Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

Review Whiz Prime Hotel Malang, Tidur Nyenyak Hemat

1 komentar

Whiz!!! 


Adalah suara hembusan angin saat sesuatu melesat ke udara. Melejit, meningkat, meroket, apapun namanya, filosofi ini yang dipegang oleh grup Intiwhiz Hospitality Management, head grupnya Whiz Prime. Dengan mengusung nama brand Whiz untuk hotel dan residensial, harapannya dapat terus melaju meningkatkan pelayanan menjadi pilihan nomer satu untuk jasa hospitality di Indonesia. 


Whiz Prime Hotel Malang

Waktu menginjakkan kaki di hotel Whiz Prime Malang, kesan simple namun berkelas langsung kentara. Mulai dari interior lobi yang mungil namun cukup, tambah lagi waktu menyusuri lantainya satu per satu. Bukan yang avant-garde dengan ornamen-ornamen mewah memang, tapi Whiz Prime jelas punya gaya. 

Berlokasi di jalan utama dua arah yang sangat strategis, yaitu di Jalan Basuki Rahmat, posisi Whiz Prime Malang sangat menguntungkan bagi tamu maupun pihak-pihak yang berkunjung, dan tentu saja pelaku usahanya. Hotelnya mudah dicari, transportasi umum pun banyak seliweran lewat bagi tamu-tamu yang senang mingle dengan suasana kota.

Kuliner, stasiun, historical landmark, taman kota, alun-alun, dekat semua dari Whiz Prime Malang! 

Intip-intip kamarnya yuu... 

Rincian Biaya Umroh Plus Turki dari 3 Agen Travel Terpercaya

Tidak ada komentar

Ibadah umroh tentu jadi salah satu ibadah yang sangat spesial bagi umat muslim. Karena masa tunggu haji di Indonesia yang subhanallah panjangnya, orang jadinya pilih umroh duluan saja selama masa tunggu. Hitung-hitung latihan, biar saat haji sudah lebih siap lagi.  

Pasalnya, ibadah ini membutuhkan persiapan yang matang bukan hanya dari kesiapan hati, pikiran, dan kondisi fisik. Melainkan juga dari sisi finansial. Kita semua pasti tahu lah ya, kalau biaya umroh itu nggak murah, apalagi biaya umroh plus

Kenapa umroh plus mahal? 

Karena umroh plus menawarkan paket perjalanan umroh disertai dengan traveling ke beberapa negara Timur Tengah. Turki adalah salah satu negara yang paling sering dimasukkan dalam paket umroh plus. Bukan tanpa sebab, negara yang berada di perbatasan benua Eropa dan Asia ini memang sangat menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata budaya, religi, hingga wisata alam yang cantik. 


Hagia Sophia

Penasaran nggak, kita kudu nabung berapa ya buat daftar umroh plus? Nih saya kasih bocorannya 
daftar biaya umroh plus dari 3 agen travel terpercaya.

1. Afi Tour
Afi Tour didirikan oleh artis Sahrul Gunawan dan pernah mendapat predikat sebagai The Best Service Excellent pada tahun 2013. Setelah 3 tahun berselang, Afi Tour kembali menorehkan prestasi dengan mendapatkan label sebagai The Most Trusted Tour and Travel. Afi Tour menawarkan beberapa jenis paket umroh plus yang bisa dipilih.

Daftar harga:
Quad Rp 42.000.000
Triple Rp 43.450.000
Double Rp 44.900.000

Lama Umroh : 12 Hari

Untuk paket ini kita mendapatkan penginapan bintang 5 selama Mekkah, tepatnya di hotel Swiss Al Maqam. Sementara saat di Madinah kita juga akan menginap di hotel Millenium Al Aqeeq yang juga merupakan hotel bintang 5. Sesuai dengan paketnya, untuk perjalanan ini kita akan mendapatkan trip khusus. Saat berada di Istanbul kita akan menginap di hotel Ramada Old City.

Beberapa lokasi wisata yang akan dikunjungi jika mengambil paket ini, antara lain Masjid Biru (Blue Mosque), Hippodrome, Topkapi Palace termasuk Islamic Relics, Museum Hagia Sophia; Shopping di Grand Covered Bazaar, Emirgan Park Tulip Garden, Ayyub Al Ansari Mosque & Tomb, Grand Cover Bazaar, dan melakukan perjalanan dengan Bosphorus Cruise untuk mengelilingi selat antara Benua Eropa dan Asia.

Harga yang kita bayar itu nantinya sudah termasuk dengan biaya visa umroh, tiket international Jakarta – Jeddah/Madinah (pulang pergi), tiket ziara tour atau tempat wisata, air zam zam 5 liter, pembimbing ibadah, serta perlengkapan dan handling airport.

2. MZ Tour and Travel
MZ Tour and Travel adalah agen travel umroh milik Medina Zein, pengusaha muda asal Bandung yang dekat dengan beberapa artis hits tanah air. MZ Tour and Travel kini memiliki belasan cabang yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Rincian biaya paket umroh plus oleh MZ Tour and Travel adalah:

Daftar harga
Quad Rp 40.275.000
Triple Rp 41.775.000
Double Rp 42.825.000

Lama Umroh : 12 Hari

Untuk paket ini kita akan mendapat perjalanan khusus ke Turki sebelum kemudian melanjutkan ibadah umroh di Mekkah dan Madinah. Saat di Makkah kita akan menginap di hotel Royal Dar Al Eiman, sementara saat berada di Madinah kita akan menginap di hotel Eiman Royal. 

