Cara Ambil Sertifikat Rumah di Bank Mandiri

11 komentar

Kalau cicilan rumah sudah lunas, selanjutnya kita ambil sertifikat rumah di bank. Tapi nggak semua bank mau proaktif memberitahu kita cara ambil sertifikat rumah duluan. Jadi kita harus tau gimana cara ambil sertifikat rumah di bank tempat mengajukan kredit. Saya share sesuai pengalaman cara ambil sertifikat rumah di Bank Mandiri, untuk info lebih lengkapnya bisa menghubungi bank masing-masing secara langsung. 

Sedikit late post yaaa, tapi nggak apa-apa, kayanya ini butuh juga didokumentasikan. Jadi ceritanya, setelah 7 tahun mencicil dengan sabar, tahun kemarin KPR kami lunas jugaaa!! 

Aaaa, super legaaaa ... berasa lemak-lemak rontok dari tubuh.

Segitu leganya? Anywy, cicilan rumah saya ini nominalnya nggak besar, jauh lah sama cicilan rumah jaman sekarang, mengingat kami beli juga rumah second yang harganya emang udah murah. Tapi yang namanya utang sii, mau kecil atau besar tetep aja tiap bulan kepikiran. Tetap lebih tentrem gapunya utang. 

KPR kami ini sebenarnya sudah berhenti di-autodebt dari Juli pertengahan tahun, cuman kita baru ngeh sekitar bulan Septemberan. Terlebih kita juga bingung, ini gini doang nih? berakhir begitu saja? kok nggak ada pihak bank yang nelepon, mengucapkan selamat lunas gitu, misalnya #lah 

Lately dikasih tau temen-temen bankers sih, nanti mereka bakal ngabarin  kok sambil menawarkan ambil kredit selanjutnya, wkwkwk. Hop dulu lah, ambil nafaass...menikmati gaji utuh tanpa dikurangi cicilan. 

Lalu akhirnya di pertengahan bulan September, ada telepon dari Bank Mandiri ke nomer hp suami. Menginformasikan tentang cara ambil sertifikat rumah di bank dan kelengkapan dokumennya. Antara lain :

- Rekening koran 3-6 bulan terakhir (yang menunjukkan bahwa cicilan terakhir sudah dilunasi dan tidak ada autodebt lagi di bulan selanjutnya)
- KTP asli (saya dan suami)
- Materai 6000 (3 buah aja jaga-jaga)
- Buku tabungan asli 
- Kartu keluarga asli 
- Buku nikah asli

Semuanya jangan lupa dicopy yaa, pokoknya tiap kali bawa dokumen-dokumen legal seperti ini siapkan spare fotokopianya beberapa lembar. 

Berhubung rekening yang dipake KPR ini adalah rekening saya, maka pengambilan harus sama saya, tidak bisa diwakilkan. 

Awal November kami disuruh datang ke bank Mandiri Letjen Sutoyo, padahal waktu ngambil KPR di Mandiri Wahid Hasyim. Pagi-pagi, sarapan soto Ambengan dulu di belakang RSSA (penting ya, fyi...in case you saking excitednya utang lunas sampe jadi laper). Selepas jam 8 kami tiba lalu masuk ke ruangan bagian Customer Loan (terpisah pintu dari pintu utama bank). 

Pada resepsionis kami menyampaikan tujuan, dan menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam satu map. Selanjutnya dipanggil ke sebuah ruangan untuk serah terima dokumen-dokumen KPR. 

Kita, sebagai debitur disebut Pihak Pertama (saya dan suami). 
Bank, sebagai kreditu disebut Pihak Kedua. 

Penting untuk mengecek kesesuaian dokumen yang diberikan dengan yang tertera dalam Berita Acara Serah Terima Dokumen Agunan. Pastikan semuanya ada dan sudah dilegalisasi oleh pihak bank, kemudian baru kita tandatangani. 

Ini dokumen yang diterima pada saat ambil sertifikat rumah :

1. Surat Hak Milik (SHM)
2. Surat Hak Tanah (SHT)
3. Akta Jual Beli (AJB)
4. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
5. Surat Roya 
6. Surat Keterangan Lunas 

Satu bundel dengan IMB, disertakan juga blueprint rumah secara detail.

Proses serah terima ini 15 menit saja selesai. Bisa pulang dengan perut lapar lagi saking leganya. Saya sama suami sama-sama terdiam di perjalanan pulang,  sama persis saat kami menandatangani kredit 7 tahun lalu. Speechless. Ngga tau harus berkata apa cuman bisa bilang alhamdulillah di dalem hati. Ngehe emang pasangan ini...ga ada romantis-romantisnya, pelukan apa kek gitu :P   

Selanjutnya kita akan mengurus surat Roya di Badan Pertanahan Nasional. Surat roya ini penting meski sering terlupakan , untuk menyatakan secara resmi bahwa kita benar-benar bebas dari tanggungan KPR. Alias, pencoretan pada buku tanah Hak Tanggungan karena hak tanggungan telah terhapus. 

Berdasarkan Pasal 18 ayat (1) UU Hak Tanggungan, terhapusnya Hak Tanggungan bisa disebabkan karena:
Ke-1: Hapusnya utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan; 
Ke-2: Dilepaskannya Hak Tanggungan oleh pemegang Hak Tanggungan 
Ke-3: Pembersihan Hak Tanggungan berdasarkan penetapan peringkat oleh Ketua Pengadilan Negeri; 
Ke-4: Hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan


Untuk urusan Roya ini masih kita tunda karena e-KTP saya yang masih berupa SuKet, form aslinya sedang ditangguhkan di Kecamatan :D Begitu blankonya jadi bulan depan, segera akan saya urus ke BPN. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Esok ...

