Kursus Singkat Menulis Kreatif bersama The British Institute

2 komentar

Belakangan ini, di grup-grup freelancer lagi banyak tawaran menulis artikel dalam bahasa Inggris. Tiap kali apply, kali itu juga selalu ada kereteg di hati saya. Bisa lancar nggak nih? Udah bener belum grammar-nya, udah bener belum strukturnya, kira-kira bakal diketawain yang baca enggak, rip english nggak, dsb. 

Intinya, nggak pede nulis pake bahasa Inggris.  

Lalu merasa, duh kayanya butuh sih semacam pengayaan gitu, apalagi nulis-nulis kaya gini udah lama banget ditinggalin semenjak lulus kuliah, awkwkwk. Lagipula, beda genre tulisan kan beda style juga. Semua harus menyesuaikan konteks, dan yang gini-gini itu yang masih saya harus pelajari.          

Eh, rejeki memang nggak kemana sih. Pepatah "murid siap, guru datang" benar adanya. Pekan lalu saya dapat kesempatan ikut online short course "Creative Writing for Bloggers" dari The British Institute yang berkolaborasi sama Komunitas Indonesia Social Blogpreneur. Waaa, senangnya!


Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh TBI (The British Institute) (@my.tbi) pada
       
Bareng 9 orang blogger beruntung lainnya, kami memulai persiapan kelas dengan mengisi placement test berupa pilihan ganda sebanyak 100 soal dalam 60 menit (gileeee, udah berasa ngerjain TOEFL), dan menulis essay minimal 500 kata dengan topik yang sudah ditentukan. Pfuuhhh, nggak kaleng-kaleng nih emang.   

Hari pertama : Introduction to Academic Writing 

Di sesi pembuka ini kami diajak seseruan main games tentang sejauh apa yang kita ingat dan kita dengar. Kocak juga bahwa meski kita sama-sama menyimak tayangan yang sama, apa yang kita tangkap itu bisa berbeda-beda. Ini menunjukkan bahwa oke saja dengan perbedaan pendapat karena beda pemahaman, atau beda yang diingat. Just appreciate each other. 

Selanjutnya, kami berlatih struktur kalimat dengan membuat paragraf 200 kata tentang perkenalan diri sendiri. Kelihatannya simpel ya, cuman ngenalin diri doang ... eh tapi, kesesuaian antar kalimat itu penting dong, agar tulisan juga bisa mengalir, logis, dan enak dibaca. 

Selama dua jam pertemuan, kami dideder dengan latihan-latihan struktur kalimat dari teks-teks yang berbeda. Belajar mengenali logika kalimat, subject, verb dan menempatkan to be yang tepat. 

Bagian ini, saya terseok-seok dalam grammatical errors, hihihi. 

Hari kedua : Membuat Teks Narasi dan Deskripsi 

Hari kedua semakin seru nih (baca: semakin mumet), di mana kami harus bisa mengenali tipe-tipe kalimat simple sentence, compound sentence, dan complex sentence. Setelah mengenal, kami balik dikenalin sama sejumlah coordinating conjunction for compound sentences (yet, for, nor). Mumet karena kita terbiasa pake kata hubung yang umum-umum aja gitu yang gampang.    

Lalu berlanjut di sesi menyambung-nyambungkan kalimat menjadi sebuah paragraf. Di sini saya baru sadar, saking kasualnya kita berbicara, dalam bahasa tulisan pun kita sering menukar-nukar posisi kata keterangan. Jika percakapan lisan mungkin mudah aja lawan bicara paham, dalam tulisan akan sulit dipahami jika struktur kalimatnya awut-awutan. 

Mumet masih terus berlangsung ketika kami harus mengidentifikasi dua paragraf yang sekilas kaya sama aja, tapi berbeda jenis pemaparan. Lalu digempur lagi sama latihan membuat kalimat-kalimat naratif dan deskriptif diakhiri dengan tugas membuat tulisan deskriptif dari sebuah objek yang ditentukan.  

Oke, hari kedua cukup bikin laper.

Hari ketiga : Your opinion matters!

