Day 18 : 5 Tips Mudik Naik Pesawat bersama Bayi

by - Mei 23, 2019

Ihiiy, ini topik bertahun-tahun lalu pastinya, secara kesini-sini udah nggak pernah mudik pake pesawat lagi seiring bertambahnya anggota keluarga [mehong, baby!] 

Tapi nggak apa-apa, mau bagi pengalaman juga kebetulan habis baca infografisnya @dokterapin tentang Apa Yang Terjadi saat Bayi Naik Pesawat. Mungkin hal ini lebih dicari oleh keluarga milenial karena mereka sering bepergian traveling naik pesawat, ketimbang nyari keyword "naik kereta dengan bayi" yang relatif lebih grounded.  


Tentunya selalu ada keluarga baru yang tahun ini baru akan merasakan mudik ke kampung halaman bersama bayi tercinta. Jika memutuskan memakai transportasi udara, ayah dan ibu hendaknya memperhatikan tips di bawah ini agar perjalanan mudik lancar dan menyenangkan.  

1. Pastikan bayi berusia cukup bulan

Bayi yang lahir cukup bulan alias tidak prematur, memiliki toleransi yang cukup baik terhadap perjalanan udara. Beberapa lembaga yang berwenang mengeluarkan aturan, memiliki batasan berbeda kapan usia bayi boleh berangkat pakai pesawat. Ada yang minimal 7 hari, 2 minggu, 6 minggu dan 1 tahun khusus untuk bayi prematur (tolong dicek dulu soal ini). 

2. Pilih penerbangan langsung (tidak transit)

Usahakan mengambil rute penerbangan langsung untuk meminimalisir durasi perjalanan yang panjang. Kalaupun harus menempuh connecting flight, beri jarak dari satu penerbangan ke penerbangan selanjutnya setidaknya 2 jam. Selama jeda ini bisa digunakan untuk mengganti popok, makan, dan membiarkan bayi berjalan-jalan dan mengeluarkan energinya dengan bebas.

Saya belum pengalaman naik pesawat berjam-jam atau lintas zona waktu sama bayi (dari WIB ke WITA dihitung gak? xixi). Paling lama 1.20 menit, dibawa tidur juga udah nyampe. Tapi waktu punya bayi tentu nggak bisa tidur, meski dia tidur kita tetap jaga-jaga.  

3. Pahami peraturan maskapai penerbangan

Jauh sebelum memesan tiket, ada baiknya untuk mengecek peraturan dan kebijakan setiap maskapai dalam memperlakukan penumpang bayi dan balita. Berbeda maskapai biasanya berbeda pula batasan minimal usia bayi yang dibolehkan naik pesawat. Beberapa maskapai juga meminta surat rekomendasi dari dokter untuk menyatakan kesehatan bayi.  

Hal ini juga termasuk perlengkapan yang kita bawa ke atas kabin. Ada yang membolehkan stroller di bawa masuk, ada juga yang menyediakan baby crib, dll (tergantung kelas kali yeee). Jika membawa dua balita dan dapat seat per dua orang, maskapai akan meminta salah satu orang dewasa untuk duduk bersama salah satu balita. Jadi jangan harap emak-bapak bisa pacaran sok-sok seleb ngevlog di belakang anak-anak dah, wkkkkk. 

4. Persiapkan amunisi dan perlengkapan 

Popok, selimut, mainan favorit, baju ganti, susu serta snack adalah hal-hal yang wajib ada di dalam tas yang dibawa ke atas kabin. Buat anak yang lebih besar, bacakan buku cerita mungkin seru juga, sekaligus bikin dia ngantuk. Kalau mentok, baca majalah maskapai sama-sama, bercerita mendadak. 

5. Pastikan kesehatan bayi dan balita terjaga

Pastikan bayi tidak menderita infeksi telinga tengah, karena berakibat nyeri bila terjadi perubahan tekanan saat take off dan landing. Penutup telinga dapat membantu mengurangi kebisingan suara pesawat saat lepas landas tetapi tidak memengaruhi tekanan udara. Terlebih lagi beberapa bayi juga malah rewel jika dipakaikan penutup telinga, gunakan selama itu nyaman untuk bayi. 

Beberapa hal juga bisa menyebabkan perut bayi kembung. Sedia obat-obatan seperti minyak telon, baby balsam untuk mengatasi perut yang kembung. Lebih baik banyak disusui atau diajak ngemil agar perutnya tidak bergejolak. 

Nah, kira-kira udah cukup belum ya tipsnya? Nanti kalo inget saya update lagi, insyaallah kalo naik pesawat lagi ya, hihihi. 

You May Also Like

0 komentar

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^

Baca Juga

7 Essentials Korean Kitchen