya? tonton aja dah...dijamin, berderaaaiii...

Korea selalu pinter mengaduk-aduk perasaan saya jika ceritanya tentang keluarga dan kesetiaan, konflik-konflik yang realistis ngga jauh dari keseharian kita, jadi berasa riil. Kejadian nangiis mulu akhirnya di bawah selimut, hahah...pas anak-anak tidur tentunya.

3. Plot Twist 
Shocking secret revealed between these two brothers. Seru deh, padahal si Sung Yeon (diperankan oleh Lee Tae Hwan) ini mukanya manis pas senyum dan keliatan lebih mudaaa....tapi perannya menderitaaaa.... Mereka ambil significant roles di asal mula cerita, dan itu pula yang menyebabkan semua berpikir yang enggak-enggak tentang kakak Yeon ini.  


Pada episode pertengahan saya masih menebak-nebak kira-kira kenapa Wapresdir dan kakaknya seperti itu. Kenapa scene penculikan sebegitu mengerikannya seperti scene film hantu. Trus apa jangan-jangan begini, jangan-jangan begitu. Saat mandi atau  lagi di angkot, kadang saya memikirkan itu , yaelah... Hingga di episode 10 dst, barulah semua terkuak satu per satu. Giling...gak kepikiran!! Pinter amat yang bikin skenarionya, nggak nyangka kalau cerita sebenarnya kaya gitu, dan selama puluhan tahun ditutup rapat-rapat oleh keluarga Lee.  Penasaran? tonton ajaaa.... 

Baiklah, akhirul kalam saya menyarankan bagi penonton pemula kaya saya, karena WWWSK ini cuman 16 episode aja, baiknya tonton 2 episode per hari, jadi kelar dalam semingguan #ngatur.  

Berenang di Singhasari Resort, Batu.

Tidak ada komentar


Meskipun cuaca belakangan dingin menggigit begini, anak-anak pantang menyerah minta berenang. Padahal waktu di Garut aja nyarinya kolam air hangat, kali ini mereka menantang menerjang semriwingnya Batu di sore hari.  

Sebenarnya ada banyak pilihan kolam renang hotel di sekitaran Malang dan Batu, dari hotel menengah di tengah kota sampai hotel mewah yang fasilitasnya yahud. Beberapa memang privat untuk pengunjung hotel saja, tapi banyak juga hotel lain yang membuka kolam renangnya untuk umum. 

Salah satu yang terbuka bagi pengunjung yang tidak menginap adalah Tlogowangi Swimming Pool, The Singhasari Resort. Di kelasnya, hotel ini termasuk favorit para traveler dari tingkat pelayanan dan viewnya. Terakhir saya ada acara di sana, hotel ini memang punya pemandangan yang ngga habis untuk dilihat dari berbagai penjuru.

Ya udah deh yuk, anak-anak, cuss mumpung punya dua lembar voucher berenang yang expirednya bulan depan…. 

Camping Bersama Keluarga

Tidak ada komentar


Berkemah atau camping bersama keluarga bisa jadi pilihan liburan atau aktivitas weekend yang menyenangkan dan bebas dari macet. Berkemah sekarang menjadi kegiatan yang bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja, tidak lagi identik dengan Pramuka atau pecinta alam.
Kemah keluarga perdana saya di pantai Kondang Merak, Malang, bersama tiga anak yang saat itu berusia 6, 5 dan 3 tahun. Bagi kami penyuka kegiatan outdoor, kesempatan berkemah adalah ajang family-time dan refreshing dari rutinitas sehari-hari. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak selama kemah, salah satunya adalah bersama-sama mendirikan tenda dan membuat api unggun. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk berkemah bersama keluarga adalah memilih lokasi kemah yang cocok. Perlu diingat bahwa kegiatan ini melibatkan orang dewasa dan anak-anak yang ketahanan fisiknya berbeda. Tentunya tidak ada target mendaki gunung dengan ketinggian tertentu. Jadi, pastikan tempat yang akan dituju sesuai untuk segala usia.


Setelah menentukan tujuan dan tempat untuk berkemah, tentunya kita nggak mau terlalu repot dengan bawaan yang terlalu banyak, bukan. Maka untuk persiapan yang efektif dan efisien, kita harus membuat perencanaan dan checklist kebutuhan setiap anggota keluarga lalu rundingkan lebih lanjut untuk menyusun kebutuhan bersama.

