[Review Drakor] Misaeng-Incomplete Life

2 komentar

Misaeng, drakor

Misaeng (Incomplete Life), salah satu drakor yang storylinenya menurut saya baguuuss banget, dikemas apik, very relatable sama kita yang pekerja kantoran. Drama yang disuguhkan juga proporsional, secukupnya, nggak dibuat-buat. No romance-story at all, nggak ada kontak fisik sama sekali. Aman. 

Ini drakor lawas tahun 2014 yang saya telat nonton, hehe. Drakor berjumlah 20 episode ini diangkat dari webtoon dengan judul sama karangan Yoon Tae Ho dan ditayangkan di TvN. Tema generalnya tentang office life/slice of life, hal yang unik dan berbeda dari drakor biasanya. 

Karena drakor ini terlalu menarik untuk dispoiler, saya ceritain awalnya aja. Adalah Jang Geu Ra (Im Siwan, idol boyband ZE:A) yang sedari kecil mendedikasikan hidupnya berlatih  Go (semacam board game yang populer di Asia Timur) demi cita-citanya menjadi atlet Go profesional. Namun impiannya terhenti ketika ayahnya wafat, ia harus bekerja paruh waktu untuk membiayai hidup berdua dengan ibunya. Meski sudah amat telat bagi dirinya untuk menggeluti dunia kantoran, dengan berbekal ijazah persamaan SMA, ia mencoba magang di One International, perusahaan perdagangan ternama di Korea lewat koneksi salah satu petinggi.    

Nah, seangkatan dengan dia, ada juga beberapa pemagang lain yang kualifikasi dan pendidikannya 'lebih layak' untuk bekerja di perusahaan. Mereka jelas mengucilkan Geu Ra yang berpendidikan rendah dan nggak punya kemampuan apa-apa, bahkan bahasa Inggris pun nggak bisa.

Singkat cerita, setelah presentasi magang akhir, dari sekian pemagang hanya 4 yang diterima jadi karyawan tetap yaitu An Young Yi, Jang Baek Ki, Han Seok Yul dan Jang Geu Ra (hanya dia yang statusnya kontrak 2 tahun). Geng anak baru ini kemudian sering kumpul bareng, meskipun canggung satu sama lain. 

Dalam cerita ini bukan hanya Geu Ra yang terus-terusan disorot, not a classic from zero to hero story. Setiap tokoh punya karakter kuat dan latar belakang masing-masing yang makin membuat greget cerita ini.

Yuk kenalan dulu sama orang-orang yang ada di poster :

1.  Jang Geu Ra (Im Siwan)

Udah ada di paragraf atas yaa. Pokoknya, menyadari dirinya unqualified dan telat memulai bekerja di kantoran, Geu Ra berusaha keras untuk melakukan yang terbaik yang bisa dikerjakan. Manajernya yang workaholic berharap dia nggak berhasil lolos presentasi akhir. Namun dia rela digembleng sampai hal remeh sekalipun; menghafal istilah-istilah trading yang penuh dengan singkatan, foto copy, menulis notulen rapat dan folder filing. 

Geu Ra tahu betul dirinya tak dianggap dan diremehkan. Kata-kata pertama yang ia minta pada manajernya adalah, "karena aku tak tahu, Bapak bisa mengajariku, jika Bapak memberiku kesempatan."

2.  Oh Shang Sik (Lee Sung Min)

Dia adalah manajer Tim Penjualan Tiga, di mana Geu Ra bekerja. Karyawan senior yang gila kerja dan punya idealisme yang kuat. Boleh dibilang karena itu juga dia jadi susah dapat promosi. Pak Oh manajer gesit yang suka teriak-teriak, namun dibalik sikapnya yang seperti tidak peduli, dia tetap memikirkan kesejahteraan bawahannya. 

Pak Oh sebetulnya tidak senang dengan cara Geu Ra masuk ke One International. Dia sangat membenci KKN, termasuk dalam proyek-proyek yang ia kerjakan. Sempat disarankan oleh rekan sesama manajer untuk sering pendekatan sama bos-bos demi kemajuan karirnya, tapi Pak Oh tidak peduli. Dia bukan penjilat atasan.  

Pak Oh ini kok ngingetin saya sama pak suami, punya anak tiga, istri mengurus rumah, sering pulang larut sampe nggak sempat garap kerjaan rumah, tapi posisinya mandeg di situ-situ aja, #eehhh #curhat #alhamdulillah #disyukuri aja.

3. Kim Dong Shik (Kim Dae Myung)
Pak Kim, wakil manajer yang berbadan subur dan berambut keriting. Karakter favorit banget. Ia bertindak bagai kakak yang mengayomi adik pada bawahannya. Sikapnya supportif, meski pekerjaannya sendiri nggak habis-habis karena atasannya yang gila kerja. 

Sebelum ada Geu Ra, hanya ada ia berdua dengan Pak Oh di kubikel dekat toilet. Dong Shik sangat loyal bekerja pada Pak Oh dan tidak tertarik pindah ke tim lain. 

