Review Film "Along With The Gods : The Last 49 Days" (2018)

by - Maret 05, 2019


Cerita 8 
Penokohan 8.5
Visual 8 
Sound Effect 8 
Sinematografi 8.5
Nilai Total 8/10 (bodo amat dgn score dari situs review dan cinephiles, wkwkwk) 



“No humans are innately bad, there are only bad circumstances.” 


Biar telat, asal nonton.....dan asliii, pengin nonton lagiiii 😇

Film pertamanya, The Two Worlds, sukses membuat kita ingin segera taubat. Tanpa harus jadi film reliji, pesan moral yang dibawa sungguh apik. Mengingatkan bahwa segala perbuatan di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya.  

Ending yang meninggalkan banyak pertanyaan di film terakhir, langsung terjawab tuntas sejelas-jelasnya dalam film kedua. Ditambah plot twist yang kece abeeesss membuat saya ber-oohh-oohh ria sepanjang film. 

Dalam The Two Worlds, cerita berpusat pada Kim Ja-Hong, petugas pemadam kebakaran yang wafat saat bertugas,  dalam perjalanannya menyusuri pengadilan di akhirat. Didampingi tiga malaikat maut yang bertugas sebagai pelindung; Gang Rim (Ha Jung Woo), Hae Won Mak (Ju Ji Hoon) dan Duk Choon (Kim Hyang Gi), Ja Hong berhasil melalui neraka satu per satu hingga akhirnya ia mencapai level Paragon dan bisa bereinkarnasi ke dunia.

Kini, di film kedua...giliran para malaikat yang ditentukan nasibnya. Selama seribu tahun, mereka sudah membantu 48 jiwa untuk bereinkarnasi, dan tugas terakhirnya adalah mendampingi jiwa ke 49, yaitu adik dari Kim Ja Hong sendiri, Kim So Hong. Sesuai perjanjian dengan Yeomra sang penguasa alam baka, setelah jiwa ke 49 berhasil diselesaikan, mereka bertiga akan mendapatkan hak bereinkarnasi. Syarat lainnya, harus ada yang diangkat sebagai malaikat pelindung baru. Yeomra memilih Heo Choon-Sam, seorang pria tua yang tinggal bersama cucunya yang masih kecil. 

Yang menarik, kemunculan Sung Joo-shin, Dewa Penjaga Rumah yang ternyata adalah malaikat yang mendampingi ketiganya di akhirat seribu tahun yang lalu. Keberadaan Sung Joo di rumah Heo Choon Sam adalah alasan mengapa sang kakek bisa berumur panjang melebihi kontrak hidupnya. 

Sama halnya dengan kita yang nonton, para pelindung ini merasakan titik terang ketika akhirnya bertemu dengan Sung Joo. Tak ada yang mereka lebih ingin tahu selain alasan kematian mereka sendiri. Terkecuali Gang Rim, yang ingatannya sengaja tidak dihapuskan sejak kematiannya hingga saat ini.

Alur The Last 49 Days ini akan maju mundur sesuai dua kondisi yang paralel berjalan. Sementara Gang Rim memandu So Hong menghadapi pengadilan-pengadilannya, kedua malaikat lain berada di rumah Choon Sam, khusyuk menggali kebenaran masa lalu yang pilu.   


Sung Joo adalah koentji. Ia menceritakan siapa Haewonmak seribu tahun yang lalu, dan mengapa ia ditakdirkan bertugas bersama Duk Choon dan Gang Rim. Bagian ini mengaduk-aduk perasaan dan pikiran banget....rasa sedih, kesal, gemes, marah campur jadi satu. Persis reaksi Duk Choon saat mengetahui keadaan dirinya semasa hidup. Ia merasa sangat marah tapi juga kagum pada Haewonmak. Sedangkan Haewonmak sendiri didera rasa bersalah amat sangat, yang kemudian berubah menjadi amarah. 

Saat fakta semakin terasa menyakitkan, Sung Joo menunjukkan kualitasnya sebagai pelindung bagi kedua malaikat yang bersedih. Ia tetap mendinginkan suasana, dengan berkata "Tak ada orang yang terlahir jahat, hanya ada keadaan yang buruk. Ingatlah ketika kau merasakan marah dan benci, coba lihat segala sesuatunya secara terbalik". 

Dengan terkuaknya tabir seribu tahun yang lalu, di dunia yang lain, Gang Rim pun semakin terobsesi dengan masa lalunya. Ia sudah cukup tersiksa dengan ingatannya selama ini. Membuktikan kematian So Hong adalah ketidaksengajaan, dan berusaha mendapatkan persidangan yang adil untuknya adalah bagian dari cara Gang Rim menyelesaikan dosa-dosanya.


Film ini kemudian diakhiri dengan clue yang mengonfirmasi akan adanya kelanjutan film yang ketiga. Yap, kedatangan kembali tugas mendampingi arwah yang sempurna, the-vulnerable-Dongyeon, teman wamil So Hong, yang diperankan oleh D.O EXO.       

Saya, masih ternganga-nganga dengan pengalaman sinematik sekuel ini. Visualnya keren, suaranya pas, ciri teknologi CGI andalan Korea. Pada The Last 49 Days, cerita tentang So Hong yang sebagian besar sudah kita tahu di film pertama, memang jadinya nggak semenarik rahasia masa lalunya the guardians. Terus terang, hal ini menjadikan film sedikit kehilangan fokusnya, mengingat pergantian setting juga sangat sering, membuat kita harus beralih fokus dengan cepat. 

Sutradara juga dalam hal ini seakan punya misi menampilkan kondisi kekinian Korea. Resesi, saham, reksadana, jadi kosakata yang edgy untuk genre drama fantasi.     

Ah, bagaimanapun juga, film ini tetap jadi favoritTerutama untuk hal-hal yang nyerempet kehidupan, ala Korea selalu bisa menyampaikan dengan ringan namun punya makna yang dalam. 

Gara-gara film ini, saya jadi browsing film-film Ju Ji Hoon lainnya, dan terdampar di The Item (Kingdom masih belum terjamah). Kalau Hyang Gi sudah lebih dulu tau sejak di Queen Classroom, khas banget rambut bobnya. Sedangkan Ha Jung Woo, meski mukanya familiar, ahjussi ini saking sibuknya nggak pernah sempat main drama.    


Kabarnya, film ketiga masih akan keluar tahun 2021. Masih lama ya. Sabar dulu deh.







You May Also Like

2 komentar

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^

Baca Juga

7 Essentials Korean Kitchen