Wisata Perpustakaan

Tidak ada komentar
Semasa besar di Bandung, saya mulai kenal perpustakaan karena sering ngikutin orangtua atau tante yang lagi kuliah mencari bahan tugas. "Ayo ikut ke perpus, biar tambah pengetahuan...", begitu doktrinnya. Lalu daripada bengong terus ngantuk, ikutan baca buku apa saja yang ada, baik itu judulnya "Fisika Molekul" atau "Ekonomi Mikro", pokoknya biar gak bosen nunggu yang berlama-lama ngerjain tugas. Dapat giliran ke bagian buku anak-anak kalau orang dewasa sudah selesai dengan urusannya. Saat itu, di benak saya, perpustakaan itu tempat baca dan minjem buku, yang entah jangka waktunya berapa lama karena seringkali saya lihat beberapa buku berlabel "Perpustakaan Daerah Kota Bandung" lama sekali nangkring di lemari ibu saya ^__^

Begitu SMP dan bisa pergi sendiri, saya kenal dengan Taman Bacaan dekat sekolah. Taman Bacaan memang tidak 'se-ilmiah' dan seformal perpustakan, kebanyakan juga buku-bukunya cenderung ringan dan populer saja. Tapi kalau jadi "anak perpus" saat itu gak keren (standar perpustakaan sekolah dahulu, koleksi bukunya jadul dan tidak menarik), nongkrong di "taman bacaan" setidaknya terlihat lebih gaul ;p 

Dulu, yang saya sewa masih seputar komik Detective Conan, Shoot atau Offside, memilih komik karena cuma punya waktu curi-curi baca di kolong meja kelas. Kalo saya bawa komik ke rumah, bisa diceramahin ibu sampai sore...hehe.