Kenapa Daily Rella?

17 komentar
Seneng, deh, tiap Ramadhan nemu challenge-challenge menulis, bikin puasaan terhindar dari banyak bengong dan tidur, yekaaan. Salah satu Ramadhan challenge yang rutin saya ikuti selama tiga tahun terakhir adalah yang diadakan Blogger Perempuan Network. 

Kenapa BPN? 

Nggak ada alasan khusus sih, tapi karena challengenya 30 hari berasa tertantang aja gitu, jadi ada topik tulisan buat ngisi blog selama sebulan. Kapan lagi coba 30 hari beturut-turut blog ada isinya??

memilih nama blog


Nah, di hari pertama Ramadhan 2021, kita ditanya nih tentang arti nama blog. Hmm, sakjane ya, kalau mau cerita tentang nama blog saya sendiri, sederhana banget sejarahnya. Blog ini dibuat sejak menikah akhir tahun 2009 sebagai perpindahan dari platform Multiply tempat saya dulu nulis-nulis di internet. Jadi, saat ini bisa dibilang udah 11 tahun saya ngeblog, hihuuu.


Dulu blog ini namanya dailyrolla.blogspot.com. 

Pilih blogspot karena lebih gampang operasionalnya. Maklum, saya gaptek je. 
Cari yang tinggal nulis aja nggak ngurus tetek bengek lainnya (10 tahun kemudian, saya nyemplung juga ke urusan tetek bengek ini).  

Dailyrolla, ehm... biasalah ya, manten anyar. Singkatan dari roby-rella 😝 Karena blog ini dibuat setelah menikah, tentu ke depannya isinya dalam konteks kehidupan setelah menikah. Pada saat itu, blog buddies seangkatan (yang juga rata-rata baru menikah) namain blognya keluargaxxx, yyyfamily, rumahzzz, yang intinya menyiratkan bahwa isi blognya memang tentang keluarga kecilnya. 

Karena kelamaan mikir nama apa yang cocok, saya angkut aja nama akun Multiply dulu yang isinya kebanyakan tentang persiapan nikah. 'Daily'nya ditambahin untuk mewakili catatan keseharian. Sama saja seperti embel-embel diary, catatan, notes... pakai daily ini lebih menarik buat saya yang saat itu masih kerja jadi wartawan. Aha, gue banget, kan.. anggap aja berasa punya koran sendiri.   

Tapiii ... berhubung blog ini sempat enggan hidup, mati pun segan selama 4 tahunan, di akhir tahun 2018 saya dapat wangsit ingin men-dot-com-kan blog ini. Tujuannya ya tentu saja biar balik lagi semangat ngeblog, lebih rajin nulis, dan lebih credible, meski pada kenyataannya lebih rajin nulis waktu belum TLD ketimbang sekarang  . 

Mikir lagi deh ituuu, mau pakai nama apa blognya. Sampai harus nanya orang-orang tentang pemilihan nama blog mereka, dan tujuannya apa pakai nama tersebut. Perlu waktu juga untuk dicoba-coba secara pengucapan dan penulisannya supaya nggak terlalu rumit dan mudah diingat. 

Tips Memilih Nama Blog untuk Personal Branding


Baca dari How to Choose a Blog Name That'll Grow With Your Brand di HubSpot, ada beberapa tips penting dalam memilih nama blog yang juga berfungsi sebagai personal branding. 

1. Identifikasi Niche   

Blognya tentang apa? Apa yang akan kita tulis dalam blog tersebut? Tentukan niche atau topik yang benar-benar sesuai dengan preferensi kita, baik dari hobi, passion, pekerjaan, atau hasil riset. Dedicated blog dengan niche khusus, biasanya akan diingat sebagai rujukan dalam mencari sesuatu. 

2. Do Research 

Dalam hal ini, kita bisa melihat-lihat blog lain yang serupa dengan niche blog kita. Temukan blog yang dominan dan bikin kita berpikir 'kalau niche anu, ingat sama blog si anu'. Nggak ada salahnya belajar dari mereka bagaimana menempatkan branding-nya di benak pembaca. 

3. Pikirkan Pesan yang Akan Disampaikan Melalui Tulisan Blog 

Seiring lamanya kita menulis blog, mungkin kita akan terpikirkan menulis aneka konten yang berbeda di luar topik blog. Misalkan asalnya blog ini dikhususkan untuk tulisan kuliner, tapi di kemudian hari siapa tahu ingin menulis soal skincare, nah pikirkan juga, apakah cocok tulisan tentang skincare ada di blog dengan nama "tulisankuliner.com"?

Kalau memang mau main niche, harus siap dengan konsekuensi ternak blog ya. 

4. Gunakan Blog Name Generator 

Saya sendiri belum pernah coba, tapi ini bisa dipakai untuk menemukan beberapa ide dan inspirasi nama blog. Masukkan niche dan pesan/tagline blog yang kita inginkan, lalu biarkan mesin bekerja menampilkan aneka kombinasi nama blog yang mungkin bisa dipilih. 

5. Pertimbangkan Target Pembaca 

Ini lebih cocok untuk consumer brand sih ya, tentang pangsa pasar produk juga. Tapi untuk blog pribadi juga bisa diterapkan, terutama dengan niche tertentu. Kalau mau punya blog dengan konten K-pop misalnya, ya langsung aja bikin nama blog "kpoplover.com" atau sejenis itu. Jelas, tertarget, dan easy to say. 

6. Keep Your Brand in Mind 

Ini juga cocoknya buat consumer brand, karena berhubungan dengan kesesuaian logo, font, warna, dan nuance yang ingin ditampilkan brand tersebut. Tapi saya lihat juga banyak personal blog yang menerapkan branding ini dengan memakai logo tertentu. 

