[Review Drakor] Misaeng-Incomplete Life

by - April 29, 2019


Misaeng, drakor

Misaeng (Incomplete Life), salah satu drakor yang storylinenya menurut saya baguuuss banget, dikemas apik, very relatable sama kita yang pekerja kantoran. Drama yang disuguhkan juga proporsional, secukupnya, nggak dibuat-buat. No romance-story at all, nggak ada kontak fisik sama sekali. Aman. 

Ini drakor lawas tahun 2014 yang saya telat nonton, hehe. Drakor berjumlah 20 episode ini diangkat dari webtoon dengan judul sama karangan Yoon Tae Ho dan ditayangkan di TvN. Tema generalnya tentang office life/slice of life, hal yang unik dan berbeda dari drakor biasanya. 

Karena drakor ini terlalu menarik untuk dispoiler, saya ceritain awalnya aja. Adalah Jang Geu Ra (Im Siwan, idol boyband ZE:A) yang sedari kecil mendedikasikan hidupnya berlatih  Go (semacam board game yang populer di Asia Timur) demi cita-citanya menjadi atlet Go profesional. Namun impiannya terhenti ketika ayahnya wafat, ia harus bekerja paruh waktu untuk membiayai hidup berdua dengan ibunya. Meski sudah amat telat bagi dirinya untuk menggeluti dunia kantoran, dengan berbekal ijazah persamaan SMA, ia mencoba magang di One International, perusahaan perdagangan ternama di Korea lewat koneksi salah satu petinggi.    

Nah, seangkatan dengan dia, ada juga beberapa pemagang lain yang kualifikasi dan pendidikannya 'lebih layak' untuk bekerja di perusahaan. Mereka jelas mengucilkan Geu Ra yang berpendidikan rendah dan nggak punya kemampuan apa-apa, bahkan bahasa Inggris pun nggak bisa.

Singkat cerita, setelah presentasi magang akhir, dari sekian pemagang hanya 4 yang diterima jadi karyawan tetap yaitu An Young Yi, Jang Baek Ki, Han Seok Yul dan Jang Geu Ra (hanya dia yang statusnya kontrak 2 tahun). Geng anak baru ini kemudian sering kumpul bareng, meskipun canggung satu sama lain. 

Dalam cerita ini bukan hanya Geu Ra yang terus-terusan disorot, not a classic from zero to hero story. Setiap tokoh punya karakter kuat dan latar belakang masing-masing yang makin membuat greget cerita ini.

Yuk kenalan dulu sama orang-orang yang ada di poster :

1.  Jang Geu Ra (Im Siwan)

Udah ada di paragraf atas yaa. Pokoknya, menyadari dirinya unqualified dan telat memulai bekerja di kantoran, Geu Ra berusaha keras untuk melakukan yang terbaik yang bisa dikerjakan. Manajernya yang workaholic berharap dia nggak berhasil lolos presentasi akhir. Namun dia rela digembleng sampai hal remeh sekalipun; menghafal istilah-istilah trading yang penuh dengan singkatan, foto copy, menulis notulen rapat dan folder filing. 

Geu Ra tahu betul dirinya tak dianggap dan diremehkan. Kata-kata pertama yang ia minta pada manajernya adalah, "karena aku tak tahu, Bapak bisa mengajariku, jika Bapak memberiku kesempatan."

2.  Oh Shang Sik (Lee Sung Min)

Dia adalah manajer Tim Penjualan Tiga, di mana Geu Ra bekerja. Karyawan senior yang gila kerja dan punya idealisme yang kuat. Boleh dibilang karena itu juga dia jadi susah dapat promosi. Pak Oh manajer gesit yang suka teriak-teriak, namun dibalik sikapnya yang seperti tidak peduli, dia tetap memikirkan kesejahteraan bawahannya. 

Pak Oh sebetulnya tidak senang dengan cara Geu Ra masuk ke One International. Dia sangat membenci KKN, termasuk dalam proyek-proyek yang ia kerjakan. Sempat disarankan oleh rekan sesama manajer untuk sering pendekatan sama bos-bos demi kemajuan karirnya, tapi Pak Oh tidak peduli. Dia bukan penjilat atasan.  

Pak Oh ini kok ngingetin saya sama pak suami, punya anak tiga, istri mengurus rumah, sering pulang larut sampe nggak sempat garap kerjaan rumah, tapi posisinya mandeg di situ-situ aja, #eehhh #curhat #alhamdulillah #disyukuri aja.

3. Kim Dong Shik (Kim Dae Myung)
Pak Kim, wakil manajer yang berbadan subur dan berambut keriting. Karakter favorit banget. Ia bertindak bagai kakak yang mengayomi adik pada bawahannya. Sikapnya supportif, meski pekerjaannya sendiri nggak habis-habis karena atasannya yang gila kerja. 

