River Tubing bersama Keluarga di Sungai Amprong Malang

Apa bedanya river tubing dengan rafting atau arung jeram?

Meski kegiatan ini sama-sama menggunakan arus air, tapi tubing dan arung jeram dilakukan dengan berbeda. Tubing dilakukan perorangan dengan cara meluncur bebas di sungai menggunakan ban karet. Sementara arung jeram atau rafting dilakukan bersama-sama mengendarai perahu karet.

Dari perbedaan itu, tubing atau donut boat memiliki panduan keselamatan yang berbeda dengan arung jeram, di mana sungai yang dipakai tubing lintang bidangnya lebih sempit untuk memudahkan pengawasan dan penyelamatan.

Lebih seru mana antara tubing dan rafting?

Baca dulu pengalaman seru keluarga kami rafting bersama Songadventure di Sungai Pekalen, Probolinggo yang arusnya deraasss. Karena dulu ini first timer, pengalaman ini menimbulkan sakit badan selama seminggu.

Tapi apa kapok?
Tentu tidak!

Makanya waktu bapake ngajakin river tubing saya langsung bilang okeh, siap!! Anak-anak juga siap semua. Berangkat lah kita yaaa berangkaatt.


river tubing di Malang

Persiapan River Tubing

Kali ini saya nggak galau kaya waktu mau rafting karena ada bekal pengalaman. Meski secara syarat usia minimal anak 8 tahun, tapi si bungsu yang masih 7 tahun justru yang paling jago renang di antara kami. Memang jam terbang itu berpengaruh ya, hehe.

Begitu pun pada anak-anak ngasih gambarannya kurang lebih seperti kita waktu rafting tapi yang ini kita naik ban karet dan duduk sendiri-sendiri. Jadi, anak-anak harus berani dan tenang. Pun ketika nanti kalau ban terbalik dan lepas, harus bisa mempertahankan diri meski akan ada yang bantu.

Sekali lagi yang paling penting, pastikan semua orang dalam keadaan sehat dan bugar dan nggak punya luka luar.

NB: kalau ada yang masih bingung dengan stimulasi motorik untuk anak, saya sangat menyarankan anak-anak belajar renang sejak dini (atau kalau mulainya saat remaja juga nggak apa-apa). Sehingga pilihan kegiatan anak lebih leluasa karena bisa berenang.

Perlengkapan River Tubing

Untuk pakaian, standar olahraga aja yaahh yang bahannya ringan dan dry fit. Tidak perlu pakai baju renang juga sih, tapi minimal pakaiannya tidak menghambat pergerakan kita di dalam air.

Ada yang berbeda di kostum tubing ketimbang rafting (terutama bagi pemula yang nggak biasa).

Karena river rubing itu badan kita terekspos full body contact dengan segala yang ada di sungai, maka lebih baik pakai pakaian yang tertutup. Kaki yang menjulur ke luar bisa kebeset ranting pohon yang melintang di sungai atau kulit yang tergesek bebatuan yang bisa mengakibatkan lecet.

Jadi, pakaian suami dan anak-anak saat itu celana panjang dan kaos tipis. Sementara saya, pakai atasan dry fit yang biasa dipakai buat yoga dan celana lari (bukan training bahan fleece). Hijab pakai yang khusus olahraga juga, dan wajib pakai ciput supaya posisinya ajeg di kepala. Rambut itu licin jadi kalau suatu waktu helm kita terlepas, hijabnya nggak kemana-mana atau malah lepas, hiii…


Untuk alas kaki, sama saja seperti rafting; pakai sandal tali atau sepatu khusus olahraga air. Ini untuk meminimalisir lecet dan kepeleset. Jangan sekali-sekali pakai sendal jepit yaa. Meskipun sandal jepit itu enteng, tapi dia mudah putus dan hanyut.

Apa perlu kacamata renang? Nggak perlu yaaa, gaes...karena kita nggak akan nyelem, jadi mata sih bakalan bae-bae aja. Nah khusus yang berkacamata mungkin dijaga aja ya jangan sampai lepas saat gerak kesana-kemari. Saya kebetulan masih bisa dilepas aja kacamatanya, mbuh lah… blurr dikiitt tapi masih bisa menikmati pemandangan.

Kali ini kami nggak bawa dry bag isi makan-minum, karena nggak bisa diikat ke perahu. Bener-bener polosan kecuali saya yang bawa handphone dibungkus plastik.

Perlengkapan lain seperti ban, helm, dan pelampung sesuai standar safety tentu sudah disediakan oleh vendor. Kita tinggal bawa diri aja.

River Tubing di Malang

Ada banyak penyedia river tubing di Malang, biasanya di daerah dataran tinggi seperti Batu, dan Poncokusumo (arah Bromo) di mana lokasi sungai-sungai bagus berada. Ada Ledok Amprong, Kampoeng Banyu, Selo Malang, Jumpinang, X-Maro, dan masih banyak lagi.