Seangkatan Pak Kim, ada Pak Cheon, Pak Kang, Pak Ha, dan Pak Sung (geng wakil manajer yang dulunya memulai karir sebagai pemula juga). Karena persaingan dan beban kerja, mereka hanya berkutat pada pekerjaan dan melupakan persahabatan. Ada satu scene cocwiit di mana mereka akhirnya punya waktu buat nongkrong bersama lagi.  

4. Ahn Yong Yi (Kang Sora)
Satu-satunya perempuan di geng magang yang ditempatkan di tim SDM. Seorang pekerja keras yang multitalenta. Meski ia diperlakukan diskriminatif karena perempuan, ia tetap bertahan dengan cara menerima perlakuan yang tidak bersahabat dari rekan timnya. Ada kebutuhan keluarga yang membuat ia harus terus bekerja, makanya ia tak ingin menyerah meski bertubi-tubi dimaki atasan pria. 

Young Yi bukan tipikal tokoh perempuan yang menye dan polos seperti di drakor lainnya. Dia tampil sebagai karyawan pintar nan humble. Sedih banget waktu lihat atasannya ngomel sambil nunjuk-nunjuk kepalanya, ikut sakit hati. Tapi Young Yi sangat tegar dan pada akhirnya bisa membuktikan bahwa perempuan bisa bekerja sebaik karyawan pria.

5. Jang Baek Ki (Kang Haneul)

Lulusan bahasa Jerman universitas ternama ini sikapnya kompetitif dan gengsian, biasa ya tipikal orang pinter. Dia nggak terima diberi tugas nggak penting seperti ngatur barang di gudang, mengoreksi kalimat dan merapikan file excel. Mentornya bersikap dingin dan tegas, sampai-sampai Baek Ki ingin menyerah dan apply ke kantor lain. 

Baek Ki sebenernya naksir Young Yi, tapi nggak berani memperlihatkannya lebih jauh. Ia juga merasa 'kalah' dari Geu Ra yang diberi pekerjaan penting. Namun atasannya bilang, "tak peduli apa yang terlihat oleh orang lain, kita hanya perlu mengerjakan tugas kita." 

Ternyata, begitu cara Pak Kang mendidik juniornya dalam mempelajari dasar-dasar kerja di Tim Baja. Semua orang tahu pak Kang sangat andal dalam pekerjaannya, trust pun mulai terbangun dalam diri Baek Ki terhadap seniornya itu. 

6. Han Seok Yul (Byun Yo Han)
Aselliikkk, waktu dia muncul di awal-awal ini orang rebek dan nyebelin banget. Mesum, banyak gaya, banyak bicara dan merasa lebih berpengalaman karena ditempatkan di lapangan. Meski berhasil masuk Tim Tekstil incarannya, dia agak stres karena nggak biasa kerja kantoran dan dipertemukan sama mentor tukang jilat. 

Seok Yul si tukang gosip yang akhirnya berbalik jadi bahan gosipan orang sekantor karena pernah berusaha jadi whistleblower. Kesini-sininya sikapnya lebih kalem dan semakin bijak. Ia pribadi yang cukup fair dan supportif terhadap teman-temannya. 

"Kenapa begitu mudah menjelekkan orang, tetapi sulit mengajak orang menilai seseorang?" - Han Seok Yul.  

7. Sun Ji Young (Shin Eun Jung) 
Rekan seangkatan Pak Oh dengan posisi yang lebih tinggi sebagai Wakil Ketua. Bu Sun adalah wanita karir dengan dilema yang sama pada umumnya. Anak yang harus ditinggal di daycare setiap hari, suami yang sama-sama sibuk, dan rekan kerja yang sudah dia anggap keluarga ternyata diam-diam menusuk dari belakang.

Pak Oh yang bisa memahami keadaan Bu Sun membantu mengambil alih tugas-tugas Bu Sun selama ia dirawat di rumah sakit karena kelelahan. Apa pasal dia lelah? karena di dunia ini perempuan harus bekerja lebih keras dari laki-laki supaya dianggap setara. 

Sikap Bu Sun sebagai pimpinan padahal cukup tegas dan berani. Termasuk saat membela karyawan perempuan yang dilecehkan secara verbal oleh salah satu timnya Pak Oh.

8. Cheon Kwan (Park Hae Joon) 



lee tae oh, park hae joon

Pak Cheon adalah personel setara wakil manajer yang belakangan bergabung dengan Tim Penjualan Tiga sebagai perpanjangan tangan dari pak Choi (direktur). Sempat kuatir sih jangan-jangan dia mata-mata yang akan menghancurkan karir Pak Oh, soalnya agak ngerasa senior gitu awalnya tapi ternyata nggak terbukti. Dia baik dan mau melebur sama yang lain. Sama lah ya kaya di kantor, ada orang-orang lama yang ngerasa lebih senior, cuma minta dihormati, aslinya sih pada baik aja. 