Sesuai dengan paketnya, selama di Turki, saat berada di Istanbul kita akan menginap di hotel Ramada Old City. Sementara saat kita berada di Bursa akan menginap di hotel Gold Majesty, kemudian berpindah ke Burcu Kaya Hotel saat berada di Cappadocia.

Semua biaya tersebut sudah termasuk dengan biaya visa umroh, tiket pesawat pulang pergi economy class, akomodasi / hotel sesuai program, driver & transportasi AC untuk ziarah, tours, dan transfer, konsumsi, air zam zam 5 liter, pembimbing ibadah, perlengkapan, handling airport, asuransi perjalanan, dan tiket domestik Capadocia – Istanbul.

3. Munatour
Munatour berdiri sudah lebih dari 20 tahun dan secara konsisten menjadi biro perjalanan umroh terpercaya. Munatour menawarkan paket umroh plus Turki dengan kota tujuan Istanbul & Bursa. Rincian paket umroh plus dari Munatour adalah

Daftar harga
Quad Rp 46.200.000
Triple Rp 47.600.000
Double Rp 49.000.000

Lama Umroh : 13 Hari

Sesuai paketnya, selama di Mekkah dan Madinah nanti akan menginap di hotel bintang 5, Royal Dar Eiman dan Majlis Grand Mercure Medina. Kemudian ketika berada di kota Istanbul akan bermalam di Ramada Istanbul. Munatour menyediakan transportasi bus SAPTCO selama melakukan city tour di di negara timur tengah tersebut.

Harga yang dibayar di atas sudah termasuk dengan biaya tiket pesawat pulang pergi, hotel, makan 3x sehari fullboard, visa umroh, visa negara tujuan. Ziarah Makkah, Madinah, dan City Tour Jeddah, air zam zam, bus AC, perlengkapan dan handling

Nah itu tadi rincian biaya umroh plus Turki dari tiga agen travel terpercaya yang sudah saya himpun. Alhamdulillah yaa, nabung yang kenceng ^^

Lalu untuk kamu yang berencana menjalankan ibadah umroh reguler, bisa mengunjungi halaman ini https://www.cekaja.com/info/biaya-umroh-terbaru-2019. It's okay to choose any reguler or plus, sesuaikan saja dengan kemampuan. 

Oh ya, di halaman tersebut sudah tersedia daftar harga berbagai paket umroh dengan penyedia tour yang berbeda-beda. Tentunya agen umroh tersebut 100% terpercaya dong!

Semoga kita semua disegerakan mampu menunaikan ibadah umroh, aamiin. 

Eco-Camp. Kemping Minim Sampah.

1 komentar
Kemping minim sampah, mungkinkah? 

Kita semua tahu sama tahu, bahwa di tempat-tempat kemping, di wilayah pendakian, sampah masih jadi PR utama bagi para pengelola. Berapa banyak pendaki yang mengaku pecinta alam itu hanya berkata cinta sebatas mulut saja? Benarkah cinta alam atau hanya cinta pujian yang didapat dari konten di media sosial? 

Nyatanya, di sudut-sudut area kemping selalu menggunung sampah sisa konsumsi, mulai botol minuman kemasan, plastik-plastik sampai styrofoam, yang akhirnya demi kepraktisan langsung disatukan dan dibakar, menghasilkan gas metana dan polusi udara yang buruk bagi lingkungan alam. 


camping minim sampah

Zero waste camp atau kemping minim sampah kedengarannya memang seperti mustahil, masa sih tidak ada sampah sama sekali? Trus bungkus ini, bungkus itu, dikemanakan? 

Rasanya nggak kebayang ya, bepergian tanpa bawa sesuatu yang pake kemasan, apalagi ini camping... butuh yang praktis-praktis, kenapa repot bawa wadah-wadahan sih, kan bikin berat?

Iyaaa, itu juga yang saya pikirkan waktu ikut Family Eco Camp dua minggu kemarin di Pinus Jungle Camp, Prigen. Seluruh peserta tentunya diharapkan berkomitmen dengan prinsip minim sampah yang dikampanyekan. 

Merasa tertantang dong, bisa nggak ya? 

Sehari-hari kami belum sampai sebegitunya mengelola sisa kosumsi di rumah, masih seneng jajan boba-bobaan. Itu suami juga kan demen banget bawa snack minimarket, bisa kah dia ditahan gak bawa snack angin? 

Karena kita mutusin buat berangkat naik kendaraan umum, harusnya sih nggak ada excuse buat "bawa-bawa tambahan ini itu untuk jaga-jaga". Semua barang diusahakan seringkas mungkin masuk ransel, karena kita perlu handsfree agak bisa menggandeng anak-anak.

Mencari inspirasi dan informasi sana-sini, terutama setelah ngobrol bareng Siska Nirmala, dengan buku Zero Waste Adventure-nya, saya langsung ingin segera ngelist barang bawaan dan cari-cari wadah yang akan dipakai untuk mengemasnya. 

Teh Siska ini spesialis pendakian, bawaannya tentu lebih ringkas lagi karena ransel akan terus nempel di punggung... Sementara kita hanya camping, artinya itu ransel meski berat akan ditaruh di dalam tenda. Dari sini saya jadi optimis kalau zero waste camp semua bisa banget dilakukan, sekaligus mematahkan pandangan sinis terhadap sikap anti plastik, anti kemasan, anti sampah, dll. 

