[Review Drakor] 100 Days My Prince, Drama yang Bikin Rajin Nulis

by - April 14, 2019

[warning : mengandung spoiler]

Drama sageuk (drama kolosal Korea berlatar belakang tradisional/sejarah) ceritanya pasti nggak jauh-jauh dari urusan kekuasaan, ambisi, cinta segitiga dan loyalitas. Begitu juga 100 Days My Prince ini. 

Tapi tetep aja nonton sageuk itu menyenangkaaan. Baju-bajunya bagusss, colorful, mata dimanjakan dengan pemandangan klasik tradisional, jadi tau gitu oh dulunya Korea tuh kurang lebih seperti ini, berikut aturan-aturan kerajaannya begini begitu. Menarik, meski tema ceritanya begitu-begitu aja. Tambahan lagi aktor aktrisnya terlihat berbeda dari keseharian mereka saat casual, jadi segar aja gitu dengan penampilan lain. 


review 100 days my prince

100 DMP, makin menarik karena dibintangi sama D.O Kyungsoo (EXO), brondong kinyis-kinyis yang mukanya kaya bayi ituuu. Nggak nyangka gara-gara 100DMP, akoh jadi nyari-nyari filmnya D.O yang lain, hihihi.  

Berperan sebagai Yi Yool, Putra Mahkota yang cerdas dalam sastra dan bela diri. Ia berhasil lolos dari percobaan pembunuhan dirinya yang direncanakan oleh Kim Cha Yeon, bapak mertuanya (hah?). Saat jatuh terguling di lereng gunung, kepalanya mengalami benturan dan jadi hilang ingatan (bentaarr, kok kaya sinetron Indosiar yah?). Beruntung ia diselamatkan oleh seorang warga desa Sungjoo hingga kembali pulih dan menjalani kehidupan baru dengan nama Won Deuk.

Won Deuk, dipaksa menikah dengan Hong Shim, putri warga desa tersebut. Ini disebabkan ada perintah kerajaan yang menyuruh semua lajang di Joseon harus segera dinikahkan due to kekeringan panjang di masa itu.   

Menjalani 100 hari kehidupan sebagai rakyat jelata di desa Songjoo, Won Deuk mendapat banyak sekali pelajaran yang tak pernah ia dapatkan di istana. Mulai membelah kayu, mencabut rumput, dan memilin jerami menjadi sepatu. Bagaimanapun juga, jiwa "ningrat" Won Deuk masih tertinggal di dirinya. "Apakah hanya aku yang merasa tidak nyaman?" autojargon ala bangsawan payah ini sering bikin jengkel Hong Shim dan teman-teman desa-nya. Menurut mereka, Won Deuk perlu memperbaiki sikap dan cara bicaranya yang terkesan sombong dan tidak sopan. "Entahlah, aku merasa tak terbiasa memberi hormat," begitu dalihnya dengan lempeng. Et dah, songong beut.  

100 days my prince review

Seringkali juga dia mengeluhkan kemisqueenan hidupnya, bersikeras ingin makan panekuk daging, dan belanja barang-barang mewah meski ditipu lintah darat. Untuk melunasi utang-utangnya itu, Hong Shim bekerja keras mencari akal untuk menghasilkan uang. Dalam beberapa kejadian, Won Deuk tidak berhasil melakukan pekerjaan lantas mendapat cap Suami Tak Berguna dari masyarakat desa. Tapi ini nih, yang bikin drama ini so sweeett...meski tak ingat apapun tentang istrinya, sebagai suami, Won Deuk loyal banget dan bertanggung jawab. Paling nyess adalah saat Hong Shim bekerja di rumah Pak Park, pejabat yang berniat menjadikan dirinya selir, Won Deuk marah karena Hong Shim memakai gincu. "Berjanjilah, selain untukku...jangan pernah memakai gincu lagi" katanya sambil mengusap bibir Hong Shim. Uwuwuuuuu....syari banget kan tuuhh ;) 

Belakangan, Hong Shim tahu bahwa Won Deuk bisa membaca dan menulis. Ia pun pandai berpuisi. Pastilah dia bukan orang biasa di kehidupannya yang dulu, pikir Hong Shim. Mulai saat itu, Won Deuk bisa menghasilkan uang dengan bekerja menulis ulang novel dan membacakan dokumen-dokumen milik rakyat. Tak perlu lama, Won Deuk menjadi kesayangan dan banyak dibela warga desa. 