Perannya mungkin nggak terlalu signifikan, baru muncul di tengah-tengah episode juga, tapi Pak Cheon bisa mengisi kekosongan sumber daya yang dibutuhkan oleh Tim Tiga (karena Geu Ra jelas nggak bisa mengimbangi kinerja kedua atasannya). 

Misaeng, review drakor

Pemeran pendukung lainnya di drama ini ikut punya andil besar dalam memperkuat cerita. Melihat mimik muka Pak Ha yang nyebelin, diskriminasi terhadap Young Yi makin terasa menyakitkan. Dinginnya ekspresi Pak Kang, membuat tekanan yang dirasakan Baek Ki semakin berat, dan muka mengjengkelkan ala Pak Sung, sukses bikin kita mendukung Seok Yul untuk melawannya. 

Kehidupan dunia kerja tergambarkan dengan sangat realistis dan manusiawi di drakor ini. Politik kantor, budaya suap, bullying, senioritas, pelecehan seksual, diskriminasi, after work-life, integritas, dan permasalahan masing-masing karyawan di balik meja kerja. Semuanya pernah saya saksikan sendiri di dunia nyata.  

Plotnya yang cenderung flat nggak dramatis banget, tapi bisa tiba-tiba menegangkan sebagaimana naik turunnya stressing di kantor, bikin kita ingin terus ngikutin setiap episodenya sambil manggut-manggut "iya banget nih, emang kaya gini kalo di kantor".

Puncak ketegangan menurut saya adalah ketika terbongkarnya kasus fraud yang menyebabkan pemutasian para pejabat atas dan personel yang dianggap bertanggung jawab. Sungguhlah kejadian begini banyak dan terang-terangan terjadi di dunia kerja, tapi orang semacam dianggap harus memilih : menyelamatkan diri sendiri, atau melakukan yang benar. Yang mana akhirnya hanya bisa melihat tanpa berbuat apa-apa, "kita hanyalah semut pekerja berdasi, yang hanya perlu puas dengan gaji dan promosi saja," begitu kata Pak Kim pada Geu Ra.   

Nonton ini saya jadi ingat masa-masa magang dan jadi pemula di dunia kerja, i feel very related. Tau banget rasanya duduk di ruang arsip super dingin, ngurusin berkas-berkas legal supaya mudah dicari, disuruh bikin kolom-kolom secara manual di agenda polos sebanyak 500 halaman (kenapa nggak beli agenda yang udah bergaris aja sih, Boski?), sampai saya dikirim pelatihan Finance for non Finance demi bisa ngerjain Laporan Tahunan bagian yang penuh dengan angka-angka dan istilah keuangan perusahaan. Junior mah ngikut ajaaahh...demi bisa diterima dan ada gunanya di tim.  

Banyak pelajaran dan pesan hidup yang diambil dari Misaeng ini, rekomen banget buat para pekerja (dan mungkin ex pekerja seperti saya) untuk menggali insight ketika ada problematika kantor yang membuat kita serasa ingin menyerah. 

Pak Oh pada episode-episode terakhir bilang, "bukankah kita semua punya surat pengunduran diri di laci masing-masing, di mana setiap paginya kita berniat mengajukannya namun sampai bertahun-tahun masih saja di situ." Haha. Ironis.

Nah, setelah nggak kerja begini, saya bisa sepakat pada satu hal yang nggak saya lakukan seperti Geu Ra, yaitu bertahan, apapun keadaannya. Saya termasuk orang yang menyerah dan nggak sekuat mereka yang tetap tegar bertahan, bagaimanapun toxicnya situasi kantor. Tak ada yang bisa menilai dan menghakimi, kenapa seseorang bertahan di posisi itu instead melepaskan diri dan mencari pekerjaan lain. 

Yaa....hidup memang tak pernah semudah itu, Ferguso.  

Ketahuilah, Ada Perbedaan Prestasi antara Anak dan Emak yang Menunjang Kelancaran Pendidikan :)

Tidak ada komentar



Jelang berakhirnya tahun ajaran sekolah seperti sekarang, kami sebagai orangtua murid sejujurnya harap-harap cemas. Pasalnya kalau bagi saya, evaluasi akhir semester ini bisa lumayan menggambarkan pola belajar anak selama setahun pembelajaran. 

Harapannya sih nggak muluk2. Di usia elementary begini kami cuma pengin menjaga konsistensi semangat belajar anak, itu dulu aja. Ya tentu lebih baik jika ada progres meskipun pelan-pelan, misalkan hafalannya bertambah, nalar logikanya meningkat dll. Tapi yang pasti perbandingannya dia setahun yang lalu, bukan dia dengan orang lain.


Hal lain yang juga 'menentukan' di setiap akhir tahun ajaran adalah kelangsungan beasiswa pendidikan anak. Alhamdulillah kantor suami menyediakan penghargaan dana pendidikan untuk anak karyawan yang berprestasi. Yah nggak besar sih, tapi kalau dikumpulkan lumayan untuk biaya daftar ulang tahunan. 


