Aman Bersepeda Saat Pandemi

2 komentar
besepeda kala pandemi

Saat pandemi gini, dimana kita harus tetap menjaga stamina dan kesehatan, salah satu olahraga yang bisa dilakukan adalah bersepeda. 

Kenapa bersepeda?

Karena olahraga ini relatif mudah, murah, minim polusi, bisa sekalian mendapat udara segar dan pemandangan luar rumah, dan yang terpenting, bisa dilakukan secara individu. 

Kepopuleran bersepeda ini tidak dipungkiri semakin meningkat di masa pandemi bisa jadi dikarenakan beberapa hal juga, misalnya tempat olahraga biasanya seperti kelas yoga, gym & fitness, atau GOR sedang tidak beroperasi. Bahkan beberapa kolam renang publik pun sempat ditutup dulu pada awal-awal masa pembatasan sosial. Pokoknya segala olahraga yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain memang sebaiknya dihindari dahulu di masa-masa ini. 

Pasalnya, lingkaran penularan Covid-19 ini juga semakin tidak jelas dan semakin masif, sementara protokol kesehatan yang diterapkan orang-orang sudah mulai melonggar. 

Lalu apakah kelonggaran ini menjadi alasan kita untuk tidak berolahraga atau justru hajar saja beraktivitas seperti sebelumnya? 

Tidak begitu yaaaa …. 

Dengan mengenali kondisi kesehatan diri sendiri dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik, kita tetap bisa kok berolahraga dengan nyaman. Awal bulan kemarin saya ikut webinar yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan bareng komunitas sepeda dengan tema “Yuk Sepedaan Sehat dan Aman di Era Kebiasaan Baru”. Dalam seminar tersebut saya mendapat pengetahuan dan tips-tips bersepeda aman dan nyaman dalam situasi serba terbatas ini. 


Bersepeda Sehat dan Aman Selama Pandemi 

Bapak Azwar Hadi Kusuma dari Komunitas Sepeda Lipat Indonesia menguraikan tips-tips di bawah ini untuk bersepeda dengan aman: 

Persiapan Bersepeda 

Hal yang pertama dan terpenting adalah, kondisi tubuh yang sedang sehat. Kedua, buat rute gowes yang tidak melalui keramaian sehingga kita tidak perlu terlalu banyak berpapasan dengan orang lain. Ketiga, pakai pakaian tertutup untuk meminimalisir infeksi melalui kontak kulit. Keempat, siapkan perlengkapan baik untuk teknis sepeda dan perlengkapan kesehatan seperti masker cadangan, hand sanitizer, air minum dengan botol yang tertutup. 

Bersepeda saat New Normal

Sepedaan sebaiknya dilakukan secara individu aja, atau kalau mau rame-rame sama keluarga atau batasi hanya maksimal 5 orang saja, itupun jaga jarak dengan orang lain. Gunakan juga helm, masker, dan kacamata untuk perlindungan lebih baik. 

Bagi teman-teman yang merupakan tim sepedaan dadakan, sebaiknya atur intensitas bersepeda dari ringan sampai sedang. Harus sadar diri yaaa, jangan langsung ambil track gede-gedean, bertahap saja. 

Nah, ini yang paling penting : saat gowes bareng-bareng, hindari sosialisasi atau istirahat makan minum bareng. Kenapa? karena justru pada saat-saat itulah, pertahanan kita melonggar dan rawan virus bertransmisi dari orang ke orang. 

Kalau dulu ada sesi nongkrong-nongkrongnya, maka sekarang direm dulu aja. Meskipun gowesnya sama keluarga, tapi dengan mampir-mampir artinya kita singgah di beberapa tempat yang kita nggak tahu akan kontak sama siapa. 

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Bersepeda 

Sehabis kita bersepeda berkelompok bersama teman-teman segeng misalnya, pulang ke rumah jangan langsung leyeh-leyeh cipika-cipiki sama anggota keluarga. Amat dianjurkan untuk melepas atribut sepeda di luar rumah, semprot-semprot desinfektan, lalu segera mandi dan membersihkan diri. Lebih baik lagi jika membatasi kontak fisik dulu dengan orang rumah. 

Terlihat ribet nggak sih? Percayalah, jauh lebih ribet apabila kita los dol begitu saja tanpa ada usaha pencegahan terlebih dahulu. 

Bahkan menurut saya, penerapan protokol kesehatan ini hendaknya dilakukan seterusnya ke depannya, sebagai kebiasaan baru. Kebersihan dan kesehatan adalah hal mendasar yang diperlukan setiap orang untuk bertahan di masa rawan pandemi begini. 

Oh ya, untuk teman-teman yang baru memulai bersepeda dan menemukan kenyamanan dengan olahraga ini, Pak Poetoet Soedarjanto dari Komunitas Bike To Work juga membagikan tips-tips bagi para pesepeda. 

Tips-tips Bagi Pesepeda Pemula 

  • Hidup sehat dan bugar. Sehat saja tidak cukup, tetapi bugar adalah perilaku produktif, yang juga mempengaruhi endurance dan stamina. 
  • Perhatikan hal-hal berikut sebelum bersepeda: Kenali sepeda (jenis, sifat, dan kelengkapan teknisnya), kenali diri (kondisi kesehatan, penyakit bawaan), dan kenali lingkungan
  • Apapun kendaraan yang kita gunakan, harus mengacu pada undang-undang lalu lintas yang diterapkan. Jangan merasa arogan di jalanan, dan tetap bersepeda di jalur aman
  • Pakai tas selempang di sebelah kiri untuk keamanan 
  • Letakkan botol minum di bagian yang mudah dijangkau sehingga bisa diminum selagi gowes 

Adapun pertimbangan dalam memilih sepeda, Pak Putut bilang sesuaikan dengan ukuran tubuh, bukan usia. Tetapi untuk menimbang spot alias medan yang dilalui, perhatikan ukuran sepeda. 

Juga jika mengajak anak bersepeda, lakukan pelan-pelan secara bertahap. Kita juga perlu memperhatikan kondisi anak jika mulai terasa engap, sebaiknya berhenti-berhenti atau disudahi saja sesinya. 

peserta webinar, rame juga diisi sama gowesers maupun bukan

Naaahh bagi saya yang aslinya bukan goweser, pengetahuan dan tips-tips bersepeda ini sangat berguna dalam mendampingi anak-anak dan suami yang juga gemar sepedaan. Saat mereka bersenang-senang, ibu harus jadi pengerem lah ya biar semuanya tetap terkendali, sehat, dan aman.

2 komentar

  1. yang perlu diperhatiakn saat bersepeda adalah saat di jalan raya , agar bersepeda tidak menutupi sampai separuh jalan shg membuat macet mobil2 di eblakangnya. seharusnay satu sepeda berbaris satu sepeda ke belakang shg arus lalulintas bisa lancar. kadang suak kesel kalau macer gegara org naik sepeda abringan berjejer ke samping 4-5 orang

    BalasHapus
  2. Aku sering liat temen2ku sepedaan ntah sendiri ato dengan spousenya. Dan syukurnya rata2 pada patuh pada aturan bersepeda yg bener di masa pandemi. Ga ada yg rame2 apalagi ga pake atribut keamanan. Aku suka sebel kalo di jalan Nemu yg begitu. Apalagi ada yg bilang saat bersepeda jarak lontar virus bisa lebih jauh Krn dorongan angin.

    Olahragaku sendiri juga bukan sepeda mba. LBH seneng workout di rumah kayak plank ato zumba sesekali. Aku aja ga yakin masih inget cara naik sepeda Krn trakhir itu pas SMP hahahaha

    BalasHapus

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^