Tik Tak Tik Tuk

1 komentar
Aslinya, bingung ini blog mau diapakan...hidup segan mati tak mau. Mau nulis lagi  rasanya bingung juga mau mulai dari mana...lompat-lompat timeline, posting belang betong gak konsisten, mencoreng muka blogger aja haha. Tapi mau hapus akun sayang juga sih, biarpun sederhana dan berdebu, blog ini umurnya udah 8th dan ada banyak kenangan di dalamnya. 

Ah, kita ngobrol santai aja deh, cerita-cerita soal kehidupan yang semakin ke sini, semakin kompleks aja. Semua ada fasenya, waktu anak bayi yang jadi persoalan gak jauh-jauh dari berat badan anak dan GTM, gedean dikit puyeng ama toilet training, makin gede permasalahan meningkat levelnya ke soal biaya masuk sekolah yang bikin jengkang, abis itu pergaulan anak-anak, naik terus ke level berikutnya soal pre akil baligh and then..and then..and then... 

Itu baru soal anak....


Wisata Perpustakaan

Tidak ada komentar
Semasa besar di Bandung, saya mulai kenal perpustakaan karena sering ngikutin orangtua atau tante yang lagi kuliah mencari bahan tugas. "Ayo ikut ke perpus, biar tambah pengetahuan...", begitu doktrinnya. Lalu daripada bengong terus ngantuk, ikutan baca buku apa saja yang ada, baik itu judulnya "Fisika Molekul" atau "Ekonomi Mikro", pokoknya biar gak bosen nunggu yang berlama-lama ngerjain tugas. Dapat giliran ke bagian buku anak-anak kalau orang dewasa sudah selesai dengan urusannya. Saat itu, di benak saya, perpustakaan itu tempat baca dan minjem buku, yang entah jangka waktunya berapa lama karena seringkali saya lihat beberapa buku berlabel "Perpustakaan Daerah Kota Bandung" lama sekali nangkring di lemari ibu saya ^__^

Begitu SMP dan bisa pergi sendiri, saya kenal dengan Taman Bacaan dekat sekolah. Taman Bacaan memang tidak 'se-ilmiah' dan seformal perpustakan, kebanyakan juga buku-bukunya cenderung ringan dan populer saja. Tapi kalau jadi "anak perpus" saat itu gak keren (standar perpustakaan sekolah dahulu, koleksi bukunya jadul dan tidak menarik), nongkrong di "taman bacaan" setidaknya terlihat lebih gaul ;p 

Dulu, yang saya sewa masih seputar komik Detective Conan, Shoot atau Offside, memilih komik karena cuma punya waktu curi-curi baca di kolong meja kelas. Kalo saya bawa komik ke rumah, bisa diceramahin ibu sampai sore...hehe. 


Candi Singhasari (1300M)

Tidak ada komentar

Tersebutlah Candi Singosari, satu dari enam atau tujuh sisa peninggalan sejarah yang tersebar di wilayah Malang Raya. Candi-candi ini menjulang kokoh selama puluhan abad, melalui berkali-kali restorasi, bahkan sebelum kata "Indonesia" dilahirkan.

Jalan-jalan mengunjungi situs sejarah memang tidak seglamour seperti city icon yang ramai dan nge-hip. Hawanya sepi, sunyi, hanya benda-benda purbakala yang berbicara tentang masa lalu, masuknya saja kadang gratis, demi menarik massa. Bagi saya, candi atau stupa tiada lain mengingatkan pada pelajaran sejarah di sekolah yang penuh dengan hafalan nama, tahun, tempat dan kejadian. 

Dalam kisah sejarah nusantara, terdapat sejumlah nama besar raja-raja berikut peninggalan kejayaannya, tidak lupa bumbu-bumbu drama pengkhianatan, cinta segitiga, kesaktian seseorang hingga memunculkan legenda dibalik penciptaan fenomena alam seperti air terjun, danau atau situs historis lainnya. 


Lokasi


Candi Singosari terletak di desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, sekitar 9 km dari kota Malang ke arah Surabaya. Sangat mudah menjangkau candi ini, terlebih lokasinya ada di tengah pemukiman penduduk dan wilayah dengan nama jalan yang tematik.

candi singosari, singhasari

Masuk ke sini gratis, bayar kalau beli buku panduannya. Hanya diminta isi buku tamu, lalu terserah, mau nyumbang seikhlasnya untuk perawatan candi, sangat direkomendasikan.