Dipikir-pikir, sumber beasiswa nih banyak juga ya kalau kita telusuri. Selain dari ratusan beasiswa yang diberikan pihak swasta, pemerintah juga punya beberapa slot beasiswa untuk pelajar yang berprestasi. Ada PPA (Peningkatan Prestasi Akademik), BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa) dan Bidikmisi. Itu pemerintah sudah kasih banyak dan sasarannya jelas. Tapi informasinya kayanya juga nggak begitu santer terdengar, hingga pihak-pihak yang seharusnya layak jadi sasaran banyak yang nggak tahu. Gimana mau akses? 


Jadi ingat dulu waktu kuliah, temen-temen saya juga banyak yang apply beasiswa PPA. Nominalnya 400rb rupiah/semester, cukup lumayan untuk saat itu di mana SPP kita masih 350rb gaeess (taun berapakah ituu..). Syaratnya cuman pake IPK, sesuai namanya. Minimal 3.00. Jadi background ekonomi tidak berpengaruh, asalkan berprestasi. 


Sedangkan beasiwa semacam BidikMisi atau BBM, itu memang ditujukan untuk mahasiswa-mahasiswa berprestasi yang secara ekonomi kurang beruntung. Nah sayangnya, informasi-informasi ini seringnya terlewat dan tidak tepat sasaran. 


Padahal sudah ada Undang-undang yang mengatur pemberian beasiswa, diantaranya UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah RI No. 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, dan UU RI No. 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan. Dapat disimpulkan dari kedua peraturan ini, garis besarnya beasiswa ini adalah bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi dan atau bagi peserta didik yang memiliki prestasi akademik. Seharusnya sih informasi tentang beasiswa ini disebarkan seluas-luasnya secara merata kepada pelajar karena UU telah mengatur soal pemberian beasiswa. Begitu juga proses mendapatkannya harus dimudahkan agar para pelajar tetap termotivasi untuk berprestasi.


Memang masih PR banget nih untuk perluasan informasi dari pusat ke daerah-daerah ini. Sosialisasi yang kurang, serta penyeleksian kelayakan yang tidak maksimal seringkali jadi kendala kedermawanan pemerintah ini sampai kepada yang berhak. Sayang banget ya, padahal yang membutuhkan bantuan ini masih buanyaakk banget di negeri kita. Semoga ke depannya kesempatan memperoleh beasiswa ini juga dirasakan oleh para pelajar seluruh Indonesia.  


Ah iya, tahun ajaran baru ini juga berencana beli seragam sekolah yang sudah dipakai selama 2 tahun, udah pada robek-robek dan ngatung celananya. Sama beberapa perlengkapan sekolah juga yang raib entah ke mana. Adakah ibu-ibu yang kaya saya, anaknya sering ngilangin perlengkapan sekolah? Entah itu pensil, penghapus atau serutan. Kebayang deh satu pak pensil itu habis cuman sebulanan, jadi mikir, diapaiin itu pensil kok cepet banget pendeknya. Ternyata, kalo si kakak tuh tiap tumpul diserut lagi, yasaalaamm, habis sudah pensilnya seminggu sekali. 


Berhubung minggu depan sudah puasa, bakal mager berat kalo mesti belanja ke luar. Tak apalah beli mencicil dari sekarang. Mariii beli online aja untuk meminimalisir laper mata masukin barang-barang lain ke keranjang (padahal onlen juga shoppingcartnya penuh, checkoutnya entah, hihihi). Sebagai emak-emak yang nggak mau rugi, membandingkan harga di berbagai marketplace itu penting, tapi kan males yak buka satu-satu bolak-balik mantengin harga ampe jereng. Saya sih praktis ajalah, cukup klik iprice, tinggal masukkin pencarian "perlengkapan sekolah", dari stationary sampai sepatu dan tas, keluaarr semua entri dari berbagai marketplace seperti Shoppee, Blibli, Bukalapak, Ralali, Lazada dan Tokopedia. Puas-puas in deh tuh harganya dijembrengin nyari penawaran yang paling murah.  


Bukankah dapat barang murah itu juga prestasi bagi emak-emak, betul bukan, mamambisius? :)) 



[Review Drakor] 100 Days My Prince, Drakor yang Bikin Semangat Nulis

2 komentar

[warning : mengandung spoiler]

Drama sageuk (drama tradisional/sejarah) ceritanya pasti nggak jauh-jauh dari urusan kekuasaan, ambisi, cinta segitiga dan loyalitas. Begitu juga 100 Days My Prince ini. 

Tapi tetep aja nonton sageuk itu menyenangkaaan. Baju-bajunya bagusss, colorful, mata dimanjakan dengan pemandangan klasik tradisional, jadi tau gitu oh dulunya Korea tuh kurang lebih seperti ini, berikut aturan-aturan kerajaannya begini begitu. Menarik, meski tema ceritanya begitu-begitu aja. Tambahan lagi aktor aktrisnya terlihat berbeda dari keseharian mereka saat kasual, jadi segar aja gitu dengan penampilan lain. 


review 100 days my prince


Penampilan D.O EXO sebagai putra mahkota 

100 Days My Prince, makin menarik karena dibintangi sama D.O Kyungsoo (EXO), brondong kinyis-kinyis yang mukanya kaya bayi ituuu. Nggak nyangka gara-gara drama ini, akoh jadi nyari-nyari filmnya D.O yang lain, hihihi.  

