Tampilkan postingan dengan label BPN Ramadhan 2021. Tampilkan semua postingan

7 Fakta yang Tidak Mengejutkan Tentang Aku

1 komentar
Ahahai, ini judulnya udah kaya On The Spot versi narsis yaaa... Fakta tentang aku, tentang dia, tentang kami, emangnya siapa sih yang benar-benar ingin tahu soal orang lain? Nyatanya, kita sendiri yang suka sibuk cari-cari identitas diri, dan orang lain tinggal  judging  eh mendefinisikan kita sesuai apa yang mereka lihat. 

Blogger Perempuan

Baiklah, kita mulai saja pembeberan fakta ini yaahh.. check it out!! 

1. Nggak suka dipanggil "rela", meski itu cuman kesalahan, typo, atau memang sengaja. Hihi. Orang-orang yang bikin jokes tentang nama saya sesungguhnya ya orang-orang yang nggak gitu kenal baik sih. Karena kalau benar-benar kenal, mereka pasti tahu spelling yang benar penulisan nama saya. 

Sounds rewel? Enggak lah ya. Yakin deh orang-orang juga suka sebel kalau penulisan namanya keliru, ya nggak? hehehe. 
 
2. Cadel loh aslinyaaa.. Tapi saya berusaha supaya nggak jadi bahan ejekan, hehe. Yuno lah, di dunia yang kezi ini, ada beda dikit aja jadi masalah .

3. Tinggiku nggak sampe 150 cm, wakaakkkk.. 

4. Suka warna biru, eh hijau, eh biru.. eh hijau sih.. eh apalah. Biru-hijau itu warna apaa deh. Tapi balik lagi, warna-warna baju yang disukai adalah warna monokrom, karena nggak pede pakai baju warna terang. 

5. Meski ada horor yang lebih horor, paling horor adalah membayangkan Sadako merangkak keluar dari dalam tv. Itulah kenapa tv mati menjadi sangat menyeramkan.

Eh, juga cermin! 

6. Anak radio tahun 2000an. Pernah ikut seleksi jadi penyiar radio tapi nggak lolos karena ngomongnya kecepetan. 

7. Ngeblog udah 11 tahun tapi baru ngerti urusan daleman blog setelah tahun ke 10. Salah siape? 

Fakta-fakta ini nggak mengejutkan ya, karena udah sering juga disinggung-singgung di beberapa postingan. Tapi tetap harus diabadikan dalam tulisan dong, biar terdokumentasikan :) 




Menjawab Pertanyaan tentang Pencapaian dengan Metode STAR

6 komentar
blogger perempuan challenge



Pada waktu senggang dan iseng, saya sempat baca pertanyaan seperti ini di Glints (website tempat pengembangan karir).

Hai, gue udah beberapa kali ikut interview kerja di beberapa perusahaan. Ada satu pertanyaan yg sampe skarang gue masih bingung gimana cara jawabnya, yaitu pertanyaan soal "apa pencapaian terbesarmu dalam hidup". Minta tips and trick nya dong, gimana ya cara jawab pertanyaan itu? Jawaban spt apa yg hrd mau?

Hm, menarik.

Rasanya saya juga pernah ditanya seperti ini beberapa tahun silam, baik saat interview kerja atau di kesempatan lainnya. Sekarang sih udah emak-emak paruh baya nggak pernah lagi ya, Mak, ditanya begituan. Kalau ada juga yang ditanyanya "apa harapan buat anak-anak?"

Nah, saya sejujurnya enggak ingat apa jawaban saya dulu. Tapi, untuk menjawab pertanyaan seperti ini dari interviewer, perhatikan ketiga hal berikut untuk menjawab pertanyaan susah-susah gampang seperti di atas:

1. Sebutkan Prestasi dalam Menyelesaikan Masalah di Pekerjaan
2. Sesuaikan Prestasi dengan Posisi yang Dilamar
3. Sampaikan Prestasi dengan Struktur yang Baik, salah satunya dengan metode STAR

Mengenal Metode STAR

Dalam wawancara kerja, biasanya muncul tipe pertanyaan behavioural-based question. Tipe pertanyaan ini mengharuskan kita menjawab tentang pengalaman, situasi atau permasalahan yang pernah dihadapi sebelumnya.