Pinus, Pangan dari Hutan yang Kaya Nutrisi

17 komentar
Pernah dengar nggak bahwa hutan adalah supermarket alam? Yuup, nggak salah lagi kalau hutan sebenarnya adalah penyedia kebutuhan makhluk hidup serba ada. Mulai dari sandang (kapas randu), pangan (sumber makanan) dan papan (produk kayu-kayuan). 

Khusus untuk manfaat pangan, secara langsung, pohon-pohon di hutan menyediakan variasi asupan pangan dan gizi yang sudah pasti sehat dan alami. Termasuk di antaranya, buah-buahan, sayuran daun, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak tumbuhan dan segala macam tumbuhan musiman lainnya. Hutan juga merupakan sumber aneka jamur, rerumputan, dan ragam spesies ikan dan serangga yang bisa dimakan (edible sources).

Tidak lazim dimakan, bukan berarti tidak bisa dimakan. Hanya saja kita sudah terbiasa mengonsumsi tanaman-tanaman yang dibudidayakan, sehingga tidak terlalu familiar dengan tumbuhan liar yang juga bisa dimakan (edible plants). Adapun jika kita melengkapi pengetahuan tentang tumbuhan liar yang bisa dimakan, ini akan sangat membantu kita survive dalam berbagai kondisi. Bagi saya, pengetahuan tentang edible plants ini merupakan salah satu survival skill yang harus dimiliki termasuk juga memberikan insight dan paparan pada anak-anak saya. 

Secara umum, pangan dari hutan memiliki manfaat sebagai berikut : 
  • Makanan dari hutan itu sehat, memiliki aneka gizi penting yang dibutuhkan tubuh 
  • Bermanfaat ketika manusia memiliki kesulitan dalam mengakses makanan, misalnya saat banjir menenggelamkan lahan pertanian, bisa memperoleh bahan pangan dari hutan terdekat 
  • Hasil hutan memberikan sumber daya ekonomi bagi manusia, bisa dijual kembali dan dipelajari untuk dibudidayakan di lahan pertanian 
Dari sekian banyak makanan dari hutan yang ada, saya menemukan hal-hal menarik yang tadinya dipikir sama sekali tidak bisa dimakan -- bahkan memikirkan kegunaannya pun tidak -- ternyata banyak yang bisa dimanfaatkan setiap bagiannya, mulai daun hingga batangnya sekalipun. 

Salah satunya adalah pinus (Pinus.L). Sejauh yang saya tahu, selama ini bunga pinus hanya dipakai untuk dekorasi, hiasan, crafting, sedangkan batang kayu pinus ditebang untuk membuat furnitur. Nyatanya, pohon pinus juga bisa menghasilkan makanan, eatable dan nutrients

Kacang biji pinus (pine nuts). Di Indonesia mungkin belum banyak dikonsumsi, tapi ini sudah jadi cemilan favorit di Amerika. Kacang pinus bersifat musiman, hanya ada di bulan-bulan tertentu di mana pohon pinus berada pada puncak produktivitasnya. 

https://www.worldatlas.com/articles/where-do-pine-nuts-come-from.html

Pollen pinus. Pollen hanya ada pada bunga pinus jantan yang masih segar. Goyangkan bunga pinus jantan, maka serbuk kuning yang berada pada sekeliling bunga akan terkumpul. Bisa dimanfaatkan untuk pengganti tepung untuk membuat roti atau kue. 


Daun pinus. Teh daun pinus ternyata enak, jadi menu yang ditunggu-tunggu saat kemping di hutan. Selain kandungan nutrisinya yang mengandung banyak antioksidan, vitamin dan mineral (kandungan vit C nya 5x lebih tinggi dari jeruk), teh daun pinus juga rasanya tidak segetir yang kita bayangkan. Aromanya khas, cenderung manis. 

Foto : Dok.Pribadi
Foto : Dok.Pribadi

Membuat teh pinus (pinus needle tea) sangat mudah; 
  1. Kumpulkan sejumput daun pinus, potong-potong seukuran gelas 
  2. Masukkan dalam air mendidih dan aduk, air akan sedikit berwarna kuning kehijauan seperti teh hijau. 
  3. Saring, dan nikmati selagi hangat. 
Teh daun pinus juga saat ini sudah banyak dikomersilkan di marketplace dan jadi konsumsi harian di luar negeri. Siapa yang tahu, bahkan sejak berabad-abad yang lalu, daun pinus sudah dikonsumsi orang-orang. 

Selain dibuat teh, diminumkan jadi infused water juga menyenangkan. Taste airnya manis dan aromatik. 

Ah, ternyata hutan kita memang kaya ya. Hutan pinus mudah ditemukan bahkan dalam ketinggian tidak terlalu ekstrim sekalipun. Di musim dingin, pohon pinus juga dapat bertahan sehingga bisa dimanfaatkan sebagai cold weather survival scenario.

Di Indonesia sendiri, WALHI secara aktif mengampanyekan perlindungan dan pelestarian hutan agar tetap terjaga dan menjadi sumber daya yang bisa dimanfaatkan umat manusia. Tentu saja, semua peran aktif masyarakat juga dibutuhkan untuk sama-sama mendulang manfaat alam bagi kelangsungan hidup manusia. Go WALHI!