Yes, ini poinnya seorang blogger. Bahwa kita bertanggung jawab terhadap apa yang kita tulis dalam blog. Opini kita, rekomendasi, review, dll murni personal insight dan itulah yang membuatnya berbeda dari tulisan media. Kita memang subjektif dalam tulisan, and that's okay. Asalkan fair, tulus tidak mengada-ngada dan bisa dipertanggung jawabkan. 

Di sini kami berlatih mengungkapkan kalimat-kalimat ekspresi saat menuliskan review. Misalnya, kita tidak akan bilang "it's cheap" untuk sebuah produk fashion, melainkan "it's affordable". Mengapa? Karena 'cheap' dalam industri fashion cenderung berkonotasi low quality, sedangkan kita tahu dong murah itu nggak selalu butut.

les bahasa inggris di TBI

Lalu kita bisa memilih, mau menyampaikan positifnya saja, atau sama negatifnya. Menurut saya sah-sah aja kalau dalam artikel review isinya hal-hal positif, bukan berarti produk tsb nggak ada kekurangannya tapi blogger memilih tidak menuliskannya.   
      
How creative writing class made you a better blogger?       
Sesuai dengan tagline kelasnya, kelas singkat ini membuka wawasan saya dalam menuangkan gambaran sesuatu ke dalam tulisan. Kadang pengen cerita banyak, tapi sering bingung nulisnya gimana alias berlindung di balik kata "sulit dijelaskan dengan kata-kata". 

Tentang The British Institute (TBI) English Course 

TBI didirikan pada 18 Februari 1984, artinya, sudah 36 tahun berkecimpung dalam pendidikan yang fokus pada pembelajaran Bahasa Inggris. TBI juga sudah disertifikasi oleh University of Cambridge English untuk menjalankan kursus pelatihan CELTA (Certificates in Teaching English to Speakers of Other Languages) sehingga metodologi pengajarannya selalu up to date dan menghasilkan pengajar-pengajar bahasa Inggris yang berkualitas. 

Errr, dulu waktu saya sekolah ingin sekali kursus bahasa Inggris di TBI tapi nggak kesampaian. Alhamdulillah, justru si kakak sekarang yang udah enam bulan ini kursus di sana. Cara belajarnya memang asyik, guru-gurunya juga seru dan sabar banget sama anak-anak. 

Kalau waktu zaman saya dulu di Bandung TBI hanya ada di Dago dan Riau, sekarang TBI ada juga di Festival Citylink. Tambah asik karena lokasinya strategis, parkir luas, plus mudah akses ke mall (tempat makan dan hiburan). 

TBI juga punya sistem pembelajaran praktis dan lengkap dengan online, classroom, dan blended learning sehingga bisa dilakukan di mana saja. 

Program Kelas Tersedia
- Children
- Pre Teen
- Teen
- Global English
- Exam Preparation for TOEFL or IELTS test
- Workshop
- In House Training
- Private Class
- Blended Learning
- Online Learning
- Teacher Training

Aktivitas
- Supporting acara acara pendidikan, pentas sesi.
- Special Promotion
- All Year Programme
- Holiday Programme & Back to School Programme
- Exam Preparation for TOEFL or IELTS test
- Workshop
- In House Training
- Private Class
- Blended Learning
- Online Learning
- Teacher Training

Lokasi Cabang TBI
- Jakarta: Pondok Indah / Kuningan / Kelapa Gading
- Cibubur
- Depok
- Tangerang : BSD / Gading Serpong
- Bandung : Riau / Dago / Festlink /  Jatinangor
- Malang

Contact Details
Info : 0823-1601-0164
Email : info.festlink@tbi.co.id
Website : www.tbi.co.id
Instagram : tbibandung
Facebook: TBIBandung  

Mengamati Fosil di Museum Zoologi Frater Vianney

1 komentar

Jalan-jalan ke museum itu sejatinya tak selalu menjemukan, apalagi ketemu museum yang punya koleksi tematik seperti Museum Zoologi Frater Vianney ini. Zoologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari struktur, fungsi, perilaku, serta evolusi hewan. Ilmu ini antara lain meliputi anatomi perbandingan, psikologi hewan, biologi molekular, etologi, ekologi perilaku, biologi evolusioner, taksonomi, dan paleontologi. 

