5 Tips Memilih Kursi Kerja yang Tepat untuk Meningkatkan Produktivitas
Kursi kerja, sesuai dengan namanya merupakan kursi yang digunakan untuk melakukan pekerjaan di depan meja. Pekerjaannya sih, bisa apa saja, misalnya mengetik, membuat desain, membuat craft, menggambar, atau memeriksa hasil penjualan melalui gadget.
Kursi kerja ini nggak bisa dianggap sepele, karena kalau kita nggak nyaman saat bekerja karena kursi yang terlalu keras, atau kursi yang nggak ergonomis, maka bisa aja memengaruhi produktivitas kerja. Saya pun dulu sering ngerasa mudah pegal kalau duduk dan akhirnya habis kerja punggung dan kaki terasa sakit-sakit.
Semula saya kerja lesehan aja, tapi juga lama-lama lesehan nggak bagus buat kesehatan. Kaki yang lama terlipat atau tulang belakang yang kelamaan duduk di bawah juga bisa sakit. Jadi, saya mulai cari-cari kursi kerja di marketplace yang mudah.
Tips Memilih Kursi Kerja yang Tepat
Membeli kursi kerja juga nggak bisa asal-asalan, karena ini investasi buat badan sendiri.
Di marketplace, banyak juga yang menawarkan kursi ergonomis atau nyaman menyesuaikan bentuk tubuh. Kenyataannya, saat dipakai kursi bisa jadi terlalu besar, dudukan terlalu dalam, hingga membuat pinggang dan punggung terasa sakit. Ujungnya nggak jadi ergonomis lagi, deh.
Lalu bagaimana memilih kursi kerja yang tepat? Nih deh, saya kasih tips sepengalaman nyari kursi kerja kemarin.
1. Kursi Kerja Dapat Disesuaikan
Setiap orang mempunyai tinggi, berat, dan ukuran tubuh yang berbeda. Produsen mungkin saja mengambil contoh paling umum saat membuat. Namun, seperti halnya baju, akan lebih senang jika bisa menyesuaikan dengan pembeli.
Untuk itu, baiknya membeli kursi yang dapat disesuaikan tingginya, termasuk juga penyesuaian di bagian sandaran punggung dan leher.
2. Memperhatikan Tinggi dan Lebar Kursi
Kursi yang nyaman mempunyai ketinggian antara 38 hingga 56 cm yang dapat disesuaikan dengan tinggi badan kita.
Ketinggian di atas sudah diselidiki oleh ahli kesehatan, dan merupakan angka yang sangat pas untuk orang dewasa dengan tinggi minimal 152 cm sampai 190 cm.
Jika beli offline dan ingin mencobanya, cobalah duduk di kursi dan tekuk lutut membentuk sudut siku-siku. Jika telapak kaki masih bisa menyentuh lantai, itu berarti kursi sudah pas dudukannya.
Selain tinggi lebar kursi juga patut diperhatikan. Jangan sampai nih yang mempunyai ukuran tubuh besar merasa kursi kekecilan,. Begitu sebaliknya untuk orang bertubuh kurus. Lengan tidak dapat diletakkan di atas penyangga lengan.
Kursi yang lebarnya pas itu, saat diduduki masih ada space sekitar 2,5 cm di samping kanan dan kiri pinggul.
3. Kedalaman Kursi Tepat
Pernah ngerasa nggak, duduk di kursi yang terlalu dalam? Ngelelep gituu...rasanya seperti kebih kecil dibandingkan sekeliling.
Untuk menghindari hal di atas, sebaiknya pilih kursi kerja dengan kedalaman tepat. Saat duduk dengan lutut membentuk siku-siku, ukur lutut ke arah kursi dengan jari tangan. Jarak lutut dengan ujung kursi sebaiknya dua sampai empat jari. Cara ini membuat paha ditopang sempurna oleh kursi dan mengatasi potensi mudah lelah.
4. Ada Sandaran dan Lengan Kursi
Beberapa kursi hanya menyediakan tempat duduk saja. Kursi ini hanya tepat di kafe, untuk digunakan santai sambil minum menikmati secangkir kopi. Namun, tidak tepat digunakan untuk kerja, apalagi lebih dari 4 jam sehari.
Kursi yang nyaman harus mempunyai sandaran empuk dan lengan. Paling bagus sih kursinya bisa direbahkan buat senderin punggung atau lengan yang lelah.
5. Kursi dengan Roda
Satu lagi yang harus diperhatikan adalah membeli kursi dengan roda dan putaran.
Roda membuat lebih leluasa bergerak dengan hanya menggeser kursi. Roda juga akan membuat gerakan di ruangan jauh lebih mudah.
Tempat Beli Kursi Kerja
Siap membuka tahun baru dengan lebih produktif? Jangan lupa sedia kursi untuk kerja yang tepat.
Toko furniture atau di mall banyak juga yang jual kursi kerja, tapi tahu sendiri kan kursi macam ini cukup besar dan berat untuk dibawa dari toko ke rumah.
Solusi yang lebih nyaman sih cari online di marketplace ya. Untuk menghindari pengiriman dengan volume besar yang cukup mahal, cari yang lokasinya satu kota dengan kita atau minimal kota sebelah yang nggak terlalu jauh.
Saat kita ngetik di pencarian juga suka langsung muncul iklan-iklan barang yang kita cari, dan biasanya secara algoritma menyesuaikan dengan lokasi kita sendiri. Inilah yang dinamakan pengertian Location Based Advertising. Iklan-iklan di sosmed akan sangat bantu kita nyari lokasi seller terdekat dan mudah dijangkau.
Yuk ah, menuju 2022 yang lebih produktif!!