Relief dan Corak


Candi Singosari diperkirakan dibangun pada tahun 1300 M, dibuat sebagai penghormatan kepada raja Kertanegara, raja terakhir kerajaan Singhasari yang masyhur sebelum menjadi cikal bakal kerajaan Majapahit yang melegenda. Ada yang bilang raja Kertanegara dimakamkan juga di sini, berdasarkan kitab Pararaton yang menyebutkan bahwa Kertanegara dimakamkan di Tumapel (nama lain dari Singosari). "dimakamkan" di sini artinya tempat bersemayamnya abu sang Raja, mengingat dalam tradisi Hindu, jenazah dibakar kemudian sebagian abunya dilarungkan ke laut, sisanya ditaruh di tempat pendharmaannya yaitu bangunan tempat peringatan atau pemujaan terhadap arwahnya. Bangunan ini pada masyarakat umum disebut Candi.

Bagian bawah candi hanya seperti pelataran yang cukup luas di ke empat sisinya, terdiri dari relung-relung untuk meditasi atau pemujaan. Di dalam setiap relung ada patung Siwa, ada juga yang isinya kosong tidak ada apa-apa. Saya memasuki ruang demi ruang demi melongok setiap sudutnya, berusaha merekonstruksi pikiran, apa yang dilakukan orang-orang dahulu di bangunan ini? well, gak kebayang...baiklaahh...

Masih bingung apakah candi Singosari ini bercorak Hindu atau bercorak Budha, atau keduanya. Mengingat kerajaan Singosari (1222–1292) adalah kerjaan yang bercorak Hindu-Budha. Saya tidak cukup banyak membaca perbedaan candi Hindu dan Budha, pengamatan saya pada struktur candi yang menjulang menyerupai gunung dan ornamen bangunan di mana terdapat banyak patung kepala Batara Kala atau dewa Siwa, yang artinya candi ini bisa juga berupa pemujaan terhadap dewa tertinggi tersebut, menurut saya ini lebih Hindu banget (interpretasi pribadi, red). 

Saya menelusuri sisi demi sisi candi, meraba bebatuan yang menyusunnya, menyimak beberapa lubang bekas direstorasi oleh Belanda di tahun 1930 tapi sepertinya belum sampai rampung karena masih banyak bebatuan di sekitar yang belum kembali pada tempatnya semula. Beberapa arca di sini sekarang berada ke museum Volkenkunde di Leiden, Belanda, seperti arca Ganesha, Agastya, Durga, dan lain-lain. Sebagian lagi ada di Museum Nasional Indonesia. 

Arca-arca lain berjajar rapi di halaman luar, beberapa sudah tidak utuh bagian-bagiannya atau memang belum terselesaikan. Yang bisa saya kenali antara lain arca dewa Siwa dalam berbagai posisi, dewi Durga, dan lembu Nandhi (tau yaaa..asisten dewa Siwa yang terkenal setia itu), iya saya juga taunya dari serial Mahadeva di antv kok :p

candi singosari, singhasari

Legenda

By the way, yang tidak kalah terkenal dari candi ini adalah legenda kerajaan Singhasari itu sendiri. Diceritakan Singosari ini dulunya bernama Tumapel, bagian dari wilayah kerajaan Kediri, yang dipimpin oleh seorang akuwu (semacam kepala desa/camat) yang bernama Tunggul Ametung. Tunggul Ametung punya istri yang sangat cantik bernama Ken Dedes, yang menurut ramalan, dia akan melahirkan keturunan raja-raja. Salah satu pengawal istana, Ken Arok, kepincut sama kecantikan Ken Dedes, lalu ia berniat merebutnya dari sang Raja dimana akhirnya Tunggul Ametung tewas tertikam keris sakti buatan Mpu Gandring. Sampai di sini, muncul bagian yang menarik, karena ada dua versi sejarah yang berbeda ;

Pertama, selama ini kita mengenal sejarah kerajaan Singhasari dari buku pelajaran di sekolah. Lima jilid buku berjudul SEJARAH NASIONAL INDONESIA karangan Prof.Dr. Nugroho Notosusanto. Dalam versi ini, diceritakan bahwa Ken Arok yang membunuh Tunggul Ametung memakai keris pesanannya dari Mpu Gandring. Tujuan Ken Arok tiada lain adalah melenyapkan suami Ken Dedes dan menjadi penguasa Tumapel. Sebelumnya, Ken Arok melakukan tipudaya fitnah terhadap Kebo Ijo, pengawal kerajaan lainnya, hingga ketika Tunggul Ametung tewas, Kebo Ijo lah yang dihukum mati dan Ken Arok bebas melenggang menuju kekuasaan.