Yuk, kita uraikan persiapannya :

Belanja Make Up di Makeupuccino

6 komentar

Saya bukan makeup junkie, asli, beneran, tengok saja foto-fotoku, halahh….perasaan juga kalo pergi di rumah kaya udah cukup 'berwarna' sampe dikomen suami "ibu kok mukanya merah-merah?", pas difoto hasilnya kok pucet-pucet jugaaa #misteriilahi :)


Wawasan saya soal make up juga standar aja, karena pernah jadi sis bakul lipensetip tentulah harus paham barang dagangan dong, biar bisa merekomendasikan lipstik yang cucmey buat customer. Sebatas memperhatikan saja, nonton tutorial, tapi nggak pernah mengaplikasikannya pada canvas hidup.

Jadi, sengaja pergi khusus ke toko kosmetik buat leisure kaya gini, it’s a luxury hihi. Dulu pergi ke toko buat kulakan bawa list pesanan dan seringnya nggak ada waktu pilih-pilih buat sendiri.      


Makeupuccino awalnya onlineshop juga di instagram @makeupuccino, trus dia buka offline store di Cisangkuy. Trus akhirnya pindah ke jalan Bengawan no 15 ini. Baru kesempetan ke sana karena mau nyari bedak Coty Airspun yang kesohor itu, niatnya kalo ada testernya mau numpang tepuk-tepuk.

Berenang di Sumber Alam, Garut.

2 komentar

Ada banyak tempat wisata di Garut yang menyediakan kolam atau pemandian air panas, plus dengan resort mewah dan nyaman. Lokasi yang paling banyak ada di daerah Cipanas, salah satunya Sumber Alam. Yap, karena di sini terdapat sumber air panas alami yang melimpah, tinggal telusuri saja pemandian air panas di sepanjang jalan ini, dijamin bingung sendiri hehe. 

Garut, sebuah kota di selatan Jawa Barat yang tidak diragukan lagi pemandangan alamnya sangat indah dengan udara yang relatif sejuk. Berada di ketinggian 717 meter di atas permukaan laut, menjadikan Garut punya pesona wisata alam mulai dari gunung hingga pantai. 

Beruntung saat mengunjungi sanak saudara di Garut lebaran kemarin, saya dan keluarga berkesempatan untuk berenang di Sumber Alam Garut. Pilihan berenang ke sini dikarenakan kolam renang yang ada di penginapan kami airnya dingin, hehehe...maklum ya, bawa anak-anak, bisa cuman nyemplung doang terus mereka bilang “udahan buuuu….”

Lokasi 

Mudah menemukan lokasi Sumber Alam, karena masih sederetan dengan resort-resort di sepanjang jalan raya Cipanas, Tarogong Kaler, Garut. Ditempuh hanya 5 menit saja dari tempat menginap kami. Kolam renang Sumber Alam dibuka untuk umum, tidak khusus untuk pengunjung resort saja.

Harga Tiket 

Tiket masuk Sumber Alam dibanderol seharga 40rb (dewasa) dan 35rb (anak-anak), cukup murah untuk kolam yang nyaman dibanding kolam renang hotel yang rata-rata harganya di atas 50rb/orang. 

Air Hangat 

Kalau mengharapkan air panas untuk berendam ala jacuzzi, perginya harus ke Darajat Pass...di sana airnya betul-betul panas, cocok buat berendam-rendam aja. Kalau di Sumber Alam airnya hangat-hangat kuku, tetap enak dibawa berenang atau berendam.

Ada juga sih bagian kolam kecilnya untuk jacuzzi, tapi banyak orang juga yang nyemplung jadi rada males lah ya, hehe

Kolam Renang 

Terdapat tiga kolam renang yang ada di Sumber Alam. Yang pertama, kolam renang utama, paling luas dan terdiri dari tiga tingkatan kedalaman (80cm, 100cm, 150cm). 


