Belajar Bahasa Korea Mudah bagi Orang Sunda

5 komentar

Tidak banyak bahasa daerah yang memiliki kosakata dengan vokal "eu", (yang saya tahu) baru Sunda dan Aceh. Dalam bahasa Bali ada juga vokal "eu" tapi sebagai pengucapan saja, penulisannya tetap "a". Khusus vokal "eu" ini unik, karena dia  pelafalannya sama persis dengan "eu" ㅡ pada bahasa Korea. Vokal "eu" dalam kata "beureum" (Sunda) dibaca sama dengan "eu" pada kata "eureum" (Korea).

Apakah kata "angeun haseum" sudah terdengar seperti kokoreaan? Padahal itu artinya sayur asem dalam bahasa Sunda :)) Bahkan, channel Youtube The Budak Bageur membuat tayangan Korsundeo yang memparodikan kemiripan bahasa Sunda dan bahasa Korea.

Persamaaan lain antara Sunda dan Korea adalah banyak akangnya, haha... canda ini mah. Namun saya pernah kecele, waktu hanya baca namanya di twitter, awalnya saya kira Kang Daniel itu orang Sunda yang ternyata adalah oppa ^^

Perbedaannya dengan Korea, Sunda tidak memiliki vokal “ae” dan “eo”. Seperti di kata "jigae" (dibaca jige) atau "yeoboseyo" (dibaca yoboseyo). 

bumikorea.com

Ah, ya gitulah pokoknya yaaa... Saya ngga ikutan mendalami bahasa Korea juga sih, semata-mata udah gak kesampean aja otaknya nambah pelajaran bahasa baru, heheh. 

Tentu saja seiring dengan intensitas nonton drakor, ada kosakata-kosakata yang nempel di ingatan meskipun nggak ngerti gimana struktur dan penulisannya. Itulah kenapa saya tetap aja nggak bisa ngikutin nyanyian kpop meski ada teksnya. 

Cuman mungkin karena ada kesamaan vokal dengan bahasa Sunda itu, memudahkan saya buat melafalkan kosakata dalam bahasa Korea karena lebih familiar. Begitu juga sebaliknya mungkin mereka nggak akan kesulitan jika membaca bahasa Sunda. 

Setidaknya, 5 kata ini yang paling sering saya gunakan dalam percakapan dengan teman-teman; 

1. Daebak! 대박

artinya kurang lebih "wow", "hebat", "luar biasa". Menyatakan kekaguman terhadap sesuatu atau pujian terhadap orang lain.

2. Omo 오모 , aigo 아이고

artinya seperti "oh my" atau "ya ampuunn" gitu deh, ekspresi terkejut di mana omo lebih ke sesuatu yang positif sedangkan aigo lebih berkonotasi kecewa kaya "hadeeeuh" gitu kali yah :))

3. Saranghae 사랑해

hahaha kalo ini mah udah pada tau lah yaaa, Sule aja tau. Meski udah biasa, ngomongnya juga gak diumbar sih, wkwkwk. Lebih sering keluar dalam bentuk stiker dengan posisi tangan membentuk love. 

4. Gomawo 고마워

artinya terima kasih, untuk tataran lawan bicara yang sepadan atau sudah akrab. Bentuk formalnya adalah gamsahabnida 감사합니다

5. Anyeong 안녕

ini sih sok-sokan aja yaaa, untuk mengganti kata halo (halo dalam sapaan berjumpa, bukan di telepon). Kalo udah ketemu selama drakorians sih bakalan saling sapa duluan pake ini beruntut diikuti ungkapan-ungkapan ala drakor lainnya.

Udah nih segitu doang? Iyaaa, untuk lainnya semacam chukkae, mianhae, oppa, ahjussi, ahjumma, eonnie, appa, amma, hyung, atau oppa... yaaa gitu-gitu ajalah gak bakalan diucapkan kalo tanpa konteks. 

Lalu apa ih hubungannya sama vokal "eu" di atas, pake muter-muter dulu. Eh gini loh, bahwa ternyata vokal "eu" itu bisa aja diucapkan sama orang non-Sunda jika dalam konteks bahasa Korea, ya kan? Nggak ada yang bilang "naneun" sebagai "nanen" tapi coba katakan "cicaheum" atau "citeureup", rata-rata orang akan otomatis melafalkannya dengan "cicahem" dan "citerep". 

