Wisata Perpustakaan

Tidak ada komentar
Semasa besar di Bandung, saya mulai kenal perpustakaan karena sering ngikutin orangtua atau tante yang lagi kuliah mencari bahan tugas. "Ayo ikut ke perpus, biar tambah pengetahuan...", begitu doktrinnya. Lalu daripada bengong terus ngantuk, ikutan baca buku apa saja yang ada, baik itu judulnya "Fisika Molekul" atau "Ekonomi Mikro", pokoknya biar gak bosen nunggu yang berlama-lama ngerjain tugas. Dapat giliran ke bagian buku anak-anak kalau orang dewasa sudah selesai dengan urusannya. Saat itu, di benak saya, perpustakaan itu tempat baca dan minjem buku, yang entah jangka waktunya berapa lama karena seringkali saya lihat beberapa buku berlabel "Perpustakaan Daerah Kota Bandung" lama sekali nangkring di lemari ibu saya ^__^

Begitu SMP dan bisa pergi sendiri, saya kenal dengan Taman Bacaan dekat sekolah. Taman Bacaan memang tidak 'se-ilmiah' dan seformal perpustakan, kebanyakan juga buku-bukunya cenderung ringan dan populer saja. Tapi kalau jadi "anak perpus" saat itu gak keren (standar perpustakaan sekolah dahulu, koleksi bukunya jadul dan tidak menarik), nongkrong di "taman bacaan" setidaknya terlihat lebih gaul ;p 

Dulu, yang saya sewa masih seputar komik Detective Conan, Shoot atau Offside, memilih komik karena cuma punya waktu curi-curi baca di kolong meja kelas. Kalo saya bawa komik ke rumah, bisa diceramahin ibu sampai sore...hehe. 





Cuman sampe nomor 34 inilah pengalaman "Conan" saya

Yang ini alhamdulillah sampe tamat (kalo gak ada lagi lanjutannya)

Selanjutnya, saya dan teman-teman tertantang untuk safari Taman Bacaan di daerah sekolah lain. Judul komik kesayangan sudah tamat, lanjut ganti genre remaja, Goosebumps dan Fear Street karya RL Stine, anak 90an pasti tau yaa ;) 





Berasa keren banget baca buku serial populer semacam ini, gaya bahasa dan isi ceritanya pun abege sekali, menyesuaikan usia. Pinjam buku selama dua minggu nebeng kartu anggota teman, lupa tepatnya berapa harga sewa per buku saat itu, nggak lebih dari 500 rupiah deh!

Duduk di bangku SMA, saya kembali sering mengunjungi Perpustakaan Kota bahkan sudah duduk manis sedari jam 8 pagi, karena.....kesiangan masuk sekolah :) Sekolah saya termasuk yang ketat sekali urusan disiplin waktu, maka ketika telat 10 menit gerbang besar sudah ditutup, nggak ada kesempatan lagi buat nyelip-nyelip masuk menerobos tiga lapis gerbang. Terpaksa balik kanan dan untuk menghabiskan waktu setidaknya sampai jam 12 siang, saya nongkrong lama di perpustakaan, baca sebanyak mungkin selama waktu berjalan. Untuk ini saya sampai punya binder khusus yang isinya semua "hal-hal penting" yang saya salin dari buku di perpus dari mulai quotation dan fakta-fakta menarik. Catat ya, mabal sekolah ala saya tidak melipir ke mal seperti yang akan dilakukan anak-anak jaman sekarang, hahahaha.

Jaman saya kuliah, saya dan teman-teman memang lebih sering duduk di perpustakaan jurusan saat jeda mata kuliah, nggak selalu baca sih, ngobrol tanpa menyentuh buku satupun juga sering. Emm, boleh lah kalo dibilang anak perpus, walau alasan kami biar ngirit aja daripada nongkrongnya di kantin habis berbotol-botol teh. Kami juga menjelajahi perpustakaan NGO dan lembaga penelitian kalau kebetulan lagi jalan-jalan ke Jakarta. Fotocopy is the best way, untuk buku-buku bagus yang tidak bisa kami pinjam, dan tidak sanggup kami baca selesai saat itu juga, maafkan soal pembajakan ini :(

Tahun-tahun 2000 ke atas juga banyak bermunculan library-cafe dengan wifi hotspot biar nongkrongnya rada intelek, walau tetap saja...lebih banyak ngobrolnya ketimbang bacanya. Zoe Comic Corner di Jalan Pager Gunung adalah salah satu tempat mangkal saya buat baca-baca, janjian ketemu orang, atau sekadar ingin menyendiri saat galau.  

Mau lebih ringan lagi, cukup bolak balik majalah saja sambil nyeruput es teh manis, or else, bawa laptop segede gaban, pesan minum, dan internetan sepuasnya alias gak baca buku sama sekali, bro.. :D

Senang rasanya mengetahui bahwa saat ini di berbagai kota di Indonesia, dibangun perpustakaan yang memadai baik milik swasta maupun pemerintah. Kalau dulu, perpustakaan identik dengan gedung yang kaku, buku-buku yang berdebu dan berantakan, perpustakaan jaman sekarang secara interior sudah jauh lebih nyaman dan keren--untuk selfie, penataan buku yang lebih rapi dan koleksi kepustakaan yang up to date.