Sumber Alam Garut

Yang kedua, kolam anak-anak yang lebih kecil, dalamnya hanya sedengkul si bungsu yang tingginya belum 100cm. Ada perosotan pendek dan ember tumpah. Seru sih buat anak-anak, kolamnya juga bening, bersih.


berenang di Sumber Alam

Yang ketiga, kolam yang airnya lebih hangat dari dua kolam sebelumnya. Yang ini relatif dangkal dan lebih cocok buat duduk-duduk sambil berendam. 


sumber air panas

Kamar Ganti dan Toilet 

Untuk kamar ganti, tersedia sekitar 5 bilik kering seperti di gambar. Sedangkan untuk bilas, showernya terbuka los tanpa sekat jadi kalau mandi ya diakal-akalin aja biar nggak terlalu vulgar, karena yang lain juga sama nasibnya :)

Toiletnya hanya ada satu, jadi antri banget. Yang malu mandi di tempat bilas ya harus nunggu benar-benar sepi biar bisa mandi di dalam toilet. 


pemandian air panas

O ya bawa toilettries sendiri ya, karena di tempat bilas nggak ada soap/shampoo container. Handuk juga tidak disediakan oleh pihak kolam renang.

Cafetaria 

Habis renang terbitlah lapar. Makanan yang dijual di cafetaria Tasikmadu Sumber Alam cukup beragam, mulai dari roti bakar, bakso, burger, nasi goreng, bajigur dan cemilan lainnya.

Harga sepadan dengan porsi dan plating cantik (nggak sempet foto, ribet bolbal mandiin anak). Bawa makanan sendiri juga sebenernya nggak apa-apa sih.


kolam air panas Garut
menunya enak-enak

Apa yang menarik dari Sumber Alam ini? Viewnya, paceeee….lagi berenang trus ngelamun-ngelamun liat view gunung Guntur, alahmaaakk…..rileks, penyegaran seluruh badan. Betaaahhh gitu. Jadi kita nggak hanya dapat badan yang sehat karena berenang tapi juga pikiran yang fresh dan tenang. 

Untuk crowd, Sumber Alam tidak seramai kolam sebelah yang namanya mirip. Masih bisalah berenang satu lintasan tanpa nabrak orang lain.

Tuh, bapak-bapak pada main volley air aja bisa. Air di kolam Sumber Alam juga berwarna biru jernih (kelihatan dasarnya) dan bersih. Recommended untuk keluarga.

Kampung Sumber Alam
Jl. Raya Cipanas 122 Garut, Jawa Barat Indonesia 44151
0262 - 238000 / 237700 - WA message only 0896.4055.5291
reservation@resort-kampungsumberalam.com
www.resort-kampungsumberalam.com/

Pengalaman ke Airin Skin Clinic

13 komentar
Mau cerita-cerita syantik tentang pengalaman pertama saya ke Airin Skin Clinic, yang juga pengalaman pertama kali pergi ke klinik skincare. Deg-degan sih...takut disuruh beli-beli produk yang saya sendiri juga nggak ngerti.

Happaahh?? Baru pertama? Iyaa...ciyuus. Saat umur udah harus pake anti aging, saya baru pergi ke klinik hahahaha...oh kasihan.. oh kasihan... aduh kasihaann.

Skip aja ya soal kenapa selama ini gak pernah jadi ke klinik, bakal panjang urusan :D Pokoknya sejauh ini saya merasa punya kulit badak alias kalo cocok ya enak ke kulit, kalo nggak cocok nggak pernah menunjukkan penolakan. Nggak pernah bruntusan, breakout, jerawatan, merah, gatal-gatal atau apa gitu. Makanya kalo ditanya selama ini pake produk skincare apa, ya mbuh, saya jajal aja yang pengen dicoba…. 

Ya udah nih ya, denger Airin ini dari temen grup WA yang cerita-cerita dia habis perawatan di situ. Trus buka-buka IG nya @airinbeautycare, lihat ada layanan perawatan apa aja, testimoni orang-orang, plus angka 60% yang tertera besar-besar di flyer promo bulan Juni bikin saya berbinar-binar : OKEH, KITA COBA.