Nah, tiap kali kami main ke pantai, anak-anak sering penasaran soal biota laut. Tapi sayangnya tiap kali nemuin fosil yang bercangkang, apa boleh buat kita jawabnya "kerang" lagi. Lah, kok semua kerang? haha. Yaaa abis keanekaragaman hewani di laut itu kan buanyaaakk banget ya, satu hewan kerang aja ada banyak jenisnya. Belum lagi vertebrata dan invertebrata lainnya di lautan. 

Karena tiap kali ke pantai kita nggak bawa ensiklopedia, pun hape kadung habis baterenya buat foto-foto. Jadi kita biasanya bawa sampel-sampel dari pantai buat diperiksa di rumah. Dicocok-cocokin sama hasil riset sana sini. 

Salah satu cara mencocokan sampel itu ya pergi ke museum zoologi Frater Vianney. Memang nggak banyak museum yang punya koleksi tematik unik seperti ini, beruntung di Malang ada.

museum zoologi

Meski tidak sebesar museum zoologi di Bogor, museum di sini memiliki koleksi ribuan spesimen hewan kerang-kerangan darat dan laut, terumbu karang, juga hewan-hewan seperti ular, mollusca, dan yang lainnya. Kesemuanya berasal dari Indonesia dan beberapa negara lain seperti Amerika Selatan. 

500 jenis hewan yang diawetkan ini ditata apik dalam toples-toples sesuai klasifikasinya. Selain siput dan kerang, terdapat juga unggas, reptil, amfibi, singa, kepala rusa, mamalia, serangga dan berbagai hewan laut. Bahkan, terdapat jenis kerang langka yakni nautilus pumpilius dan ular berbisa vipera russeli yang keduanya hanya bisa ditemukan di Pulau Flores. Dari kelas reptilia berupa ular awetan basah meliputi ular weling, ular cincin mas, ular hijau serta iguana. Ada juga awetan kering singa (panthera leo) yang didapatkan dari sumbangan Keraton Yogyakarta. 

Bertempat di Desa Karangbesuki, kabupaten Malang, museum ini berada satu kompleks dengan Provinsialat Frater BHK, Novisiat Frater BHK, Kantor Pusat Yayasan Pendidikan Mardi Wiyata, dan makam Frater BHK. Lokasinya sudah ada di googlemaps, untuk menuju ke sana bisa memakai angkutan umum AT maupun angkutan online. 


Pada awalnya museum ini didirikan oleh Frater M. Clemens tahun 1971 di Flores Timur untuk menghormati guru biologinya, Frater Vianney, yang hobi mengoleksi kerang-kerang laut. Hingga akhirnya Fr.Vianney wafat, koleksinya dikumpulkan dan diklasifikasikan secara lengkap menjadi sebuah museum edukasi zoologi yang kini dipindahkan ke Malang sejak tahun 1998 lalu, dan mulai dibuka untuk umum pada 2004. Koleksinya sendiri merupakan gabungan milik almarhum Frater Vianney ditambah koleksi Frater Clemens sendiri. 

Anak-anak mungkin awalnya bakal sedikit bingung, apakah hewan-hewan yang dilihatnya itu patung atau hewan betulan? Heeemmm, mayan juga nih yaa kalo bisa main-main ala Night At The Museum, mwehehehe.

Di sini, kita bisa menjelaskan tentang proses pengawetan hewan yang sudah mati menggunakan cairan alkohol. Dari sekian banyak spesimen-spesimen hewan di dalam toples, kita bisa mengenalkan aneka hewan mulai yang buas sampai hewan-hewan kecil yang hidup di laut dan di darat. Untuk anak yang lebih besar, bisa mulai belajar mengidentifikasi spesies dari ciri-ciri tubuh dan habitatnya. Selain itu juga, seperti kebingungan tadi di awal, kita bisa menjelaskan peran kerang-kerangan dalam rantai makanan, bahwa kerang juga berguna sebagai indikator pencemaran air laut. Makanya ada banyak banget yang kita temukan di sana, THIS! Hahaha, akhirnya nemuin juga jawaban yang tepat napa apa-apa jawabannya kerang mulu. 

