Tampilkan postingan dengan label Review Produk. Tampilkan semua postingan

Kursus Singkat Menulis Kreatif bersama The British Institute

2 komentar

Belakangan ini, di grup-grup freelancer lagi banyak tawaran menulis artikel dalam bahasa Inggris. Tiap kali apply, kali itu juga selalu ada kereteg di hati saya. Bisa lancar nggak nih? Udah bener belum grammar-nya, udah bener belum strukturnya, kira-kira bakal diketawain yang baca enggak, rip english nggak, dsb. 

Intinya, nggak pede nulis pake bahasa Inggris.  

Lalu merasa, duh kayanya butuh sih semacam pengayaan gitu, apalagi nulis-nulis kaya gini udah lama banget ditinggalin semenjak lulus kuliah, awkwkwk. Lagipula, beda genre tulisan kan beda style juga. Semua harus menyesuaikan konteks, dan yang gini-gini itu yang masih saya harus pelajari.          

Eh, rejeki memang nggak kemana sih. Pepatah "murid siap, guru datang" benar adanya. Pekan lalu saya dapat kesempatan ikut online short course "Creative Writing for Bloggers" dari The British Institute yang berkolaborasi sama Komunitas Indonesia Social Blogpreneur. Waaa, senangnya!


Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh TBI (The British Institute) (@my.tbi) pada
       
Bareng 9 orang blogger beruntung lainnya, kami memulai persiapan kelas dengan mengisi placement test berupa pilihan ganda sebanyak 100 soal dalam 60 menit (gileeee, udah berasa ngerjain TOEFL), dan menulis essay minimal 500 kata dengan topik yang sudah ditentukan. Pfuuhhh, nggak kaleng-kaleng nih emang.   

Hari pertama : Introduction to Academic Writing 

Di sesi pembuka ini kami diajak seseruan main games tentang sejauh apa yang kita ingat dan kita dengar. Kocak juga bahwa meski kita sama-sama menyimak tayangan yang sama, apa yang kita tangkap itu bisa berbeda-beda. Ini menunjukkan bahwa oke saja dengan perbedaan pendapat karena beda pemahaman, atau beda yang diingat. Just appreciate each other. 

Selanjutnya, kami berlatih struktur kalimat dengan membuat paragraf 200 kata tentang perkenalan diri sendiri. Kelihatannya simpel ya, cuman ngenalin diri doang ... eh tapi, kesesuaian antar kalimat itu penting dong, agar tulisan juga bisa mengalir, logis, dan enak dibaca. 

Selama dua jam pertemuan, kami dideder dengan latihan-latihan struktur kalimat dari teks-teks yang berbeda. Belajar mengenali logika kalimat, subject, verb dan menempatkan to be yang tepat. 

Bagian ini, saya terseok-seok dalam grammatical errors, hihihi. 

Hari kedua : Membuat Teks Narasi dan Deskripsi 

Hari kedua semakin seru nih (baca: semakin mumet), di mana kami harus bisa mengenali tipe-tipe kalimat simple sentence, compound sentence, dan complex sentence. Setelah mengenal, kami balik dikenalin sama sejumlah coordinating conjunction for compound sentences (yet, for, nor). Mumet karena kita terbiasa pake kata hubung yang umum-umum aja gitu yang gampang.    

Lalu berlanjut di sesi menyambung-nyambungkan kalimat menjadi sebuah paragraf. Di sini saya baru sadar, saking kasualnya kita berbicara, dalam bahasa tulisan pun kita sering menukar-nukar posisi kata keterangan. Jika percakapan lisan mungkin mudah aja lawan bicara paham, dalam tulisan akan sulit dipahami jika struktur kalimatnya awut-awutan. 

Mumet masih terus berlangsung ketika kami harus mengidentifikasi dua paragraf yang sekilas kaya sama aja, tapi berbeda jenis pemaparan. Lalu digempur lagi sama latihan membuat kalimat-kalimat naratif dan deskriptif diakhiri dengan tugas membuat tulisan deskriptif dari sebuah objek yang ditentukan.  

Oke, hari kedua cukup bikin laper.

Hari ketiga : Your opinion matters!

Yes, ini poinnya seorang blogger. Bahwa kita bertanggung jawab terhadap apa yang kita tulis dalam blog. Opini kita, rekomendasi, review, dll murni personal insight dan itulah yang membuatnya berbeda dari tulisan media. Kita memang subjektif dalam tulisan, and that's okay. Asalkan fair, tulus tidak mengada-ngada dan bisa dipertanggung jawabkan. 

Di sini kami berlatih mengungkapkan kalimat-kalimat ekspresi saat menuliskan review. Misalnya, kita tidak akan bilang "it's cheap" untuk sebuah produk fashion, melainkan "it's affordable". Mengapa? Karena 'cheap' dalam industri fashion cenderung berkonotasi low quality, sedangkan kita tahu dong murah itu nggak selalu butut.

les bahasa inggris di TBI

Lalu kita bisa memilih, mau menyampaikan positifnya saja, atau sama negatifnya. Menurut saya sah-sah aja kalau dalam artikel review isinya hal-hal positif, bukan berarti produk tsb nggak ada kekurangannya tapi blogger memilih tidak menuliskannya.   
      
How creative writing class made you a better blogger?       
Sesuai dengan tagline kelasnya, kelas singkat ini membuka wawasan saya dalam menuangkan gambaran sesuatu ke dalam tulisan. Kadang pengen cerita banyak, tapi sering bingung nulisnya gimana alias berlindung di balik kata "sulit dijelaskan dengan kata-kata". 

