Tampilkan postingan dengan label BPNRamadhan2021. Tampilkan semua postingan

5 Alasan Kenapa Menulis di Blog

Tidak ada komentar
Waktu mengisi sharing tentang ngeblog di Rumah Belajar Menulis komunitas, saya dapat pertanyaan menarik. Kenapa harus menulis di blog, tidak di sosmed, Docs, Keep, atau Notes saja?  

Hmm, kalau dipikir-pikir benar juga ya. 

Apalagi saat ini wadah untuk membuat konten maupun sumber konten sudah sangat beragam. Kita lihat fenomena hebohnya Tiktok, Likee, Snack, IGTV, IG Live yang mengombinasikan audio dan visual sehingga konten macam ini tidak hanya didominasi YouTube saja. Lalu belakangan marak podcast yang ternyata juga banyak penggemarnya karena bisa didengar dan dilakukan kapan saja tanpa harus 'menyiapkan muka' atau ketak-ketik keyboard. 

Lalu posisi blog ada di mana di antara penyedia-penyedia konten tersebut? Masih adakah pembaca blog selain sesama blogger itu sendiri?




Nyatanya, menurut berbagai sumber, ada lebih dari 500 juta website yang lebih cocok disebut blog seliweran di jagat maya ini. Jutaan blog tersebut, setiap harinya memublikasikan postingan terbaru.  Jadi kebayang dong ada berapa juta postingan yang terbit online setiap hari?  Kalau blogernya saja banyak begitu, masih adakah ceruk pembaca organik, yang benar-benar membutuhkan informasi dalam blog dan bukan sekadar melakukan blog walking? 

Jawabannya, ADA DOONKK!! 

Mari optimis. Bahwa setiap penulis blog, membawa perspektif, pengalaman, gaya penulisan, dan cara penyampaian yang berbeda-beda. Sebagaimana tidak ada manusia yang benar-benar sama satu sama lain, begitu pula blog yang merupakan hasil cipta, rasa, karya, dan karsa manusia di baliknya.  

Setiap blog akan menemukan pembacanya. Sekecil apapun ceruknya, pembaca akan mencari konten yang personally cocok untuk diri mereka sendiri. Sebegitu kompleksnya persoalan manusia di bumi ini yang bisa dibahas, maka ada jutaan topik tulisan yang berpeluang menemukan atau ditemukan pembacanya. 

Yakini satu hal, yang ingin tahu bagaimana cara membuat ikan asin bukan cuma kita, tapi orang lain entah di mana juga pasti ada yang mau tahu. Nah, kini kita ketemu things we want to know in commons. Cuss tulis di blog! 

Jika menulis diary manfaatnya untuk kita sendiri, maka ketika menulis di blog, kita menulis untuk orang lain juga. Entah orang lain dapat insight atau tidak dari tulisan kita, tulisan kita akan dibaca orang lain (indikator tulisan kita dibaca bukan dari ada tidaknya komentar, lho ya).  

Maka dari itu, tentu saja pertanyaan kenapa harus menulis di blog akan terjawab pada alasan-alasan kenapa orang (masih) nulis di blog, dan tidak hanya di sosmed. 

5 Alasan Kenapa Menulis di Blog 

1. Memperdalam Hobi dan Passion 

Banyak blog berniche yang ada di kategori ini. Sueneeeng dan berbinar-binar kalau baca blog seperti ini karena kelihatan mereka konsisten dan fokus pada hal-hal yang disukai atau sedang didalaminya. Kita juga banyak belajar dari blog-blog seperti ini karena satu hal bisa dibahas sedalam-dalamnya. 

Beberapa blog niche favorit saya antara lain Just Try and Taste dan Sally's Baking Addiction. Aduh monmaap, keliatan ya kecenderungan bacaan saya balik ke makanan lagi. 

2. Membagikan Ilmu dan Keahlian

Ini banyak juga yaaa contohnya, termasuk yang berbasis passion juga sepaket dengan penerapan ilmu dan keahlian yang dijalaninya. Saya pernah browsing cari pola membuat masker dan ketemu sama blog yang isinya semua tentang jahit menjahit, cute banget! 

Dari blog-blog seperti ini juga kita bisa mendapatkan cipratan ilmu dan menyimpannya jadi rujukan terhadap sesuatu. Yakin deh pasti banyak halaman-halaman yang di-bookmark atau dibagikan di blog kaya gini. 

Salah satu yang sohor dalam kategori ini adalah blognya Raditya Dika dan dokter anak kesayangan ibu-ibu, blognya Dokter Apin, Sp.A .
 