Tak hanya melihat-lihat, anak-anak juga bisa bermain dengan hewan hidup seperti ular yang sudah jinak dan memberi makan kelinci. Mereka juga dapat melakukan aktivitas lembar kerja yang digunakan untuk mewarnai, menggambar, mencocokkan gambar hewan dan pasangannya (makanan). Untuk anak yang lebih besar juga bisa latihan menulis laporan ilmiah dengan dibimbing para pengurus museum. 


Saat ini, Museum zoologi Frater Vianney telah bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur. Mereka menampung titipan hewan untuk dirawat. 

Yuk, kenali dan lestarikan keanekaragaman hayati. Karena bukan cuma manusia penduduk bumi, melainkan mereka juga yang ratusan juta jenisnya turut melengkapi ragam makhluk ciptaan Allah.


Museum Zoologi Frater Vianney, BHK:

Jl. Raya Karangwidoro 7 Karangbesuki, Dau, Kabupaten Malang

Telp. 0341-567465, 0341-558965

Jam Kunjungan:

Hari: Senin–Sabtu

Pukul : 08-12.00 & 16.00-18.00 WIB

HargaTiket Masuk:

• SD Rp 10.000,00

• SMP Rp 12.500,00

• SMA Rp 15.000,00



Asma dan Covid-19

1 komentar

inhaler asma
pixabay.com 

Menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap infeksi Covid-19, penderita asma memang harus memastikan kesehatannya terjaga. Tentu karena serangan sesak nafas pada asma hampir serupa dengan salah satu gejala infeksi Covid-19. Meskipun begitu, sampai saat ini tidak lebih banyak kasus asma sebagai penyakit penyerta para pasien Covid-19. 

Ceritanya bulan Juni kemarin setelah beres lebaran dan mumpung sekolah belum mulai lagi, saya dan suami inisiatif decluttering barang-barang di rumah sekalian tukeran kamar dengan anak-anak. Kapan lagi punya waktu seluang ini yekaan. Jadilah beberes dimulai dengan mengeluarkan, menyortir dan memindahkan barang dari masing-masing kamar terlebih dahulu.

Saat kedua kamar kosong, barang bertaburan di mana-mana, debu beterbangan di hampir seluruh penjuru rumah dan mampirlah ke hidung saya. Tentu saja ini udah bisa diduga sih efeknya tapi kan kalo nggak diberesin ya nggak beres-beres kan? Karena saya punya dua alergi; dingin dan debu, maka momen di bulan Juli ini komplit sudah memicu asma saya kambuh selama berhari-hari.

Dimulai dari sesak nafas, nafas pendek-pendek disertai bunyi di setiap tarikan nafas, lalu merembet ke lendir yang nyangkut sampe tenggorokan, bikin batuk berdahak yang akhirnya memicu muntah juga. I got double combo! 

Kalau sudah gini, hanya inhaler to the fast rescue. Namun kalau dipake terus menerus dalam jarak waktu berdekatan, salbutamol inhaler juga bikin gemetar (tremor) dan jantung berdebar (palpitation). Belum lagi efek lainnya seperti mulut pahit, sakit kepala, dan sakit punggung tiap kali narik nafas. 

Biasanya sih kalo sesaknya berlangsung lebih dari sehari, saya pergi ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan lebih lanjut, tapi hari gini gitu yaa.. bingung banget mau ke rumah sakit, apalagi dengan keluhan sesak nafas. Malah jadi terbuka terhadap risiko paparan juga kan. 

Sebenarnya, gimana cara membedakan sesak nafas karena asma dengan sesak nafas karena virus Corona? 

  1. Sesak nafas pada asma disertai dengan batuk dan bunyi (mengi), sedangkan gejala Covid-19 tidak.
  2. Kemunculan gejala asma biasanya karena ada pemicu, seperti alergi 
  3. Infeksi Covid-19 jarang diawali oleh sesak nafas, melainkan meriang, tidak enak badan, demam, serta nyeri pada sendi. 

Halodoc, Aplikasi Telemedicine Indonesia

Nah, untuk kondisi pandemik seperti sekarang ini, langkah terbaik tentunya adalah mengontrol hal-hal yang dapat memicu kemunculan asma. Namun kalau sudah telanjur kejadian seperti saya, bisa kita treatment sendiri di rumah melalui panduan tindakan asma. Zaman sekarang dengan kemudahan teknologi kita juga bisa konsultasi online dari rumah dengan dokter terkait melalui aplikasi Halodoc. 