Nggak lama-lama mupengnya dari sebelum lebaran, habis lebaran ada kesempatan buat ngacir ke Airin Skin Clinic di Antapani. Olalaaa, saya missed info kalau pendaftarannya dimulai dari jam 7 pagi (sebelum kliniknya dibuka) sementara saya pede aja datang jam 11 siang. Beruntung masih kebagian no antrian, ke 64. Konon katanya, kalau sudah nomor 80an antrian ditutup.


airin skin clinic

Pendaftaran


Tik tuk tik tuk. Jam 1 baru dipanggil untuk registrasi dan bayar 35rb. Biaya membershipnya 25rb untuk transaksi minimal 300.000, bisa dipakai untuk potongan harga treatment (kalau produk tidak diskon). Berhubung saya nggak bakal ke sini lagi dalam kurun waktu 3 bulan ke depan, jadi nggak ambil membership. Lain kali aja ke sini lagi kalo ada promo #eh

Konsultasi


Dua jam setelah pendaftaran, saya dipanggil ke ruang dokter. Aslinya ai clueless sebenarnya apa yang mau ditanyakan ke bu dokter cantik di depanku ini. Akhirnya yang keluar adalah, “Dok, maaf saya baru pertama kali ke klinik kaya gini jadi saya cuma mau tau kondisi dan kebutuhan kulit saya aja dulu.” Dipikir-pikir, udah ngantri 3 jam lebih apa gak sekalian kasih semua keluhan kerutan mata, permanent scars, bintil-bintil lemak dan sebagainya. Tapi ketika ditanya keluhan, yang keluar hanya “merasa lebih kering dari biasanya ya, Dok…”

Yaiyalah, Buu….32 tahun gak pernah perawatan ngana pikir kulitnya masih remaja belia? Dokternya sih setelah meriksa pake alat kaya scanner itu bilang bahwa kulit saya baik-baik aja, warna rata dan tidak ada problem jerawat maupun minyak di area T (reallyyy??? Ahaayy senang sekali...jadi minyak saat difoto itu bukan problem yg serius yah?)

Dibilangin bahwa kekeringan pada kulit memang alamiah seiring usia, kolagen dalam kulit juga berkurang. Problem saya hanya satu: kusam, hahaha. Ini utamanya karena kurang tidur, paparan sinar matahari, makanan bisa juga tapi bukan faktor di saya. Ya udah terjawab, itu memang masalah saya sebagai emak-emak, tukang masak, tukang kebon, dan hobi mbolang. Udah tau kalau sunblock itu harus dipakai tiap hari, tapi tetep dianggurin juga.

Lalu apa treatment yang bisa dilakukan buat kulit saya? Hanya biar mengembalikan kecerahan kulit yang selama ini tertutup sel kulit mati aja. Dokternya menyarankan IPL (intense pulse light) + peeling microdiamond. Untuk produknya, hanya diresepkan suncare whitening sama krim malam, produk lainnya silakan pake yang ada di rumah aja. Tapi, Dok…saya mah gak perlu putih licin kaya di iklan-iklan krim kulit...cuma pingin kulit sehat dan bersih aja. Jawabnya, whitening ini nggak selalu berarti pemutih kok, tapi efeknya mencerahkan.

Ahh baiquelah. Lega juga dengar jawaban seperti ini ya. Tadinya udah jiper aja bakal disuruh banyak perawatan ini itu, pakai produk ina inu...

Oke, nunggu lagi untuk dipanggil perawatan jam setengah 6 sore. Total setengah harian full saya di Airin, nanggung di medan, sekalian perang :)

Treatment 

Treatment yang dilakukan pertama kali adalah peeling microdiamond, jadi kaya kulit tuh ditarik-tarik/disedot ngambilin sel kulit matinya. Nggak lama, tapi efeknya kok bikin enteng ke muka. Setelah itu treatment IPL yang agak-agak bikin kaget karena ada sensasi panas, tapi enakeun juga kok apalagi udahnya dikasih masker charcoal yang katanya memang buat mengangkat sel kulit mati.

Kalo di website airin, IPL itu adalah: "salah satu treatment yang memanfaatkan tekanan cahaya atau sinar dengan intensitas cahaya yang disesuaikan dan gelombang polikromatik (lebar). Dimana ketika sampai ke lapisan antara epidermis dan dermis cahaya tersebut dapat berubah menjadi energi panas, tapi tidak ada efek buruk seperti melukai atau menyakiti kulit. Sebaiknya treatment ini dilakukan berkala sesuai jangka waktu yang ditetapkan agar mendapatkan hasil yang maksimal".