3. Membagikan Pengalaman 

Ini mungkin kategori paling banyak dihuni oleh bloger seluruh dunia, termasuk saya. Pengalaman diri sendiri, pengalaman orang lain yang ditulis dari sudut pandang pribadi, buah pemikiran di kala sibuk maupun senggang, atau rekomendasi tontonan, wisata, dan kuliner adalah hal-hal personal yang siap dibagikan untuk dibaca bebas oleh publik. 

Karena pengalaman antara satu dan yang lain akan berbeda, maka isi sebuah blog memang layaknya bersifat personal. Saat membacanya, kita berasa sedang diajak ngobrol oleh si penulis blog itu sendiri. Ada kalanya kita mengangguk-angguk saat membaca sebuah postingan, ada kalanya kita ingin bertanya atau mengatakan sesuatu lewat kolom komentar. 

4. Mendokumentasikan Karya 

Ini juga banyak sih sebenarnya, kalau belum pernah ketemu mungkin belum waktunya aja. Banyak yang menulis blog untuk tujuan akhirnya menerbitkan buku (menulis part-part-nya di blog, kemudian versi utuhnya di buku terbit), atau para tukang masak yang memajang hasil karya masakan atau foto-fotonya di blog sebagai portofolio. 

Seingat saya, Dee Lestari juga dulu juga banyak menulis di blog (nggak tahu sekarang), dan lewat  tulisan-tulisannya itu kita jadi bisa menebak nuansa  cerita novel yang diterbitkannya.   

5. Cuan! 

Ini barangkali gue juga, hahaha. 
Iklan di atas dan di bawah postingan artikel ini adalah buktinya 😌 (tolong klik ya, buat beli takjil, wkwk). Ya tentu saja lumayan, jika blog ini menghasilkan cuan, minimal bisa untuk membiayai perpanjangan domain setiap tahunnya, beli template, atau bayar hosting. 

Yang berada dalam kategori ini jelas banyaakkk, buanyaaakkk sekali adanya. Mulai dari blog abal-abal yang penuh iklan selayar sampai blog yang isi postingannya mumet semua (mungkin bukan saya target pembacanya). 

Intinya, apapun alasan kita ngeblog, bahkan untuk alasan di luar lima di atas, lanjuuttt ajaaaa ... pede ajaaa .... terus menuliiiss. Niatkan menulis untuk menorehkan jejak hidup kita di dunia. Zaman telah memungkinkan membawa tulisan kita ke mana saja. Maka tulislah hal yang baik-baik. Jika tulisan kita bermanfaat, pahalanya mengalir terus ke liang lahat.  

Ih, kok jadi berkaca-kaca? 
Anu, jadi kepikiran ... entah sampai kapan saya bisa menulis. Sepanjang tangan ini mampu bergerak, biarkan dia jadi saksi bahwa kita menggunakannya untuk kebaikan 😊

Skill dari Menulis Blog

Tidak ada komentar
Setelah bercerita tentang arti nama blog, dan alasan kenapa terus menulis di blog, saatnya kita menulis harapan terhadap blog ini ke depannya. Iya doong, harapan itu kan ke depan, kalau ke belakang namanya menyesal.

Yang ditanya sih harapan terbesar, tapi ini jelas bakalan terlalu muluk-muluk jatuhnya karena harapan kecil-kecil juga jika tercapai satu per satu, maka nantinya jadi sebuah pencapaian besar. Maka, yang kecil-kecil dan realistis untuk dijangkau inilah yang harus dipertahankan konsistensinya dari waktu ke waktu.

Terinspirasi dari Becoming Minimalist, banyak hal-hal yang saya pelajari selama ngeblog dari dulu sampai sekarang. Poin-poin pada artikel tersebut mewakili pikiran saya mengenai hal-hal yang saya dapatkan selama nulis di blog.

BPN Challenge Ramadhan

Skill yang Didapat dari Menulis Blog

1. Menulis

Tentu sajaa, kunci kefasihan menulis adalah dengan semakin banyak menulis. Tangan luwes, otak encer, kosakata berkembang. Struktur berpikir juga jadi lebih baik ketika kita banyak menulis, karena kita terbiasa merangkai kata dan meruntutkan pikiran.

Eh iya, dan blogging should be more fun than essay writing, ya nggak?

2. Bertanggung Jawab

Ketika kita klik "publikasikan" postingan kita, maka sejak itu publikasi menjadi tanggung jawab penulis. Entah akan menimbulkan pro kontra atau viral kemudian, konsekuensi menuliskan opini pribadi akan selalu ada.


Komen negatif mungkin akan ada yang mampir di blog kita. Jangan baper. Teruslah menulis. Berpikir lebih panjang sebelum memublikasikan tulisan itu bagus sekali, tapi juga jangan kelamaan ragu-ragu terus ya. Semua ada adabnya kok.