Tentang The British Institute (TBI) English Course 

TBI didirikan pada 18 Februari 1984, artinya, sudah 36 tahun berkecimpung dalam pendidikan yang fokus pada pembelajaran Bahasa Inggris. TBI juga sudah disertifikasi oleh University of Cambridge English untuk menjalankan kursus pelatihan CELTA (Certificates in Teaching English to Speakers of Other Languages) sehingga metodologi pengajarannya selalu up to date dan menghasilkan pengajar-pengajar bahasa Inggris yang berkualitas. 

Errr, dulu waktu saya sekolah ingin sekali kursus bahasa Inggris di TBI tapi nggak kesampaian. Alhamdulillah, justru si kakak sekarang yang udah enam bulan ini kursus di sana. Cara belajarnya memang asyik, guru-gurunya juga seru dan sabar banget sama anak-anak. 

Kalau waktu zaman saya dulu di Bandung TBI hanya ada di Dago dan Riau, sekarang TBI ada juga di Festival Citylink. Tambah asik karena lokasinya strategis, parkir luas, plus mudah akses ke mall (tempat makan dan hiburan). 

TBI juga punya sistem pembelajaran praktis dan lengkap dengan online, classroom, dan blended learning sehingga bisa dilakukan di mana saja. 

Program Kelas Tersedia
- Children
- Pre Teen
- Teen
- Global English
- Exam Preparation for TOEFL or IELTS test
- Workshop
- In House Training
- Private Class
- Blended Learning
- Online Learning
- Teacher Training

Aktivitas
- Supporting acara acara pendidikan, pentas sesi.
- Special Promotion
- All Year Programme
- Holiday Programme & Back to School Programme
- Exam Preparation for TOEFL or IELTS test
- Workshop
- In House Training
- Private Class
- Blended Learning
- Online Learning
- Teacher Training

Lokasi Cabang TBI
- Jakarta: Pondok Indah / Kuningan / Kelapa Gading
- Cibubur
- Depok
- Tangerang : BSD / Gading Serpong
- Bandung : Riau / Dago / Festlink /  Jatinangor
- Malang

Contact Details
Info : 0823-1601-0164
Email : info.festlink@tbi.co.id
Website : www.tbi.co.id
Instagram : tbibandung
Facebook: TBIBandung  

Review Whiz Prime Hotel Malang, Tidur Nyenyak Hemat

1 komentar

Whiz!!! 


Adalah suara hembusan angin saat sesuatu melesat ke udara. Melejit, meningkat, meroket, apapun namanya, filosofi ini yang dipegang oleh grup Intiwhiz Hospitality Management, head grupnya Whiz Prime. Dengan mengusung nama brand Whiz untuk hotel dan residensial, harapannya dapat terus melaju meningkatkan pelayanan menjadi pilihan nomer satu untuk jasa hospitality di Indonesia. 


Whiz Prime Hotel Malang

Waktu menginjakkan kaki di hotel Whiz Prime Malang, kesan simple namun berkelas langsung kentara. Mulai dari interior lobi yang mungil namun cukup, tambah lagi waktu menyusuri lantainya satu per satu. Bukan yang avant-garde dengan ornamen-ornamen mewah memang, tapi Whiz Prime jelas punya gaya. 

Berlokasi di jalan utama dua arah yang sangat strategis, yaitu di Jalan Basuki Rahmat, posisi Whiz Prime Malang sangat menguntungkan bagi tamu maupun pihak-pihak yang berkunjung, dan tentu saja pelaku usahanya. Hotelnya mudah dicari, transportasi umum pun banyak seliweran lewat bagi tamu-tamu yang senang mingle dengan suasana kota.

Kuliner, stasiun, historical landmark, taman kota, alun-alun, dekat semua dari Whiz Prime Malang! 

Intip-intip kamarnya yuu... 

Airin Derm yang Kedua

Tidak ada komentar
Setelah pengalaman pertama ke Airin Skin Clinic yang pernah saya tuliskan tahun lalu, pas liburan Juni kemarin saya kembali visit Airin. Niatnya memang mau treatment aja, karena udah pegang daftar perawatan dan harganya, jadi ngga ragu atau takut kemahalan. Sedangkan kalau skincare-nya kan di Airin enaknya membebaskan, mau pake yang di rumah atau mau pake produk Airin. 

Saat di ruang konsultasi, kulit saya dicek lagi trus nanya soal perlu tidaknya treatment electrocauter bintil-bintil putih seperti milia di bawah mata. Tapi dr. Aprillia yang saat itu nanganin bilang bintil-bintil yang ada di muka saya penyebabnya alergi, dia bersifat gatal, bisa dihilangkan oleh laser namun nanti pasti muncul lagi...yhaa males lah yaa. Diinget-inget lagi emang iya sih, pas ada pemicunya terus muka jadi bengkak daerah sekitar mata itu jadi gatel banget, makin digosok makin beruntusan. 

Batal treatment deh kalo gitu, saya minta diresepkan produk aja karena memang lagi nggak make produk harian rutin apa-apa, masih bingung sama per-skincare-an dan galau milih-milih produk yang pas. Lalu saya bawa pulang 5 produk : day cream moisturizer, ANC nite cream, facial wash dry, suncare nia white, caviar serum + dapat cosmetic pouch cantik hadiah minimal pembelanjaan. Suka banget pouchnya, muat personal care sampe toilettries.