Sebelum ada Geu Ra, hanya ada ia berdua dengan Pak Oh di kubikel dekat toilet. Dong Shik sangat loyal bekerja pada Pak Oh dan tidak tertarik pindah ke tim lain. 

Seangkatan Pak Kim, ada Pak Cheon, Pak Kang, Pak Ha, dan Pak Sung (geng wakil manajer yang dulunya memulai karir sebagai pemula juga). Karena persaingan dan beban kerja, mereka hanya berkutat pada pekerjaan dan melupakan persahabatan. Ada satu scene cocwiit di mana mereka akhirnya punya waktu buat nongkrong bersama lagi.  

4. Ahn Yong Yi (Kang Sora)
Satu-satunya perempuan di geng magang yang ditempatkan di tim SDM. Seorang pekerja keras yang multitalenta. Meski ia diperlakukan diskriminatif karena perempuan, ia tetap bertahan dengan cara menerima perlakuan yang tidak bersahabat dari rekan timnya. Ada kebutuhan keluarga yang membuat ia harus terus bekerja, makanya ia tak ingin menyerah meski bertubi-tubi dimaki atasan pria. 

Young Yi bukan tipikal tokoh perempuan yang menye dan polos seperti di drakor lainnya. Dia tampil sebagai karyawan pintar nan humble. Sedih banget waktu lihat atasannya ngomel sambil nunjuk-nunjuk kepalanya, ikut sakit hati. Tapi Young Yi sangat tegar dan pada akhirnya bisa membuktikan bahwa perempuan bisa bekerja sebaik karyawan pria.

5. Jang Baek Ki (Kang Haneul)

Lulusan bahasa Jerman universitas ternama ini sikapnya kompetitif dan gengsian, biasa ya tipikal orang pinter. Dia nggak terima diberi tugas nggak penting seperti ngatur barang di gudang, mengoreksi kalimat dan merapikan file excel. Mentornya bersikap dingin dan tegas, sampai-sampai Baek Ki ingin menyerah dan apply ke kantor lain. 

Baek Ki sebenernya naksir Young Yi, tapi nggak berani memperlihatkannya lebih jauh. Ia juga merasa 'kalah' dari Geu Ra yang diberi pekerjaan penting. Namun atasannya bilang, "tak peduli apa yang terlihat oleh orang lain, kita hanya perlu mengerjakan tugas kita." 

Ternyata, begitu cara Pak Kang mendidik juniornya dalam mempelajari dasar-dasar kerja di Tim Baja. Semua orang tahu pak Kang sangat andal dalam pekerjaannya, trust pun mulai terbangun dalam diri Baek Ki terhadap seniornya itu. 

6. Han Seok Yul (Byun Yo Han)
Aselliikkk, waktu dia muncul di awal-awal ini orang rebek dan nyebelin banget. Mesum, banyak gaya, banyak bicara dan merasa lebih berpengalaman karena ditempatkan di lapangan. Meski berhasil masuk Tim Tekstil incarannya, dia agak stres karena nggak biasa kerja kantoran dan dipertemukan sama mentor tukang jilat. 

Seok Yul si tukang gosip yang akhirnya berbalik jadi bahan gosipan orang sekantor karena pernah berusaha jadi whistleblower. Kesini-sininya sikapnya lebih kalem dan semakin bijak. Ia pribadi yang cukup fair dan supportif terhadap teman-temannya. 

"Kenapa begitu mudah menjelekkan orang, tetapi sulit mengajak orang menilai seseorang?" - Han Seok Yul.  

7. Sun Ji Young (Shin Eun Jung) 
Rekan seangkatan Pak Oh dengan posisi yang lebih tinggi sebagai Wakil Ketua. Bu Sun adalah wanita karir dengan dilema yang sama pada umumnya. Anak yang harus ditinggal di daycare setiap hari, suami yang sama-sama sibuk, dan rekan kerja yang sudah dia anggap keluarga ternyata diam-diam menusuk dari belakang.

Pak Oh yang bisa memahami keadaan Bu Sun membantu mengambil alih tugas-tugas Bu Sun selama ia dirawat di rumah sakit karena kelelahan. Apa pasal dia lelah? karena di dunia ini perempuan harus bekerja lebih keras dari laki-laki supaya dianggap setara. 

Sikap Bu Sun sebagai pimpinan padahal cukup tegas dan berani. Termasuk saat membela karyawan perempuan yang dilecehkan secara verbal oleh salah satu timnya Pak Oh.

