Menata Rumah Mungil dan Ruang Kerja di Rumah

Tidak ada komentar

Rumah, buat saya dan suami yang sama-sama berkarakter introvert, adalah tempat yang paling nyaman. Saat weekend kami betah hanya mendekam saja di dalam rumah sekadar gogoleran sampe ngantuk lagi, nonton video, main sama kucing atau nyoba-nyoba resep masakan. Untuk itu, perlu trik menata rumah mungil yang luasnya segini-gini aja, supaya betah terus. 

Cerita sedikit soal rumah, mumpung lagi hepi... alhamdulillah bulan kemarin KPR kami akhirnya lunas, nas, nas. Rumah kami bukanlah tipikal rumah kekinian yang bangunannya edgy. Luas tanah 96m2 dengan luas bangunan 84m2, rumah kami belum banyak mengalami perubahan dari bangunan aslinya. Tau lah ya, biaya renovasi rumah itu selalu menimbulkan pembengkakakan setidaknya dua kali lipat dari RAB, nguras sana sini banget... Jadi kami selaw saja dalam memperluas dan memanfaatkan lahan-lahan di rumah, kami prioritaskan pada fungsi utamanya dulu, sebagai tempat tinggal, tempat kerja dan tempat bertumbuh sebagai keluarga. 

Salah satu sudut favorit saya di rumah (selain meja makan, wkwkwk) adalah tempat kerja. Jangan dibayangin working space keren kaya di IG yah, hihi....di rumah saya sih sebenarnya hanya space kecil aja berisi meja laptop, kursi dan sisi untuk menaruh buku-buku, kamus, dan arsip-arsip penunjang pekerjaan. Yang penting posisinya berada dalam pandangan di mana saya bisa sambil mengontrol anak-anak beraktivitas dan sebaliknya. 

Kepikiran juga sih, suatu saat pengin bikin ruang kerja yang lebih cantik lagi (guayaa nih, karena utang dah lunas yeee...). Mulai dari lihat-lihat inspirasi dan masukan dari para pakar lah ya, biar ruangannya berfungsi maksimal bukan cuman buat foto-fotoan aja. 

Juli kemarin di acara Indonesia Properti Expo 2019 di JCC Senayan, mbak Zata Ligouw (lifestyle blogger) ngasih tips and trik menata ruang kerja di rumah. 

1. Siapkan tempat khusus untuk meja kerja
Pojok ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dll
Jika punya ruang lebih, boleh pakai satu ruang khusus

2. Sesuaikan meja yang pas 
Gunakan meja yang ada
Beli meja baru/bikin meja sendiri
Ergonomis (supaya nggak pegal)  
Cuma perlu gitu doang sebenernya ya, kakak. Nggak usah mikir pake coffee bar segala,
wkwkwk...tapi ya boleh aja sih kalo mau, gak perlu bolak balik ke dapur.

Lalu bagaimana jika ruang kerjanya ingin pakai aksesoris-aksesoris

atau semacam boardplan untuk mengingat pekerjaan? Nah ini, boleh juga. Fungsinya selain

menunjang pekerjaan juga menaikkan mood bekerja.  

3. Aksesoris ruang kerja 

Sesuaikan dengan tempat/ruangan
Gunakan meja yang ada/Beli meja baru 
Ergonomis (supaya nggak pegal)

Bisa buat sendiri : meja atau rak, mood board
4. Alat tulis dan tanaman 
Alat tulis jelas pentingnya, tapi tanaman? Hmm, jangan salah. Fungsi tanaman di ruang
kerja bisa meredakan stress loh. Kalau kitanya rileks, otomatis mood naik seiring dengan
produktivitas. Tempo hari saya taruh bunga mawar, kalanchoe di sudut meja. Bener loh 
pas lagi mikir inspirasi gitu lihat ke tanaman, mata yang lelah juga jadi lebih segar, ide-ide
pun mengalir.

Bereeesss...untuk sudut kerja udah kebayang mau gimana dan sepertinya nggak terlalu 
ribet juga. 

Masih dalam gelaran IPE 2019, mbak Adelya Vivin (@adelyavk), home enthusiast, juga
ngasih pelajaran penting buat anda-anda dan termasuk saya, tips dan trik penataan ruang
yang kecil alias small space living

Saat ini di mana harga properti gila-gilaan, nampak sulit untuk kaum urban dapat hunian 
yang luas dan besar. Kalaupun ada, ya harganya gila. Maka sekarang trend small space 
living menjadi gaya hidup yang pada akhirnya daleman rumah pun menyesuaikan dengan 
spacenya. Nggak lagi jamannya guci-guci kaya rumah kakek kita, atau lemari-lemari jati 
besar yang nggak movable. Semakin sedikit ruang, maka semakin sedikit space untuk 
barang tambahan yang kurang esensial.   

Nah, kalo gitu apa hal-hal yang penting dalam membuat hunian mungil menjadi nyaman
ditinggali, tak terkesan sumpek dan terbatas? 

Pertama, perencanaan
1. Tentukan apa saja kebutuhan keluarga 
2. Mengenal karakter diri sendiri dan keluarga
3. Perbanyak referensi hal-hal yang disukai 
4. Menghitung budget yang tersedia 

Selanjutnya, bentuk hunian menjadi terasa lebih lapang dengan memperhatikan
hal-hal berikut : 
1. Lighting atau pencahayaan (skylight, big windows) 
2. Sirkulasi udara 
3. Warna cat (gunakan warna netral untuk kesan yang lebih luas) 
4. Storage (open storage untuk menghemat lahan sempit) 
5. Penghijauan (indoor plants) 
6. Ketepatan furnitur yang dipakai dengan tema rumah 

Ada beberapa tema rumah minimalis yang saat ini sedang
trend, yakni rustic, scandinavian, japanese style, bohemian, dan french country. Tapi
kalo menurut saya sih, tema rumah Indonesia juga bisa dibuat sederhana dengan
perabotan yang dicukupkan sesuai fungsi utamanya. Rumah-rumah zaman dulu juga kalau
bukan rumah raja sih sederhana aja padahal yaa...i believe we can adapt any style into
minimalist living. Kalau dirasa interior rumah modern itu terlampau mahal (itu makanya 
kudu itung budget dalam perencanaan), maka go for the style you can afford.    

Boleh aja sih punya cita-cita ingin punya rumah yang instagramable, sukur-sukur diliput 
majalah IDEA, ehehehe. Tapi perhatikan prioritas ya pace mace, standar kenyamanan tiap
orang berbeda-beda. Pada akhirnya rumah adalah tempat privasi yang hanya kita dan 
keluarga yang menikmatinya setiap hari, maka kenali saja apa yang membuat nyaman kita
sekeluarga lalu hidupkan lewat tatanan rumah yang sesuai :)   

Tidak ada komentar

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^