Ketan Ulen Khas Lebaran Buatan Nenek

Salah satu hal yang dirindu saat lebaran, adalah ketan ulen goreng buatan nenek di Tanjungsari. Dimakan sama peuyeum ketan putih yang dibungkus daun jambu, hmmm... aromanya, legitnya, dan renyahnya dimakan hangat-hangat bareng teh melati. Bikin kangen kampung halaman.

 
ketan ulen goreng

Ketan ulen selalu jadi sajian rutin saat keluarga besar berkumpul di rumah nenek. Dibuat dua hari sebelumnya, didiamkan sebentar, lalu dipotong-potong saat mau digoreng. Disajikan pagi-pagi beserta teh hangat sembari ngobrol bareng di halaman.... duuhh, gustiii, kangeeenn...  

Sejujurnya, saya belum pernah menduplikasi resep ketan ulennya nenek di sini, rasanya nggak sanggup aja gitu, nggak bakal bisa menyamai. Tapi kalau keadaannya begini, setahun diarep-arep ternyata nggak bisa pulang, mungkin kelak saya harus nyoba juga. 

Sebelumnya, tanya resep ke nenek dulu... 
Lalu jawabnya begini : 

"beras direndem 2 jam, diisikan, cuci bersih. Tuang santen sama parutan kelapa. Dikukus dina aseupan atau dandang, nepi ka asak. Jangan lupa kasih garem. Panas-panas, ditutug ku halu sampe lembut trus dicetak tunggu dingin. Balurkeun tipung, potong-potong, goreng."

Taahh, gitu ceuunaahh kata nenek akooohh, wkwkwk. Nanti saya coba ya, nek. 

Bentuk ulen favorit lainnya adalah ulen bakar sambel oncom, huhuuyy nikmaatt pisan makan ini panas-panas di cuaca yang dingin. Sambelnya, pedesnya, gurihnya, huaaaa...kangeeeen, meweeekkk T____T 

ulen bakar sambal oncom
ulen bakar 
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url