Airin Set - untuk pemakaian habis selama tiga bulan
Review satu-satu yaaa (saya sertakan juga keterangan produk dari websitenya). 


Moisturizer cream 
Moisturizer Cream yang kaya akan bahan aktif pelembab kulit tanpa membuat kulit berminyak berlebih. Membuat kulit akan selalu terjaga kelembabannya. Terkontrol kadar minyak dan kadar air nya agar selalu seimbang dan terhindar dari dehidrasi kulit. Moisturizer Cream by Airnderm digunakan di pagi, siang atau malam hari sesuai kebutuhan kulit. Mengandung Portulaca ekstrak, Bisabolol, Shea Butter dan Allantoin.

Ini warnanya putih, tapi nggak bikin white cast di muka. Duet sama nia suncare ya tentu aja cocok (jika hanya krim aja). 

Suncare Nia White
Salah satu produk kategori kosmetik airin yang diformulasikan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari, mengandung SPF 30 dan bahan aktif Niacinamide. Fungsi dari Niacinamide sendiri adalah meningkatkan elastisitas kulit, meningkatkan produksi ceramide kulit, menebalkan tembok pertahanan kulit baik dari radikal bebas ataupun bakteri, mengurangi produksi sebum berlebih dan sangat baik untuk pengobatan kulit berjerawat. Selain itu jika rutin digunakan Niacinamide dapat membantu mengurangi komedo dan mencerahkan warna kulit. Suncare Nia White dibuat dengan tekstur yang langsung meresap kedalam kulit dan krim yang berwarna putih sehingga bisa untuk semua warna kulit. Suncare Nia White aman digunakan dari usia 13 tahun, diperuntukan untuk kulit normal oily acne ataupun normal dry acne.

Nggak ada penolakan dari kulit saya saat moisturizer cream + suncare kalau cuman aplikasi krimnya aja, tapi kalo habis ini ditemplok CC cream nya Wardah terus bedak Maybelline loose powder, braaakk nggak ngeblend, berat kaya topeng (yang bikin berat berarti yang mananya ya?)  

Facial Wash Dry 
Adalah facial wash yang diformulasikan khusus untuk kulit kering, dengan bahan aktif Chamomile dan Aloe Barbadensis (Lidah Buaya) membantu membersihkan kulit dari kotoran dan sisa makeup. Selain itu Facial wash ini membantu melembabkan kulit dan mencerahkan kulit, serta diperuntukan untuk kulit kering atau kombinasi.

Yes, kalo facial washnya oke sih, cukup dipakai pagi dan malam aja. Nggak bikin kering atau kaku. Baiknya habis wash langsung exfoliate aja ngeluarin whitehead comedo. 

Caviar Serum 
Nhaaa ini jagoannya. Dulu-dulu waktu saya masih pake cream siang-malam seadanya, paling banter cuma sampe essence. Udah gitu belang betong pulak pakenya nggak rutin. Baru kali ni saya disiplin pake serum, daaann....emang sepertinya dia yang punya pengaruh besar ke kulit. Setelah saya baca-baca fungsi dan manfaat caviar pada kulit, ternyata wow hasilnya. Dia untuk anti aging, mengencangkan dan menghidrasi kulit, juga sekaligus mempercepat regenerasi  kulit dan mengandung antioksidan. 

Botolnya yang paling slim itu, tapi pas untuk pemakaian rutin selama tiga bulan, dari bulan Juni sampe awal September. Harganya 225rb. 

Sekarang Airin derm set ini udah habis semua. Trus saya nggak lanjut order lagi simply bukan karena gak cocok tapi karena penasaran pengen jajal merek-merek lain, haha :)) 

Oiya, sekarang Airin punya banyak cabang nggak cuman di Bandung tapi ada juga di Jakarta dan Surabaya. Mudah-mudahan nggak lama lagi melipir ke Malang deh biar treatmentnya nggak cuman setaun sekali pas mudik aja heee. 

Berenang Nyaman dengan Polite Swim

33 komentar
Meski kriterianya nggak beda jauh dengan baju renang pada umumnya, mesti diakui, memilih baju renang muslimah yang enakeun itu tricky banget. Karena selain nyaman bahannya, cuttingnya kudu pas biar nyaman dipake. 

Ada beberapa material bahan yang sering dipake untuk baju renang, antara lain nylon, spandex dan polyester. Dalam artikel "What is the Best Fabric for Making Swimwear?", dikatakan bahwa bahan yang paling baik untuk baju renang adalah 100% man-made fabric alias bahan buatan yang komposisinya terdiri dari nylon (80%-90%) dengan Lycra atau spandex (10%-20%). 


Dari sisi elastisitas, nylon punya elastisitas lebih baik dibanding bahan polyester, jadi tidak terasa terlalu ketat dan mudah dilepas saat basah (nggak nempel ke badan). Namun dari segi sun exposure resistant, polyester memiliki perlindungan yang lebih baik ketimbang nylon. 


Bahan polyester juga punya chlorine resistant yang lebih baik. No wonder, beberapa swimwear berbahan polyester biasanya dijual agak lebih mahal. 

Sejak seriusin berenang dari jaman SMA, ngalamin pake beberapa model baju renang mulai model rok lipit pendek (karena berenangnya di kolam renang khusus cewek), model baju senam (legging panjang, atasan bikini), dan model dive suit (baju selam terusan panjang-panjang). Yang terakhir ini longlast sampe jaman hamil, karena tinggal pake ninja atau swimcap doang.