Sungguh unik memang mengulik budaya dan bahasa gini. Meski kelihatan receh dan ngapain sih kudu dipikirin? ya lucu aja, menarik untuk mengkajinya dari segi studi bahasa. Tapi bukan gue ya, haha.

Dah lah, selama masih ada yang nulis di tilang dan dirumah, artinya PR kita terhadap bahasa sendiri aja masih banyaakkk, hahahaha.

Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid 19 - Kemendikbud RI

5 komentar




[transkrip]

PANDUAN PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN TAHUN AJARAN & AKADEMIK BARU DI MASA PANDEMI COVID 19 - Kemendikbud RI beserta Kemenag, Kemendagri, Kemenkes, Kemenko PMK BNPB, dan DPR Komisi X


Kemenko PMK, diwakili Prof. Agus Sartono 

1. Selama masa pandemi, pemerintah memutuskan Tahun Ajaran dan Tahun Akademik tetap dimulai bulan Juli 2020. Proses pembelajaran mengalami perubahan dan penyesuian
2. Dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat, telah disusun SKB 4 Menteri sebagai panduan bagi pelaksanaan pendidikan di daerah (formal dan non formal)

3. Prinsip pembelajaran tatap muka, adalah mengutamakan keselamatan dan kesehatan semua warga satuan pendidikan
4. Pembelajaran tatap muka diprioritaskan di zona hijau, mulai dari perguruan tinggi hingga jenjang SD dan PAUD 
5. Izin dibukanya satuan pendidikan harus mengacu pada rekomendasi gugus tugas daerah, pemda, kanwil kemenag, dan yang berwenang lainnya 

Pertanyaan 
1. Bagaimana kordinasi lintas kementerian terkait kesiapan sekolah dan bagaimana penerapannya?
- Kordinasi mengenai kapan sekolah bisa dibuka, sudah dibahas berkali-kali oleh 4 kementerian dgn melibatkan beberapa stakeholders, dan DPR (komisi X dan VIII). 

2. Bagaimana mengukur efektivitas pembelajaran di era new normal?  
- Pilihan kita tidak banyak, kita mengutamakan kesehatan, best among choiches belajar dari rumah. Saat ini masih ada 46 ribu lebih satuan pendidikan yang tidak kena listrik dan internet, ini tantangan bagi pemda dan kita sdg mengusahakan supaya gak ada lagi blankspot.

Paparan Kemendikbud, Mas Menteri Nadiem Makarim
1. Dalam situasi ini, yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan guru, murid dan keluarganya. Prinsip ini yang digunakan dalam membuat keputusan bersama.  
2. Relaksasi dalam pembukaan sekolah dilakukan dgn cara yg paling konservatif yang bisa dilakukan (cara terpelan) membuka sekolah, dengan memprioritaskan keamanan. 


Kebijakan Tahun Ajaran PAUD, tingkat dasar, tingkat menengah 
- Tahun Ajaran Juli 2020 (tidak bergantung pada metode pembelajaran apa)
- Untuk daerah zona kuning, oren, merah (94%) dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan manapun. Mereka harus tetap melakukan Belajar Dari Rumah 
- Untuk zona hijau (6%), boleh melakukan pembelajaran tatap muka dgn protokol tertentu 


Kemendikbud melakukan tiering, untuk tahapan pembelajaran tatap muka di zona hijau. 


Tahapan tatap muka (dihitung dari Juli)
Bulan 1 (SMA, SMK, MAN, SMP, MTS - menengah ke atas) 2.2%
Bulan 2 
Bulan 3 (SD, MI, SLB - jenjang dasar) 0.01%
Bulan 4
Bulan 5 PAUD 0.7% (kalo zona tsb masih hijau). Paling belakangan karena paling sulit melakukan social distancing. 
---- Kalo zona wilayahnya berubah warna, prosesnya ulang lagi dari nol, satuan pendidikan harus tutup. 