NO. 
Berzero-waste (yang di-Indonesiakan menjadi minim sampah) itu, pengertiannya tidak sesempit GUE BENCI SAMPAH, ANTI PLASTIK-PLASTIK CLUB

Prinsip ini sejatinya akan mempengaruhi sendi-sendi pola hidup kita tentang minimalisme, hidup hemat dan sederhana, dan melakukan konsumsi dengan kesadaran penuh. Kenapa saya sebut 'sadar'? ya, karena banyak sekali selama ini kita terus mengonsumsi, ngonsumsi, dan ngonsumsi tanpa memikirkan efek sesudahnya, baik sisa konsumsinya maupun efek lain ke diri kita sendiri (jejak karbon, boros, gemuk, tidak sehat, dsb). 

Terlalu luas? Baik, kita balik ke teknis persiapan camping aja karena pasti banyak yang bingung soal teknisnya. Dari foto-foto persiapan pra-camping Teh Siska, sedikitnya melegakan saya, bahwa Teh Siska aja bawa 'calon sampah' kok, apalagi kami yang masih belajaran, tapi balik lagi ke kesadaran bahwa itu sampah lho, nggak bisa dipakai lagi apalagi dikomposkan...jadi meskipun mudah, jangan bermudah-mudahan. 

Saya yakin, suatu saat sampah-sampah yang saya bawa ini akan makin minimal, seiring kami mulai piawai, terbiasa dan baik-baik saja tanpa bawa snack-snack-an itu. 

KUNCI penting dari kemping minim sampah adalah : PERENCANAAN, dan ini sangaattt berpengaruh mulai dari mindset sampai praktik di lapangan. 

Ransum

zero waste camp
ada kompor camping yang di luar frame 

Ini persiapan bekal kita buat nginep 2D1N dengan 5 anggota keluarga. Di luar foto ini ada kompor kemping kecil yang kita bawa + tabung gas portable 2 pcs.

Ada beberapa asumsi yang memudahkan sebetulnya, bisa dibilang cheating lah karena kita nggak bener-bener kemping mandiri. 

Ada panitia di baliknya yang menyediakan nasi (3 x 2 porsi), ada teman-teman camp yang mau berjualan nasi pincuk, lauk, dan sebelumnya kita udah browsing daerah camp, ada warung-warung di sekitar untuk pertolongan kalau butuh bahan lauk tambahan. But this is worth to try as first practice. 

Sebagai ibu-ibu pasti paling bingung masalah makan, saya kasih ilustrasi yaa : 

Lauk-lauk makan : tempe kering, fillet kakap panggang, telur asin 5 pcs. 
Lauk tambahan : beli 2 pincuk nasi krawu, dan telur mentah 6 pcs.

Day 1 
Siang : nasi (bawa dari rumah), tempe kering, kakap 
Malam : nasi goreng telur asin (nasi dari panitia) -> anak-anak
                  nasi krawu -> orangtua (karena tnyata krawunya sedikit pedas) 
Ngopi pake kopi bubuk+air panas pakai tumbler. 

Day 2 
Bikin wedang uwuh 
Pagi : nasi (dari panitia) + telur ceplok 
Siang : nasi (dari panitia) + sisa telur direbus, plus telur asin. 
Snack wafer yang ada di rumah dibawa dalam wadah. 

Kelaparan? enggak sama sekali. Makan tercukupi, sukses tanpa kudu bekel mie instan/popop mie-an atau sarapan energen. Gizinya kurang seimbang? plis deh, sehari doang mah nggak langsung bikin kurang gizi...


zero waste
jaga2 barangkali ingin nyambel dan lalapan

Rekomendasi : ibu-ibu bisa bawa beras untuk bikin nasi liwet ya. Lauk makan yang awet lagi (tahan dalam 1-2hari) : telur rebus, kentang mustopha, dendeng, rendang kering, tempe-tahu goreng, dll .....

Untuk susu cair bocah-bocah, daripada menghasilkan beberapa sisa tetrapak, mendingan bawa yang sekalian satu liter. Di luar ruangan, ia bisa tahan selama 18 jam (udah percobaan), sebelum itu kayanya udah habis yaa. Bisa juga bekal oatmeal/muesli+susu untuk sarapan. 

Bawa buah paling yahud, sisa kulit atau bijinya bisa langsung dibuang ke lubang komposter. Gizi dapet, nggak nyampah juga. Mbak Siska malah pernah lho mendaki bawa melon kecil, hebring kan? Berarti kita juga bisaa.... 

Personal Care dan Toilettries 


zero waste camp
organic skincare by Griya Alka 

Untuk ini, saya bawa yang ada di rumah aja. Skincare harian nggak usah bawa 10 steps deh ya, bawa yg basic aja dulu...ini penting nih, in case ibu-ibu bingung mau bawa item yang mana aja :D 


Facial wash, face mist moisturizer, sunblock, serum, nite cream...beberapa saya repack ke kemasan travel. Plus natural organik care seperti sabun, cleanser, lipbalm, sikat dan pasta gigi masukin semua ke dalam satu pouch...muat kok, masih bisa masuk minyak angin oles juga.

Rekomendasi :
- Siapin wadah travel pack (bisa dibeli di Miniso dkk) untuk nuang item yang botolnya besar. Secukupnya aja, ngga usah diisi penuh, sesuaikan dengan durasi kemping.
- Untuk yang sudah bisa move on dari personal care pabrikan ke yang natural, cukup pakai VCO dan baking soda untuk all purpose (pasta gigi, sabun mandi, shampoo) ~ saya jujur aja belum bisa dan belum prioritas ke sini.
- Bawa wash cloth (atau handuk yang digunting seukuran sapu tangan), sebagai pengganti tisu toilet. Setiap habis dari toilet, basuh dengan handuk tersebut lalu jemur. 