Kedua, versi yang diceritakan dalam novel yang berjudul "Ken Arok" yang konon ditulis berdasarkan kitab Negarakertagama dan kitab Pararaton (kitab para raja). Di sini, si Kebo Ijo, tangan kanan Tunggul Ametunglah yang menikam sang raja karena dijanjikan oleh Kertajaya raja Kediri akan diberi kekuasaan menjadi akuwu Tumapel. Kebo Ijo kemudian dihabisi oleh Ken Arok, dan secara otomatis menggantikan Tunggul Ametung sebagai akuwu Tumapel. Dalam kepemimpinannya, Tumapel berhasil menjadi wilayah yang disegani, baik dari kekuasaan maupun kekuatan prajuritnya, melampaui kerajaan Kediri sendiri yang akhirnya menyerah di tangan taklukannya. 

Tentang versi mana yang benar, perlu kajian lebih luas lagi mengingat kitab Pararaton sendiri ditulis jauh setelah eranya para raja tersebut dan bisa jadi mengandung unsur tambahan, mitologi, maupun tokoh-tokoh fiktif. Begitu pula dengan buku Sejarah Nasional, yang ditulis pada masa orde baru. Kita hanya belajar dari bukti-bukti yang tertinggal, meramu kisah yang tentu selalu penuh interpretasi subjektif.

Yang kemudian sama dari kedua versi ini adalah, Ken Arok mendirikan kerajaan Singhasari dan menjadi raja pertama bergelar Sri Jaya Amurwabhumi (1222-1227). Dari keturunan inilah lahir banyak raja-raja di kemudian hari, terlebih lagi Ken Arok memiliki dua istri yakni Ken Dedes dan Ken Umang. Drama berlanjut ketika perebutan kekuasaan terjadi di kalangan anak-anak mereka, Anusapati sebagai anak tertua yang merupakan anak Ken Dedes dengan Tunggul Ametung, merasa berhak dan membalaskan dendam ayahnya menikamkan keris Mpu Gandring ke tubuh Ken Arok. Anusapati menjadi Raja Singhasari (1227-1248), sementara itu persengketaan tahta terus berlanjut di kalangan mereka, saling membalaskan dendam, pergantian raja dari Anusapati ke Tohjaya, Wisnuwardhana, hingga berakhir di raja Kertanegara (1268-1292).

Singhasari mencapai kegemilangannya pada masa Kertanegara yang berhasil menaklukan daerah-daerah di luar Jawa antara lain Melayu, Bali, Pahang, Gurun dan Bakulapura. Bahkan konon ia pernah menolak permintaan Kubilai khan raja Mongol untuk tunduk kepadanya.

Keruntuhan kerajaan Singhasari ditandai oleh kematian Kertanegara saat terjadi penyerangan yang dipimpin oleh Jayakatwang dari kerajaan Kediri. Salah seorang menantu Kertanegara, yaitu Raden Wijaya berhasil melarikan diri lalu kemudian nantinya mendirikan kerajaan legendaris di nusantara, yakni kerajaan Majapahit yang sekarang menjadi wilayah Trowulan, kabupaten Mojokerto.

Puyeng? iyaaaa...tapi menarik. 

Yang pasti, dari hasil jalan-jalan seperti ini, kalau kita mau membaca dan mencari tahu, wisata candi tidak lagi membosankan karena penuh dengan simbol dan peninggalan yang menanti digali lebih dalam. Kalau lah Robert Langdon benar-benar ada, dia pasti antusias banget menelusuri candi demi candi di seluruh Nusantara :)

Traveler notes : masih ada beberapa situs lain di wilayah Candirenggo, antara lain arca raksasa Dwarapala yang biasanya ditempatkan sebagai penjaga pintu gerbang masuk tempat suci. Satu lagi stupa Sumberawan yang letaknya jauh ke atas di kaki gunung Arjuna.