Sekolah dan sekolah/madrasah berasrama, meski di zona hijau, masih dilarang buka asrama selama masa transisi (dua bulan pertama). 
Pembukaan asrama bertahap. Di bulan ketiga baru boleh buka, dengan bertahap sesuai presentase jumlah santri. 
- kebijakan tahapan berbeda-beda untuk kapasitas asrama berpenghuni ><100 dan="">100 dan <100 100="">



Kriteria dibolehkan pembelajaran tatap muka :
1. zona hijau (ditetapkan oleh gugus tugas dan pemda setempat)
2. pemda/kemenag memberi izin
3. satuan pendidikan memenuhi semua ceklis persiapan pembelajaran tatap muka
----- yang paling penting ....
4. ortu murid setuju untuk pembelajaran tatap muka. kalo ortu belum merasa aman anaknya pergi ke sekolah, nggak boleh dipaksa...bisa lanjut belajar dari rumah


Cek List Persiapan Satuan Pendidikan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka ; 
- Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan (toilet, cuci tangan, HS) 
- akses ke faskes 
- area wajib masker 
- thermogun 
- pemetaan warga satuan pendidikan (tenaga pendidik/siswa dgn komorbid, sakit)
- melakukan kesepakatan dgn komite, senat akademik dll.. 


Semua satuan pendidikan harus melakukan persiapan tersebut meski belum zona hijau, kordinasi dgn Dinas pendidikan dan Kanwil Kemenag.


Pembelajaran tatap muka zona hijau, dilakukan dua fase; 
1. Dua bulan pertama ; SMA, SMK, MA, SMP, Mts paling cepat Juli 2020 
                             SD, MI, paling cepat September 2020
                             --- max 18 siswa/kelas (shifting, tergantung sekolah) 
                             PAUD, paling cepat November 2020, max 5 siswa/kelas 
2. New normal ; SMA, SMP paling cepet September 2020 
                   SD, paling cepat Januari 2021


Jadwal jam belajar disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan, tergantung oleh setiap satuan pendidikan.  


Adapun operasional sekolah di zona hijau, selama dua bulan pertama ; 
- kantin belum boleh buka (New Normal boleh buka, dgn protokol ketat) 
- olahraga dan ekskul belum boleh (New Normal boleh, dengan jaga jarak)
- selain KBM belum boleh ada aktivitas lain (siswa cuman belajar terus langsung pulang) 


BOS
1. BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dapat digunakan untuk mendukung kesiapan satuan pendidikan. Lewat Permendikbud 19/2020 ; dana BOS boleh digunakan buat beli pulsa, paket data, alat kesehatan, cairan pembersih, dll 
2. BOS juga boleh dipakai buat bayar gaji guru honorer yang tercatat pada Dapodik per 31 Des 2019, belum dapat tunjangan profesi, dan memenuhi beban mengajar (termasuk ngajar dr rumah) 
3. BOS boleh digunakan untuk pembayaran honor dengan presentase 50% dari dana BOS. 
4. BOP PAUD dan kesetaraan sama halnya dengan BOS. 
5. Fleksibilitas dana BOS bisa digunakan untuk kebutuhan dan transisi new normal, membebaskan kepada Kepsek untuk mengaturnya. 


Pendidikan Tinggi 
Tahun Akademik 2020/2021 dimulai Agustus 2020, tapi pembelajaran masih daring untuk matkul teori. Matkul praktik masih dilakukan daring juga, tapi jika tidak bisa, praktik  dilakukan di akhir semester. 


Aktivitas prioritas (yg berhubungan dgn kelulusan mahasiswa, spt penelitian di lab, bengkel, skripsi, thesis) boleh dilakukan aktivitas tersebut dgn protokol kesehatan dan kebijakan yg dikeluarkan oleh Dirjen Dikti. 


Pertanyaan
1. Bagaimana menyikapi kondisi jika di daerah sekolah udah boleh buka, tapi ortu keberatan, apa kebijakan Kemendikbud?
- Keputusan akhir siswa masuk/tidak, ada di tangan ortu. walopun sekolah buka, sekolah gak bisa maksa anaknya masuk. Adapun sekolah dibuka keputusannya ada di tangan kepala sekolah dan pemda. 


2. Apakah ada bantuan bagi sekolah untuk menyiapkan sarana kesehatan, terutama untuk sekolah yang berada di ekonomi ke bawah?
- Ada dari dana BOS, 100% fleksibilitas untuk mengalokasikan dana BOS tergantung satuan pendidikan masing-masing


3. Banyak ortu khawatir, minta sekolah baru dibuka Des 2020, sesuai rekomendasi IDAI. Gimana Kemendikbud? 
- Berbagai macam input sudah masuk dan dipertimbangkan, dan (SKB) ini adalah hasil kebijakan kami. Kami menerapkan perjenjangan dan menunda masuk sekolah sampe 5 bulan ke depan (khusus zona hijau). Kami lakukan ini sepelan mungkin dgn tiering system spt yang sudah dijelaskan. 