Clothing 

Ini mungkin agak sedikit effort lebih kalo punya bayi yaaa, karena komitmen kita nggak boleh bawa pospak dan tisu basah. Tapi kemarin saya lihat bapak-bapak so sweet banget nyuci sebaskom clodi di pancuran, dengan sabun lerak tentunya. Jadi, tanpa pospak pun memungkinkan, yah.


kemping minim sampah
ini biji lerak yang kalau direndam bisa menghasilkan kandungan sabun

Memang harus gesit, popok-popok itu harus segera dicuci dan dijemur agar bisa dipake lagi (jemur baju bisa kok, bisa di atas tenda atau ikat tali pramuka di antara dua pohon, jadi deh tali jemuran).


Pengalaman saya camping di pantai dan di gunung, kalo ke pantai bajunya banyak ganti karena sering basah-basahan, kalo ke gunung load bertambah karena bawa jaket tebal dan sleeping bag...jadi saling silang aja sih.  Tapi lagi-lagi, di manapun itu, bisa banget dijemur (kan gak mungkin camping saat musim hujan, toh?) jadi nggak usah bawa baju kebanyakan.

Rekomendasi : bawa dry bag untuk persiapan bawa clodi/baju yang nggak sempat dicuci karena keburu pulang, misalnya... untuk baju kering kotor (tanpa bau ompol), pisahin aja susunannya dengan baju bersih, kalo saya nandain baju kotor dengan dibalik baru dilipat. Nggak perlu kresek.

Bhaiiiq....soal tetek bengek beres yaaaa..

Aktivitas 

Sekarang mau cerita acaranyaaa..... sekalian kali aja ada yang tertarik juga ngadain acara kemping minim sampah macam begini yaaa... 

Sebenernya sama aja sih, nggak eksklusip gimana juga, ya artinya bahwa semua bisa dilakukan sewajarnya aja dengan normal. Nggak jadi tegang atau kaku karena nggak bisa nyampah, haha.   

Hari pertama, setelah beres-beres tenda dan perkenalan, kami main layangan antara ayah dan anak....terus terang, anak-anak saya nggak gape main layangan, mereka emang kurang gerak :D Tapi main layangan di tempat terbuka gini tetep aja membahagiakan, masang senar, naikin layangan, tarik ulur.....meski harus berakhir karena layangannya sobek.

Selanjutnya sesi panahan untuk bapak-bapak, ibu-ibu maupun anak-anak (7th up). Pada girang banget terutama yang baru pertama kali pegang bow dan arrow. 

eco campeco camp

Hari kedua, hirup dan rasakan terapi sholat subuh di alam terbuka. Masyaallah....jadi pengalaman tak terlupakan juga buat anak-anak, sholat di hamparan rumput beratapkan langit. Habis itu masak sarapan bareng-bareng keluarga terus makan pake alas daun ala bancakan. 

zero waste camp
sekitar jam 05.30 pagi

Pagi-paginya, kita semua belajar foraging alias meramban. Survival skill yang satu ini nggak cuman ibu-ibu aja yang perlu tau, melainkan semua orang termasuk anak-anak juga sudah harus dilatih pengetahuan tentang mempertahankan kelangsungan hidup.

Kalau meramban gini jalannya nggak mesti jauh-jauh karena ternyata di sekitar aja sudah ketemu banyak edible plants yang manfaatnya berlimpah. Di sekitaran Pinus Camp kemarin, kami menemukan beberapa tumbuhan seperti sintrong, semanggi gunung, beluntas, dan tentunya kupas tuntas pinus dari daun sampai getahnya. 

foragingmeramban

Membawa hasil ramban ke basecamp, semua bisa langsung membuat pecel dari dedaunan edible yang nggak biasa kita makan. Kami membuat infused water dari buah pinus, sirup pinus, cincau kaca piring dan teh daun pinus... 

Masih banyak lagi yang bisa diulik sebenarnya, perlu camp khusus bertema foraging seharian. 




Salah satu kegiatan seru untuk anak-anak adalah membuat compost art. Yaitu bebikinan macam-macam bentuk dengan sisa konsumsi organik. Kreasinya bebas, mau diguntingin, mau disobek-sobek, terserah kreativitas anak-anak aja. 

Ali membuat alien yang pakai jambul dan jenggot, entahlah.... semoga bukan manifestasi muka bapaknya, haha. 


kemping minim sampah

Setelah pembuatan compost art selesai, semua bahan sisa konsumsi bisa dimasukkan ke dalam lubang komposter lalu belajar mengompos sampah.   

Api Unggun 

kemping minim sampah

Malam-malam mungkin sedikit jadi ujian untuk yang terbiasa mengaitkan kemping dan kelezatan aroma mie instan dan kopi item, hahah. Dihangatkan dengan api unggun, dikenyangkan oleh pop mie dan kopi sasetan sambil ngobrol ngalor ngidul, uhuuuyy... ~ nggak yaaaa.... kalo di camp minim sampah nggak maenan pop mie, karena styrofoam nggak bisa terurai, no tawar-tawar. 

Alternatifnya :

1.  Bikin mie tektek/mie goreng 
2. Libur dulu lah nggak makan mie instan 
3. Makan roti bakar
4. Makan jagung bakar yang dibakar di api unggun 
5. Makan pisang rebus, ubi panggang
6. Nyate sekalian! 

Banyak juga ternyata pilihannya. Namun kalo alasannya malas ribet sih ya pasti kepikirannya balik Pop Mie maning.... untuk itu, MINDSET itu penting. 