Seiring kematangan umur, ciyeh...mulai nggak pede lagi pake baju selam. Kok sana sini nonjol gitu yak, hiikz, maluuu. Padahal yaa kalaupun nyemplung, biasanya saat kolamnya bener-bener sepi  aja cuman ada 1-2 pengunjung selain kita. Sisanya biasanya saya cuman jadi tukang tunggu barang, nyiapin handuk dan pakein baju anak-anak. Males bangeettt kalau nyemplung di kolam cendol. 

Lamaaa sekali nggak berenang, kok mupeng jugaa.. Apalagi badan mulai glambyar sana sini, sakit badan, jarang olahraga dan kurang gerak. Kuingin berenaaang, tapi pake baju apaaan.... 

Udah lama sih benernya kepo-kepoin baju renang muslimah. Yang ada rok dan kerudungnya gitu. Udah follow Polite Swim dari kapan tau, tertarik karena warnanya chic, bajunya longgar dan ada penutup dada, tapi tetep masih ragu kaya gitu apa nggak bakal berat yaa?? 

Lirik brand lain juga yang menyediakan swimwear muslimah seperti Assila, Sporte, Noore dan Sulbi (boleh ceki-ceki brand ini untuk pertimbangan dan perbandingan). Harganya variatif, mulai 350k sampei 749k, tapi bisa dapat insight macem-macem model baju renang muslimah yang diinginkan. 


Awalnya Polite ukuran paling kecilnya hanya ada sampai S. Tapi ukuran S ini masih serba kebesaran di badan saya. Jadi sudahlah pupus harapan punya Polite.


Tapiiiii, kalo jodoh emang nggak kemana...setelah bertahun-tahun pedekate, ngintip storiesnya Polite, dia available size XS. Huik! Dikepoin lagi, sizenya muat! Ahh, berasa ditembak gebetan dong, dag dig dug. PO tidak, PO tidak. 


Alur pemesanan di Polite Swim itu, dia based on Pre Order. Cara ordernya bisa lewat web http://www.polite-wardrobe.com/ bisa juga lewat WA ke admin IG. Biasanya satu bulan sekali ada jadwal PO. Periode pemesanannya dua mingguan, dan akan ready dalam dua-tiga mingguan. Jadi lumayan lah, bisa mikir-mikir dulu sembari ngumpulin dananya :) 


Model dan size baju renang yang di-PO-kan juga nggak semuanya available, jadi nggak bisa pilih-pilih model yang lama kalo lagi nggak keluar modelnya. Nah kebetulan XS yang available saat itu adalah model Shark-Maroon Silver. Dua model lain yang di-PO-kan nggak ada size XS. Bisa sih kalo mau nunggu PO selanjutnya, tapi kan aku keburu pengen renang yaakk...keburu uangnya kepake juga, hehe. 


Paket datang dalam kemasan kantung plastik transparan, dilengkapi shopping bag hitam berlabel Polite Swim. Fancy banget sih menurut saya. Walau paketnya terasa berat dan bulky, tapi beratnya nggak lebih dari 1 kilo kok. 


Saya review satu per satu bagian yaaa. 

Hijab


Ada dua model pet yang tersedia, shark dan whale. Baru ngerasain yang shark sih, soalnya nggak pede sama bentuk muka. Tapi kayanya kalo mukanya cakep mah mau pake pet apa aja oke.   

whale

shark
Hijab ini mirip bentuknya kaya ninja, jadi ada yang ngawir sedada, lalu dimasukkan ke dalam baju renangnya biar ringkes. Ya bisa aja sih dikeluarin, tapi buat apa, kan sudah ada bolero yang nempel di baju renang. Lagipula biar nggak ngangkat-ngangkat gitu pas di air jadi menutup kepala rapat. 

Atasan 



Bagian badan ini paling saya suka soalnya longgar menutup perut dan bokong, berasa pake tunik. Beberapa muslimah swimwear masih tetap membentuk badan, termasuk baju selam yang biasa saya pakai. Ini uaslliii, bikin gak pede banget karena nyetak sana sini atas bawah. 

Nggak cuman alasan badan saya nggak bagus sih, tapi kan lebih aman dan nyaman ya kalo bajunya longgar gini. Bebas bergerak dan tetap covered. Bolero menutup dada attached langsung di bajunya, jadi nggak akan ngangkat-ngangkat dan ketika kita naik dari kolam auto rapi lagi baju dan boleronya. 


Jangan salah, walau kelihatannya longgar dan berlapis, ini bahannya enteng karena terbuat dari nylon spandex. Saat kita ngangkat badan dari kolam, dia nggak bawa air jadi nggak berat. Cepet banget keringnya, cuman diangin-angin aja cukup nggak perlu dikucek dan di dry spin


Celana & kaos kaki 


Kalau kita biasa pake legging atau celana renang yang ngepress dan membentuk paha sampe kaki, celananya Polite bentuknya macam celana alibaba. Longgar, tapi nggak kewer-kewer saat di air. Tetap bisa bergerak bebas dan ringan. 


Bagian bawah yang cropped bikin celana nggak tersingkap meski kita sedang posisi handstand (ngapain juga coba begini...), juga ada kancing yang menghubungkan celana dan baju sehingga saat berenang baju nggak akan tersingkap. Intinya sih, semua dibuat nyaman dan bebas bergerak tanpa khawatir. 