Kementrian Agama, diwakili Dirjen Pendidikan Islam, Komarudin 
- Setuju dengan paparan kemendikbud. 
- Khusus madrasah, karakternya sama saja dengan sekolah biasa dan ikut rekomendasi Kemendikbud, karena ini hasil rumusan sama-sama. 


Untuk di luar madrasah dan sekolah, ada pesantren di bawah kemenag yang kebijakannya nanti disampaikan oleh Menag (dalam 1-2 hari ke depan). 

Pertanyaan
1. Gimana teknis protokol di pesantren/madrasah dan kesiapan TA 2020? 
- pesantren, akan disampaikan resmi sama menag dlm 1-2hr ke depan
- pesantren ada yg memulangkan ada yg tidak. Yang gak pulang, tetap belajar. 
- pemda, gugus tugas diharapkan juga dapat mengontrol dan mengawasi pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan 


2. Apa imbauan kepada ortu dalam mendampingi anak belajar dari rumah, terutama bagi siswa pesantren dan pembelajaran di zona hijau? 
- untuk pondok yang tidak memulangkan santrinya, imbauan kepada penyelenggara dan santri untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan, dan membiasakan hidup sehat 
- untuk santri yg di rumah, ortu diharapkan partisipasi, terlibat (engage) dalam membina dan mengarahkan anak-anak, meskipun tidak bisa maksimal, setidaknya supaya tidak mengurangi intelektual dan akhlak pada anak-anak selama di rumah.

Kementerian Kesehatan, dr. Terawan Agus Putranto
1. Kemenkes akan menyiapkan sarpras, fasilitas, dan faskes di sekitar satuan pendidikan 
2. Prioritas adalah keselamatan dan kesehatan murid dan warga satuan pendidikan


Pertanyaan
1. Tanggapan atas case reinfeksi saat sekolah dibuka? 
- kalo ada case +, faskes akan kordinasi sama sekolah supaya tidak menyebarluas ke lingkungan sekolah 
- selanjutnya ikut prosedur kemendikbud, yaitu sekolah ditutup dulu dan dipantau oleh dinkes 


2. jika sekolah dibuka di zona hijau, apa ada bantuan dari kemenkes dalam melaksanakan protokol kesehatan? 
- kemenkes akan mendukung lewat faskes, untuk melakukan pendampingan ke sekolah-sekolah di lingkungannya. 


Kementerian Dalam Negeri (diwakili dirjen bina administrasi wilayah) - Syafrizal
1. Kebijakan berdasarkan data terkini dan kesiapan daerah 
2. Tetap mitigasi kemungkinan penyebaran gelombang lanjutan 
3. Lindungi kelompok rentan
4. Kebijakan pemda berdasarkan kearifan lokal


Kemendagri senantiasa meminta pemda untuk evaluasi terus supaya warna zona tidak berubah. Meningkatkan kapasitas faskes, nakes, penyediaan APD, masker wajah, memastikan tersedia kapasitas dasar layanan kesehatan umum, telemedicine, fasilitas cuci tangan, karantina. 


Sekolah butuh pendekatan khusus, sebab rendahnya kekebalan para siswa, sulit melakukan social distancing, dan adanya ekskul. Maka melakukan perubahan aspek pendidkan secara bertahap seperti deretan meja kelas, tas besar, ujian, komunikasi guru-murid. Karakteristik daerah juga berbeda-beda dalam respon terhadap virus. 


PP 21/2020 ttg PSBB
Permenkes no 9/2020 ttg PSBB 
SE Mendikbud 4/2020 ttg kebijakan pendidikan masa darurat
SE Mendikbud 15/2020


Anak usia dini cenderung tidak mengetahui, anak usia tinggi kadang tidak peduli, sosialissi jadi kata kunci, ketidaktahuan membahayakan diri, ketidakpedulian membahayakan orang lain. pengaturan telah diberi, namun butuh konsultasi dan asistensi. Kalo tidak PD jangan memaksa diri, semuanya membutuhkan kata kunci, kolaborasi. Mungkin kita tidak bisa berlari, tapi kita tidak pernah berhenti. 