3. Engage with Digital Marketing

Setelah memutuskan buat monetize blog, i've been dealing with any form of gigantic digital marketing and business nowadays. Kenal dengan macam-macam brand, cara marketing, dan belajar bekerjasama dengan orang lain secara profesional.

4. Networking.

Nggak cuman punya banyak kenalan sesama blogger lewat blogwalking, ada banyak juga orang-orang yang bertemu di dunia nyata dan mengaku pernah (sekali juga pernah yakan?) membaca blog saya ini sebelum mengenal saya pribadi.

5. Habit membaca. 

 It’s true what they say, “Writers read.”

6. Saling support. 

Dengan monetisasi, saya jadi tahu motivasi yang berbeda-beda dari setiap blogger. Ada yang memang menggantungkan penghasilannya pada kegiatan ini, ada yang sekadar nambah-nambah uang harian, ada yang privilege seperti saya yang pendapatannya dipakai untuk operasional blog (termasuk kopi saat menulis), dll. Saling memberi informasi dan peluang, mendukung satu sama lain.

7. Nggak gaptek.

Ngeblog bikin saya sedikit-sedikit tahu bagaimana cara informasi dalam internet bekerja.

8. Lebih percaya diri.

Karena alasan nomor 7, dengan sekian banyak website dan blog yang ada di internet. Bagaimana saya harus bisa menyampaikan informasi agar tersampaikan ke khalayak yang jadi target tulisan saya. Salah satunya ya harus percaya diri membagikan link atau referensi ke blog kita.

Jadi saat ada teman yang ngirim link untuk dibaca, please jangan di-ciye-in atau dibilang promosi, ya? Kan sama saja seperti saat kita kirim link bacaan lain (yang bukan blog kita), tapi nggak diciye-ciye-in tuh.

Nah, dari hal-hal di atas yang bikin skill kita bertambah saat ngeblog, tentu saja saya berharap bisa terus belajar dan belajar, meng-upgrade diri, level up atau apalah namanya. Blogging bisa untuk siapa saja, introvert atau ekstrovert, selebritas atau rakyat jelata, semua berhak mengekspresikan dirinya dalam catatan personal yang bertanggung jawab. 

Lets spread the good, write good, do good. 

Kenapa Daily Rella?

17 komentar
Seneng, deh, tiap Ramadhan nemu challenge-challenge menulis, bikin puasaan terhindar dari banyak bengong dan tidur, yekaaan. Salah satu Ramadhan challenge yang rutin saya ikuti selama tiga tahun terakhir adalah yang diadakan Blogger Perempuan Network. 

Kenapa BPN? 

Nggak ada alasan khusus sih, tapi karena challengenya 30 hari berasa tertantang aja gitu, jadi ada topik tulisan buat ngisi blog selama sebulan. Kapan lagi coba 30 hari beturut-turut blog ada isinya??

memilih nama blog


Nah, di hari pertama Ramadhan 2021, kita ditanya nih tentang arti nama blog. Hmm, sakjane ya, kalau mau cerita tentang nama blog saya sendiri, sederhana banget sejarahnya. Blog ini dibuat sejak menikah akhir tahun 2009 sebagai perpindahan dari platform Multiply tempat saya dulu nulis-nulis di internet. Jadi, saat ini bisa dibilang udah 11 tahun saya ngeblog, hihuuu.


Dulu blog ini namanya dailyrolla.blogspot.com. 

Pilih blogspot karena lebih gampang operasionalnya. Maklum, saya gaptek je. 
Cari yang tinggal nulis aja nggak ngurus tetek bengek lainnya (10 tahun kemudian, saya nyemplung juga ke urusan tetek bengek ini).  

Dailyrolla, ehm... biasalah ya, manten anyar. Singkatan dari roby-rella 😝 Karena blog ini dibuat setelah menikah, tentu ke depannya isinya dalam konteks kehidupan setelah menikah. Pada saat itu, blog buddies seangkatan (yang juga rata-rata baru menikah) namain blognya keluargaxxx, yyyfamily, rumahzzz, yang intinya menyiratkan bahwa isi blognya memang tentang keluarga kecilnya. 

Karena kelamaan mikir nama apa yang cocok, saya angkut aja nama akun Multiply dulu yang isinya kebanyakan tentang persiapan nikah. 'Daily'nya ditambahin untuk mewakili catatan keseharian. Sama saja seperti embel-embel diary, catatan, notes... pakai daily ini lebih menarik buat saya yang saat itu masih kerja jadi wartawan. Aha, gue banget, kan.. anggap aja berasa punya koran sendiri.   

Tapiii ... berhubung blog ini sempat enggan hidup, mati pun segan selama 4 tahunan, di akhir tahun 2018 saya dapat wangsit ingin men-dot-com-kan blog ini. Tujuannya ya tentu saja biar balik lagi semangat ngeblog, lebih rajin nulis, dan lebih credible, meski pada kenyataannya lebih rajin nulis waktu belum TLD ketimbang sekarang  . 