Kaos kaki tersedia dalam berbagai ukuran sesuai ukuran kaki. Honestly agak ngambang gitu sih pas pake kaoskakinya, tapi untuk berenang di muka umum mah pake aja. Nggak licin karena bawahnya ada bintik-bintik karet gitu. 

Minusnya, Polite ini banyak aturan dari mulai pemakaian sampai care instruction hihihi. Jadi, pastikan sebelumnya baca bener-bener seluruh isi di dalam buku petunjuk. Mulai cara masangkan kancing di baju dan celana, pake kerudung, dan petunjuk pencucian. Meski nggak berat, tetap aja kalo dalam keadaan basah dia bulky banget, tapi tenang aja...doi cepet keringnya dan segera bisa dilipat. Tapi tetep, dilipat juga gendut, heheheh.    


Kesalahan saya kemarin, agak lama ngerendem di air, kelupaan. Jadinya warna agak sedikit luntur ke yang lebih muda. My bad, huhuhuhu. 



ini real picnya yah..no model-model, asli chubby nya :))


So far, enaakk banget berenang pake Polite swimsuit. Aman dan nyaman. Kalo mau ganti-ganti hijabnya juga bisa kok, nggak masalah. Pingin coba sih hijab fenomenyal si Nooresport itu. Percaya deh, ini enteng banget bahannya, nggak menghambat pergerakan saat berenang. 

paket lengkap swimsuit Polite Swim

Untuk set standar swimsuit (baju, celana, hijab) harganya sekitar 475.000 jika pesan saat PO (biasanya diskon 10-15%), kalo ready stock di web 525.000. Enaknya ikut PO, kita bisa rekues size. Sedangkan kaos kaki dijual terpisah seharga 36.000.

Ini ada buat anak-anaknya juga loh, cek IG atau webnya. Ada dua model, Nemo dan Marlin. Lucu-lucu banget warna pink-grey gitu. 

Semoga yaaa... dengan punya baju renang yang mumpuni, saya lebih rajin lagi berolahraga sesuai niatan seminggu sekali berenang. As Dory said.. just keep swimming!!  

*updated : saya copy-kan sizechart yang ada di web yaa...biar nggak bolak balik.

Size Spec Baju
XSSMLXLXXL
Panjang Bahu353637383940
Panjang Tangan555657585959
Lingkar Dada88909498100104
Lingkar Pinggul92100104108112116
Panjang Baju778486909090
Size Spec Celana
XSSMLXLXXL
Lingkar Ban Karet Celana445052545656
Tinggi Belahan242424242424
Panjang Celana869595101101

Menginap di Hotel Tugu Sri Lestari Blitar

22 komentar
Senja memasuki kota Blitar, kota kecil di selatan Jawa Timur yang sejuk dan sederhana. Sudah memasuki waktu Maghrib tapi kami masih belum memutuskan mau menginap di mana malam itu. Sebenarnya lebih karena bingung, situs booking online tidak menawarkan banyak pilihan penginapan di kota ini, terlebih timing kita dadakan begini. 

Blitar memang tidak luas, sambil berkeliling pun sudah ketemu lokasi beberapa penginapan yang jaraknya nggak begitu jauh satu sama lain. Dari informasi di internet, hampir tak ada hotel di Blitar yang punya fasilitas swimming pool, hanya ketemu satu, itu pun masih simpang siur informasi ada atau tidaknya.

Setelah baca-baca review, kami putuskan untuk menginap di Hotel Tugu Sri Lestari. Simply karena testimoni yang pada bilang puas dengan layanan dan keunikan suasana yang ditawarkan Hotel Tugu. Konon, hotel ini adalah salah satu yang tertua di Indonesia.


Hotel Tugu Blitar, unprecedentedly the best hotel and restaurant in Blitar, East Java, is housed in a colonial building that was built in the 1850s, and was previously owned by a distinguished family of Blitar. After the second World War, the hotel was called Hotel Centrum; many years after the name was changed to Hotel Sri Lestari – and later become Tugu – Sri Lestari.    - tuguhotels.com

Nah, tambah penasaran deh...yang kebayang sama saya adalah arsitektur bangunan kolonial yang njawani, serupa dengan karakter hotel Tugu yang pernah kami lihat di Malang. 

Lokasi hotel ini mudah dicari, pinggir jalan banget nggak jauh dari Alun-Alun Blitar/Taman Pecut. Saking mudahnya, hampir aja kelewatan karena posisinya yang tidak menonjol sejajar dengan ruko-ruko lain di sepanjang jalan Merdeka. Plang nama pun terlampau atas, hampir nggak keliatan.



Jalan masuknya unik banget, berupa lorong dengan untaian akar dari pohon kiri kanan...di sisi kiri adalah restauran, sedangkan sisi kanan adalah lobi yang cukup besar, diisi beberapa kursi jati dan interior yang bikin pengen foto sambil berkebaya.