Tujuan behavioural-based question ini adalah agar pewawancara dapat mengetahui bagaimana cara kita menyelesaikan permasalahan. Yaa, bisa semacam studi kasus gitu terus yang akan dilihat adalah cara handling kita terhadap situasi tersebut dan tentu saja hasilnya.

Untuk membantu menjawab tipe pertanyaan seperti ini, ada baiknya mengetahui metode STAR yang terdiri dari empat elemen yakni Situation, Task, Action/Approach, Result. Dengan mengikuti alur pikir metode ini, kita bisa menjawab pertanyaan tentang prestasi hidup secara menyeluruh dan terstruktur.

Situation

Kita harus menemukan contoh pengalaman dengan situasi yang sesuai dengan pertanyaan interviewer. Contohnya, jelaskan dengan singkat kondisi pekerjaan, jobdesk, atau komunikasi dengan rekan kerja di pengalaman sebelumnya.

Task

Di sini, kita tekankan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita dalam situasi tersebut, serta apa harapan perusahaan saat itu.

Action/Approach

Setelah menjelaskan tentang tugas dan tanggung jawab kita, selanjutnya kita perlu menjelaskan apa yang sudah kita lakukan dalam menghadapi situasi-situasi dalam pekerjaan tersebut.

Lebih baik lagi jika disertai alasan atau rasionalisasi kenapa kita mengambil tindakan-tindakan tersebut.

Result

Jelaskan juga hasil dari action kita sebelumnya. Dari sini, interviewer bisa melihat proses kerja kita menuju hasil. Bisa berupa angka/kuantitas (penjualan naik, pemasaran berkembang, page view) atau yang berupa kualitas (promosi, engagement).

Menjawab Pertanyaan Wawancara dengan Metode STAR


Dalam menerapkan metode STAR untuk menjawab wawancara, selalu ingat untuk tidak melebih-lebihkan diri atau pencapaian di depan interviewer. Artinya, usahakan jawaban kita serealistis dan sewajar mungkin sesuai yang pernah dialami. Karena pertanyaan interviewer tidak bisa diprediksi, maka sebaiknya kita tidak melakukan hal-hal yang bisa jadi blunder pada kita sendiri.

Carilah contoh kasus/situasi yang sesuai. Siapkan beberapa contoh kasus yang sudah dipikirkan sebelumnya.

Sampaikan dengan singkat. Berlatihlah untuk menyampaikan apa yang penting dan yang tidak. Tidak perlu menceritakan secara detail permasalahan sehingga berisiko omongan kita akan ‘bocor’ kemana-mana.

Sampaikan peran dan tanggung jawab. Contohnya gini, “di pekerjaan sebelumnya, sebagai seorang wartawan saya dituntut untuk mendapatkan minimal 5 berita per hari.”

Jelaskan bagaimana kita bertindak dalam melakukan tugas tersebut. Katakan saja dengan contoh di atas, akan saya jawab “untuk itu, dalam sehari saya targetkan datang ke minimal 3 tempat untuk mencari data dan berita yang bisa disampaikan ke publik.” Jangan lupa kasih alasan kenapa kita melakukan itu, kenapa tempat yang didatangi ada tiga, tempat apa saja, dan kenapa memilih tempat tersebut.

Jelaskan hasilnya. Sudah jelas ya, selanjutnya saya akan menjawab “dari hasil berkeliling ke sumber data, saya mendapatkan 8-10 berita setiap harinya yang bisa diolah lagi menjadi lebih banyak tulisan.”

Nah, kurang lebih begitu metode STAR yang bisa digunakan dalam menjawab pertanyaan wawancara kerja, salah satunya jika ditanya tentang pencapaian tertinggi dalam pekerjaan.

Adapun kalau pertanyaannya lebih luas seperti pencapaian tertinggi dalam hidup, kita bebas kok bisa jawab dari sisi pekerjaan atau dalam hidup sebagai manusia. Misalkan ketika saya bisa meng-umrohkan kedua orang tua dengan gaji saya sendiri, why not? Setiap orang punya standar pencapaian hidup yang berbeda-beda. Sukses buat kita, belum tentu sukses buat orang lain dan sebaliknya.

Be confident of yourself!