Masalah kopi-kopian lebih mudah, waktu sorenya ada rekan camp yang jualan kopi bubuk dalam toples, lalu ditimbang dalam gramasi dan dimasukkan ke dalam tumbler pembeli. 

Pembeli tinggal manasin air sendiri, lalu seduh panas-panas. Murmer. Segelas kopi robusta Arjuno 20gr hanya saya beli seharga 8 ribu saja, langsung habis. Ampasnya dipakai sebagai masker malam. Hal yang sama bisa diterapkan pada teh tubruk. 




Tertarik untuk bikin eco-camp di sekolahan atau komunitas? 

Silakan email saya untuk panduannya ya, nanti saya kirim. Menurut catatan saya, ada beberapa syarat bagi panitia agar konsep eco-camp/zero waste camp/kemping minim sampah bisa terjaga dan berjalan lancar, antara lain : 


zero waste

1. Persiapkan acara dengan matang, termasuk kemungkinan A, B, C dan konsekuensi-konsekuensinya
2. Pilih tempat yang pengelolanya sepakat dengan konsep yang diajukan, lebih baik lagi bisa bekerjasama lebih lanjut untuk proses pengolahan sampah organik, komposting, dll 
3. Berikan panduan selengkap pada peserta. Fokus pada solusi jika peserta mengalami kesulitan karena belum kebayang, pertama kali, dll 
4. No compromise. Sekali ada yang nawar bawa satu kresek, maka seluruh peserta akan menawar hal yang sama...kreseknya jadi banyak deh
5. Sediakan kardus per tenda untuk sampah, nanti ketahuan sebanyak apa sisa konsumsi kita selama camping dua hari dan belajar pemilahan organik dan non organik   
6. Buat acara semenarik mungkin yang nature-related. Yang tetap bikin seru, kenyang dan tidak kaku dan garing karena penuh aturan
7. Panitia bukanlah polisi lingkungan, buat peserta sadar bahwa "sampahmu adalah tanggung jawabmu". Semakin sedikit sampah non organik dihasilkan, semakin ringan tanggung jawabnya. 

Lainnya, saya mikir dulu yak.... :) 

Selamat mencoba dan loving your earth actually! 

Menginap di Hotel Tugu Sri Lestari Blitar

22 komentar
Senja memasuki kota Blitar, kota kecil di selatan Jawa Timur yang sejuk dan sederhana. Sudah memasuki waktu Maghrib tapi kami masih belum memutuskan mau menginap di mana malam itu. Sebenarnya lebih karena bingung, situs booking online tidak menawarkan banyak pilihan penginapan di kota ini, terlebih timing kita dadakan begini. 

Blitar memang tidak luas, sambil berkeliling pun sudah ketemu lokasi beberapa penginapan yang jaraknya nggak begitu jauh satu sama lain. Dari informasi di internet, hampir tak ada hotel di Blitar yang punya fasilitas swimming pool, hanya ketemu satu, itu pun masih simpang siur informasi ada atau tidaknya.

Setelah baca-baca review, kami putuskan untuk menginap di Hotel Tugu Sri Lestari. Simply karena testimoni yang pada bilang puas dengan layanan dan keunikan suasana yang ditawarkan Hotel Tugu. Konon, hotel ini adalah salah satu yang tertua di Indonesia.


Hotel Tugu Blitar, unprecedentedly the best hotel and restaurant in Blitar, East Java, is housed in a colonial building that was built in the 1850s, and was previously owned by a distinguished family of Blitar. After the second World War, the hotel was called Hotel Centrum; many years after the name was changed to Hotel Sri Lestari – and later become Tugu – Sri Lestari.    - tuguhotels.com

Nah, tambah penasaran deh...yang kebayang sama saya adalah arsitektur bangunan kolonial yang njawani, serupa dengan karakter hotel Tugu yang pernah kami lihat di Malang. 

Lokasi hotel ini mudah dicari, pinggir jalan banget nggak jauh dari Alun-Alun Blitar/Taman Pecut. Saking mudahnya, hampir aja kelewatan karena posisinya yang tidak menonjol sejajar dengan ruko-ruko lain di sepanjang jalan Merdeka. Plang nama pun terlampau atas, hampir nggak keliatan.



Jalan masuknya unik banget, berupa lorong dengan untaian akar dari pohon kiri kanan...di sisi kiri adalah restauran, sedangkan sisi kanan adalah lobi yang cukup besar, diisi beberapa kursi jati dan interior yang bikin pengen foto sambil berkebaya.

Bangunan utama tampak malam vs tampak Siang
Resepsionis menyambut ramah saat saya menyodorkan bukti pemesanan kamar dari Tiket.com yang dibooking saat berkeliling tadi. I put no expectation here, dapat kamar model apa saja oke, hanya perlu tempat untuk istirahat karena besok pagi pun udah harus check out. Petugas mengantar kami ke kamar tipe Deluxe 502 yang berada di lantai 1 dari bangunan 3 lantai. Model kamar-kamar di sini langsung menghadap ke pekarangan/tempat parkir (tidak seperti hotel modern yang pintunya saling berhadapan). Di depan kamar tersedia kursi dan meja duduk untuk menikmati welcoming snack yang disediakan berupa teh/kopi dan buah-buahan tropis. 
aslinya salak dan jeruknya masing-masing dua, cuman udah dicomot
Kamarnya sendiri nggak begitu luas, begitu buka pintu langsung ketemu kasur. Alhamdulillah dapat twin bed, karena kalau dapat double bed kudu atur formasi agar cukup 5 orang. Meski mungil, kamarnya apik dan terasa nyaman. Di depan kasur ada nakas yang di atasnya terdapat TV LCD cukup besar dengan channel tv kabel. Di bawah nakas tersedia dua pasang kelom atau bakiak kayu, menambah suasana tradisional dipadukan dengan lantai tegel kunci jadoel berwarna broken white.


