[Review Drakor] It's Okay Not To Be Okay - Bikin Merinding!

by - Juli 19, 2020

Setelah dua kali muncul jadi cameo di Hotel del Luna dan Crash Landing on You, drama comeback Kim Soo Hyun pasca wajib militer ini langsung merobek-robek hati pemirsa. It's Okay Not To Be Okay, bukan saja menarik dari sisi pemainnya, tapi juga cerita dan genre yang dibawakan. 

Drama yang disiarkan di TvN setiap hari Sabtu-Minggu pukul 21.00 KST ini sudah sampai separuh episode di pekan kemarin. Makin penasaran, makin mellow dan makin terbuka mata kita atas sejumlah isu kesehatan mental. 

Di episode perdana penayangannya, saya langsung jatuh cinta pada isu yang dibawakan drama ini. Dibuka sama narasi dan ilustrasi buku cerita anak yang ditulis oleh Ko Moon Young (Seo Ye Ji), mengingatkan saya sama film-filmnya Tim Burton. Dark and deep. 

Dikisahkan, Ko Moon Young yang memiliki gangguan anti sosial, akhirnya harus berurusan dengan Moon Gang Tae, seorang perawat bangsal psikiatri di Rumah Sakit Jiwa OK. 

Gang Tae, yang sudah berpengalaman merawat kakaknya, Sang Tae (Oh Jung Se) yang punya spektrum autis, terbiasa bersabar dan menahan diri. Sedangkan Ko Moon Young yang hidup sendirian dan memiliki masa lalu yang menyakitkan, memilih mengekspresikan diriinya dengan cara yang badass. 

Keduanya sama-sama punya luka di masa lalu, innerchild. Dan punya ekspresi yang berbeda saat dewasa. 

Pada episode kedua atau ketiga, kita dikenalkan pada metode psikologi Butterfly Hug. Ini merupakan teknik psikoterapi dasar untuk menangkan suatu luapan emosi dan membuang trauma perasaan seseorang. Teknik ini dikembangkan oleh Lucinta Artigas selama bertugas menangani korban badai Paulina di Meksiko, pada tahun 1997.  

Selain metode ini, cara-cara healing trauma juga dikemukakan lewat slogan kepala Rumah Sakit saat Gang Tae mencari pekerjaan baru di RSJ OK. "Jika ingin mengatasi trauma, hadapi, bukan menghindar". Ini sejalan dengan jalan hidup Gang Tae bersaudara yang menurutnya dia sedang melarikan diri dari sebuah masalah dan memaksa kakaknya untuk mengikutinya kabur dari masalah tersebut. 

Memang betul, ada beberapa hal yang selesai seiring waktu. Tetapi sebuah masalah ada, serumit apapun bukanlah alasan buat dihindari. Masalah, jika kita menghadapinya justru akan memberi pelajaran dan melatih kita semakin dewasa dan terbuka pada hikmah sebuah jalan hidup. 


"Kenangan saat melukai dan dilukai akan menjadi lebih kuat, bersemangat, dan mudah menyesuaikan diri. Orang seperti itu yang bisa mendapatkan kebahagiaan." Begitu hal yang dikatakan Ko Moon Young tentang masa kecilnya yang tidak bahagia. Dia memilih jalan menghadapi masalahnya, kebalikan dengan Gang Tae yang cenderung tidak ingin memperpanjang masalah dan menghindarinya. 

Takdir mempertemukan mereka di Rumah Sakit Jiwa OK. Keduanya seperti berbeda karakter, tapi sesungguhnya saling memahami luka jiwa masing-masing dan saling menghibur. So sweet, dan gue nggak berhenti mewek nontonnya. 


Dari keseluruhan cerita psikodrama ini, saya paling nggak kuat sama scene-scene hubungan antara orang tua dan anak. Mulai dari pertanyaan-pertanyaan apakah anak harus selalu berguna bagi orangtuanya? Betulkah apa yang kita rasakan sebagai innerchild itu benar-benar seperti yang kita bayangkan?

Semakin lama jadi orang tua, saya semakin bisa memahami beberapa hal yang orang tua saya lakukan dulu. Betapapun hati ini ingin mengunjuk rasa, masanya udah berlalu, kondisi sudah berbeda... Bahwa jalan hidup memang membawa kita pada petualangan hikmah yang sangat luas. Masalah bisa datang dari berbagai sisi, nggak ada hidup yang mulus selama hayat di kandung badan.  

Pekan ini sudah sampai di episode 9-10, masih tersisa sejumlah misteri, antara lain : 

1. Apa ibunya Ko Moon Yeong benar-benar udah meninggal?
2. Siapa sebenarnya Hantu Bersenandung di RS?
3. Kenapa Bapak Ko mencekik anaknya?
4. Siapa kupu-kupu yang dimaksud Sang Tae? Apakah Sang Tae menyimpan sesuatu?
5. Ada background apa di masa kecilnya Moon Young dan Ju Ri sampe mereka gak akur?
6. Apa maksud kupu-kupu yang disobek Moon Young kecil di hadapan Gang Tae?
7. Adakah hubungannya antara kematian ibunya Moon Young dan ibunya Gang Tae?

Anyway, episode 7 berhasil bikin saya mewek sepanjang durasi. I fell in love with this drama since the first eps. Di luar kisah standar bagian romance-nya, drama ini sukses membuka mata tentang pentingnya kesehatan mental yang kerap kali kita sendiri alami tanpa sadari. 

Daebak! Best! 

You May Also Like

0 komentar

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^