Pura-Pura Hamil

1 komentar
Kemarin-kemarin baca statusnya dokter Annisa Karnadi yang ini , isinya tentang viralnya status-status sosmed memajang testpack dua garis ditambah caption alhamdulillah dapet rejeki lagi blablabla, yang kemudian di bawahnya zonk ternyata nggak hamil dan cuman bercanda. Buat lucu-lucuan.  

Kok rasanya nyeess....sekilas nampak seperti biasa saja (buat kita yang nggak mengalami kesulitan untuk hamil) tapi ketika dibaca lagi dan memosisikan diri sebagai pasangan menikah yang belum kunjung dikaruniai anak, trus baca candaan seperti itu...duh! Lucu dimana nya?


Kita mungkin boleh sering mengeluh karena sabuk naga yang tertinggal permanen di perut pasca melahirkan atau stretchmark yang tak pernah pudar. Kita mungkin sering berteriak lelah digandoli anak kesana kemari, dan ketika takdir memilih kita untuk hamil setiap dua tahun sekali, maka kita merasa dunia tidak adil, sampai-sampai berkata "aduuh kok hamil lagi, sih"


Tapi tahukah kita kalau ada yang diam-diam menangis saat melihat foto keluarga bahagia dengan anak sepasang yang lucu-lucu, ada yang sangat ingin bertukar posisi dengan kita mempunyai banyak anak, mengalami morning sickness dan drama kehamilan lainnya.

Nonton Kontes Robot Indonesia Bareng Anak

Tidak ada komentar




Kamis tanggal 2 Mei kemarin, saya pergi mbolang ke kota sama anak-anak nonton Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018, Regional IV, di Graha Polinema Malang.

Kontes Robot Indonesia (KRI) adalah ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Pesertanya adalah tim/club robotik mahasiswa yang kampusnya terdaftar di Kemenristekdikti.

Ada sekitar 32-25 tim robotik kampus regional IV (Jawa Tengah - Indonesia Timur) yang berpartisipasi dalam KRI 2018 ini. Tiga penyelenggara KRI regional lainnya adalah Universitas Riau (regional 1, Sumatera), Universitas Tarumanagara (regional 2, Jawa Barat-DKI-Kalimantan Barat), Universitas PGRI Semarang (regional 3).  

Kesemuanya bertanding melawan satu sama lain dari mulai babak penyisihan sampai finalnya diselesaikan dalam satu hari.