Lemari baju dari kayu berdiri di mana dua botol air mineral diletakkan beserta keterangan harga minuman yang tersedia dalam kulkas mini di bawahnya. Hanya ada Pocari Sweat dan Ion Water sih, harganya pun 8000an, tapi keberadaan kulkas mini menambah value kamar yang harganya nggak lebih dari 400 ribuan ini. Di sisi lemari satunya, terdapat hanger dan gantungan baju plus laundry bag dan tarifnya. Cukup lengkap. 



Nah, sudut favorit saya adalah meja wastafel. Ukurannya cukup lebar, dilengkapi dengan toilettries yang dikemas kardus seperti waktu kita crafting zaman sekolah dulu. Isinya masing-masing sikat-odol, shower cap, sabun, shampo dan sewing kit. Lucu banget kan! Di atas wastafel ada cermin besar berbingkai warna emas dengan pencahayaan yang manis bikin pengen terus-terusan ngaca.  




Sisi sebelah kanan wastafel terdapat lilin aromaterapi, korek api dan baygon mat. Serius, baru kali ini lihat hotel menyediakan obat nyamuk :)) Tapi justru nilainya bertambah lagi untuk kamar ini, karena langsung menghadap luar, kemungkinan nyamuk mungkin saja ada, maka untuk meminimalisir komplen netijen nan budiman, mereka preventif menyediakan obat nyamuk elektrik. 
Kebetulan Baygonnya nggak kepake karena gak ada nyamuk 
Satu lagi yang menarik, yaitu kamar mandi. Sesaat waktu lihat di foto agak gelap dan suram, tapi ternyata enggaaaa...karena dindingnya warna hijau aja sih jadi kaya gelap. 
Tapi pas masuk, kesan itu langsung hilang...karena kamar mandinya bersiih, flush lancar, tisu gulung, handuk dan gantungan, WC nya modern (WC duduk baru), dan shower panas-dingin yang airnya turah-turah mau malam ataupun pagi!! Hepiii banget bisa mandi lama-lama di dalem, berasa iklan sabun. Ada yang lucu juga di dalam kamar mandi, yaitu kursi duduk yang dilapis kain. Saya nyolek suami, "itu kursi buat apaan sih?". Sempat sama-sama bengong sebentar, akhirnya ketahuan itu kursi buat mandi sambil duduk gitu wkwkwk...mungkin pegel ya, atau buat lansia yang ngga kuat lama-lama berdiri, nice service. 

Kualitas tidur oke, mungkin memang ngantuk juga. Tapi ya cukup memuaskan kok, bantalnya satu kasur satu, selimutnya yang agak berantakan dari covernya saat ditarik sampai leher. AC berfungsi dengan baik. Di antara kasur ada nakas dengan pesawat telepon jadul dan buku menu yang lagi-lagi ala crafting banget. Harga minuman di sini murah-muraaahh...start from 8k, duh kuterharuuu. Tapi kalo harga makanan, standar hotel, termasuk sajian khas lokal Blitar bandrollnya mahal.

Malam harinya kami makan di Kuning Kitchen and Cafe, nggak jauh dari hotel... Nggak ada alasan khusus sih kenapa makan di sini. Untuk ukuran kota kecil, harga menu di sini "lumayan", tapi sepadan dengan porsi yang besar bisa untuk makan rame-rame. Di Kuning juga jual gelato, plus jual spot-spot instagramable :) 

Saat balik lagi ke hotel saya sempatkan berjalan-jalan keliling hotel untuk ambil foto. Biasanya, hotel tua model tradisional begini suka ada gosip-gosip spooky, itu juga yang kemarin sempat jadi kekhawatiran...bakalan bisa tidur nggak ya? Sebetulnya hotel ini cocok banget buat foto-foto instagram, lampu-lampu temaram di taman dan berbagai pernak pernik Jawa-kolonial di sudut-sudutnya bakalan keren banget kalo dipajang di sosmed. Sayangnya kamera hape saya kurang bagus untuk cahaya yang minim hihi #kesiaaan.  

Pada bangunan utama yang berada di tengah-tengah, terdapat empat kamar  yang difungsikan sebagai kelas Presidential Suite. Bangunan bergaya indische emire style ini awalnya bukanlah sebuah hotel, melainkan rumah tinggal.  Konon, hotel ini erat kaitannya dengan Presiden Soekarno yang memang merupakan wong asli mblitar. Tak heran di area tengah banyak terdapat foto-foto Bung Karno dalam acara kenegaraan dan benda-benda antik lainnya. 

Di sudut lain, ada semacam pawon dengan meja kursi yang mungkin difungsikan untuk tempat ngobrol atau berfoto. Belakangan saya tahu itu namanya Waroeng Jawa, dan benar dipakai sebagai tempat duduk-duduk menikmati afternoon snack setiap sore sebagai pelayanan pada tamu-tamu hotel. Waroeng Jawa diset ala-ala jadoel gitu dengan perabotan dan tungku-tungku tradisional. 


Terus terang, saat malam di sini agak deg-degan. Lalu saya buru-buru ngibrit ke spot berikutnya yang yah, sebenernya biasa aja sih...hanya karena sepi aja jadi berasa khawatir.

Ah iya, di sebelah bangunan utama ada ruangan gamelan yang menurut resepsionis pertunjukannya dimainkan setiap hari Jumat. Sayang nggak kebagian nonton...   