Di Halodoc, tersedia beragam layanan kesehatan lengkap seperti tanya dokter, beli obat, rumah sakit, dan cari dokter. Untuk kasus asma saya, tinggal klik tanya dokter > klik spesialis paru & pernafasan, lalu silakan konsultasi dengan dokter yang sedang bertugas saat itu. Jangan khawatir slow respon, saat saya mengakses spesialis paru, ada 3 dokter yang available untuk konsul. 

Dengan Halodoc, sehat lebih tenang saat semua ada di genggaman. 
 

RS Mitra Keluarga Surabaya

Jika serangan sudah tidak bisa diatasi sendiri di rumah, atau kondisinya kian memburuk, segera larikan ke rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas memadai dan protokol kesehatan yang baik. 

Salah satunya RS Mitra Keluarga Surabaya, yang menyediakan layanan kesehatan prima bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan medis. Poli yang ada di RS Mitra Keluarga sangat lengkap, bahkan bagian yang jarang sekalipun seperti endokrin anak ada poli tersendiri. Saat saya mencari informasi dokter spesialis paru & pernafasan di RS Mitra Keluarga Surabaya, terdapat tiga dokter yang mana saya bisa membuat janji temu. 

mitra keluarga surabaya

Di rumah sakit ini juga kita bisa melakukan konsultasi online dengan dokter setempat. Jadi bisa banget nih kalo mau konsul ringan dulu sebelum memutuskan datang dan temu offline dengan dokternya.  

Layanan unggulan yang ada di RS Mitra Keluarga Surabaya, antara lain:  
MRI
CT Scan 
Bonedensinometri
Endoskopi
Angiografi 
Mammografi  
Brain and Spine Center 
USG 4D 

RS Mitra Keluarga Surabaya 
Jl. Satelit Indah II, Darmo Satelit, Surabaya. 
Informasi :(031) 7345333 
IGD : (031) 7340425
Fax : (031) 7345955
appointment.sby@mitrakeluarga.com

[Review Drakor] It's Okay Not To Be Okay - Bikin Merinding!

1 komentar
Setelah dua kali muncul jadi cameo di Hotel del Luna dan Crash Landing on You, drama comeback Kim Soo Hyun pasca wajib militer ini langsung merobek-robek hati pemirsa. It's Okay Not To Be Okay, bukan saja menarik dari sisi pemainnya, tapi juga cerita dan genre yang dibawakan. 

Drama yang disiarkan di TvN setiap hari Sabtu-Minggu pukul 21.00 KST ini sudah sampai separuh episode di pekan kemarin. Makin penasaran, makin mellow dan makin terbuka mata kita atas sejumlah isu kesehatan mental. 

Di episode perdana penayangannya, saya langsung jatuh cinta pada isu yang dibawakan drama ini. Dibuka sama narasi dan ilustrasi buku cerita anak yang ditulis oleh Ko Moon Young (Seo Ye Ji), mengingatkan saya sama film-filmnya Tim Burton. Dark and deep. 


Dikisahkan, Ko Moon Young yang memiliki gangguan anti sosial, akhirnya harus berurusan dengan Moon Gang Tae, seorang perawat bangsal psikiatri di Rumah Sakit Jiwa OK. 

Gang Tae, yang sudah berpengalaman merawat kakaknya, Sang Tae (Oh Jung Se) yang punya spektrum autis, terbiasa bersabar dan menahan diri. Sedangkan Ko Moon Young yang hidup sendirian dan memiliki masa lalu yang menyakitkan, memilih mengekspresikan diriinya dengan cara yang lebih lepas.

Keduanya sama-sama punya luka di masa lalu, innerchild. Dan punya ekspresi yang berbeda saat dewasa. 

Mengenal Psikoterapi  


Pada episode kedua atau ketiga, kita dikenalkan pada metode psikologi Butterfly Hug. Ini merupakan teknik psikoterapi dasar untuk menangkan suatu luapan emosi dan membuang trauma perasaan seseorang. Teknik ini dikembangkan oleh Lucinta Artigas selama bertugas menangani korban badai Paulina di Meksiko, pada tahun 1997.  