Pertanyaan
1. Skenario untuk memastikan protokol dapat berjalan dgn melibatkan agen masyarakat spt posyandu, bgmn kordinasi pemerintah pusat dan pemda dalam menerapkan protokol? 
- seluruh komponen masyarakat (formal dan non formal), untuk kerjasama dalam monitoring proses KBM, posyandu, UKS, PKK, dharma wanita, relawan lain yg bantu sektor pendidikan. Satpol PP menegakkan hukum, buka hotline kemendagri menjawab soal-soal.

2. Apa dukungan dr kemendagri dalam menjembatani pemda dalam mempersiapkan sekolah new normal? 
- SKB sebagai pegangan utama, petunjuk teknis untuk kelancaran KBM. Jiika gak cukup, dibantu asistensi pelaksanaannya. Kemendagri telah menyiapkan 2000an video untuk menggambarkan inovasi, new normal, sebagai alat belajar yg efektif. 


Kepala BNPB / Kepala Gugus Tugas - Doni Munardo 
1. Langkah-langkah yang telah disiapkan Mendikbud adalah bentuk kehati-hatian dan perhitungan sehingga bisa mengantisipasi risiko yang akan timbul
2. Gugus tugas akan senantiasa menginformasikan perkembangan selanjutnya
3. Ada 15 kriteria yang menjadi acuan gugus tugas dalam menentukan angka penentuan warna zonasi
4. Ada 90 lebih kota/kabupaten yang zona hijau

Pertanyaan
1. Bagaimana menjamin zona hijau tetap hijau, karena saat PSBB longgar ternyata ada case perubahan warna zona? 
- selama masyarakat pada disiplin, taat pada protokol kesehatan zona hijau bisa tetap. Kalo kendor ya berubah jadi kuning. Potensi zona kuning ke hijaupun ngga mudah, perlu kerja keras. disiplin, disiplin, disiplin. 


2. Jika sekolah dibuka, apa pemerintah akan lakukan rapid berkala untuk warga sekolah? 
- jika hanya sampel siswa saja sangat mungkin, sewaktu-waktu PCR juga bisa. Tapi kalo semua warga satuan pendidikan gak mungkin, memerlukan biaya mahal. Buat daerah-daerah tertentu aja bisanya. 


DPR, Syaiful Huda komisi X 
1. Tolong didengarkan masukan atau keluhan kesulitan baik dari orangtua maupun satuan pendidikan terhadap padatnya kurikulum selama Pembelajaran Jarak Jauh
2. Usulan penambahan kuota PIP (Program Indonesia Pintar) dan KIP (Kartu Indonesia Pintar) kuliah th 2020-2021 supaya anak-anak muda dapat mengenyam pendidikan secara baik dapat belajar dgn lancar. Ini merupakan bagian dari social safety net bagian pendidikan Indonesia. 

3. Relaksasi UKT, supaya bisa terlaksana di setiap kampus. Kemendikbud bikin taskfor ce khusus melakukan supervisi ke kampus-kampus yg belum relaksasi UKT. 

4. Supaya kemendikbud punya peta kebutuhan pendidikan di masing-masing daerah, menyangkut soal (1) berapa banyak sekolah yg belum punya infrastruktur internet, (2) berapa banyak sekolah yg belum mampu mengadakan alat kesehatan untuk menerapkan protokol , dimana dana BOS gak memungkinkan dipake buat pengadaan alat kesehatan. 

5. Bantuan terhadap sekolah dan kampus yg tidak bisa melaksanakan daring. Satuan pendidikan swasta banyak yang colaps, di luar skema BOS harapannya ada kebijakan dr kemendikbud kolaborasi dgn pemda untuk ngasih bantuan bagi sekolah-sekolah yg colaps ini . 

6. Mendorong spy kemendikbud secara reguler proaktif terus konsolidasi dgn pemda, melalui disdik provinsi. Mekanisme dr kemendikbud hanya akan lancar jika dinas bisa konsolidasi dgn sekolah masing-masing. 