Bangunan utama tampak malam vs tampak Siang
Resepsionis menyambut ramah saat saya menyodorkan bukti pemesanan kamar dari Tiket.com yang dibooking saat berkeliling tadi. I put no expectation here, dapat kamar model apa saja oke, hanya perlu tempat untuk istirahat karena besok pagi pun udah harus check out. Petugas mengantar kami ke kamar tipe Deluxe 502 yang berada di lantai 1 dari bangunan 3 lantai. Model kamar-kamar di sini langsung menghadap ke pekarangan/tempat parkir (tidak seperti hotel modern yang pintunya saling berhadapan). Di depan kamar tersedia kursi dan meja duduk untuk menikmati welcoming snack yang disediakan berupa teh/kopi dan buah-buahan tropis. 
aslinya salak dan jeruknya masing-masing dua, cuman udah dicomot
Kamarnya sendiri nggak begitu luas, begitu buka pintu langsung ketemu kasur. Alhamdulillah dapat twin bed, karena kalau dapat double bed kudu atur formasi agar cukup 5 orang. Meski mungil, kamarnya apik dan terasa nyaman. Di depan kasur ada nakas yang di atasnya terdapat TV LCD cukup besar dengan channel tv kabel. Di bawah nakas tersedia dua pasang kelom atau bakiak kayu, menambah suasana tradisional dipadukan dengan lantai tegel kunci jadoel berwarna broken white.


Lemari baju dari kayu berdiri di mana dua botol air mineral diletakkan beserta keterangan harga minuman yang tersedia dalam kulkas mini di bawahnya. Hanya ada Pocari Sweat dan Ion Water sih, harganya pun 8000an, tapi keberadaan kulkas mini menambah value kamar yang harganya nggak lebih dari 400 ribuan ini. Di sisi lemari satunya, terdapat hanger dan gantungan baju plus laundry bag dan tarifnya. Cukup lengkap. 



Nah, sudut favorit saya adalah meja wastafel. Ukurannya cukup lebar, dilengkapi dengan toilettries yang dikemas kardus seperti waktu kita crafting zaman sekolah dulu. Isinya masing-masing sikat-odol, shower cap, sabun, shampo dan sewing kit. Lucu banget kan! Di atas wastafel ada cermin besar berbingkai warna emas dengan pencahayaan yang manis bikin pengen terus-terusan ngaca.  




Sisi sebelah kanan wastafel terdapat lilin aromaterapi, korek api dan baygon mat. Serius, baru kali ini lihat hotel menyediakan obat nyamuk :)) Tapi justru nilainya bertambah lagi untuk kamar ini, karena langsung menghadap luar, kemungkinan nyamuk mungkin saja ada, maka untuk meminimalisir komplen netijen nan budiman, mereka preventif menyediakan obat nyamuk elektrik. 
Kebetulan Baygonnya nggak kepake karena gak ada nyamuk 
Satu lagi yang menarik, yaitu kamar mandi. Sesaat waktu lihat di foto agak gelap dan suram, tapi ternyata enggaaaa...karena dindingnya warna hijau aja sih jadi kaya gelap. 
Tapi pas masuk, kesan itu langsung hilang...karena kamar mandinya bersiih, flush lancar, tisu gulung, handuk dan gantungan, WC nya modern (WC duduk baru), dan shower panas-dingin yang airnya turah-turah mau malam ataupun pagi!! Hepiii banget bisa mandi lama-lama di dalem, berasa iklan sabun. Ada yang lucu juga di dalam kamar mandi, yaitu kursi duduk yang dilapis kain. Saya nyolek suami, "itu kursi buat apaan sih?". Sempat sama-sama bengong sebentar, akhirnya ketahuan itu kursi buat mandi sambil duduk gitu wkwkwk...mungkin pegel ya, atau buat lansia yang ngga kuat lama-lama berdiri, nice service. 

Kualitas tidur oke, mungkin memang ngantuk juga. Tapi ya cukup memuaskan kok, bantalnya satu kasur satu, selimutnya yang agak berantakan dari covernya saat ditarik sampai leher. AC berfungsi dengan baik. Di antara kasur ada nakas dengan pesawat telepon jadul dan buku menu yang lagi-lagi ala crafting banget. Harga minuman di sini murah-muraaahh...start from 8k, duh kuterharuuu. Tapi kalo harga makanan, standar hotel, termasuk sajian khas lokal Blitar bandrollnya mahal.

Malam harinya kami makan di Kuning Kitchen and Cafe, nggak jauh dari hotel... Nggak ada alasan khusus sih kenapa makan di sini. Untuk ukuran kota kecil, harga menu di sini "lumayan", tapi sepadan dengan porsi yang besar bisa untuk makan rame-rame. Di Kuning juga jual gelato, plus jual spot-spot instagramable :) 

Saat balik lagi ke hotel saya sempatkan berjalan-jalan keliling hotel untuk ambil foto. Biasanya, hotel tua model tradisional begini suka ada gosip-gosip spooky, itu juga yang kemarin sempat jadi kekhawatiran...bakalan bisa tidur nggak ya? Sebetulnya hotel ini cocok banget buat foto-foto instagram, lampu-lampu temaram di taman dan berbagai pernak pernik Jawa-kolonial di sudut-sudutnya bakalan keren banget kalo dipajang di sosmed. Sayangnya kamera hape saya kurang bagus untuk cahaya yang minim hihi #kesiaaan.  

Pada bangunan utama yang berada di tengah-tengah, terdapat empat kamar  yang difungsikan sebagai kelas Presidential Suite. Bangunan bergaya indische emire style ini awalnya bukanlah sebuah hotel, melainkan rumah tinggal.  Konon, hotel ini erat kaitannya dengan Presiden Soekarno yang memang merupakan wong asli mblitar. Tak heran di area tengah banyak terdapat foto-foto Bung Karno dalam acara kenegaraan dan benda-benda antik lainnya. 