Sedangkan tentang microdermabrasi : adalah cara untuk mengangkat dan menghilangkan lapisan kulit paling luar karena biasanya lapisan luar berada dalam kondisi yang kurang baik seperti kering, keriput dan keadaan kulit yang tidak maksimal. Treatment ini membuat produksi sel baru, menjadikan kulit lebih muda, lembut dan kenyal, melancarkan sirkulasi darah dan oksigen, merangsang tumbuhnya epidermis dan dermis.

Treatmentnya cuma ngabisin waktu nggak lebih dari 30 menit aja, dilakukan sama terapisnya yang berpengalaman. Sayang gak foto before-afternya, ah baru sekali aja lagian ya….kalo difoto mungkin nggak keliatan, tapi kerasa ke muka lebih entengan.

Produk Skincare Airin


Untuk pemakaian produk, apotekernya bilang jika tidak cocok akan mengalami perih atau bruntusan. Nyatanya, sampai hari ini dua minggu saya pakai alhamdulillah cocok ngets. Cocok dalam artian, saat pakai sunscreen yang krimnya berwarna putih, krimnya langsung meresap ke kulit dan bedaknya juga nempel (nggak misah atau lengket). Krimnya juga ringan, nggak berasa lagi pake sesuatu di muka. Anjurannya sama seperti sunscreen pada biasanya, diulang per 3 jam sekali. Tapi ai mah biasa weee, habis wudhu ya uwis. Kelakuan!

Krim malamnya berwarna sedikit krem, ini nih yang masih aja suka kelewatan -__- ini juga krimnya enak, nyerap dan nggak bikin kering saat bangun tidur. Karena ditaruh dalam kulkas, jadi pas aplikasi enak sejuk-sejuk adem gitu.



Hasil duet krim ini di kulit saya, nyaman. Untuk perubahan sih masih menunggu ya mau merubah apa juga kan warna kulit mah gitu-gitu aja. Tapi kalau kulit yang terhidrasi dengan baik, tidak kering, yes….kerasa banget. Oh ya, saya tanyakan juga kalau mau ambil produk kulit apa saya harus pilih untuk kulit kering, jawaban dokternya tidak harus, karena kulit saya normal. Takutnya kalau pake produk untuk kulit kering, kulitnya malah overhydrated.

Nah, udah puas. Nggak penasaran lagi. Soal garis halus kerutan, kantung mata ya sudahlah nanti lagi itu mah kayanya gak cukup sekali treatment hihihi. Kalau mau konsultasi online, bisa ke nomor yang tertera di Instagram (antrian chatnya mungkin setara dengan kamu menunggu antrian di klinik). Untuk produknya juga bisa didapat secara online tapi tentunya dengan hasil konsultasi terlebih dahulu.

Intinya, treatment SESUAI KEBUTUHAN WAJAH MASING-MASING.  


KLINIK KOPO
TELP. : 022-87776390


KLINIK ANTAPANI
TELP. : 022-87772108


KLINIK CIMAHI
TELP. :(022) 86121616

KLINIK SUKAJADI
TELP. : (022) 64404999 

info@airinbeautycare.co

INSTAGRAM

@airinbeautycare 

M-U-D-I-K 1439H

1 komentar

Meski namanya pulang kampung, sejatinya saya pulang ke kota...namun begitu, tetap saja Bandung adalah rumah, tempat pulang, kampung halaman tempat lahir dan besar, walau halaman di rumah mama sudah berganti alas keramik #eeaa

Kalau secara etimologi, Mudik adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya (mengacu pada kalimat kembali ke udik, dari kota ke ladang/desa), maka benarlah adanya...saya rantau, saya pulang, saya makan!
Sudah lebih dari 10th saya jadi pemudik, baik antar kota maupun antar propinsi. Benar-benar selalu persiapan dan jadi agenda tahunan saat lebaran (kalau waktu masih jarak 100 km-an sih, long weekend; juga mudik).
Beberapa tahun belakangan ini, saya bela-belain nyiapin talangan dulu buat beli tiket H-90 demi seat yang genah dan murah. Maklumlah, kalau nunggu THR turun sih wassalam ya, kebagian kelas paling mahal mele yang mana kalau dikali lima wow...itupun kalau masih kebagian.
Ya sudah, anggap aja semacam hunting tiket promo Air Asia yang dibooking setahun sebelum keberangkatan, hihihi