Pertanyaan
1. Gimana dukungan kepada pemernitah dalam TA 2020 era New Normal? 
- supaya anak-anak msh bisa belajar dgn maksimal, tetap bisa sekolah dan kuliah selama masa pandemi supaya PIP dan KIP kuliah bisa diakses semua anak Indonesia 


2. Bagaimana pandangan DPR dgn kebijakan tatap muka di zona hijau dan daring di sona merah kuning? 
- DPR mendukung sepenuhnya SKB 4 menteri. 

Baca Juga : Kebiasaan Baru Setelah Pendemi Covid-19

5 Situs/Aplikasi Nonton Drama Korea

14 komentar

Heboh soal drama Korea sana sini, ada yang mulai tertarik juga pengen ikutan nonton? Atau para mantan Kdrama Lovers waktu kuliah, dan sekarang ini mau nonton lagi? Di mana situs/aplikasi nonton drakor gratis eh, terbaik? 

Sekarang ini banyak banget aplikasi atau situs yang menyediakan layanan nonton secara streaming. Kita nggak perlu lagi menyimpan berkeping-keping dvd sampe numpuk atau menyimpan bermega-mega bytes download-an film yang mau ditonton di dalam flash disk atau eksternal hard disk. Cukup sediakan kuota dan jaringan lancar, proses nonton pun semakin mudah dan puas dengan kualitas gambar maupun subtitle yang bagus. 

Situs/aplikasi nonton juga nggak cuman menyediakan satu jenis tayangan melainkan aneka serial, film, variety show, reality show dari berbagai genre dan negara. Mau nonton drama Asia, serial Barat, atau drama Bollywood, tinggal pilih aja, semua ada dalam satu aplikasi. Setiap aplikasi juga biasanya punya serial lokal sendiri, yang ditayangkan khusus di mereka aja. 

Kalo udah gini TV emang serasa jadi ketinggalan zaman, kecuali nontonnya disambungkan ke smart TV. Tapi pemakaian di handphone juga udah enak, nontonnya bisa disambi di jalan, sambil rebahan, sambil masak pun bisa. 

Tapi sebelumnya, perlu diketahui juga bahwa sama halnya dengan film-film barat dan yang lainnya, situs/aplikasi nonton drakor juga ada yang legal dan ilegal, resmi dan tidak resmi. Tapi, semua saluran resmi juga menyediakan layanan nonton drakor gratis kok, hanya aja untuk beberapa serial on going atau eksklusif ya tentunya berbayar. 

Selama saya nonton drakor dari beberapa platform, masing-masing ada beberapa kelebihan dan kekurangannya. Yang legal tentunya memuaskan, tanpa jeda iklan, resolusi gambar, maupun subtitle. Kalau yang ilegal, ya udah pasti banyak kekurangannya, tapi justru paling banyak dipake sama masyarakat. Ya gitulah ya, namanya juga gratisan. 

1. Viu 
Viu ini aplikasi paling populer di Asia. Drama Korea, Jepang, Asia lengkap, film-film bioskop plus variety shownya dari Barat ada juga. Emang nggak semua drama hits tayang di Viu (berat saingannya Netflix) tapi lainnya juga bagus-bagus.

Pada saat pertama kali instal Viu, kita dapet 30 hari masa percobaan gratis nonton semua. Selanjutnya, kita bisa tetap nonton yang gratis tanpa perlu registasi,tapi kalo mau nonton yang premium tentu harus registrasi dan berlangganan. Keuntungan berlangganan selain bisa nonton yang premium (biasanya serial yang on going nih), juga streaming tanpa jeda iklan (kalo pas nonton gratisan pasti kerasa deh setiap beberapa menit ada iklannya 10 detik). 

Harga paket berlangganan Viu sendiri cuman 30rb/bulan, bisa bayar lewat debit atau google pay. 

Di Viu, kualitas gambar juga bisa diatur. Subtitlenya bagus, nggak ngasal. Karena streaming jalur resmi ya, misalkan di Korea tayang jam 8 malam, maka baru akan ada di Viu esok subuh. Tentunya ini demi kualitas dan kepuasan tayangan buat pemirsa. 

Selain di hape, Viu juga bisa ditonton lewat websitenya langsung. 

2. Iflix 
Ini aplikasi pertama kali buat nonton drakor waktu awal-awal dulu. Seneng lihat tampilan dan koleksinya, ya sebagai pemula, yang disajikan Iflix pasti banyak yang belum saya tonton. Tontonan di Iflix juga lengkap, Indonesia, Hollywood, entertainment, dokumenter semua ada. Terkadang tayangan di Iflix lebih lambat daripada yang lain sih, tapi buat kita-kita yang suka nonton buat hiburan aja nggak dikejar on going puas banget nonton di Iflix. 