Berperan sebagai Yi Yool, Putra Mahkota yang cerdas dalam sastra dan bela diri. Ia berhasil lolos dari percobaan pembunuhan dirinya yang direncanakan oleh Kim Cha Yeon, bapak mertuanya. Saat jatuh terguling di lereng gunung, kepalanya mengalami benturan dan jadi hilang ingatan (bentaarr, kok kaya sinetron Indosiar yah?). Beruntung ia diselamatkan oleh seorang warga desa Sungjoo hingga kembali pulih dan menjalani kehidupan baru dengan nama Won Deuk.

Won Deuk dipaksa menikah dengan Hong Shim, putri warga desa tersebut. Ini disebabkan ada perintah kerajaan yang menyuruh semua lajang di Joseon harus segera dinikahkan due to kekeringan panjang di masa itu.   

Menjalani 100 hari kehidupan sebagai rakyat jelata di desa Songjoo, Won Deuk mendapat banyak sekali pelajaran yang tak pernah ia dapatkan di istana. Mulai membelah kayu, mencabut rumput, dan memilin jerami menjadi sepatu. 

Meskipun begitu, jiwa "ningrat" Won Deuk masih tertinggal di dirinya. "Apakah hanya aku yang merasa tidak nyaman?" jargon ala bangsawan payah ini sering bikin jengkel Hong Shim dan teman-teman desa-nya. Menurut mereka, Won Deuk perlu memperbaiki sikap dan cara bicaranya yang terkesan sombong dan tidak sopan. "Entahlah, aku merasa tak terbiasa memberi hormat," begitu dalihnya dengan lempeng. Et dah, songong beut.  

100 days my prince review

Seringkali juga dia mengeluhkan kemisqueenan hidupnya, bersikeras ingin makan panekuk daging, dan belanja barang-barang mewah meski ditipu lintah darat. Untuk melunasi utang-utangnya itu, Hong Shim bekerja keras mencari akal untuk menghasilkan uang. 

Bangsawan yang suami-able 

Dalam beberapa kejadian, Won Deuk tidak berhasil melakukan pekerjaan lantas mendapat cap Suami Tak Berguna dari masyarakat desa. Tapi ini nih, yang bikin drama ini so sweeett...meski tak ingat apapun tentang istrinya, sebagai suami, Won Deuk loyal banget dan bertanggung jawab. 

Paling nyess adalah saat Hong Shim bekerja di rumah Pak Park, pejabat yang berniat menjadikan dirinya selir, Won Deuk marah karena Hong Shim memakai gincu. "Berjanjilah, selain untukku...jangan pernah memakai gincu lagi" katanya sambil mengusap bibir Hong Shim. Uwuwuuuu banget kan tuuhh ;) 

Belakangan, Hong Shim tahu bahwa Won Deuk bisa membaca dan menulis. Ia pun pandai berpuisi. Pastilah dia bukan orang biasa di kehidupannya yang dulu, pikir Hong Shim. Mulai saat itu, Won Deuk bisa menghasilkan uang dengan bekerja menulis ulang novel dan membacakan dokumen-dokumen milik rakyat. Tak perlu lama, Won Deuk menjadi kesayangan dan banyak dibela warga desa. 

Sementara itu, Won Deuk mulai penasaran tentang siapa dirinya sebenarnya. Ia merasakan beberapa hal yang membedakan dirinya dengan orang-orang desa. Berkat kecerdasannya, ia bisa menghubungkan beberapa peristiwa dengan ingatan akan kejadian di masa lalu. Won Deuk memutuskan pergi ke Hanyang dan masuk ke istana guna mengembalikan ingatannya. Dari situ, rumor bahwa Putra Mahkota masih hidup beredar luas di kalangan istana. Hal ini tentu membuat Wakil PM Kim alias mertua lucknut itu geram. Ia mencari tahu dan membuat aneka siasat untuk memastikan bahwa menantunya ini benar-benar sudah mati. Ia mengutus tim pembunuhnya untuk memburunya sekali lagi. 

Tak dinyana, ternyata Hong Shim adalah adik Moo Yeon, sang pembunuh bayaran yang ditugaskan membunuh Putra Mahkota. Ia jadi mengurungkan niatnya untuk mencelakai Won Deuk karena Hong Shim. Ia kembali ke istana dan membuat laporan palsu. 

Orang jahat tidak menyerah begitu saja, Wakil PM Kim tetap bergerak sendiri. Ia mulai curiga Moo Yeon menyembunyikan sesuatu darinya. 