Pura-Pura Hamil

1 komentar
Kemarin-kemarin baca statusnya dokter Annisa Karnadi yang ini , isinya tentang viralnya status-status sosmed memajang testpack dua garis ditambah caption alhamdulillah dapet rejeki lagi blablabla, yang kemudian di bawahnya zonk ternyata nggak hamil dan cuman bercanda. Buat lucu-lucuan.  

Kok rasanya nyeess....sekilas nampak seperti biasa saja (buat kita yang nggak mengalami kesulitan untuk hamil) tapi ketika dibaca lagi dan memosisikan diri sebagai pasangan menikah yang belum kunjung dikaruniai anak, trus baca candaan seperti itu...duh! Lucu dimana nya?


Kita mungkin boleh sering mengeluh karena sabuk naga yang tertinggal permanen di perut pasca melahirkan atau stretchmark yang tak pernah pudar. Kita mungkin sering berteriak lelah digandoli anak kesana kemari, dan ketika takdir memilih kita untuk hamil setiap dua tahun sekali, maka kita merasa dunia tidak adil, sampai-sampai berkata "aduuh kok hamil lagi, sih"


Tapi tahukah kita kalau ada yang diam-diam menangis saat melihat foto keluarga bahagia dengan anak sepasang yang lucu-lucu, ada yang sangat ingin bertukar posisi dengan kita mempunyai banyak anak, mengalami morning sickness dan drama kehamilan lainnya.

Nonton Kontes Robot Indonesia Bareng Anak

Tidak ada komentar




Kamis tanggal 2 Mei kemarin, saya pergi mbolang ke kota sama anak-anak nonton Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018, Regional IV, di Graha Polinema Malang.

Kontes Robot Indonesia (KRI) adalah ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Pesertanya adalah tim/club robotik mahasiswa yang kampusnya terdaftar di Kemenristekdikti.

Ada sekitar 32-25 tim robotik kampus regional IV (Jawa Tengah - Indonesia Timur) yang berpartisipasi dalam KRI 2018 ini. Tiga penyelenggara KRI regional lainnya adalah Universitas Riau (regional 1, Sumatera), Universitas Tarumanagara (regional 2, Jawa Barat-DKI-Kalimantan Barat), Universitas PGRI Semarang (regional 3).  

Kesemuanya bertanding melawan satu sama lain dari mulai babak penyisihan sampai finalnya diselesaikan dalam satu hari.


Kenapa Saya Suka Drama Korea?

Tidak ada komentar
kenapa suka drakor

Saya termasuk yang telat kena hype Korean drama. Baru beberapa bulan belakangan ini aja rada "rajin" nonton, itu juga nggak sanggup kalau stripping tiap hari, hanya weekend dan long weekend saja kesempatan buat longgar maraton sampai tengah malem. 

Judul yang heits dan kekinian? Nggak apal juga... pemainnya apa lagi, hihihi...berasa samaaaa semua mukanya. Baca namanya juga gak apal-apal. Pokoknya saya nonton yang menurut saya menarik dan reviewnya bagus aja, serial lama atau baru nggak masalah. Sebut aja sekarang saya lagi nonton My Sassy Girl, hihi, telat bingit yes?
 
Dulu nggak tertarik sama Korean drama karena mengira paling nggak jauh beda sama sinetron remaja lainnya yang isinya cinta-cintaan anak muda, kaya Meteor Garden gitu, ya udah males lah ya... Nyarinya cerita yang lebih mature, tayangan yang menguras pikiran dan air mata, hahah #tetepajaderamah 

Tapi beberapa belas tahun lalu (tuaaaa!!) pernah sempat nyimak serial Jewel in The Palace di tv lokal, dan suka banget! Selain karena latar belakangnya sejarah jaman kerajaan, atau istilahnya disebut saeguk, ceritanya juga nggak ecek-ecek, ini berat lho pada zamannya, tentang dokter perempuan pertama di Korea. Selain itu, mata kita juga dimanjakan sama tampilan busana-busana cantik dengan komposisi warna yang indah. Saya suka hanbok korea, begitu sopan dan elegan banget. Setuju, ya? 