Selain metode ini, cara-cara healing trauma juga dikemukakan lewat slogan kepala Rumah Sakit saat Gang Tae mencari pekerjaan baru di RSJ OK. "Jika ingin mengatasi trauma, hadapi, bukan menghindar". Ini sejalan dengan jalan hidup Tae bersaudara di mana menurutnya dia sedang melarikan diri dari sebuah masalah dan memaksa kakaknya untuk mengikutinya kabur dari masalah tersebut. 

Memang betul, ada beberapa hal yang selesai seiring waktu. Tetapi sebuah masalah ada, serumit apapun bukanlah alasan buat dihindari. Masalah, jika kita menghadapinya justru akan memberi pelajaran dan melatih kita semakin dewasa dan terbuka pada hikmah sebuah jalan hidup. 

it's okay not to be okay
my fave quotes 

"Kenangan saat melukai dan dilukai akan menjadi lebih kuat, bersemangat, dan mudah menyesuaikan diri. Orang seperti itu yang bisa mendapatkan kebahagiaan." Begitu hal yang dikatakan Ko Moon Young tentang masa kecilnya yang tidak bahagia. Dia memilih jalan menghadapi masalahnya, kebalikan dengan Gang Tae yang cenderung tidak ingin memperpanjang masalah dan menghindarinya. 

Takdir mempertemukan mereka di Rumah Sakit Jiwa OK. Keduanya seperti berbeda karakter, tapi sesungguhnya saling memahami luka jiwa masing-masing dan saling menghibur. So sweet, dan gue nggak berhenti mewek nontonnya. 


Relasi Orang Tua dan Anak 


Dari keseluruhan cerita psikodrama ini, saya paling nggak kuat sama scene-scene hubungan antara orang tua dan anak. Mulai dari pertanyaan-pertanyaan apakah anak harus selalu berguna bagi orangtuanya? Betulkah apa yang kita rasakan sebagai innerchild itu benar-benar seperti yang kita bayangkan?

Semakin lama jadi orang tua, saya semakin bisa memahami beberapa hal yang orang tua saya lakukan dulu. Betapapun hati ini ingin mengunjuk rasa, masanya udah berlalu, kondisi sudah berbeda... Bahwa jalan hidup memang membawa kita pada petualangan hikmah yang sangat luas. Masalah bisa datang dari berbagai sisi, nggak ada hidup yang mulus selama hayat di kandung badan.  

Pekan ini sudah sampai di episode 9-10, masih tersisa sejumlah misteri, antara lain : 

1. Apa ibunya Ko Moon Yeong benar-benar udah meninggal?
2. Siapa sebenarnya Hantu Bersenandung di RS?
3. Kenapa Bapak Ko mencekik anaknya?
4. Siapa kupu-kupu yang dimaksud Sang Tae? Apakah Sang Tae menyimpan sesuatu?
5. Ada background apa di masa kecilnya Moon Young dan Ju Ri sampe mereka gak akur?
6. Apa maksud kupu-kupu yang disobek Moon Young kecil di hadapan Gang Tae?
7. Adakah hubungannya antara kematian ibunya Moon Young dan ibunya Gang Tae?

Anyway, episode 7 berhasil bikin saya mewek sepanjang durasi. I fell in love with this drama since the first eps

Di luar kisah standar bagian romance-nya, drama ini sukses membuka mata tentang pentingnya kesehatan mental yang kerap kali kita sendiri alami tanpa sadari. 

Daebak! Best! 

Makan Ramyun ala Korea, Cek Ramyun Hits Ini!

1 komentar

"Ra-myeon meog-go kal-lae?" 


Dari drama-drama Korea kita jadi sering lihat kebiasaan orang Korea makan ramyun sehari-hari. Mulai langsung menyendok dari pancinya, ada yang dibagi-bagi ke mangkok, ada juga yang diseruput dari mangkoknya langsung. 


Konon, adegan makan ramyun ini bukan sekadar visual makan biasa, melainkan juga menggambarkan karakter, situasi, dan apapun yang menguatkan setting adegan pada saat itu.