Ada masalah apa sih, sampe ngebet banget pengin membunuh Putra Mahkota? Nah, Putri Mahkota So Hye adalah koentji, ia sedang mengandung bayi yang digadang-gadang calon ahli waris kerajaan. Guna melindungi cucunya ini, ia berambisi melenyapkan Yi Yool. Namun siasat ini berubah ketika ia menemukan sendiri Putra Mahkota yang sedang linglung. PM Kim membawa Yool kembali istana dan memperalat Pangeran dengan cara memanipulasi ingatannya demi melanggengkan garis kekuasaan.

Yool nggak sadar, bahwa di istana, ada dua pihak yang senang jika dirinya mati. Kembali menduduki kursi Putra Mahkota berarti ancaman besar sedang mengintai nyawanya. 


Pangeran dan sahabatnya yang cerdas 

Namun, Pangeran Yi Yool terlalu cerdas buat dikibulin. Dibantu oleh Jung Ji Yoon (Kim Seon Ho), pustakawan charming sebagai orang kepercayaannya, perlahan-lahan ingatan Yi Yool mulai kembali utuh. 

Jurnal harian Yool yang berjudul Diam mengungkapkan segalanya. Tentang perseteruannya dengan bapak mertua, tentang pengawal setia yang rela bertukar nyawa untuknya, tentang kenapa tempo hari ia dibunuh saat akan menghadiri Ritual Hujan, dan bahwa ia tidak pernah akur dengan Putri Mahkota. 

Ia juga mengingat cinta pertamanya dengan seorang gadis kecil dengan hanya melihat kenangan bunga Sakura. Jreeeengggg.....mulai seru saat episode-episode ini nih sebetulnya (kepanjangan cerita di desa siihh). 

Long story short, berkat kepintarannya berpikir, Yool sampai pada kesimpulan bahwa Moo Yeon dan Hong Shim adalah adik-kakak yang orangtuanya dibunuh oleh Kim Cha Yeon di depan mata kepalanya sendiri 10 tahun yang lalu. Selain daripada itu, bayi yang dikandung Putri Mahkota bukanlah anak Yi Yool, namun ia tak bisa menghukumnya. Dilema banget bagi semuanya untuk saling berbalas dendam. 

Dengan strategi matang yang sudah dipikirkan, Yi Yool bisa balik menjebak Kim Cha Yeon yang juga sengaja menjebaknya dalam perang.  

Cinta pertama yang dilematis

Hong Shim, yang ternyata adalah Yoon Yi Suh, cinta monyetnya Yool di bawah pohon sakura, menyadari posisinya tidak menguntungkan bagi lelaki tersebut. Ia merasa bersalah karena perbuatan kakaknya, Moo Yeon alias Yoon Soek Ha terhadap Putra Mahkota dan memutuskan untuk menjauhinya. 

Di akhir-akhir, keadaan yang tadinya sangat serius mendadak jadi penuh hal-hal kocak yang menggelikan, termasuk Raja yang berpura-pura sakit dan ingin Yool segera menikah lalu menggantikan tahtanya. Untuk mendapatkan kembali hati Yi Suh, Yool sengaja menjebaknya untuk membaca jurnal harian yang berisi curahan-curahan hati kesepian Yool selama 10 tahun terpisah sejak pertemuan terakhir mereka.

Perempuan mana yang nggak tersentuh sama hal-hal romantis kaya gini ya? Bisa ditebak endingnya walau nggak digambarkan secara gamblang (whaayy, i love happy ending!). 

Masih penasaran juga sama nasib Jung Jo Yoon yang cintanya bertepuk sebelah tangan (berharap endingnya jadi sama gisaeng baik yang naksir sama dia). Sempat sebel waktu dia pansos banget carmuk sana sini tapi kepandaiannya bisa sangat membantu Yi Yool merajut serpihan-serpihan ingatannya.

Harus diakui, endingnya agak nanggung banget, dan seperti dipadatkan di akhir-akhir. Semacam greget gitu berasa ada yang nggak tuntas. 


do kyung soo prince

Drama ini sukses bikin akooh ngefans sama D.O. , untuk seukuran bukan aktor, dia cocok meranin Yi Yool yang dingin, pintar tapi juga sweet. Who can resist that babyface smile! 


Dan kabarnya, karena rating drama ini terus meningkat, pihak TvN membagikan video dari pemeran drama yang memenuhi janji mereka dengan mempelajari koreografi lagu hit EXO “Growl.” 

Video mereka nari bisa dilihat di sini .


100 days my prince


han soo hee, review
the casts

Apa hubungannya 100 Days My Prince dengan menulis? 


Lihat, apa barang penting yang menyelamatkan ingatan Yi Yool? yeess, buku jurnal yang rajin ditulis Yool sehari-hari. Bisa jadi, jurnal seperti ini juga yang bisa membantu kita di kemudian hari. 