Sejak 'Jang Geum', saya blas nggak pernah nonton drama-drama Korea lagi, ya itu tadi, terlalu masif dan modern. Belum lagi tahun-tahun kemarin, drama dari negara-negara tetangga masuk ke Indonesia dengan derasnya. India, Turki, Filipina....mirip dengan gempuran telenovela latin tempo dulu. 

Nah terus yaaa, di grup chitchat dengan mamah-mamah-muda-yang sudah-tidak-muda-lagi, rame banget pada ngomongin serial Descendants of The Sun, apalagi kalo bukan karena pemainnya si serial-sweethearts Song Hye Kyo yang mulus karena Laneige itu! Wah ternyata kemulusan SHK pun 11-12 ama lawan mainnya, Song Jong Kii. Jujur ampe sekarang, saya belum nemu sisi gantengnya SJK qiqiqi, tapi serialnya booming banget daaan akhirnya saya ikut nonton di RCTI. Apa keuntungan nonton drakor di tv lokal? di RCTI udah disensor, hihi, jadi saya leluasa nonton di rumah malam hari selepas penat, kan katanya aslinya banyak juga kisse-kisse nya ya? 

Dari situ mulai deh lirik-lirik lagi drama Korea, terutama habis nonton serial barat The Good Doctor yang diadaptasi dari serial Korea, saya jadi penasaran nonton aslinya. 

Ternyata Good Doctors bikin saya jatuh cinta. Cinta pada Joo Sang Wook, eehh bukan, cinta pada values dan karakter kuat para pemainnya membawakan watak cerita. Dari sejak episode pertama, banyak hikmah yang bisa diambil. Motivasi, nilai hidup, dan semangat juang yang disampaikan melalui dialog para para tokohnya. Bahkan tidak ada tokoh jahat yang jahat sepenuhnya kaya di sinetron Indonesia. Sebagaimana manusia, ada up and down, perbuatan baik tidak akan sia-sia, ceritanya manusiawi banget. Parah, tiap kali nonton, air mata berderai-derai bercucuran. 

Kesini-sininya, saya nyari serial-serial lain yang juga temanya 'manusiawi'. Menurut saya, tema kehidupan sehari-hari juga udah menarik jika dikemas dengan serius dan real. Udah nggak perlu didramatisir lagi, karena hidup pun sudah banyak deramahnya toh? 

Industri drama Korea memang pinter mengaduk-aduk perasaan penggemarnya. Mereka juga garapnya nggak asal-asalan, percaya deh, udah berasa nonton film aja kalau lihat serial Korea. Jauuhh dari setting tempat yang disitu-situ aja, mata melotot kaya mau copot, atau penderitaan si protagonis yang tiada akhirnya. 
Sudah gitu, budaya hormat ala Timurnya juga masih baik, untuk ukuran seorang penjahat pun, mereka masih menundukan kepala pada yang lebih tua. Munafik? Ya enggak, kan sudah dibilang kalo nggak ada orang yang 100% baik atau 100% buruk. Itu kenyataan. 

Semua real, masuk akal, dan menyentuh. 
Bahkan serial barat pun rasanya belakangan ini terlalu dipaksa agar awet berseason-season hingga ceritanya embuh, dah keburu bosen nontonnya. Apal dong, Walking Dead yang udah season 9 atau dulu Revenge yang pada akhirnya gak jauh ceritanya kaya sinetron Tersanjung ala Indonesia. 

Serial Korea itu nggak pernah sampe bermusim-musim, paling banter yang saya nonton 32 episode (lebih dari itu masih mikir-mikir mau nontonnya). Yang pasti panjang pendeknya durasi ini mempengaruhi jalan cerita yang nggak bertele-tele. 

So far, Korea saat ini mengungguli Jepang dari sektor sana-sini, sampe ke persoalan industri hiburan seperti ini. Padahal, dulu Jepang yang menjajah Korea, tapi mereka berhasil bangkit sekuat-kuatnya dan membuktikan diri. 
Indonesia, kapan mau berbenah