Buat blogger yang senang gonta-ganti template sih, ini lewat aja ya, hehe. Paling main di logo, sapaan terhadap pembaca, atau signature di bawah postingan yang jadi ciri khas masing-masing. 

7. Easy To Say and Spell 

Kembali lagi ke sini. Dulu waktu saya hobi browsing tentang merawat bayi, saya banyak sekali buka-buka website yang membahas itu semua. Ketika saya ingin kembali ke website tersebut, datang kesulitan karena sering lupa nama websitenya apa. Terutama kalau nggak ada history di browser karena browsing di komputer kantor. 

Hal ini bisa karena nama websitenya kepanjangan, banyak menggunakan dobel huruf atau menggunakan kata-kata yang tidak familiar. 

Solusinya saat itu saya tulis satu-satu di post-it dan tempelkan di dinding kubikel. 

Nah! 
Dari sekian bacaan dan riset itu... 
Akhirnya saya hanya mengganti satu huruf aja dari rolla menjadi rella. Hahahaha ... udah main jauh-jauh, reeell.... cuman ganti satu huruf doang. 

Pertimbangannya, bahwa blog ini akan diisi berbagai macam hal di luar tentang keluarga, parenting, dan anak-anak (yang mulai jarang saya tulis juga belakangan ini), tapi juga nggak bisa milih untuk main satu niche doang. 

Frasa daily tetap saya bawa karena terdengar sangat ringan dan fresh, sebagaimana koran harian yang membawa kabar segar setiap harinya. Sedangkan rella, dipakai karena melihat dari fenomena nama-nama blog yang memakai nama sendiri. So, here it is.


Daily Rella =  aneka catatan dalam keseharian Rella 

17 komentar

  1. Segerrrr kesannya mba.

    Dailyrella, enak didengar, enak Dibaca, gampil diingat

    Fixed, masuk blog paporit akoohh

    Btw, dulu jadi wartwan media mana mbaaa

    BalasHapus
  2. Nama blog nya bagus Mbak Rella, gak ribet dan lumayan mudah diingat. Dulu saya pernah bikin blog dengan nama panjang banget dan ga bisa diingat manusia, akhirnya saya ganti deh 😄

    BalasHapus
  3. Nama sedniri dipakai emmang paling enak untuk personal branding. Daily Rella juga enak didengar. Mudah diingat, gitu.

    BalasHapus
  4. Berguna banget nih mbak buat newbie kayak aku gini 😁. Aku waktu itu dapet gratisan domain dan hosting. Trus aku kebingungan mau bikin nama blognya apa ya yang bagus. Ntah kenapa ya waktu itu aku ga pakai nama aku ajah 😅

    BalasHapus
  5. Cikiciiiww Roby-Rella 😄 nahaa mas roby jadi nggak keangkut lagi? Wkwk. Cucok memang nama dailyrella ini mbaa..

    BalasHapus
  6. In rhyme loh mba daily rella haha. Hati-hati tongue twist aja

    BalasHapus
  7. Nama blog dan alamatnya mudah diingat, Mbak. Mbak Rella dari Multiply ya rupanya. Saya gak pernah pake Multiply, mulai ngeblog pake Blogspot tahun 2006 tapi benar2 serius baru 2011. Punya domain baru 5 tahun terakhir.

    BalasHapus
  8. Laily Fitriani21 April 2021 14.38

    Wow, nama pribadi memang lebih mudah diingat sekaligus personal branding juga ya Mbak Rella. Daku selalu suka blog Mbak Rella ini.

    BalasHapus
  9. Sebaiknya nsms blog itu ya, nama sendiri biar pengunjungnya mudah mengingat. Kadang selaku pengunjung, saya sering bingung. Nama blognya aneh, dicari nama pemiliknya kadang terkendala waktu atau sinyal. Akhirnya malas ninggal komen. Selamat menunggu waktu berbuka Ananda Rella.

    BalasHapus
  10. Nama blognya sesuai dengan "tips memilih nama blog" yang disampaikan tadi. Betah juga nih baca tulisannya Mbak Rella... :)

    BalasHapus
  11. Dailyrella, cakep mbak
    branding banget nama blognya..
    emang sesuai dengan isi blog ya mbak, cerita keseharian Rella

    BalasHapus
  12. wah anak multiply juga ya, ternyata.Aku dulu sebelum di blogspot ngeblognya di MP juga. Hihi. Soal pemilihan nama blog memang sekarang bisa dijadiin branding diri yaa jadi kadang bagusnya pakai nama sendiri

    BalasHapus
  13. Mantan mba... Tiap nama blog punya makna ya... Moga makin rajin nulisnya seperti saat belum TLD ya...

    BalasHapus
  14. Bagus nama blog nya dan saya jadi tau arti dan sejarahnya heheh semangat ya mbak nge-blognya..

    BalasHapus
  15. Halo Mbak Rella, salam kenal. kayanya ini pertama kali saya main ke blog mu yah. setiap nama blogger pasti ada filosofinya masing2 ya, even itu ngasal hehe. semangat mbak ikut challengenya, tahun lalu saya ikut, sayang tahun ini saya ga ikut. belum sanggup nulis setiap hari. hehe

    BalasHapus
  16. Semangat ngeblognya mba Rella. Sayapun waktu nyari nama blog, pusing 7 keliling sampe berkali kali ganti nama. Akhirnya milih pake nama sendiri aja yang paling mudah.hihi

    BalasHapus
  17. Dulu aku bikin nama blog ya maunya pake nama sendiri. Ternyata beberapa tahun kemudian baru ngeh kalau lebih baik menggunakan pertimbangan seperti yang mba tulis di atas tadi. Ya sudah lah tak apa, yang penting tetap lanjut nulis terus aja. :)

    BalasHapus

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^