Ini bisa jadi salah satu pemacu kenaikan tingkat literasi Indonesia yang katanya masuk di peringkat buncit dunia, sedih ya... :(

Setelah hampir 5 tahun tinggal di Malang, saya baru mengajak anak-anak ke perpustakaan Kota setahun belakangan ini, sebagai alternatif weekend kita selain taman kota dan wisata alam. Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang terletak di lokasi yang sangat strategis di tengah kota dan dilalui banyak angkutan umum, jadi seharusnya nggak bakal males karena alasan jauh dan susah transport.

Gedung perpustakaan terdiri dari tiga lantai, lantai satu untuk registrasi keanggotaan, ruang anak-anak dan hall kecil di tengah gedung untuk mengadakan workshop atau bedah buku. Lantai dua terdiri dari ruang sirkulasi (peminjaman dan pengembalian), ruang multimedia, ruang referensi dan ruang koleksi buku teks umum. Sedangkan lantai tiga difungsikan sebagai hall serbaguna yang lebih besar.

Untuk berkunjung dan membaca saja, perpustakaan ini bebas dikunjungi masyarakat secara umum, tidak perlu registrasi atau mengisi daftar tamu. Tersedia locker penyimpanan barang dengan kunci, yang, pada hal ini, handbag ala emak-emak pun harus dititipkan. Alhasil bagian ini agak repot karena harus nenteng dompet, hp plus charger, tambah lagi kalau sekalian bawa alat tulis.

Kebetulan, tiap ke sana, saya nggak pernah punya kesempatan mampir ke bagian umum karena selalu sama anak-anak. So i cannot give you any hints about general collections, kapan-kapan mau mampir sana kalau pas pergi sendiri.

Ruang baca anak-anak di sini tidak terlalu besar, tapi koleksinya sangat mumpuni dengan kebutuhan literasi anak-anak. Buku-buku tersusun rapi sesuai kategorinya (dan segera dibereskan petugas bila ada buku yang nyelip di rak kategori lain). Ada kategori komik, buku referensi, fiksi (novel atau buku cerita), buku aktivitas, dan play book. Judul-judulnya pun cukup up-to-date, alias buku yang rilisnya maksimal 5th ke belakang, artinya, konten di dalamnya tidak ketinggalan zaman sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.






Interior ruangan ini juga nyaman dan eyecatching banget buat anak-anak. Dinding yang dilukis gambar menarik, kursi baca warna-warni dan tersedia juga beberapa unit komputer untuk browsing, dan LCD tv untuk memutar video peraga. Bikin betaaahh berlama-lama baca atau membacakan buku buat anak-anak, AC di beberapa titik mengeluarkan udara yang cukup sejuk dan ada beberapa charging port buat mama-mama yang agak mati gaya (mungkin sudah terlalu addicted dengan handphone - iya, seperti saya juga)

Sisi lain yang menyenangkan, terdapat playground buat anak-anak batita yang kelakuannya masih "mengkhawatirkan" dengan buku. Playgroundnya pun nyaman banget dengan karpet puzzle, ruangan sejuk dan terang, tersedia beberapa mainan edukatif, ayunan, perosotan. Betapa cocoknya tempat ini buat mengasuh anak secara murah-meriah-manfaat.



Oh iya, di sebelah ruang anak-anak, ada nursing room yang cukup besar dan memadai dengan fasilitas lengkap ganti popok, wastafel, dsb. 

Untuk jadi anggota perpustakaan ini, cukup mendaftar dengan memberikan fotocopy ktp (boleh kota atau kabupaten Malang). Prosedur registrasinya secara online, langsung dapat nomor anggota, difoto lalu kartu anggota jadi sekitar 30 menit. Lama peminjaman buku sekitar 7 hari. All free. 

Hal lain yang menyenangkan dari perpustakaan ini adalah, setiap harinya buka sampai malam dan weekend tetap buka! Ini terobosan bagus banget buat para pekerja yang butuh refreshing sepulang ngantor, buat anak-anak sekolah yang sorenya mau tambah wawasan, buat working moms yang pingin bawa anak ke sini, dimana weekend yang biasanya dihabiskan di mall atau keluar uang banyak buat makan, ini ada alternatif hemat dan edukatif buat anak-anak. Jadi bisa ya, ibu-ibu, #WeekendTanpaMal ? :) 

Sering ke sini? definetely, yes! anak-anak senang, dompet aman. 

Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang 
Jl Besar Ijen 30A, Malang 


Jam Layanan Perpustakaan normal
Senin s/d Jum'at : 08.00 - 20.00 WIB
Sabtu : 09.00 - 20.00 WIB
Minggu : 09.00 - 20.00 WIB
Hari Libur Nasional : TUTUP

Tidak ada komentar

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^