Pagi-pagi, sinar matahari menyapa sudut kamar, gorden hanya ada satu lapis tanpa vitrase, jadi nggak bisa dibuka kecuali mau show off xixixi. 
balkon di depan kamar kita, menghadap pekarangan hijau dan parkiran
Sarapan dimulai pukul 7 di Colony Restaurant dengan menu yang sudah ditentukan hotel. Kita tinggal memesan mau sarapan soto, rawon, pecel atau nasi goreng. Alangkah baiknya pihak resto memberikan free 1 porsi untuk anak-anak selain 2 porsi yang sudah include. Kami memesan soto ayam, pecel Blitar dan nasi goreng. Teh dan kopi tersedia free flow, suami pesan tambahan iced lemongrass tea. 


Colony Resto
nasi goreng, soto ayam
legendary pecel Blitar 
Rasa makanan menurut saya cukup baik, pecelnya lengkap disajikan dalam pincuk dengan lauk rempah kelapa, rempeyek kacang, sayuran hijau dan bumbu yang bercita rasa pedas manis. Sotonya anak-anak suka dan tandas. Nasi goreng porsi cukup komplet dengan kerupuk udang.

Beres sarapan anak-anak dan suami kembali ke kamar sambil beberes dan nonton tv. Saya penasaran naik ke lantai dua untuk melihat view dari atas. Bertemu dengan beberapa petugas yang sedang membersihkan kamar, saya disapa oleh seorang bapak tua yang sedang menyapu lantai. Bapak itu dengan lancar bercerita bahwa Ibu Megawati sewaktu masih jadi presiden rutin menginap di sini setiap merayakan haul Bung Karno. Selain Megawati juga pejabat-pejabat lainnya seperti Raja Thailand dan tamu-tamu luar negeri lain langganan bermalam di hotel ini kalau sedang ke Blitar. 

Kalau lihat websitenya, sepertinya kita bisa mendapatkan pengalaman lebih yang bisa dilayani oleh hotel ini. Paket wisata ke Candi Penataran, Kebun Kopi dan Makam Bung Karno, misalnya. Yakin deh, tamu-tamu tertentu pasti nggak akan melewatkan layanan ini selagi ada yang memfasilitasinya.  



Bapak--yang dengan menyesal saya lupa menanyakan namanya--sudah lama sekali bekerja di hotel Tugu, dari sejak namanya masih hotel Centrum dan bangunannya masih sangat sederhana. "Tahun 70an sebelum kamu lahir, saya sudah kerja di sini, Ning," ujar si Bapak yang masih tampak bugar dan cekatan di usia senjanya. 

"Ini hotel yang paling tua, mungkin se-Indonesia, di antara hotel Tugu yang lainnya, ini paling tua." Bapak masih melanjutkan ceritanya seraya menunjuk pohon-pohon besar yang ada di tempat parkir dan taman.

"Yang paling tua, itu pohon mangga yang ada di sana...sampai sekarang masih berbuah, tapi sudah kami babat karena takut mangganya menjatuhi mobil."

Saya menunjuk pohon beringin besar yang akarnya menjuntai-juntai, "Kalau pohon itu udah lama juga ya, Pak?" Dengan mengejutkan si Bapak bilang bahwa pohon itu masih lebih muda dibanding pohon mangga yang barusan dia ceritakan. Ada satu pohon lagi di pekarangan yang saya kurang jelas namanya. Ketiga pohon itu ia yang merawatnya sedari kecil, masih bisa dibentuk-bentuk sampai sekarang sudah jadi pohon raksasa yang membuat adem suasana.

Tentang pohon di jalan masuk yang akarnya terjuntai rapi, dia menyebut namanya juga tapi saya lupa (duh, apa atuh aku mah sagala poho...). Ketimbang bertanya ini hotel pemiliknya siapa dan apakah si owner punya anak (buat mantuuuu maksudnyaaaa), saya malah bertanya "Apa pernah ada cerita-cerita serem di sini, Pak? Katanya, ini dulunya bekas makam." Bapak itu tertawa renyah dan menggeleng. "Ndak, ndak ada itu, Mbak. Saya tidur di mana aja di sini kok nggak pernah ada yang ganggu," jawabnya dengan yakin. Baiklah aku mengangguk saja, mau apa pulak gue tanya-tanya begituan hadeuuh. 
ini tema bahasan saya dengan si Bapak 
Setelah pamit pada si Bapak, saya kembali turun dan berkeliling hotel. Luas hotel Tugu Blitar ini sekitar 5.370m2 dengan total 56 kamar berbagai tipe. Biaya sewa mulai 350 ribu sampai 2-3 juta untuk Sang Fajar Presidential Suite. Kamar petilasan Bung Karno ini bebas disewa oleh pengunjung manapun yang ingin menikmati romansa sejarah di kota Patria ini. 
Jam 9 kami check out dari kamar, bertemu kembali dengan si Bapak yang membantu kami keluar dari parkiran. "Langsung pulang, Ning?" tanyanya ramah. "Nggih, Pak. Matur nuwun, monggo!" Jawab saya dan suami berbarengan sambil melambaikan tangan. Nggak salah memang kalau hospitality dan service di hotel ini asli jempolan.

Menurut saya, ini yang terbaik di Blitar. Menginap dengan suasana yang berbeda, cocok dengan ambiance kotanya yang mungil, asri namun penuh kesan kejayaan kota tua.    

Anak-anak sama sekali nggak komplen dengan ketiadaan pool, mereka cukup happy bisa berlarian di pekarangan depan kamar, mandi air hangat dan tidur yang nyenyak. Until we meet again, Blitar!   