8. Cheon Kwan (Park Hae Joon) 



lee tae oh, park hae joon

Pak Cheon adalah personel setara wakil manajer yang belakangan bergabung dengan Tim Penjualan Tiga sebagai perpanjangan tangan dari pak Choi (direktur). Sempat kuatir sih jangan-jangan dia mata-mata yang akan menghancurkan karir Pak Oh, soalnya agak ngerasa senior gitu awalnya tapi ternyata nggak terbukti. Dia baik dan mau melebur sama yang lain. Sama lah ya kaya di kantor, ada orang-orang lama yang ngerasa lebih senior, cuma minta dihormati, aslinya sih pada baik aja. 

Perannya mungkin nggak terlalu signifikan, baru muncul di tengah-tengah episode juga, tapi Pak Cheon bisa mengisi kekosongan sumber daya yang dibutuhkan oleh Tim Tiga (karena Geu Ra jelas nggak bisa mengimbangi kinerja kedua atasannya). 

Misaeng, review drakor

Pemeran pendukung lainnya di drama ini ikut punya andil besar dalam memperkuat cerita. Melihat mimik muka Pak Ha yang nyebelin, diskriminasi terhadap Young Yi makin terasa menyakitkan. Dinginnya ekspresi Pak Kang, membuat tekanan yang dirasakan Baek Ki semakin berat, dan muka mengjengkelkan ala Pak Sung, sukses bikin kita mendukung Seok Yul untuk melawannya. 

Kehidupan dunia kerja tergambarkan dengan sangat realistis dan manusiawi di drakor ini. Politik kantor, budaya suap, bullying, senioritas, pelecehan seksual, diskriminasi, after work-life, integritas, dan permasalahan masing-masing karyawan di balik meja kerja. Semuanya pernah saya saksikan sendiri di dunia nyata.  

Plotnya yang cenderung flat nggak dramatis banget, tapi bisa tiba-tiba menegangkan sebagaimana naik turunnya stressing di kantor, bikin kita ingin terus ngikutin setiap episodenya sambil manggut-manggut "iya banget nih, emang kaya gini kalo di kantor".

Puncak ketegangan menurut saya adalah ketika terbongkarnya kasus fraud yang menyebabkan pemutasian para pejabat atas dan personel yang dianggap bertanggung jawab. Sungguhlah kejadian begini banyak dan terang-terangan terjadi di dunia kerja, tapi orang semacam dianggap harus memilih : menyelamatkan diri sendiri, atau melakukan yang benar. Yang mana akhirnya hanya bisa melihat tanpa berbuat apa-apa, "kita hanyalah semut pekerja berdasi, yang hanya perlu puas dengan gaji dan promosi saja," begitu kata Pak Kim pada Geu Ra.   

Nonton ini saya jadi ingat masa-masa magang dan jadi pemula di dunia kerja, i feel very related. Tau banget rasanya duduk di ruang arsip super dingin, ngurusin berkas-berkas legal supaya mudah dicari, disuruh bikin kolom-kolom secara manual di agenda polos sebanyak 500 halaman (kenapa nggak beli agenda yang udah bergaris aja sih, Boski?), sampai saya dikirim pelatihan Finance for non Finance demi bisa ngerjain Laporan Tahunan bagian yang penuh dengan angka-angka dan istilah keuangan perusahaan. Junior mah ngikut ajaaahh...demi bisa diterima dan ada gunanya di tim.  

Banyak pelajaran dan pesan hidup yang diambil dari Misaeng ini, rekomen banget buat para pekerja (dan mungkin ex pekerja seperti saya) untuk menggali insight ketika ada problematika kantor yang membuat kita serasa ingin menyerah. 

Pak Oh pada episode-episode terakhir bilang, "bukankah kita semua punya surat pengunduran diri di laci masing-masing, di mana setiap paginya kita berniat mengajukannya namun sampai bertahun-tahun masih saja di situ." Haha. Ironis.

Nah, setelah nggak kerja begini, saya bisa sepakat pada satu hal yang nggak saya lakukan seperti Geu Ra, yaitu bertahan, apapun keadaannya. Saya termasuk orang yang menyerah dan nggak sekuat mereka yang tetap tegar bertahan, bagaimanapun toxicnya situasi kantor. Tak ada yang bisa menilai dan menghakimi, kenapa seseorang bertahan di posisi itu instead melepaskan diri dan mencari pekerjaan lain. 

Yaa....hidup memang tak pernah semudah itu, Ferguso.  

You May Also Like

2 komentar

  1. Ahha...semut-semut pekerja yang berdasi.
    I totally agree.
    But...
    Selama kita bekerja dengan orang lain, maka masalah itulah yang dihadapi.

    Tantangan yang berbeda ketika Pak Oh pindah kerja dan bekerja untuk dirinya sendiri.
    Emm, lebih terlihat manusiawi?

    Mungkin itu yang aku rasa yaa..

    BalasHapus

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^

Baca Juga

7 Essentials Korean Kitchen