Mikir lagi deh ituuu, mau pakai nama apa blognya. Sampai harus nanya orang-orang tentang pemilihan nama blog mereka, dan tujuannya apa pakai nama tersebut. Perlu waktu juga untuk dicoba-coba secara pengucapan dan penulisannya supaya nggak terlalu rumit dan mudah diingat. 

Tips Memilih Nama Blog untuk Personal Branding


Baca dari How to Choose a Blog Name That'll Grow With Your Brand di HubSpot, ada beberapa tips penting dalam memilih nama blog yang juga berfungsi sebagai personal branding. 

1. Identifikasi Niche   

Blognya tentang apa? Apa yang akan kita tulis dalam blog tersebut? Tentukan niche atau topik yang benar-benar sesuai dengan preferensi kita, baik dari hobi, passion, pekerjaan, atau hasil riset. Dedicated blog dengan niche khusus, biasanya akan diingat sebagai rujukan dalam mencari sesuatu. 

2. Do Research 

Dalam hal ini, kita bisa melihat-lihat blog lain yang serupa dengan niche blog kita. Temukan blog yang dominan dan bikin kita berpikir 'kalau niche anu, ingat sama blog si anu'. Nggak ada salahnya belajar dari mereka bagaimana menempatkan branding-nya di benak pembaca. 

3. Pikirkan Pesan yang Akan Disampaikan Melalui Tulisan Blog 

Seiring lamanya kita menulis blog, mungkin kita akan terpikirkan menulis aneka konten yang berbeda di luar topik blog. Misalkan asalnya blog ini dikhususkan untuk tulisan kuliner, tapi di kemudian hari siapa tahu ingin menulis soal skincare, nah pikirkan juga, apakah cocok tulisan tentang skincare ada di blog dengan nama "tulisankuliner.com"?

Kalau memang mau main niche, harus siap dengan konsekuensi ternak blog ya. 

4. Gunakan Blog Name Generator 

Saya sendiri belum pernah coba, tapi ini bisa dipakai untuk menemukan beberapa ide dan inspirasi nama blog. Masukkan niche dan pesan/tagline blog yang kita inginkan, lalu biarkan mesin bekerja menampilkan aneka kombinasi nama blog yang mungkin bisa dipilih. 

5. Pertimbangkan Target Pembaca 

Ini lebih cocok untuk consumer brand sih ya, tentang pangsa pasar produk juga. Tapi untuk blog pribadi juga bisa diterapkan, terutama dengan niche tertentu. Kalau mau punya blog dengan konten K-pop misalnya, ya langsung aja bikin nama blog "kpoplover.com" atau sejenis itu. Jelas, tertarget, dan easy to say. 

6. Keep Your Brand in Mind 

Ini juga cocoknya buat consumer brand, karena berhubungan dengan kesesuaian logo, font, warna, dan nuance yang ingin ditampilkan brand tersebut. Tapi saya lihat juga banyak personal blog yang menerapkan branding ini dengan memakai logo tertentu. 

Buat blogger yang senang gonta-ganti template sih, ini lewat aja ya, hehe. Paling main di logo, sapaan terhadap pembaca, atau signature di bawah postingan yang jadi ciri khas masing-masing. 

7. Easy To Say and Spell 

Kembali lagi ke sini. Dulu waktu saya hobi browsing tentang merawat bayi, saya banyak sekali buka-buka website yang membahas itu semua. Ketika saya ingin kembali ke website tersebut, datang kesulitan karena sering lupa nama websitenya apa. Terutama kalau nggak ada history di browser karena browsing di komputer kantor. 

Hal ini bisa karena nama websitenya kepanjangan, banyak menggunakan dobel huruf atau menggunakan kata-kata yang tidak familiar. 

Solusinya saat itu saya tulis satu-satu di post-it dan tempelkan di dinding kubikel. 

Nah! 
Dari sekian bacaan dan riset itu... 
Akhirnya saya hanya mengganti satu huruf aja dari rolla menjadi rella. Hahahaha ... udah main jauh-jauh, reeell.... cuman ganti satu huruf doang. 

Pertimbangannya, bahwa blog ini akan diisi berbagai macam hal di luar tentang keluarga, parenting, dan anak-anak (yang mulai jarang saya tulis juga belakangan ini), tapi juga nggak bisa milih untuk main satu niche doang. 

Frasa daily tetap saya bawa karena terdengar sangat ringan dan fresh, sebagaimana koran harian yang membawa kabar segar setiap harinya. Sedangkan rella, dipakai karena melihat dari fenomena nama-nama blog yang memakai nama sendiri. So, here it is.


Daily Rella =  aneka catatan dalam keseharian Rella