Buku harian cenderung jujur, karena saat menulisnya kita dalam keadaan lepas dari beban yang seolah berat ditanggung seharian. Segala kecemasan, kecurigaan, maupun kesenangan yang kita rasakan akan sangat terlihat grafiknya dalam buku harian. Lagipula, berapa banyak orang yang menghapus dan mengedit catatannya yang sudah lewat? Tidak. Kita justru membiarkannya jadi saksi bisu. Apapun itu, kita nggak pernah malu sama buku harian, tidak memanipulasi catatan demi citra. Norak sekalian, mewek sekalian. Beda sama sosmed nowadays. 

Yi Yool juga mengajar kelas sastra bagi para pemuda kerajaan. Masa mudanya dihabiskan untuk membaca buku sebanyak-banyaknya. Selain karena tertantang oleh gadis pujaannya, ia juga tumbuh jadi pemuda yang cerdas berpikir. 

Yi Yool tidak percaya mentah-mentah dengan apa yang disampaikan Kim Cha Yeon padanya, ia menganalisa bukti-bukti yang ia temukan dengan pengetahuannya. Dalam usaha memulihkan ingatannya, ia juga peka pada kejadian-kejadian kecil misal kenapa dia tidak refleks menoleh saat dipanggil dengan nama Won Deuk. Dia percaya ada hal yang harus dia selidiki di balik hidup yang dijalaninya.    

Semua pengalaman yang ia temukan, ia tuliskan dalam jurnal hariannya. Sampai-sampai waktu akhirnya bertemu lagi dengan Yoon Yi Suh di desa Songjoo, dia bilang "Aku sudah tahu apa yang akan kutuliskan malam ini..." 

Persiiisss jika kita sudah terbiasa menulis, tiap kali "ngeliat bahan", rasanya udah otomatis kebayang di kepala apa aja yang mau ditulis. Saat berkesempatan menuliskannya, tinggal ngalir aja yang ada dalam pikiran ke dalam tulisan. 

Jadi, setelah nonton ini, udah bikin pengin rajin nulis belum? 

Baca Juga : Han Soo Hee di World of the Married 

Pengalaman KB Suntik 1 Bulan dan 3 Bulan

Tidak ada komentar

Tetiba ingin nulis tentang KB ini, karena dua minggu kemarin habis deg-degan si merah nggak kunjung datang. Pada akhirnya tulisan ini bisa rilis, ketebak ya, akhirnya Mbak Bulan datang juga, #TetapTeamLuna #eehh....  

Okaayy, bahasan ini memang sudah nggak up to date lagi buat saya yang merupakan emak-emak veteran. Meskipun begitu, boleh lah saya bagi-bagi pengalaman tentang KB suntik yang sudah dijalani selama 4 tahun lebih ini. Hitung-itung jadi bahan pertimbangan buat mamah-mamah muda yang masih pada galau pilih-pilih alat kontrasepsi. 

Pertama, harus diketahui, bahwa cara kerja kontrasepsi pada umumnya yaitu mencegah terjadinya proses pembuahan dengan cara menjaga sel sperma dan sel telur agar tidak bertemu. Ada juga cara lainnya yaitu menghentikan produksi sel telur. Nah, KB suntik ini bekerja dengan cara keduanya.

KB suntik sudah lama populer di Indonesia, dan efektivitasnya bisa mencapai 99% bila dilakukan dengan benar, catat ya. Memangnya yang tidak benar itu bagaimana? tentunya jika tidak mematuhi kaidah penggunaan KB hormonal ini (langsung berhubungan, telat suntik berikutnya, atau lain-lain).   

Berdasarkan jadwal penyuntikannya, KB suntik terdiri dari dua jenis, yaitu : 
  • KB suntik 3 bulan : mengandung Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) yang merupakan hormon progestron. KB suntik ini bekerja secara efektif mencegah kehamilan dalam waktu 13 minggu.
  • KB suntik 1 bulan : mengandung kombinasi Medroxyprogesterone Acetateyang merupakan hormon progesteron dan Estradiol Cypionate yang merupakan hormon estrogen. KB suntik ini bekerja secara efektif mencegah kehamilan selama 30 hari.
Dua-duanya dilakukan dengan cara menyuntikkan secara intramuskular (ke dalam otot) pada bokong atau bahu. Waktu yang paling ideal menggunakan KB suntik adalah 6 minggu pasca melahirkan, atau 7 hari pertama haid setelah nifas. 

Jika menggunakan suntik 1 bulan, maka kembali suntik lagi setiap 28 hari. Namun jika menggunakan suntik 3 bulan, maka kembali suntik lagi setiap (28x3)= 82 hari.

Untuk keuntungan dan efek samping secara teori, silakan Google aja yaa di situs-situs kesehatan terpercaya (nggak ngasih link ah, soalnya suka brokenlink di kemudian hari). Gangguan kebiasaan mungkin saja terjadi, namanya juga modifikasi hormon. 

Bagi saya utamanya, memilih suntik karena takut pasang IUD terbukti efektivitas proteksinya dan tidak memengaruhi volume ASI. Sedangkan efek samping yang muncul ternyata berbeda-beda pada setiap orang. Ibu saya adalah survivor KB suntik selama 14 tahun sebelum program hamil adik saya, dan beliau langsing-langsing sajaaa....hohoho.