Di sudut lain, ada semacam pawon dengan meja kursi yang mungkin difungsikan untuk tempat ngobrol atau berfoto. Belakangan saya tahu itu namanya Waroeng Jawa, dan benar dipakai sebagai tempat duduk-duduk menikmati afternoon snack setiap sore sebagai pelayanan pada tamu-tamu hotel. Waroeng Jawa diset ala-ala jadoel gitu dengan perabotan dan tungku-tungku tradisional. 


Terus terang, saat malam di sini agak deg-degan. Lalu saya buru-buru ngibrit ke spot berikutnya yang yah, sebenernya biasa aja sih...hanya karena sepi aja jadi berasa khawatir.

Ah iya, di sebelah bangunan utama ada ruangan gamelan yang menurut resepsionis pertunjukannya dimainkan setiap hari Jumat. Sayang nggak kebagian nonton...   



Pagi-pagi, sinar matahari menyapa sudut kamar, gorden hanya ada satu lapis tanpa vitrase, jadi nggak bisa dibuka kecuali mau show off xixixi. 
balkon di depan kamar kita, menghadap pekarangan hijau dan parkiran
Sarapan dimulai pukul 7 di Colony Restaurant dengan menu yang sudah ditentukan hotel. Kita tinggal memesan mau sarapan soto, rawon, pecel atau nasi goreng. Alangkah baiknya pihak resto memberikan free 1 porsi untuk anak-anak selain 2 porsi yang sudah include. Kami memesan soto ayam, pecel Blitar dan nasi goreng. Teh dan kopi tersedia free flow, suami pesan tambahan iced lemongrass tea. 


Colony Resto
nasi goreng, soto ayam
legendary pecel Blitar 
Rasa makanan menurut saya cukup baik, pecelnya lengkap disajikan dalam pincuk dengan lauk rempah kelapa, rempeyek kacang, sayuran hijau dan bumbu yang bercita rasa pedas manis. Sotonya anak-anak suka dan tandas. Nasi goreng porsi cukup komplet dengan kerupuk udang.

Beres sarapan anak-anak dan suami kembali ke kamar sambil beberes dan nonton tv. Saya penasaran naik ke lantai dua untuk melihat view dari atas. Bertemu dengan beberapa petugas yang sedang membersihkan kamar, saya disapa oleh seorang bapak tua yang sedang menyapu lantai. Bapak itu dengan lancar bercerita bahwa Ibu Megawati sewaktu masih jadi presiden rutin menginap di sini setiap merayakan haul Bung Karno. Selain Megawati juga pejabat-pejabat lainnya seperti Raja Thailand dan tamu-tamu luar negeri lain langganan bermalam di hotel ini kalau sedang ke Blitar. 

Kalau lihat websitenya, sepertinya kita bisa mendapatkan pengalaman lebih yang bisa dilayani oleh hotel ini. Paket wisata ke Candi Penataran, Kebun Kopi dan Makam Bung Karno, misalnya. Yakin deh, tamu-tamu tertentu pasti nggak akan melewatkan layanan ini selagi ada yang memfasilitasinya.  



Bapak--yang dengan menyesal saya lupa menanyakan namanya--sudah lama sekali bekerja di hotel Tugu, dari sejak namanya masih hotel Centrum dan bangunannya masih sangat sederhana. "Tahun 70an sebelum kamu lahir, saya sudah kerja di sini, Ning," ujar si Bapak yang masih tampak bugar dan cekatan di usia senjanya. 

"Ini hotel yang paling tua, mungkin se-Indonesia, di antara hotel Tugu yang lainnya, ini paling tua." Bapak masih melanjutkan ceritanya seraya menunjuk pohon-pohon besar yang ada di tempat parkir dan taman.

"Yang paling tua, itu pohon mangga yang ada di sana...sampai sekarang masih berbuah, tapi sudah kami babat karena takut mangganya menjatuhi mobil."

Saya menunjuk pohon beringin besar yang akarnya menjuntai-juntai, "Kalau pohon itu udah lama juga ya, Pak?" Dengan mengejutkan si Bapak bilang bahwa pohon itu masih lebih muda dibanding pohon mangga yang barusan dia ceritakan. Ada satu pohon lagi di pekarangan yang saya kurang jelas namanya. Ketiga pohon itu ia yang merawatnya sedari kecil, masih bisa dibentuk-bentuk sampai sekarang sudah jadi pohon raksasa yang membuat adem suasana.

Tentang pohon di jalan masuk yang akarnya terjuntai rapi, dia menyebut namanya juga tapi saya lupa (duh, apa atuh aku mah sagala poho...). Ketimbang bertanya ini hotel pemiliknya siapa dan apakah si owner punya anak (buat mantuuuu maksudnyaaaa), saya malah bertanya "Apa pernah ada cerita-cerita serem di sini, Pak? Katanya, ini dulunya bekas makam." Bapak itu tertawa renyah dan menggeleng. "Ndak, ndak ada itu, Mbak. Saya tidur di mana aja di sini kok nggak pernah ada yang ganggu," jawabnya dengan yakin. Baiklah aku mengangguk saja, mau apa pulak gue tanya-tanya begituan hadeuuh. 
ini tema bahasan saya dengan si Bapak 
Setelah pamit pada si Bapak, saya kembali turun dan berkeliling hotel. Luas hotel Tugu Blitar ini sekitar 5.370m2 dengan total 56 kamar berbagai tipe. Biaya sewa mulai 350 ribu sampai 2-3 juta untuk Sang Fajar Presidential Suite. Kamar petilasan Bung Karno ini bebas disewa oleh pengunjung manapun yang ingin menikmati romansa sejarah di kota Patria ini. 
Jam 9 kami check out dari kamar, bertemu kembali dengan si Bapak yang membantu kami keluar dari parkiran. "Langsung pulang, Ning?" tanyanya ramah. "Nggih, Pak. Matur nuwun, monggo!" Jawab saya dan suami berbarengan sambil melambaikan tangan. Nggak salah memang kalau hospitality dan service di hotel ini asli jempolan.