Setelah nanya-nanya, browsing, dan mengontak sejumlah lokasi, kami putuskan pakai vendor Sedaer River Tubing, di Poncokusumo, Tumpang.

Menuju Sedaer River Tubing

Untuk menuju ke lokasi Sedaer River Tubing di desa Ndrigu, Poncokusumo, dari kota Malang bisa ditempuh sekitar 45 menit perjalanan. Sementara dari rumah saya, lewat tol keluar Pakis lalu melanjutkan perjalanan sekitar 1 jam ke arah timur melewati Tumpang. Kami berangkat jam 7 pagi dan mampir di Warung untuk sarapan pagi dulu.

Jalan menuju lokasi sangat jelas dan medannya juga sudah enakeun. Tiba di lokasi basecamp Pondok Sedaer jam 9 kurang, para petugas menyambut ramah dan mempersilakan kami duduk di saung yang menghadap langsung view sawah dan kebun.


river tubing ledok amprong

Pondok ini terletak di pinggir jalan di antara sawah-sawah dan kebun selada air, suasananya asri dan tenang banget, hanya ada kami sekeluarga yang datang ke situ. Ngobrol-ngobrol sedikit, rupanya hari itu memang cuman kami doang tamunya. Sektor wisata masih kena buntut dampak pandemi sehingga belum bisa terima banyak-banyak rombongan wisata.

Pondok Sedaer sendiri tidak terlalu besar seperti pondok vendor-vendor semacam ini sebelumnya, tapi di sini sangat nyaman. Tiga kamar toilet yang tersedia juga bersih dengan air yang segar dan melimpah.

River Tubing!

Seperti biasa, kami dibekali equipment sesuai standar safety: pelampung rompi, helm, dan ban dengan dudukan masing-masing sesuai postur tubuh. Sebelum mulai mengarungi sungai, salah satu pemandu memberi brief singkat mengenai posisi duduk, bagaimana kalau terbalik, dll.

Dari pondok, kami jalan sedikit sambil bawa ban ke titik berangkat di sungai. Ada 4 pemandu yang mendampingi kami berlima dengan perlengkapannya masing-masing.

Sedaer River Tubing
Sungai yang kami lewati ini namanya Sungai Amprong, berada di lereng gunung Semeru sebelah timur. Dengan panjang jalur sekitar 2 km, akan ditempuh sekitar kurang lebih 2 jam dengan pemandangan kebun-kebun selada air, kebun apel, dan sunrise dari ketinggian 800 mdPL.

Sungai ini nggak terlalu lebar tapi cukup punya arus yang dinamis. Total tempat tubing ini memiliki 17 jeram dengan dua jeram utama dengan ketinggian 2-3 meter.

Jadi kalau habis digoncang arus yang kencang, kita bisa slow down dulu mengikuti arus yang tenang selama beberapa meter sebelum dihantam jeram lagi.



Sejujurnya karena kami duduk sendiri-sendiri, mata saya selalu awas pada anak-anak. Meski posisi awalnya adalah anak-anak jalan duluan di depan orang dewasa, kadang arus membawa mereka di belakang saya, kadang di depan, kadang nyangkut di batu jadi nggak bisa maju.

Tapi alhamdulillah, para pemandu cekatan dan helpful mendampingi sehingga semua tertangani dan terawasi dengan baik.

Bukan tubing rasanya kalau nggak ngalamin terjungkal saat melewati jeram. Yang harus dilakukan saat terlepas dari ban adalah berenang mengikuti arus ketimbang berusaha berdiri karena belum tentu badan mampu menahan arus yang terlalu kuat.


sedaer river tubing

Tapi, yang kejungkel itu emak-bapaknya doang. Saya 2x, bapake 5x. Anak-anak boro-boro kejungkel, yang ada duduk santai di atas ban sambil main-main sama capung dan ngetawain bapaknya yang berkali-kali kejungkel karena bobot tubuh yang lebih berat dari ban :)))

Duh, tobat wis, Pak… kapan diet?

Perjalanan dilalui dengan seruuu bangeeettt, karena kontrol ada di kita masing-masing, jadi kita bisa menyetir ban ke arah mana ketika arus sungai tenang. Kadang hanya nongkrong santai di sisi sungai sambil menikmati sinar matahari pagi yang hangat, kadang saling tabrak-tabrakan ban biar yang depan maju.


Air sungai Amprong relatif hangat karena posisinya terbuka dan terekspos pada sinar matahari langsung, jadi perjalanan selama sekitar 2 jam serasa mandi di bawah cahaya matahari pagi yang masih hangat.

Jalur tubing diakhiri di sebuah area dengan aliran air yang tenang. Lalu jalan kaki menanjak sekitar 500m dari bawah ke lokasi penjemputan dengan pick up kembali ke pondok.

