M-U-D-I-K 1439H

1 komentar

Meski namanya pulang kampung, sejatinya saya pulang ke kota...namun begitu, tetap saja Bandung adalah rumah, tempat pulang, kampung halaman tempat lahir dan besar, walau halaman di rumah mama sudah berganti alas keramik #eeaa

Kalau secara etimologi, Mudik adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya (mengacu pada kalimat kembali ke udik, dari kota ke ladang/desa), maka benarlah adanya...saya rantau, saya pulang, saya makan!
Sudah lebih dari 10th saya jadi pemudik, baik antar kota maupun antar propinsi. Benar-benar selalu persiapan dan jadi agenda tahunan saat lebaran (kalau waktu masih jarak 100 km-an sih, long weekend; juga mudik).
Beberapa tahun belakangan ini, saya bela-belain nyiapin talangan dulu buat beli tiket H-90 demi seat yang genah dan murah. Maklumlah, kalau nunggu THR turun sih wassalam ya, kebagian kelas paling mahal mele yang mana kalau dikali lima wow...itupun kalau masih kebagian.
Ya sudah, anggap aja semacam hunting tiket promo Air Asia yang dibooking setahun sebelum keberangkatan, hihihi