Hotel Tugu Sri Lestari Blitar 
Jl. Merdeka 173 Blitar
East Java • Indonesia
+62 342 801 766, 
+62 342 801 687, 
+6285 335 551 326
Fax. +62 342 801 763
Reservations: blitar@tuguhotels.com

Berenang di Sumber Alam, Garut.

2 komentar
Ada banyak tempat wisata di Garut yang menyediakan kolam atau pemandian air panas, plus dengan resort mewah dan nyaman. Lokasi pemandian air panas di Garut yang paling banyak ada di daerah Cipanas, salah satunya Sumber Alam. Yap, karena di sini terdapat sumber air panas alami yang melimpah, tinggal telusuri saja pemandian air panas di sepanjang jalan ini, dijamin bingung sendiri hehe.

Garut, sebuah kota di selatan Jawa Barat yang tidak diragukan lagi pemandangan alamnya sangat indah dengan udara yang relatif sejuk. Berada di ketinggian 717 meter di atas permukaan laut, menjadikan Garut punya pesona wisata alam mulai dari gunung hingga pantai. 

Beruntung saat mengunjungi sanak saudara di Garut lebaran kemarin, saya dan keluarga berkesempatan untuk berenang di Sumber Alam Garut. Pilihan berenang ke sini dikarenakan kolam renang yang ada di penginapan kami airnya dingin, hehehe...maklum ya, bawa anak-anak, bisa cuman nyemplung doang terus mereka bilang “udahan buuuu….”

Lokasi Sumber Alam

Mudah menemukan lokasi Pemandian Sumber Alam, karena masih sederetan dengan resort-resort di sepanjang jalan raya Cipanas, Tarogong Kaler, Garut. Ditempuh hanya 5 menit saja dari tempat menginap kami. Kolam renang Sumber Alam dibuka untuk umum, tidak khusus untuk pengunjung resort saja.

Harga Tiket Berenang di Sumber Alam

Tiket masuk Sumber Alam dibanderol seharga 40rb (dewasa) dan 35rb (anak-anak), cukup murah untuk kolam yang nyaman dibanding kolam renang hotel yang rata-rata harganya di atas 50rb/orang. 

Air Hangat 

Kalau mengharapkan air panas untuk berendam ala jacuzzi, perginya harus ke Darajat Pass...di sana airnya betul-betul panas, cocok buat berendam-rendam aja. Kalau di Sumber Alam airnya hangat-hangat kuku, tetap enak dibawa berenang atau berendam.

Ada juga sih bagian kolam kecilnya untuk jacuzzi, tapi banyak orang juga yang nyemplung jadi rada males lah ya, hehe

Kolam Renang 

Terdapat tiga kolam renang yang ada di Sumber Alam. Yang pertama, kolam renang utama, paling luas dan terdiri dari tiga tingkatan kedalaman (80cm, 100cm, 150cm). 


Sumber Alam Garut

Yang kedua, kolam anak-anak yang lebih kecil, dalamnya hanya sedengkul si bungsu yang tingginya belum 100cm. Ada perosotan pendek dan ember tumpah. Seru sih buat anak-anak, kolamnya juga bening, bersih.


berenang di Sumber Alam

Yang ketiga, kolam yang airnya lebih hangat dari dua kolam sebelumnya. Yang ini relatif dangkal dan lebih cocok buat duduk-duduk sambil berendam. 


sumber air panas

Kamar Ganti dan Toilet 

Untuk kamar ganti, tersedia sekitar 5 bilik kering seperti di gambar. Sedangkan untuk bilas, showernya terbuka los tanpa sekat jadi kalau mandi ya diakal-akalin aja biar nggak terlalu vulgar, karena yang lain juga sama nasibnya :)

Toiletnya hanya ada satu, jadi antri banget. Yang malu mandi di tempat bilas ya harus nunggu benar-benar sepi biar bisa mandi di dalam toilet. 


pemandian air panas

O ya bawa toilettries sendiri ya, karena di tempat bilas nggak ada soap/shampoo container. Handuk juga tidak disediakan oleh pihak kolam renang.

Cafetaria Sumber Alam

Habis renang terbitlah lapar. Makanan yang dijual di cafetaria Tasikmadu Sumber Alam cukup beragam, mulai dari roti bakar, bakso, burger, nasi goreng, bajigur dan cemilan lainnya.

Harga sepadan dengan porsi dan plating cantik (nggak sempet foto, ribet bolbal mandiin anak). Bawa makanan sendiri juga sebenernya nggak apa-apa sih.


kolam air panas Garut
menunya enak-enak

Apa yang menarik dari Sumber Alam ini? Viewnya, paceeee….lagi berenang trus ngelamun-ngelamun liat view gunung Guntur, alahmaaakk…..rileks, penyegaran seluruh badan. Betaaahhh gitu. Jadi kita nggak hanya dapat badan yang sehat karena berenang tapi juga pikiran yang fresh dan tenang. 

Untuk crowd, Sumber Alam tidak seramai kolam sebelah yang namanya mirip. Masih bisalah berenang satu lintasan tanpa nabrak orang lain.

Tuh, bapak-bapak pada main volley air aja bisa. Air di kolam Sumber Alam juga berwarna biru jernih (kelihatan dasarnya) dan bersih. Recommended untuk keluarga.

Kampung Sumber Alam

Jl. Raya Cipanas 122 Garut, Jawa Barat Indonesia 44151
0262 - 238000 / 237700 - WA message only 0896.4055.5291
reservation@resort-kampungsumberalam.com
www.resort-kampungsumberalam.com/