Makan Siang!

Tentu saja habis main air lapaaarrr...
Menunggu badan sedikit hangat kemudian mandi, kami duduk-duduk di pondok sambil mengobrol. 
  
Makan siang lengkap sudah tersedia di atas tikar. Di dalam bakul, ada dua jenis nasi panas; nasi biasa dan nasi jagung. Lauknya ada urap sayuran, tempe, tahu, pindang dan sambal, sayur tahu kacang panjang, dan selada air crispy. Satu teko teh hangat dengan cangkirnya juga melengkapi menu makan siang sederhana yang justru terasa mewah.

river tubing di Malang

Penyajiannya juga niat banget nggak siihh… apik tenaann.

Selada air crispy ini rupanya menu unggulan dari Sedaer. Terbuat dari selada air yang digoreng dengan tepung, dibentuk bulat dan crispy. Anak-anak bilang, “ibu harus cari tahu resep bikin kaya gini biar di rumah juga bisa bikin…”


Bahwa sesungguhnya kalau cuman cari resep mah gampang, Nak. Yang susah teknik supaya tepungnya keriting dan tetap crispy, nggak jadi selada goreng tepung biasa.

Biaya River Tubing di Sedaer

Surprisingly dengan pengalaman seru, perlengkapan, dan makan siang seperti itu kami cukup membayar 145.000/orang saja. Paket lengkapnya ada di sini:


PAKET SHORT TRIP

Harga : Rp 145.000/pax

Jarak Tempuh : 2 km

Durasi : +/- 2 jam

Fasilitas :

  • Makan siang menu tradisional
  • Welcome drink
  • Pendamping Guide
  • Peralatan river tubing (lifejacket+helm+sepatu karet)
  • Local Transport (back to basecamp)
  • Dokumentasi foto
  • FREE Dokumentasi VIDEO (reservasi minimal 15 orang)

PAKET LONG TRIP

Harga : Rp 200.000/pax

Jarak : 3 km

Durasi : +/- 3 jam

Fasilitas :

  • Makan siang menu tradisional
  • Welcome drink
  • Snack
  • Pendamping Guide
  • Peralatan river tubing (lifejacket+helm+sepatu karet)
  • Local Transport (back to basecamp)
  • Dokumentasi foto
  • FREE Dokumentasi VIDEO (reservasi minimal 15 orang)

PAKET HEMAT BANGET

Harga : Rp 65.000/pax

Jarak : 1 km

Durasi : +/- 45 menit

Fasilitas :

  • Pendamping Guide
  • Peralatan river tubing (lifejacket+helm+sepatu karet)
Sungguh-sungguh worth it buat wisata seru-seruan sekeluarga. Asyiknya dapat, pengalamannya dapat, olahraganya juga dapat. Anak-anak waktu ditanya lebih seru mana, naik perahu atau naik ban? Jawabnya naik ban... 

Semoga sih nantinya nggak sampai setahun sekali bisa berpetualang lagi. Mumpung ayah ibunya masih punya tenaga, maksimalin mendampingi ketiga anak laki-laki kami mengeksplorasi alam dan sekitarnya. Semoga sehat-sehat teruuusss….
Next Post Previous Post
20 Comments
  • Dian Restu Agustina
    Dian Restu Agustina 4 April 2022 14.51

    Menu makannya..ya ampun enak bener ini. Habis river tubing maknyus deh menunya ini.
    Aku kebayang Ibuk dan bapak yang kejungkel-jungkel diketawain anak karena keberatan..bayangin diriku sendiri kalau di posisi yang sama maksudnya hahaha
    Hemat nih paket Sedaer River Tubing Malang, bisa seseruan sama keluarga pasti bakal jadi kenangan yang menyenangkan

  • Nita
    Nita 4 April 2022 19.36

    paket harganya worthed dengan pengalaman dan kesenangan yang didapat, seru banget, ini sih. cuma kira2 saya berani ga, ya? kalo liat aja seneng, tapi kalo harus ngelakonin, rada ciut nyalinya, hehe. triamakasih ka, sudah ngajak berpetualang di dunia seru.

  • SHalikah
    SHalikah 5 April 2022 09.41

    Seru banget Mbak... Impian saya juga bisa ajak anak-anak berpetualang semacam ini. Kemarin kebetulan baru membahas sama suami tentang body rafting. Tapi jadi maju mundur, karena katanya pasti ada oleh-oleh di badan, alias lecet2 hehehe.. Kayaknya kalo river tubing lebih aman ya. Makasi info-infonya ya Mbak, bisa jadi referensi nanti kalau ke Malang..