Yang tidak boleh dilupakan saat jalan-jalan ke sini, ada banyak kedai bakso enak di sekitar wilayah candi. Never missed the chance to enjoy city of bakso. 

Baca juga tentang Candi Sukuh di Karanganyar, Jawa Tengah yang konon dulunya merupakan tempat pengruwatan. 

Zamzam Hotel & Convention : Segarnya Menginap di Kota Batu

3 komentar
Popularitas Kota Wisata Batu semakin menanjak beberapa tahun belakangan ini, apalagi kota yang ber-icon buah Apel ini sudah memantapkan diri sebagai kota pariwisata dan pertanian. Maka tak heran jika setiap tahunnya, objek-objek wisata baru selalu bermunculan membawa keunikan masing-masing yang membuat kota ini menjadi salah satu top destinasi wisata di Indonesia.

Berkembangnya sektor pariwisata di Batu, dibarengi pula dengan meningkatnya industri hospitality seperti penginapan dan akomodasi. Ada begitu banyak pilihan tempat menginap, dari mulai guest house, hostel, homestay, villa, budget hotel hingga hotel berbintang. Dari yang lokasinya sangat strategis di tengah-tengah tempat wisata hingga hingga di kaki gunung saat kemalaman trekking, penginapan di Batu tak pernah mengalami sepi pengunjung. 

Bingung memilih tempat menginap yang cocok lokasi, harga, dan fasilitas? ada ratusan review untuk ratusan penginapan di Batu yang tersedia di internet. Persiapkan tujuan wisata Anda, budget menginap, durasi menginap dan peta untuk browsing penginapan di sekitar lokasi wisata. Pilihlah penginapan yang standar pelayanannya sudah tersertifikasi, ini merupakan jaminan bahwa fasilitas yang akan Anda dapat telah memenuhi kualitas standardisasi di kelasnya.   

Di postingan ini saya akan mengajak Anda mengunjungi salah satu penginapan terbaik di kota Batu, Zamzam Hotel & Convention.


Ganti Saja Bahan Masakannya!

Tidak ada komentar
Repost from https://www.sahabatnestle.co.id/content/view/ganti-saja-bahan-masakannya.html

Hepi bangeett nemu artikel ini, karena seringkali mati gaya pas salah satu bahan gak ada di dapur, mood yang tadinya semangat mau bikin sesuatu, turun ke level males dan gak pede. Hehe. 

Here it is, don't worry. Memasak bukan ilmu pasti :)