Untuk berlangganan, sejumlah provider seluler menyediakan paket berlangganan dengan Iflix. Cukup bayar 39rb/bulan untuk akses Iflix VIP.  

Iflix juga bisa ditonton di websitenya lewat laptop/PC. 

3. Drakor.id+
Drakor.id ini aplikasi khusus Kdrama dengan subtitle Indonesia. Banyak yang demen nonton di sini, selain karena uploadnya cepet, biaya langganannya juga murah meriah. Tampilan aplikasi sederhana banget, tapi koleksinya lengkap dan up to date. 

Untuk nonton di drakor.id kita perlu log in pake akun atau Facebook, ada juga beberapa pilihan resolusi yang mau ditonton. Harga langganan premium Drakor.id paling murah di antara semuanya, mulai dari 5rb/bulan, atau 30rb/6 bulan. Muraaaaahh bangeett kaaann....

Saat nulis ini saya juga baru tahu kalo Drakor.id bisa ditonton lewat websitenya, dan sepertinya lebih enakan nonton di website daripada di aplikasinya. Soalnya dulu saya pernah instal drakor.id ini tapi entah kenapa waktu buka videonya sering ngadat.

Kabar baiknya, di Drakor.id nggak ada batasan ekslusif gaes, bisa nonton bang Limin di The King Eternal Monarch! --- tapi entah kenapa ini websitenya juga sering crash (500 internal server error, itu kenapa si?)

4. Netflix 
Ini sih rajanya aplikasi nonton yah (yang paling mahal pula biaya langganannya). Apa sih yang nggak ada di Netflix, semua lengkap mulai TV shows, film, animasi, dokumenter, dan lainnya. Drakor yang ada di Netflix tentu nggak usah diragukan kepopulerannya, macam Crash Landing On You, Kingdom, Itaewon Class, Extracurricullar, dsb. 

Harga paket berlangganan Netflix di ponsel 49rb/bulan. Paket basic 109rb/bulan, Standar 139rb/bulan. Perbedaannya ada di akses dan perangkat. 

Netflix juga menyediakan layanan percobaan, tapi tetep harus pilih plan berlangganan jika nanti gratisannya habis, dan ini agak rempong karena harus masukin nomer CC atau debit Jenius (yang mana gak semua orang punyaaaa).
 
Sayangnya Netflix musuhan sama Telkom grup, wkwkw, tauk dah napa... jadinya saya juga nggak bisa nonton serial Netflix, kecuali.... 

5. Ilegal! 
Hahaha, iya ni ada juga jalan tidak resmi bagi sobat drakorians gratisan. 

Sebenernya tentu banyak kekurangannya nonton secara ilegal gini, mulai dari resolusi gambar yang tidak terlalu cekas (cekas apasi bahasa Indonesianya), subtitle yang engga banget (masa iya ada 'anjir, hamil lur') terkadang ada masukan dari penerjemahnya semacam 'gue juga bingung, kenapa dibalikin lagi ke si kapten', laaahh... 

Memang mereka suka tayang lebih cepet daripada yang legal, tapi ya gitu, wayahnya seadanya...kheseus buat anda-anda yang demen pamer dulu-duluan nonton si cocok keknya, hahahaa..isshh julid siah!  

Ya udah, dari lima rekomendasi di atas tinggal pilih aja mau nonton di situs/aplikasi nonton drama Korea yang mana :)

Kenapa Saya (Lanjut) Suka Drakor?

1 komentar

drakor rekomendasi

Ini post lanjutan dari postingan saya dua tahun lalu, tentang alasan Kenapa Saya Suka Drama Korea?  dan mungkin juga bagi orang-orang yang penasaran, kenapa drama Korea sangat populer dan banyak disukai masyarakat? 

Total dua tahun sudah saya comeback dunia perdrakoran, haha. 

Sayangnya saya nggak suka ngelist judul drama apa aja yang udah ditonton. Udah gede lah ya, nggak perlu banyak-banyakan tontonan, yang penting goalnya kan dapet. Gimana kita menyalurkan kesukaan, melepas penat, dan bisa refresh lagi setelahnya. 