Sementara itu, Won Deuk mulai penasaran tentang siapa dirinya. Ia merasakan beberapa hal yang membedakan dirinya dengan orang-orang desa. Berkat kecerdasannya, ia bisa menghubungkan beberapa peristiwa dengan ingatan akan kejadian di masa lalu. Won Deuk memutuskan pergi ke Hanyang dan masuk ke istana guna mengembalikan ingatannya. Dari situ, rumor bahwa Putra Mahkota masih hidup beredar luas di kalangan istana. Hal ini tentu membuat Wakil PM Kim alias mertua lucknut itu geram. Ia mencari tahu dan membuat aneka siasat untuk memastikan bahwa menantunya ini benar-benar sudah mati. Ia mengutus tim pembunuhnya untuk memburunya sekali lagi. Tak dinyana, ternyata Hong Shim adalah adik Moo Yeon, sang pembunuh. Ia jadi mengurungkan niatnya untuk mencelakai Won Deuk karena Hong Shim. Ia kembali ke istana dan membuat laporan palsu. 

Orang jahat tidak menyerah begitu saja doonk, Wakil PM Kim tetap bergerak sendiri. Ia mulai curiga Moo Yeon menyembunyikan sesuatu darinya. Ada masalah apa sih, sampe ngebet banget pengin membunuh Putra Mahkota? Nah, Putri Mahkota So Hye adalah koentji, ia sedang mengandung bayi yang digadang-gadang calon ahli waris kerajaan. Guna melindungi cucunya ini, ia berambisi melenyapkan Yi Yool. Namun siasat ini berubah ketika ia menemukan sendiri Putra Mahkota yang sedang linglung. PM Kim membawa Yool kembali istana dan memperalat Pangeran dengan cara memanipulasi ingatannya demi melanggengkan garis kekuasaan.

Yool nggak sadar, bahwa di istana, ada dua pihak yang senang jika dirinya mati. Kembali menduduki kursi Putra Mahkota berarti ancaman besar sedang mengintai nyawanya. 


Namun, Pangeran Yi Yool terlalu cerdas buat dikibulin. Dibantu oleh Jung Ji Yoon, pustakawan charming sebagai orang kepercayaannya, perlahan-lahan ingatan Yi Yool mulai kembali utuh. Jurnal harian Yool yang berjudul Diam mengungkapkan segalanya. Tentang perseteruannya dengan bapak mertua, tentang pengawal setia yang rela bertukar nyawa untuknya, tentang kenapa tempo hari ia dibunuh saat akan menghadiri Ritual Hujan, dan bahwa ia tidak pernah akur dengan Putri Mahkota. Ia juga mengingat cinta pertamanya dengan seorang gadis kecil dengan hanya melihat kenangan bunga Sakura. Jreeeengggg.....mulai seru saat episode-episode ini nih sebetulnya (kepanjangan cerita di desa siihh). 

Long story short, berkat kepintarannya berpikir, Yool sampai pada kesimpulan bahwa Moo Yeon dan Hong Shim adalah adik-kakak yang orangtuanya dibunuh oleh Kim Cha Yeon di depan mata kepalanya sendiri 10 tahun yang lalu. Selain daripada itu, bayi yang dikandung Putri Mahkota bukanlah anak Yi Yool, namun ia tak bisa menghukumnya. Dilema banget bagi semuanya untuk saling berbalas dendam. 

Dengan strategi matang yang sudah dipikirkan, Yi Yool bisa balik menjebak Kim Cha Yeon yang juga sengaja menjebaknya dalam perang.  

Hong Shim, yang ternyata adalah Yoon Yi Suh, cinta monyetnya Yool di bawah pohon sakura, menyadari posisinya tidak menguntungkan bagi lelaki tersebut. Ia merasa bersalah karena perbuatan kakaknya, Moo Yeon alias Yoon Soek Ha terhadap Putra Mahkota dan memutuskan untuk menjauhinya. 

Di akhir-akhir, keadaan yang tadinya sangat serius mendadak jadi penuh hal-hal kocak yang menggelikan, termasuk Raja yang berpura-pura sakit dan ingin Yool segera menikah lalu menggantikan tahtanya. Untuk mendapatkan kembali hati Yi Suh, Yool sengaja menjebaknya untuk membaca jurnal harian yang berisi curahan-curahan hati kesepian Yool selama 10 tahun terpisah sejak pertemuan terakhir mereka.