Saya sudah pernah pakai kedua jenis KB suntik ini. 

Selama menyusui, pakai KB yang 3 bulan. Fungsi Progestin (modifikasi hormon yang menyerupai progesteron yg diproduksi ovarium) dalam kandungannya adalah menghentikan pelepasan sel telur ke dalam rahim sehingga mencegah terjadinya pembuahan. Selain itu, memengaruhi kondisi vagina dan leher rahim sehingga sperma kesulitan membuahi sel telur.  

Selama 3 tahun menyusui si bontot, alhamdulillah volume ASI tidak berkurang, kenaikan berat badan bayi normal dan berat badan ibu segini-segini aja, di kisaran 41-43. Nggak pernah yang melonjak gembrot seperti ditakutkan orang. Nafsu makan bertambah ya karena memang sedang menyusui. Jerawat nol. PMS nol, alhamdulillah puasa tamat dan bebas nyeri perut.  

Sementara efek sampingnya di saya, tidak haid blas selama tiga tahun tsb (akibat progesteron dominan dan estrogen yang ditekan). Dan memang terasa "agak kering di bawah sana". 

Jangan kira kalau ketiadaan menstruasi ini mengakibatkan darah kotor menumpuk di dalam tubuh ya. Dalam istilah medis tidak ada darah kotor, darah menstruasi itu bukan darah kotor yang seharusnya dibuang jadi mendem di dalem, plis ya... :)) Kontrasepsi ini menekan penebalan dinding rahim yang biasanya luruh dalam bentuk darah menstruasi, menjadi tidak ada “darah” yang harus dikeluarkan. Jadi apanya yang menumpuk? 

Pada beberapa case, orang lain ada juga yang tetap haid sebagaimana biasanya. 

Setelah beres menyusui, ganti ke KB 1 bulan. Hormon kombinasi yang dikandungnya menyeimbangkan tubuh berjalan kembali seperti biasanya. 

Berbeda dengan yang 3 bulan, yang ini memungkinkan kita tetap menstruasi tiap bulan. 60% di antaranya mendapatkan siklus haid yang normal kembali setelah 1 tahun pemakaian, dan saya salah satunya. Awalnya mungkin hanya flek-flek dulu yang cuman 1-3hr, lalu meningkat volumenya sampai akhirnya menjadi reguler sebulan sekali dengan periode 5-7hr. 

Efek sampingnya, hmmm....apa ya, setelah 7 tahun absen saya kembali ngerasain PMS yang seringkali menyebalkan even untuk diri saya sendiri, hehe. Ada kram-kram perut, ada mood swing, ada pula badan remuk redam menjelang si dia datang. Tapi PMS sekarang jauuuhhhh lebih ringan ketimbang waktu gadis dulu yang sakit perutnya sampai menusuk-nusuk dan volume menstruasinya yang sangat banyak.

Kurang tahu juga ini pinggang membesar karena estrogen kembali aktif, karena usia, karena KB atau karena udah selesai menyusui dan anak-anak udah mulai besar.

Kesimpulannya, bagi tubuh saya sendiri, KB suntik efeknya jauh lebih baik daripada KB pil, meski keduanya menuntut saya disiplin menjaga kondisi. Kelebihannya, proteksi berlaku cepat alias si satpam akan langsung efektif melindungi kurang dari 24 jam sejak disuntikkan. Tidak seperti IUD yang harus 'libur' dulu misalnya, atau pil yang harus tunggu 24 jam baru efektif. Selain itu dapat dihentikan sewaktu-waktu jika ternyata tidak cocok, tinggal nggak usah dilanjutkan lagi di bulan berikutnya.

Pernah baca juga, keuntungan lain dari KB hormonal (non contraceptive benefits), seperti :
  1. ovulasi yang tertekan dapat mengurangi risiko kanker ovarium
  2. kentalnya getah serviks pada mulut rahim selain mencegah sperma masuk ke dalam rahim juga mencegah masuknya kuman penyakit penyebab infeksi panggul  
  3. menipisnya selaput lendir, terhindar dari terjangkitnya kanker endometrium (source BKKBN)
Sejujurnya selama menikah saya belum pernah ada dalam keadaan tidak ber-KB sih. Dulu pakai KB pil, sekarang KB suntik. Jadi mungkin nggak berimbang juga apa yang saya sampaikan di sini jika dibandingkan dengan kondisi 'normal'nya seseorang tidak berKB. 

Yaaabis gimana lagi yaaa.....pilihan kontrasepsi itu kan apa yang membuat kita paling nyaman. Untuk sejauh ini, saya lebih merasa aman dan nyaman dengan KB, dan belum berani memutuskan untuk lepas sama sekali. Silakan dipilih-dipilih mana yang paling nyaman buat kita sendiri, with or without KB, jangan lupa konsultasikan pada tenaga medis terpercaya.