Period!!

Tidak ada komentar
nyeri haid

Hiiii...setelah hampir 20 bulan bendera merah nggak berkibar, kini kembali tegak mengudara. Jetlag juga saking lamanya udah lupa rasanya gimana, gejala PMS, dan treatment nyeri haid pas hari-hari pertama, semua berujung pada kebingungan amat sangat di lorong 'women-diaper', lupa biasa pake merek yang mana. 

Sebenernya sih haidnya udah keluar pertama kali waktu bulan Agustus kemarin, tapi bulan depannya lagi nggak keluar, dan baru keluar lagi bulan ini. Artinya ada kekosongan dua bulan yang mana waktu mau medical check-up di RSPI, perawatnya berulang kali nanya "ibu yakin gak mau test pack dulu?" 

Eh, bukannya yakin sih...tapi sebagai perempuan yang udah pernah hamil, eaa, rasa-rasanya sih enggak ada tanda-tandanya yaa dan lagi saya masih aktif menyusui. Jadi mungkin hormon estrogen masih tarik-tarikan sama prolaktin, yang mana kali ini, estrogen menang!

Dibandingkan yang sebelumnya, nyeri haid bulan ini kerasa lebih berat karena mengalami PMS yang sesungguhnya dari mulai kram perut, lendir berlebih, dan low back pain. Jackpotnya, hari pertama period dilanda perut begah luar biasa dan kepala pening, maunya tiduraaan... 

Efek signifikan juga dialami sama produksi asi yang turun kira-kira 20%. Mengkhawatirkan, mengingat saya dikejar stok sebanyak-banyaknya...ealah malah keluar mens lagi. Sedih sih, kalo menstruasi pada busui itu kan artinya frekuensi menyusui udah berkurang seiring bayi mulai banyak terlelap di waktu malam, waktu dimana hormon prolaktin lagi puncak-puncaknya. 

Yaaa masih frekuentatif pumping sih, tapi hisapan bayi tentunya jauuuuhh lebih mantap daripada hisapan Avent manual. 

Kalau yang saya baca di Bloggin About Babies sih kaitan hormonal antara menyusui dan menstruasi itu cara kerjanya yang berlawanan, semakin kenceng ibu menyusui, semakin panjanglah proteksi birth-control karena estrogen (hormon kesuburan) kalah saing dari hormon prolaktin (hormon menyusui), itu kenapa menyusui disebut KB alami. Make sense. 


nyeri haid

Heeee, enggak lah...nggak se-sadis itu saya menghukum suami buat melayani efek PMS. Lagian, sejauh kita pernah kebetulan bareng waktu PMS, suami cuman bertugas mijitin kaki, mijitin punggung, mijitin kepala, beliin pembalut, beliin Kiranti, dan nggak boleh protes kalo istrinya mewekan dan pundungan. 

Silent is gold as long my period. Siap-siap kalo ntar udah tinggal bareng yak, hihi. 

Only my chit-chat sambil pijit-pijit perut....tidak ada maksud mengumbar 'dapur reproduksi'.  

Tidak ada komentar

Jangan lupa tinggalkan jejak ya... ^^