  • juliapasca
    juliapasca 5 April 2022 19.58

    Asyiiiiiik paraaaaaaaaah! Aku sama anak² belum kesampaian main kaya gini ini Mbak. Karena satunya masih kecil banget jadi nunggu gedean dikit deh biar semua bisa merasakan sensasinya tubing, yihaaaaa🤗

  • nurul rahma
    nurul rahma 5 April 2022 20.20

    Seruuu pol-polan ini mbaaa
    Ya ampuun aku pengin main river tubing jugaa
    ama suami, anak dan ponakan2
    asik bangeett!

  • Okti Li
    Okti Li 5 April 2022 21.13

    Duh senang banget. Semua wajah menampakkan keceriaan, bahagia tiada tara.
    Memang ya piknik itu bikin sakit jadi sembuh, bikin hampa jadi ceria. Aih kangen liburan ke Malang

  • Han
    Han 6 April 2022 04.27

    Teteeep penasaran sama rasa selada aer crispinya mba rell wkwk, aku pernah tubing sekali doang tapi beda jalur nih sama yg ini. SeruuuU!

  • Monica Rasmona
    Monica Rasmona 6 April 2022 06.39

    Baru tahu saya ada yang namanya river tubing. Hebat adenya yang umur tahun berani mencobanya. Saya yang umurnya sudah banyak baru ngeliatnya saja sudah ngeri.

  • Kata Nieke
    Kata Nieke 6 April 2022 07.14

    Wah wah serunya. Saya jadi ingat pernah main river tubing sewaktu ke Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh. Jadi dejavu nih. Lebih asyik main river tubing apalagi kalau arusnya gak terlalu deras. Kalau rafting masih punya risiko lecet-lecet dan luka pas perahunya terbalik.

  • Dyah Kusuma
    Dyah Kusuma 6 April 2022 08.58

    wah seru banget mbak Rella, ingin cobain juga kalau si bungsu sudah agak besaran, tertarik menu maksinya itu, selada air crispy, sukses membuat sy ingin cobain juga

  • ANGGITA RAMANI
    ANGGITA RAMANI 6 April 2022 09.01

    Seru banget kalo bareng keluarga. Bisa jadi list traveling sama kekuarga nih. Bisa melatih rasa percaya diri anak juga ini.

  • KenniApril
    KenniApril 6 April 2022 09.02

    Seru banget nih. Pengen ngajak anak-anak main juga. Setelah hamil anak kelima mandeg di rumah aja nih

  • Ria Rochma
    Ria Rochma 6 April 2022 09.36

    Eh, keluarga besar aku juga di Malang lho, mbak. Nanti sih, coba aku ajak-ajak suami siapa tahu mau ke sini ketika kami berlibur atau ketika berkunjung ke keluarga

  • Simiati257
    Simiati257 6 April 2022 09.45

    Seru banget liat dr ceritanya aja dan harganya itu ramah untuk ukuran wisata yang keren kaya gitu. Jadi penasaran sama salada air crispynya deh

  • Saraah Megha
    Saraah Megha 6 April 2022 09.51

    Ma syaa Allah seru banget mbak, ulasannya pun lengkap, izin save ya mbak, barangkalai suatu hari bisa main main ke sana jugaaa

  • ApiidaSokoomah
    ApiidaSokoomah 6 April 2022 09.53

    Wah, makanannya juga dari sana, Mbak? Seneng banget kalau bisa main air seperti ini. Menantang. Sayangnya ya itu, kami bigsize semua. Takut klelep saja.

  • Dee_Arif
    Dee_Arif 6 April 2022 10.51

    Uwoo seru banget jalan jalan ke River Tubing di Sedaer ini ya mbak Rella
    Pengen deh bisa ajak suami dan anak anak kesini

  • lendyagassi
    lendyagassi 6 April 2022 10.52

    Relllaaa..
    Ini yang aku bahas sebelumnya yaa..
    Hihii~
    Mama yang dikelilingi para jagoan ini sukses bikin ku meng-iri. Pasti aktivitasnya yang menantang begini.

    Hihii...
    kebayang kejungkal bolak-balik itu auto blebeg-blebeg gak sih?

    Kemarin pas ke Pangandaran, pengennya juga main-main adventurer begini, Rel..
    Tapi ya...lagi-lagi kami mager. Banget!
    Jadi perjalanan 9 jam Bandung-Pangandaran cuma main ombak. Huhu...kek ginilah kalo anaknya ciwi-ciwi, emak bapaknya pun cari aman.

  • Zeneth Thobarony
    Zeneth Thobarony 7 April 2022 15.11

    Seru banget lho anak-anak sampai ngerasain main di sungai. Ini anak-anak umur berapa tahun nih? Aku tertarik juga

  • lylamanzila
    lylamanzila 24 April 2022 20.41

    Wah harua rekomen ke kepala sekolah nih biar tahun depan outbond nya disini aja...arenanya alami banget sangat menantang adrenali.

Add Comment
comment url