Menurut saya, ini yang terbaik di Blitar. Menginap dengan suasana yang berbeda, cocok dengan ambiance kotanya yang mungil, asri namun penuh kesan kejayaan kota tua.    

Anak-anak sama sekali nggak komplen dengan ketiadaan pool, mereka cukup happy bisa berlarian di pekarangan depan kamar, mandi air hangat dan tidur yang nyenyak. Until we meet again, Blitar!   



Hotel Tugu Sri Lestari Blitar 
Jl. Merdeka 173 Blitar
East Java • Indonesia
+62 342 801 766, 
+62 342 801 687, 
+6285 335 551 326
Fax. +62 342 801 763
Reservations: blitar@tuguhotels.com

Day 15 : Nude Lipstick untuk Kulit Sawo Matang

2 komentar
Dulu, waktu saya masih gelar lapak lipen setip di Arabella, saya sering dapat order lipstik warna-warna nude dari cecewe nusantara, pangsanya ketebak : dedek-dedek abege yang pengin pake listip dengan riasan pucat ala ala make up no make up, atau ibu-ibu yang baru mulai dandan tapi nggak mau keliatan dandan, lah piye seh buu

Jangan salaahh, yang dipesan itu nggak melulu lipstik merek luar seperti Wet n Wild - Bare it All, yang pas dioles ke bibir saya, really really barelips alias langsung kaya orang sakit. Tapi kebanyakan orang sini suka juga dengan lipstik lokal, salah satunya Wardah Lipcream. Saat trend lip cream lagi rame-ramenya, Wardah termasuk yang cepet ngeluarin produk yang lagi digandrungi pasar. Nggak tanggung cuman 10, tapi 18 varian warna yang gemesin! Swatch bolak-balik!

Salah satu warna yang paling banyak dipesan saat itu adalah No 03 - See You Latte dan No 11 - Oh So Nude. Waktu di pasaran dan dept.store belum banyak tersedia, di lapak-lapak online udah heboh banget, saking larisnya sampe sering kehabisan stok tapi mereka rela nunggu PO. 

Pikir-pikir, kenapa orang Indonesia dengan tipikal kulit sawo matang sukanya lipen warna nude. Bukankah itu jadi bikin muka nampak pucat/washed out alias belel?

Ternyata, memang agak tricky khusus untuk kulit sawo matang ini. Jauh lebih baik kalo ada pre-care sebelumnya untuk bibir biar nggak pecah-pecah atau kering supaya jatuhnya nggak membosankan. Coba lihat lipswatch beautygram, Lippielust, di bawah ini... 




Yaakk, berhubung bibir kita tidak sepenuh dan semulus mbak Risa di atas, maka perlu ada tips-tips khusus biar wajah kita nggak jadi washed out pas pake lipstik nude. 

1. Pilih sesuai warna kulit. 
Untuk kulit sawo matang, yang pertama jangan pilih lipstik warna terang, karena udah pasti bakal terlihat pucat. Usahakan pake lipstik yang berwarna satu tingkat lebih gelap dari warna kulit, seperti peach, mix dengan lipgloss supaya nggak kusam. 

Sedangkan untuk kulit gelap. Hehe, ini gue nih...gelap cenderung coklat, tan, cappuccino apalah namanya :)) inibisa pake lipstik nude yang lebih gelap daripada warna kulit, semacam choco atau yang semi orange biar lebih natural. Sejujurnya saya juga belum pede pake warna coklat gini, takutnya malah terlihat antagonis.

2. Pakai lipbalm dulu 
Penting ini, supaya lipstik nude yang dioles setelahnya nggak terkesan kusam. Lipbalm juga menjaga kelembaban bibir sehingga terlihat lebih mulus dibanding langsung mengaplikasikan lipstik 

3. Pilih yang creamy 
Untuk warna nude, saya kira tekstur lipcream lebih enak daripada yang matte. Ini terbukti pas membandingkan Wardah lipcream dengan Wen n Wild Megalast, lebih pucat dan bibir terlihat kering saat pake WW. 

4. Padankan dengan riasan muka yang cocok
Kasih blush on warna peach atau pink supaya wajah terlihat segar, jauh dari kusam.

5. Pertegas riasan mata 
Hahaha, ini juga yaa...untuk membedakan bahwa kita memang lagi make up-an dan kita lagi males dandan adalah riasan di bagian wajah yang lain. 

Gitu deehh, kurang lebih tips berdasarkan pengalaman pake lipstik nude. Tapi seriusan deh, di umur 30+ gini, kayanya kita emang udah kudu rada pulas-poles dikit biar wajah nggak kusam banget. Nggak perlu menor atau tebal dan lengkap, mau ala-ala no make up juga gak apa-apa, pokoknya jangan sampe kita dikira embak-nya anak-anak dibanding ibunya, hahahaha.