Inget dong scene menggelikan di What's Wrong With Secretary Kim ini?

ramyeon korea

Naahhh, lebih daripada sekadar budaya, makan ramyeon bersama juga bisa dipahami sebagai simbol keakraban, atau hubungan yang lebih intens. 


Ramyeon atau ramyun adalah hidangan mie kuah ala Korea. Umumnya, ramyun dibuat dari mie basah atau mie instan seperti yang diekspor ke Indonesia. Lalu apa perbedaan ramyun ala Korea dan ramen ala Jepang? Baca-baca di berbagai website, ramen biasanya bercita rasa lebih ringan dan memiliki aneka varian kaldunya. Sedangkan ramyun cita rasanya lebih kuat, karena memakai processed seasoning atau bumbu instan. Orang Korea biasa menambahkan kimchi, daging babi, atau sayuran sebagai makanan pendamping ramyun. 


Bisa dibilang, penyajian ramyun lebih praktis karena sudah berupa kemasan instan yang tinggal rebus saja. 


Saking seringnya adegan makan mie instan ada di berbagai tontonan, kita jadi penasaran, memangnya seenak itukah makan ramyun ala Korea? Lalu kepenasaranan ini terjawab dengan banjirnya produk-produk Korea yang masuk ke Indonesia, termasuk ramyun instan. Kelima produk ramyun instan di bawah ini populer dikonsumsi orang Indonesia karena mudah dicari dan sudah mendapatkan sertifikat halal.  


  1. Samyang 



Mie pedas paling populer ini kini hadir dalam berbagai varian, seperti cheese, carbonara, dan samyang green. Semuanya telah mendapatkan sertifikasi halal dan aman dikonsumsi. Menurut saya, Samyang masih paling juara pedesnya di antara semuanya. Makannya sampe panas kuping, kudu siapin susu di sebelah mangkok.


Pada awal kemunculannya, mie instan ini begitu banyak dicari di berbagai online shop. Kini, Samyang sudah beredar lebih banyak di minimarket-minimarket terdekat.  


  1. Nongshim Shin Ramyun 


Varian gourmet spicy, shrimp flavour dan kimchi sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Tekstur mie ini kenyal dan lembut. Kandungan cita rasa udang dan aroma seafood semakin menambah lezat kuah mie instan ini. Buat yang suka rasa pedas, bisa tambahkan cabe bubuk sebagai topping.  


  1. Arirang 

Mie ramen kuah sumsum ini punya cita rasa unik. Kuahnya creamy, kaya kombinasi keju dan susu, macam makan indomie telur keju, hahah. Tekstur mie ini juga kenyal dan tebal. Yang uni lagi, ada tambahan daun bawang kering di dalam bungkus topping. Jika dimasukkan saat dimasak, tampilannya akan berubah seperti daun bawang sungguhan. Arirang juga ada yang varian mie goreng pedas yang beneran pedeeesss tapi enaak banget.


  1. Nongshim SOON Veggie Shin Ramyun 

Karena judulnya saja veggie, ramyun ini jelas aman dikonsumsi karena kaldunya 100% terbuat dari sayuran. Jangan khawatir dengan rasa yang hambar, karena Nongshim SOON ramyun benar-benar gurih dan segar, tidak kalah dari varian Nongshim Kimchi. 


  1. Paldo Seafood Ramyun

Paldo ini punya bentuk mie yang lebar dan kenyal. Ada varian seafood, tteokbokki dan cheese noodle. Kuahnya benar-benar lezat, terutama dengan kuah merah gochujang yang pedas manis. 


Dari kelima varian ramyun Korea di atas, yang mana yang paling kamu suka? Saya dan suami sama-sama penggemar mie, sehingga kami pasti selalu punya stok mie instan di kotak grocery.  


Jika ingin makan mie ala drama Korea, biar mantep kita ciptakan suasana yang mendukung. Siapkan panci sup, mangkok dan sumpit. Ambil langsung mie dari pancinya, jangan lupa hadirkan kimchi dan sayuran juga untuk memperkaya rasa.


Makannya sambil nonton drama korea ya!