Perempuan mana yang nggak tersentuh sama hal-hal romantis kaya gini ya? Bisa ditebak endingnya walau nggak digambarkan secara gamblang (whaayy, i love happy ending!). Masih penasaran sama nasib Jung Jo Yoon yang cintanya bertepuk sebelah tangan (berharap endingnya jadi sama gisaeng baik yang naksir sama dia). Sempat sebel waktu dia pansos banget carmuk sana sini tapi kepandaiannya bisa sangat membantu Yi Yool merajut serpihan-serpihan ingatannya.

Harus diakui, endingnya nggak sesuai harapan. Nanggung banget, dan seperti dipadatkan di akhir-akhir. Semacam greget gitu berasa ada yang nggak tuntas. Jadi gemes nggak karuan, hehe.  


do kyung soo prince

Drama ini sukses bikin akooh ngefans sama D.O. , untuk seukuran bukan aktor, dia cocok meranin Yi Yool yang dingin, pintar tapi juga sweet. Who can resist that babyface smile! 


Dan kabarnya, karena rating drama ini terus meningkat, pihak TvN membagikan video dari pemeran drama yang memenuhi janji mereka dengan mempelajari koreografi lagu hit EXO “Growl.” Video mereka nari bisa dilihat di sini .





han soo hee, review
the casts
Hubungannya dengan konsistensi menulis apa? 

Lihat, apa barang penting yang menyelamatkan ingatan Yi Yool? yeess, buku jurnal yang rajin ditulis Yool sehari-hari. Bisa jadi, jurnal seperti ini juga yang bisa membantu kita di kemudian hari. 

Buku harian cenderung jujur, karena saat menulisnya kita dalam keadaan lepas dari beban yang seolah berat ditanggung seharian. Segala kecemasan, kecurigaan, maupun kesenangan yang kita rasakan akan sangat terlihat grafiknya dalam buku harian. Lagipula, berapa banyak orang yang menghapus dan mengedit catatannya yang sudah lewat? Tidak. Kita justru membiarkannya jadi saksi bisu. Apapun itu, kita nggak pernah malu sama buku harian, tidak memanipulasi catatan demi citra. Norak sekalian, mewek sekalian. Beda sama sosmed nowadays. 

Yi Yool juga mengajar kelas sastra bagi para pemuda kerajaan. Masa mudanya dihabiskan untuk membaca buku sebanyak-banyaknya. Selain karena tertantang oleh gadis pujaannya, ia juga tumbuh jadi pemuda yang cerdas berpikir. Yi Yool tidak percaya mentah-mentah dengan apa yang disampaikan Kim Cha Yeon padanya, ia menganalisa bukti-bukti yang ia temukan dengan pengetahuannya. Dalam usaha memulihkan ingatannya, ia juga peka pada kejadian-kejadian kecil misal kenapa dia tidak refleks menoleh saat dipanggil dengan nama Won Deuk. Dia percaya ada hal yang harus dia selidiki di balik hidup yang dijalaninya.    

Semua pengalaman yang ia temukan, ia tuliskan dalam jurnal hariannya. Sampai-sampai waktu akhirnya bertemu lagi dengan Yoon Yi Suh di desa Songjoo, dia bilang "Aku sudah tahu apa yang akan kutuliskan malam ini..." Persiiisss jika kita sudah terbiasa menulis, tiap kali "ngeliat bahan", rasanya udah otomatis kebayang di kepala apa aja yang mau ditulis. Saat berkesempatan menuliskannya, tinggal ngalir aja yang ada dalam pikiran ke dalam tulisan. 

Been there, beda banget ama sekarang...suka bingung mau nulis apa dan bagaimana memulainya xixixi. Jadi, setelah nonton ini, udah bikin pengin rajin nulis belum? 

You May Also Like

2 komentar

  1. Lucu ceritanya hehehehe... Saya pun pecinta saeguk Bun

    BalasHapus
    Balasan
    1. toss kalo gitu, hehehe... makasih udah mampir :)

      Hapus

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^

Baca Juga

7 Essentials Korean Kitchen