Saya juga nulis di blog ini beberapa review drakor yang ditonton, lumayan kan jadi ada bahan tulisan sekaligus referensi buat orang lain.

 

Saat in Kdrama lovers udah menjamur di mana-mana. Beberapa teman di grup geng kuliah udah kena virusnya juga akibat saya dan segelintir teman sering tuker-tukeran rekomendasi judul di grup, terus merhatikan teman-teman FB juga banyak yang ternyata diam-diam drakorians, meskipun malu-malu :’)

 

Adanya wabah covid-19 di awal tahun yang memaksa kita stay at home dalam jangka waktu yang cukup lama juga kurang lebihnya bikin orang pada ngorek-ngorek hal apa lagi yang bisa mengisi waktu di rumah. Salah satu dari sekian pilihan ya nonton drakor. 

 

Yang ketimpa keberuntungan pas zamannya lockdown tentu saja The World of The Married, pas juga temanya pelakor, kesukaan rakyat Indonesia, haha. 

 

Lalu setelah dua tahun bergelut dengan drakor, sekarang mulai mengendur atau nambah kenceng nih?

 

Jawabannya, sedang-sedang saajaaaa…. 

 

Dari awal memutuskan buat nonton lagi ya emang tujuannya isi waktu luang aja sih. Yang namanya waktu luang kadang ada, kadang enggak. Kadang diisi sama drakor, banyak juga isian lain. Untuk menganggarkan waktu khusus drakor nggak ada, sesempatnya aja. Kadang satu eps sebelum tidur, kadang dua-tiga eps, trus baru lanjut seminggu kemudian. Bahkan satu serial baru beres berbulan-bulanpun ada. 


Drakor emang nagihin, makanya muncul istilah drakor addicted. Tapi sesungguhnya bisa kok diatur dan dimanage, mencukupkan diri nonton yang on going saja seminggu dua kali, misalnya. Atau ambil drama lama sehari satu episode.


Intinya, sesempatnya dan secukupnya aja. 

 

Ketinggalan beberapa judul on going ya nggak masalah, nggak semua harus ngikutin on going. Bagi saya, tonton aja mana yang disuka, mau itu on going atau lawasan.  Nggak selalu harus hype nonton yang baru-baru, judul lain masih antri buat ditonton. Per hari ini, saya nggak nonton Crash Landing On You-nya Hyun Bin maupun The King Eternal Monarch-nya Lee Min Ho. Simply males aja, mau ngehits kaya apa juga males. 

 

Setelah dua tahun, alasan saya lanjut nonton drakor tetap sama. Suka dan banyak yang bisa dipetik dari ceritanya. Mereka garap serial berasa garap film, bujet memadai dan serius. Kualitas akting juga nggak dibuat-buat. Jadi dokter ya nyuntik, pasang alat, properti medis, dsb. Nggak cuman sekadar pake jas putih lalu berkata “Anda terkena penyakit jantung,” jengjeeeng….mata melotot dan teriakan histeris.  

 

Saya udah cukup tua lah ya untuk tau mana yang nggak sesuai prinsip dan nggak perlu diikutin. Lihat anak-anak muda di grup drakor pada latah minum Soju ya apa sih yaaa, kok kaya mudah banget kebawa arus. Jadi penonton profesional saja, sukai ceritanya, sukai aktingnya, ambil pesan yang disampaikan. Adapun urusan pribadi para pemain sebagai personal atau sikap-sikap yang tidak sesuai dengan hidup saya, aku tak ada urusan.

 

Drakor tidak mengubah prinsip hidup saya. 


Sekarang juga saya udah lumayan apal sama beberapa aktor dan aktrisnya, hehe. Memang susah awalnya, tapi dengan sering lihat oh jadi tau bedanya muka si anu dan si anu. Untuk bacaan dan penulisan memang masih suka sliwar sliwer. Progress terpenting, saya udah punya bias dong, meskipun jumlahnya akan selalu bertambah dan berkurang seiring pertambahan judul yang ditonton, hahaahah….penonton mah gitu, main enaknya aja buang-ambil masukin list wkwkwk. 

 

Ciyee bias, udah tau sekarang istilah Kokoreaan yak. Qiqiqiqi.  

 

Lalu di mana saya biasa nonton drakor? Tunggu next postingan yaaa…