Ketahuilah, Ada Perbedaan Prestasi antara Anak dan Emak yang Menunjang Kelancaran Pendidikan :)

Tidak ada komentar



Jelang berakhirnya tahun ajaran sekolah seperti sekarang, kami sebagai orangtua murid sejujurnya harap-harap cemas. Pasalnya kalau bagi saya, evaluasi akhir semester ini bisa lumayan menggambarkan pola belajar anak selama setahun pembelajaran. 

Harapannya sih nggak muluk2. Di usia elementary begini kami cuma pengin menjaga konsistensi semangat belajar anak, itu dulu aja. Ya tentu lebih baik jika ada progres meskipun pelan-pelan, misalkan hafalannya bertambah, nalar logikanya meningkat dll. Tapi yang pasti perbandingannya dia setahun yang lalu, bukan dia dengan orang lain.


Hal lain yang juga 'menentukan' di setiap akhir tahun ajaran adalah kelangsungan beasiswa pendidikan anak. Alhamdulillah kantor suami menyediakan penghargaan dana pendidikan untuk anak karyawan yang berprestasi. Yah nggak besar sih, tapi kalau dikumpulkan lumayan untuk biaya daftar ulang tahunan. 


Dipikir-pikir, sumber beasiswa nih banyak juga ya kalau kita telusuri. Selain dari ratusan beasiswa yang diberikan pihak swasta, pemerintah juga punya beberapa slot beasiswa untuk pelajar yang berprestasi. Ada PPA (Peningkatan Prestasi Akademik), BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa) dan Bidikmisi. Itu pemerintah sudah kasih banyak dan sasarannya jelas. Tapi informasinya kayanya juga nggak begitu santer terdengar, hingga pihak-pihak yang seharusnya layak jadi sasaran banyak yang nggak tahu. Gimana mau akses? 


Jadi ingat dulu waktu kuliah, temen-temen saya juga banyak yang apply beasiswa PPA. Nominalnya 400rb rupiah/semester, cukup lumayan untuk saat itu di mana SPP kita masih 350rb gaeess (taun berapakah ituu..). Syaratnya cuman pake IPK, sesuai namanya. Minimal 3.00. Jadi background ekonomi tidak berpengaruh, asalkan berprestasi. 


Sedangkan beasiwa semacam BidikMisi atau BBM, itu memang ditujukan untuk mahasiswa-mahasiswa berprestasi yang secara ekonomi kurang beruntung. Nah sayangnya, informasi-informasi ini seringnya terlewat dan tidak tepat sasaran. 


Padahal sudah ada Undang-undang yang mengatur pemberian beasiswa, diantaranya UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah RI No. 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, dan UU RI No. 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan. Dapat disimpulkan dari kedua peraturan ini, garis besarnya beasiswa ini adalah bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi dan atau bagi peserta didik yang memiliki prestasi akademik. Seharusnya sih informasi tentang beasiswa ini disebarkan seluas-luasnya secara merata kepada pelajar karena UU telah mengatur soal pemberian beasiswa. Begitu juga proses mendapatkannya harus dimudahkan agar para pelajar tetap termotivasi untuk berprestasi.


Memang masih PR banget nih untuk perluasan informasi dari pusat ke daerah-daerah ini. Sosialisasi yang kurang, serta penyeleksian kelayakan yang tidak maksimal seringkali jadi kendala kedermawanan pemerintah ini sampai kepada yang berhak. Sayang banget ya, padahal yang membutuhkan bantuan ini masih buanyaakk banget di negeri kita. Semoga ke depannya kesempatan memperoleh beasiswa ini juga dirasakan oleh para pelajar seluruh Indonesia.  


Ah iya, tahun ajaran baru ini juga berencana beli seragam sekolah yang sudah dipakai selama 2 tahun, udah pada robek-robek dan ngatung celananya. Sama beberapa perlengkapan sekolah juga yang raib entah ke mana. Adakah ibu-ibu yang kaya saya, anaknya sering ngilangin perlengkapan sekolah? Entah itu pensil, penghapus atau serutan. Kebayang deh satu pak pensil itu habis cuman sebulanan, jadi mikir, diapaiin itu pensil kok cepet banget pendeknya. Ternyata, kalo si kakak tuh tiap tumpul diserut lagi, yasaalaamm, habis sudah pensilnya seminggu sekali. 


Berhubung minggu depan sudah puasa, bakal mager berat kalo mesti belanja ke luar. Tak apalah beli mencicil dari sekarang. Mariii beli online aja untuk meminimalisir laper mata masukin barang-barang lain ke keranjang (padahal onlen juga shoppingcartnya penuh, checkoutnya entah, hihihi). Sebagai emak-emak yang nggak mau rugi, membandingkan harga di berbagai marketplace itu penting, tapi kan males yak buka satu-satu bolak-balik mantengin harga ampe jereng. Saya sih praktis ajalah, cukup klik iprice, tinggal masukkin pencarian "perlengkapan sekolah", dari stationary sampai sepatu dan tas, keluaarr semua entri dari berbagai marketplace seperti Shoppee, Blibli, Bukalapak, Ralali, Lazada dan Tokopedia. Puas-puas in deh tuh harganya dijembrengin nyari penawaran yang paling murah.  


Bukankah dapat barang murah itu juga prestasi bagi emak-emak, betul bukan, mamambisius? :)) 



Tidak ada komentar

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^