7 Essentials Korean Cooking

2 komentar

Bagi pecinta drama korea, pasti sering lihat tampilan dapur-dapur ala Korea yang umumnya minimalis tapi bisa menyajikan hidangan Korean food yang spicy dan menggugah selera. Pasti tertarik dong, ingin makan ramyeon, tteokbokki, sundubujjigae dan yang lainnya. Nah kira-kira, bumbu masakan Korea apa saja yang harus ada di dapur untuk bikin masakan yang rasanya autentik Korea?


bumbu masakan korea

Konon, orang Korea modern selalu memanfaatkan ruangan yang terbatas untuk membuat penataan dengan detail yang sempurna dan tidak semrawut, termasuk dapurnya. Meskipun masakannya berbumbu banyak seperti masakan Indonesia, tapi tetap meminimalkan penggunaan ruang yang berlebihan. Selain itu pada gaya desain Korea, konsep ruangan yang biasanya dipakai untuk ruang makan dan dapur adalah konsep open space atau ruangan terbuka.


Nah, ngomong-ngomong bumbu dapur masakan Korea ini, ada beberapa cooking essentials yang perlu dimiliki untuk menghadirkan sajian Korean food di rumah. Tanpa mereka, hidangannya jadi kurang maksimal karena masing-masing bahan menimbulkan taste yang khas ala Korea. Apa aja bumbunya? 


1. Sesame oil (์ฐธ๊ธฐ๋ฆ„ chamgireum)




Minyak wijen umum digunakan dalam berbagai masakan Korea, dalam sajian nasi, BBQ dan saus celupan. Minyak ini menambahkan nutty aroma dan rasa gurih pada masakan.


2. Soy sauce (Ganjang: ๊ฐ„์žฅ

Ternyata ada beberapa jenis kecap asin untuk masakan Korea. Satu untuk sajian tumisan, yang ini bisa pakai merek Kikkoman (cukup lengkap variannya), dan satunya untuk hidangan kuah, bisa menggantikan garam untuk taste yang asin. 

3. Beras putih (Ssal: ์Œ€)

Jenis beras ini kaya beras jepang, yang ketika mateng berasnya pada nempel (sticky rice). Memudahkan saat makan nasi pake sumpit. 

4. Sesame seed (Bokken chamggae: ๋ณถ์€ ์ฐธ๊นจ) 

Biji wijen ini biasanya dipake buat topping di masakan sayuran atau saus celup. Menimbulkan sensasi kriuk saat dimakan. Ada biji wijen putih dan hitam ya, menyesuaikan aja dengan masakannya. 

5. Soybean paste (Doenjang: ๋œ์žฅ) 

Terbuat dari kedelai yang difermentasi dalam waktu tertentu, punya aroma yang khas digunakan umumnya buat sup dan rebus-rebusan, tapi juga bisa aja dipake buat saus cocolan. 

Selain doenjang, ada ssamjang ์Œˆ์žฅ) juga buat saus cocolan. 

6. Hot pepper paste (Gochujang: ๊ณ ์ถ”์žฅ) 

Saus paling hits iniiii, ada di mana-mana, ramyeon, sup, rebusan, marinasi, dll. Terbuat dari bubuk cabe, gluten, kedelai fermenasi dan garam. Selain spicy, rasanya agak sedikit manis-manisnya. 

Sekaligus nyetok chili powdernya sekalian ya, apalah sup tanpa taburan cabe, kurang nendang! 

7. Vegetables 

Termasuk di dalamnya adalah sawi putih (Baechu: ๋ฐฐ์ถ”) buat bikin kimchi, atau buat wrap. Daun (Gganip: ๊นป์žŽ), yang juga dipake buat bungkus-bungkus daging itu lho... dan tentunya lobak (Mu:๋ฌด) dan bawang putih (Manul: ๋งˆ๋Š˜). 

Lalu untuk peralatan/perabotan dapurnya, apa saja yang dibutuhkan? Most Korean traditional food masaknya pakai panci sup dan wok. Tapi nggak tertutup juga untuk hidangan lebih modern untuk membuat kue-kue dan bakery kekinian seperti yang ada di Tous Le Jours. Menurut saya, oven mungil bisa jadi pilihan untuk rumahan dengan dapur minimalis dan syantik.  

Baca juga : 7 Rekomendasi Oven Listrik Terbaik untuk di Rumah