Memasak bukan ilmu pasti, memasak merupakan seni yang masing-masing orang bisa berkreasi sesuai seleranya. Karena itu jangan terpaku dengan resep masakan. Bisa jadi kreasi dan variasi resep baru ciptaan Anda justru lebih lezat dibandingkan resep aslinya. Yuk, kita simak beberapa jenis bahan makanan yang bisa saling menggantikan.
·        Ganti santan dengan susu
Beberapa jenis masakan seperti rendang dan opor memang identik dengan santan kelapa. Namun jika Anda ingin membuat bubur kacang hijau, puding buah, kue lumpur, atau kari ayam, santan di dalam resep bisa diganti dengan susu. Citarasa dan warnanya hampir mendekati, bahkan masakan dan kue menjadi tidak terlalu creamy dan lebih kaya gizi.
·        Tidak ada kabocha, labu kuning sebagai gantinya
Beberapa jenis resep memerlukan kabocha sebagai bahan utamanya. Jangan panik, labu kuning atau labu parang bisa menggantikan. Sama persis dari rasa, warna dan teksturnya.
·        Pewarna hijau, ganti dengan daun suji yang lebih sehat
Kue tradisional dan jajan pasar sering menambahkan pewarna hijau sebagai  pemberi warna. Meskipun dalam ambang batas tertentu dibolehkan, pewarna makanan tetap bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Ganti saja dengan menumbuk daun suji dan daun pandan, peras airnya dan gunakan sebagai pengganti pewarna makanan. Selain lebih sehat, pewarna alami daun suji dan daun pandan juga membuat aroma kue lebih harum.
·        Susahnya mencari zuchhini
Zucchini adalah sayuran yang cukup susah dicari di pasaran. Jika bertemu resep yang menggunakan sayuran ini, ganti saja dengan timun jepang atau terung. Tekstur dan rasa kedua bahan ini tidak beda jauh dengan zucchini yang mahal dan susah didapat.
·        Okra dan oyong sama lezatnya
Banyak masakan Eropa dan Timur Tengah yang menggunakan sayuran okra sebagai bahan utamanya. Jika susah mendapatkannya, jangan berkecil hati, masakan tumis okra, atau sup okra bisa diganti dengan oyong. Dilihat dari sisi rasa, tekstur, dan penampakannya okra dan oyong sangat mirip dan sama lezatnya.
·        Susu bubuk bisa menggantikan double cream
Anda pasti pernah menjumpai resep masakan yang menggunakan double creamDouble creamadalah kepala susu. Jika tidak tersedia, ganti saja dengan melarutkan dua sendok makan susu bubuk dengan 4 sendok makan air hangat dan menambahkan sedikit mentega. Dijamin rasanya tidak jauh berbeda.
·        Ganti mentega dengan margarin
Kue dan masakan yang menggunakan mentega (butter) sering membuat kita kelabakan karena harga mentega yang mahal. Mentega merupakan jenis lemak hewani yang tinggi kolesterol. Karena itu, jangan ragu mengganti mentega di dalam resep dengan margarin, si lemak nabati  yang lebih sehat dan murah tentunya.
·        Tak ada maizena, banyak tepung pengganti
Tepung maizena sering ditambahkan sebagai pengental masakan seperti sup, saus  atau cah sayuran. Ambil saja tepung kanji, tepung beras, atau tepung terigu jika di lemari dapur Anda tidak tersedia tepung maizena. Sifat tepung ini sama dengan tepung maizena, yaitu dapat mengentalkan masakan. Catatan untuk tepung kanji, jangan menambahkan tepung ini terlalu banyak karena sifat tepung kanji akan lengket menyerupai lem jika digunakan terlalu banyak. 
·        Jika salmon mahal dan susah didapat
Ikan salmon memang sehat dan mengandung lemak omega yang baik untuk kesehatan tubuh, Namun bukan berarti tak tergantikan. Jenis ikan seperti ikan kakap, ikan tuna, ikan gindara, dan ikan gurami yang lebih murah dan mudah didapat juga bisa digunakan. Ditilik dari sisi nutrisi, ikan pengganti ini juga mengandung zat gizi yang tinggi dan tentu saja tidak kalah lezat.
·        Tidak ada rebung, masih ada umbi bengkuang
Anda mau membuat lumpia namun kesulitan mencari rebung?  Ganti saja dengan umbi bengkuang, warna dan rasanya dijamin mirip. Hanya saja ada aroma khas rebung yang memang tidak dimiliki oleh bengkuang.
·        Susahnya mencari daun selada romaine
Resep salad apalagi resep dari Eropa biasanya menggunakan bahan daun selada yang harganya mahal dan susah didapat karena daun ini sebagian besar masih impor,seperti daun selada romaine, head lettuce, atau selada endive.  Jangan khawatir, ganti saja dengan daun selada keriting, rasa dan kandungan nutrisinya tidak jauh berbeda.
·        Kacang-kacangan bisa saling menggantikan
Kita sering dibuat kelabakan dengan resep kue atau masakan yang menggunakan beragam jenis kacang-kacangan impor, seperti kacang almond, kacang pecan, kacang walnut, chestnut, pistachio, atau macadamia. Anda tentu tidak perlu keluar masuk supermarket terkemuka untuk menjcari jenis kacang ini karena kacang lokal seperti kacang mete, kacang kenari, dan kacang tanah bisa menggantikan kebutuhan akan kacang impor.
·        Saffron mahal, bubuk kunyit sebagai pengganti
Anda tentu akan mundur teratur ketika melihat resep masakan yang nampak lezat seperti nasi briyani ternyata menggunakan bumbu bernama saffron. Bukan saja susah dicari, bumbu ini juga sejumputnya saja berharga ratusan ribu. Tambahkan saja bubuk kunyit, dijamin warna dan rasanya tidak jauh berbeda dengan bumbu saffron.
Jadi, jangan terpaku dengan patokan resep standar. Bahan makanan tertentu bukan harga mati yang harus ada di dalam sebuah resep.  
Jika tidak tersedia, bukan berarti Anda batal memasak, kan? Cari saja alternatif pengganti dan terus semangat memasak

Pumpkin spicy muffin

Tidak ada komentar



It feels good I can post again... ^^
Salam ngemil pumpkin spicy muffin.